Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 73 Menolak tawaran Dari seorang pembesar Negri


__ADS_3

"Mau apa kau, aku sudah tak punya urusan dengan kalian ?"


Baru selesai berkata, tubuh Li er yang berada di depannya tiba tiba menghilang.


Siluman lembah bunga terkejut dan berusaha mundur, tapi bayangan itu sangat cepat dan terus mengikuti, wajah siluman lembah bunga pucat.


Plaak,..Aarrrgh !


Siluman lembah bunga, terhuyung dan mundur 2 langkah.


Xi xi xi.


"Hukuman pertama, karna kau menyebutku gila."


Pipi siluman lembah bunga bengap dan biru.


"Di dalam mulut air ludah terasa asin dan kental !"


Phuuih. !


Siluman lembah bunga meludah, dan sebuah gigi yang tanggal ikut keluar bersama campuran air ludah dan darah yang telah menjadi satu.


Xi xi xi.


"Baru satu, sebentar lagi akan kubuat semua gigimu lepas."


Mendengar perkataan Zhain li er, wajah siluman lembah bunga pucat dan sangat ketakutan.


Siluman lembah bunga selalu melirik ke arah kursi rombongan Xiang yu.


Hmm !


Sudah kuduga mereka saling berhubungan, ucap Han ciu dalam hati, ketika melihat siluman lembah bunga selalu melirik le arah kursi Xiang yu, seakan minta pertolongan.


"Cengcu !"


Han ciu berbalil ketika mendengar orang memanggilnya.


"Apa peresmian penginapan bunga naga akan di rayakan dengan pertumpahan darah ?"


Xiang yu berkata sambil menatap tajam ke arah Han ciu.


"Maaf tuan Xiang yu, bukan hamba yang mencari gara gara, tapi mereka yang sengaja datang mengacau."


"Dewa tombak menantangmu kau sudah berhasil mengalahkan, tapi masih juga membunuhnya, apa itu belum cukup ?"


"Jika tak membunuh maka aku yang akan terbunuh, semua mata melihat pertandingan, dan itu bukan laga persahabatan, tapi memang sudah ada niatan membunuh."


"Baik, aku percaya padamu dan tak mempermasalahkan kematian anak buahku Dewa tombak, tapi lepaskan wanita itu dan lanjutkan acara peresmian."


Han ciu diam mendengar perkataan Xiang yu, setelah berpikir baik dan buruknya tak lama kemudian Han ciu berkata.


"Li er, biarkan siluman itu pergi."


Phuuuih !


"Pergi kau !" jika bukan suami yang suruh, sudah ku putuskan lehermu."


Siluman lembah bunga, memberi hormat ke arah bangku rombongan Xiang yu, tanpa berkata lalu melesat pergi dari ruangan.


Han ciu lalu kembali kekursi tapi kali ini tidak di tempat Iblis seribu wajah, melainkan di kursi ketua penginapan bunga naga yang berada di samping kursi Ahn nio.


"Ahn nio lanjutkan acara." ucap Han ciu.


Ahn nio memberi hormat sambil tersenyum manis lalu melanjutkan perkataannya yang tadi sempat terputus, Dewa tombak yang tewas tubuhnya telah di bawa oleh Kwe an dan Kwe hu entah kemana.

__ADS_1


Tarian, nyayian dan aneka macam makanan dan minuman meramaikan acara peresmian bunga naga.


Setelah sore istirahat sebentar, kemudian acara dilanjutkan sampai malam.


Sebelum malam, Liu bang pamit undur diri.


Xiang yu tersenyum senang melihat Liu bang pamit, sambil menepuk bahu, Xiang yu berkata.


"Adik Liu kenapa buru buru !" apa karna kehadiranku, kau jadi merasa tidak nyaman ?"


"Kenapa kakak xiang yu berkata seperti itu, aku sudah lelah, asal kewajiban sudah terpenuhi, sudah tak ada urusan lagi di sini, bukankah lebih baik istirahat di rumah dan di hibur oleh istri."


Ha ha ha


"Adik Liu bang benar, tapi aku masih ingin menikmati hiburan di penginapan ini."


"Silahkan jika adik Liu bang ada keperluan."


Xiang yu berkata sambil menjabat tangan Liu bang.


Liu bang pergi dengan rombongan setelah pamit, sementara Xiang yu dan rombongannya masih di hibur dengan penari dan penyanyi yang cantik di penginapan bunga malam.


Setelah acara selesai dan para tamu meninggalkan penginapan.


Xiang yu memanggil Han ciu.


Mereka bercakap cakap berdua di sebuah ruangan khusus dan di jaga ketat oleh anak buah Xiang yu.


"Cengcu !" aku ingin mendengarka pendapat Cengcu tentang negri ini ?" Xiang yu bertanya.


"Maaf tuan, negri yang sekarang tempat tinggal kami, masih banyak perbaikan apalagi kerajaan masih kosong, sejak pristiwa Tuan Xiang yu dan tuan Liu bang berhasil menggulingkan kerajaan Qin."


Xiang yu tersenyum mendengar perkatan Han ciu.


"Bagaimana jika kita isi bersama sama kerajaan yang tengah kosong ini ?"


"Kita bekerja sama bahu membahu membangun negri ini," Xiang yu berkata sambil memegang tangan Han ciu.


Han ciu diam ketika mendengar perkataan Xiang yu.


"Kenapa adik Han ?" adik Han tinggal bilang, butuh apa akan ku sediakan asalkan adik Han mau begabung denganku," jika perjuangan kita berhasil adik Han juga akan menikmatinya.


"Tuan Xiang yu, terus terang hamba tak berbakat dalam kerajaan, dan kurang begitu berminat tentang kerajaan."


"Kenapa tidak di coba dahulu, bagaimana ?"


Han ciu diam mendengar perkataan Xiang yu.


"Tuan hamba minta waktu untuk memikirkan hal ini, karna hamba juga harus berbicara dengan orang orang yang telah membantu hamba."


Jika mereka berminat dan setuju, tentunya kami semua akan bergabung dengan tuan Xiang yu."


"Apa ini sebuah penolakan, karna kau sudah menerima permintaaan dari Liu bang ?"


Xiang yu berkata sambil menatap tajam.


Han ciu memebalas tatapan Xiang yu dan berkata.


"Tuan Xian yu !" aku dan perkampungan selaksa pedang, tak mau di paksa dalam memilih kawan maupun lawan, tapi kami juga punya hak untuk menentukan pilihan kami, dan untuk sementara, kami belum menentukan pilihan, karna perkampungan selaksa pedang dari dulu tak pernah mau berkecimpung dalam urusan politik.


Hmm !


"Aku mengerti" tapi ingat aku tunggu jawaban baik dari Cengcu, dan Cengcu harus berhati hati, terkadang kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan, tergantung kita yang mengatur harus bagaimana dan berbuat apa untuk kebaikan kita dan orang orang yang berada di belakang kita."


"Hamba mengerti dan akan memikirkan perkataan tuan Xiang yu."

__ADS_1


Setelah bercakap cakap, Xiang yu lalu pergi meninggalkan penginapan bunga naga.


Di perjalanan Jari api bertanya.


"Bagaimana tuan, apa Cengcu selaksa pedang menerima ?"


Phuuuih !


"Muka bopeng itu membikin aku muak, jika tak butuh tenaganya, tak sudi aku bicara dengannya, jelas jelas dia menolak ajakanku masih bicara ke sana kesini." Xiang yu ketika berkata wajahnya tampak kesal.


"Bagaimana dengan mata mata kita, apa mereka menemukan bukti bahwa penginapan bunga naga ada hubungannya dengan Liu bang ?"


"Masih meragukan tuan !" menurut mata mata kita, Kwe hun ti yang membangun penginapan bunga naga, tapi tidak cuma cuma, karna Kwe hun ti hanya memberi pinjaman uang dengan bunga yang harus di bayar oleh Cengcu perkampungan selaksa pedang.


Begitu rupanya !" Kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya.


Jari api mengerti apa maksud dari perkataan tuannya.


****


Para pekerja penginapan Bunga naga memberesi meja kursi yang berantakan setelah acara selesai.


Sedangkan Han ciu kembali ke tempat tinggal iblis seribu wajah bersama Zhain li er yang selalu mengikuti di belakang Han ciu.


Ketika ia masuk, di dalam sudah banyak orang,


Iblis seribu wajah, Pedang langit, Xiao cen dan Xiao er cucunya, Kwe hun ti, Sa sie hwa dan Ahn nio.


Pedang langit, Ahn nio dan Sa sie hwa berdiri memberi hormat.


Han ciu tersenyum dan mengangguk.


Sebelum Han ciu duduk, terdengar suara.


"Buka dulu topengmu ?" Han ciu menoleh ke arah Xiao er, lalu menunduk sambil membuka topeng wajah yang tipis.


Xiao er, Sa sie hwa dan Ahn nio tersenyum melihat wajah asli Han ciu.


"Sebelum kau datang, aku sudah dengar semua tentangmu dari sahabatku ini."


"Tak ku sangka !" rupanya selain menjadi Cengcu perkampungan selaksa pedang, kau juga pemilik penginapan bunga naga," Iblis seribu wajah berkata.


Han ciu hanya tersenyum tak menjawab perkataan iblis seribu wajah.


"Cengcu bagaimana pertemuan dengan tuan Xiang yu ?"


"Intinya Tuan Xiang yu meminta aku dan perkampungan selaksa pedang bergabung."


Han ciu lalu menceritakan percakapannya dengan Xiang yu kepada mereka yang hadir.


Hmm !


"Sebuah pilihan yang sulit, Cengcu harus berhati hati."


"Terima kasih ketua Cen, tapi aku bilang minta waktu, dan selama waktu yang di berikan, aku akan mengumpulan kekuatan untuk berjaga jaga dari serangan mereka."


Setelah bercakap cakap cakap, mereka lalu merayakan kepulangan Han ciu yang mereka pikir sudah tewas.


****


Sementara itu di sebuah kuil tua yang letaknya berada di pinggiran kota Nan.


Dua orang tengah duduk bersimpuh di hadapan sebuah peti yang di dalamnya terdapat tubuh Dewa tombak.


"Guru, maaf kan kan kami yang tak bisa membantumu."

__ADS_1


Di luar kuil tampak 2 orang tengah tengah bicara, "kita lakukan dengan cepat, dan kita bunuh mereka, nanti biar Selaksa pedang yang menjadi tertuduh, kau harus ingat tongkat setan !"


"Bunuh mereka berdua"


__ADS_2