Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 182 Membasmi Bajak siluman Air


__ADS_3

Ketika mendengar kata “serang.”


Puluhan Panah api dan panah berantai yang menancap di lambung kapal mulai bergerak.


Panah yang berbuntut rantai menegang, karna tuas digulung membuat roda gigi, memutar menarik papan lambung kapal kiri dan kanan.


Krek...Krak !


“Kalian bersihkan musuh di kiri kanan, biar aku yang akan menghadapi kapal yang berada di depan.


“Sisanya pindah ke kapal belakang sebab kapal ini akan tenggelam, pastikan tali penarik kapal di lepaskan.”


Setelah berkata, Han Ciu melemparkan papan panjang dan sedikit lebar ke arah depan, dengan menggandeng Xiao Er serta bersama Zhain Li Er Han Ciu melesat dengan cepat.


Setelah menjejakkan kakinya ke arah papan yang tadi di lemparkan, tubuh Han Ciu yang menggandeng Xiao Er melesat kembali ke kapal dimana pria paruh baya berbaju biru itu berada.


Whuuut... tap !


Melihat musuh telah berada di depannya, pria yang membawa kipas langsung menghantamkan kipas nya ke arah leher Han Ciu.


Han Ciu langsung menunduk, sambil tubuhnya berputar, kemudian kakinya menghantam ke arah pria yang memegang kipas, sementara Xiao Er serta Zhain Li Er mengamuk dengan pedang di tangan membabat anak buah bajak Siluman air yang mengeroyok mereka.


Tongki yang selalu di ajak bertaruh oleh Huang Zilin, melihat Ming Mo melesat ke arah kanan, kemudian mengikuti lblis Biru sambil menghalau panah api serta panah biasa lalu melesat ke arah pinggiran sungai yang tak begitu jauh.


Sementara Dewi kipas bersama Huang Zilin menghalau musuh yang menyerang dari kiri.


Panah api yang tak bisa di halau menancap di papan kapal dan mulai membakar kapal Han Ciu.


Talaba memimpin juru mudi kapal serta anak buah yang lain, pindah ke kapal yang tadi telah mereka ambil dari rombongan Bin Kwi.


Para pemanah yang ada di kiri kanan hutan dan memang mereka rombongan bajak siluman air yang sudah terbiasa menyergap kapal – kapal yang mempunyai anak buah tangguh di jalan tembus ini.


Tongki sambil melesat mencabut golok api yang berada di punggung kemudian menebas kayu yang menggulung rantai, serta alat untuk melesatkan panah raksasa.


Blam !


Kibasan Tongki yang berhawa panas kemudian menghancurkan alat pelepas panah raksasa, sebelum sampai di pinggiran hutan tempat para penyergap.


Huang Zilin dengan Ilmu pukulan Badai petir juga langsung menghancurkan alah pelontar panah raksasa, lalu ia mulai melancarkan pukulan badai petir, mulai menghabisi satu persatu anak buah bajak siluman air yang mengeroyoknya, sementara Dewi kipas memburu para pemanah yang berada di pepohonan, yang kini mulai membidik Huang Zilin


Pukulan Badai petir langsung di keluarkan oleh Huang Zilin, karna ia tak mau menunggu lama.


Sambil menghindari panah yang melesat ke arah tubuhnya, Huang Zilin bergerak ke kiri, lalu mengibaskan tangan kanannya ke arah dua orang bajak siluman air yang menyerang menggunakan tombak.


Cuh....keparaat !


Dua orang anak buah bajak siluman air yang maju, langsung terpental terkena kibasan pukulan badai petir milik Huang Zilin.


Sementara itu, Dewi Kipas langsung melesat dari pohon ke pohon, kipasnya mengibas dan menyambar layaknya sebuah pedang kecil membabat lawan yang berada di dekatnya.

__ADS_1


Satu persatu anak buah bajak yang bersembunyi di pepohonan langsung di buru oleh Dewi kipas.


Jika ada panah yang melesat ke arah Huang Zilin, Dewi kipas langsung memburu ke tempat anak panah itu berasal, dan menghabisi pemanah itu.


Semakin lama anak buah bajak yang berada di kiri kapal mulai habis, malah ada yang melarikan diri setelah merasakan kekejaman pukulan Huang Zilin yang meledak ledak.


Sementara itu di sebelah kanan kapal, setelah menghancurkan alat pelontar panah serta memutus gulungan rantai panjang, Iblis Biru juga mengamuk dengan memburu para bajak Siluman air.


Pertempuran lebih riuh karna Tongki tak mau bersusah payah seperti Dewi Kipas yang loncat dari pohon ke pohon memburu para pemanah.


Tongki lebih memilih menebas pohon yang di pakai tempat bersembunyi, dengan tenaga dalam dan Golok api yang merupakan senjata pusaka, pohon besar hanya dua kali tebas, langsung bisa merobohkan pohon besar yang di pakai tempat bersembunyi para pemanah di bagian kanan.


Suara riuh dari pohon tumbang itulah yang membuat pertempuran menjadi riuh dan ramai, 2 orang pemanah langsung di sambut oleh tebasan golok setelah terjun dari pohon yang tumbang.


Crash....crash !


Empat potong tubuh putus terkena tebasan Tongki.


Kreek.....Kreek....Bum !


Iblis Biru melesat menjauh ketika melihat sebuah pohon besar yang tumbang ke arahnya, sambil mencengkeram leher musuh lalu di lemparkan ke arah pohon besar yang tumbang, lblis Biru terus saja mengamuk, ketika dekat dengan Tongki, lblis Biru berkata dengan nada kesal.


“Bunuh saja orangnya, kenapa harus pohonnya kau tebas, apa kau ingin aku mati tertimpa pohon,”


Tongki tertawa tawa mendengar perkataan Iblis Biru.


Iblis Biru yang mendengar perkataan Tongki hanya mendengus dan memang apa yang di sampaikan oleh Tongki ada benarnya.


Keduanya mulai membasmi satu persatu anak buah bajak siluman air yang tersisa dan tak sempat melarikan diri.


Sementara di kapal utama, Xiao Er bekerja sama dengan Zhain Li Er menghadapi keroyokan anak buah bajak Siluman air, Zhain Li Er sambil melindungi Xiao Er yang memang kemampuan serta tenaga dalamnya masih di bawahnya. Berusaha menghabisi lawan mereka.


Sedangkan Han Ciu menghadapi pria berbaju biru yang membawa kipas, tulang kipas yang terbuat dari baja tipis dengan ujungnya yang sangat tajam, dengan di bantu oleh 3 orang anak buah no. 1 dari siluman air.


Kipas orang berbaju biru terbuka dan tertutup, dengan menimbulkan angin jika kipas terbuka lalu mengibas, jika di miringkan ujung kipas yang tajam menyambar layaknya pedang.


Dengan Jurus 10 naga langit yang berkembang tergantung situasi serangan lawan.


3 orang anak buah siluman air bekerja sama menyerang Han Ciu, jurus formasi yang mereka andalkan selalu saling isi, belum lagi serangan pria berkipas yang membokong dan menyerang dari arah tak terduga, membuat Han Ciu kakinya melangkah dengan posisi 10 naga langit menghindari serangan lawan.


Formasi tombak air, yang mereka gunakan memang di ciptakan untuk melawan orang yang kepandaiannya lebih tinggi dari mereka bertiga.


Tiga buah tombak dari baja putih yang tidak terlalu panjang, mengincar dada, kepala dan kaki bergantian membuat Han Ciu bergerak ke kanan dan ke kiri menghindari serangan tombak.


Saat berhasil memiringkan tubuh ketika Tombak menusuk dada kiri, dari arah belakang tubuh, sambaran angin dingin terasa di tengkuk Han Ciu.


Han Ciu lompat sambil melentingkan tubuhnya, menghindari sabetan kipas pria paruh baya yang menggunakan kipas.


Sambil tangan Han Ciu menyambar pedang anak buah siluman air yang tewas.

__ADS_1


Han Ciu tak mau menggunakan sepasang pedang tulang naga untuk melayani mereka, dengan pedang biasa menggunakan jurus dewa pedang sudah cukup untuk menghadapi mereka berempat.


Trang !


Han Ciu menangkis tombak yang menusuk ke arah leher, tombak melenceng sebelum, musuh kembali ke posisi semula Han Ciu dengan jurus selaksa pedang, menggerakkan pedangnya menjadi puluhan bayangan pedang, anak buah siluman air terkejut melihat puluhan pedang menyerang dirinya, anak buah Siluman air lompat mundur, tapi Han Ciu terus menyerang.


Dua buah tombak menusuk ke arah pinggang dan punggung Han Ciu, tapi Han Ciu dengan pukulan Dewa angin menghantam ke arah tombak yang menyerangnya.


Blam...Trang !


Tombak terjatuh dan sang pemilik terpental ketika terkena hantaman jurus Dewa angin.


Sedangkan Tombak yang menusuk pinggang, dengan ilmu tenaga dalam Jubah emas, tubuh Han Ciu mengeras. Tombak yang berhasil menyentuh pinggang Han ciu meleset.


Han Ciu terus melancarkan serangan, anak buah siluman air terkejut, walaupun pemuda di depannya di serang oleh kedua temannya tapi masih bisa membalas serangan.


Dengan putus asa, anak buah siluman Air memutar tombak di dada sampai kepala.


Tapi melihat bagian perut kosong, Han Ciu langsung menusukkan pedang ke arah perut.


Crep....Crep !


Perut anak buah siluman terkena tusukan di perut. oleh karna itu mereka senang


Han Ciu kemudian mencabut pedang dari perut anak buah siluman air.


Lalu berbalik dan menebas leher pemuda yang tadi menusuk pinggang.


Pria paruh baya terkejut melihat dengan beberapa jurus, ketiga anak buah Siluman air langsung tewas.


Tubuhnya lompat mundur sambil melihat ketiga anak buah siluman air yang tewas.


“Celaka ! Ketua salah sasaran kali ini, ternyata mereka semua bukan orang sembarangan.” Batin pria paruh baya yang memegang kipas.


Matanya menatap liar, ke arah sekeliling.


Melihat Zhain Li Er, pria paruh baya itu melesat langsung menyerang ke arah Li Er.


Ketika akan sampai, pria paruh baya itu terkejut, melihat Zhain Li Er sudah berada di depannya.


Tapi terlambat, Zhain Li Er dengan langkah Dewi angin, melesat dari samping kemudian menampar wajah pria paruh baya itu.


Plak...arrrrghhh !


Empat buah gigi berhamburan keluar dari mulut pria paruh baya yang langsung tak sadarkan diri, terkena tamparan Zhain Li Er.


Cis !


Kau pikir gampang membokongku ?

__ADS_1


__ADS_2