
"Tunggu dulu !" lebih baik bunuh satu dan yang satu lagi, kita buat mereka saling bunuh."
Tongkat setan mengangguk, "aku mengikuti apa perintah tuan."
Perlahan tongkat setan masuk ke dalam kuil, langkahnya perlahan dan sangat hati hati, Tongkat setan perlahan mencabut pedang yang telah ia siapkan.
Setelah dekat Tongkat setan menyambar, pedangnya melesat menebas Kwe an, Kwe hu yang berada di samping kakaknya terkejut ketika merasakan sambaran angin, lalu mencabut tombak pendek dan menangkis pedang Tonkat setan.
Traang !
Siapa kau, Kwe an dan Kwe bergerak mundur.
Dari balik topengnya tongkat setan menyeringai.
Kami dari selaksa pedang akhirnya menemukanmu, Dewa tombak adalah musuh Cengcu, mayatnya harus hancur dan menjadi makanan anjiing hutan.
"Keparaat !"
"Apa belum puas Cengcu mu membunuh guru, dan sekarang kalian akan melakukan tindakan keji, ternyata aku salah memilih teman."
"Jika Benar apa yang kau katakan, suruh Cengcumu kesini, dan hadapi kami berdua."
Phuuih !
"Menghadapi kalian tak perlu merepotkan Cengcu, aku sendiri sanggup."
Kwe an berbisik melihat baju yang di pakai orang bertopeng.
"Adik hati hati, sepertinya dia anggota pedang baju merah, jago pedang terhebat di perkampungan selaksa pedang."
"Iya kak, tak kusangka orang yang kelihatanya baik ternyata srigala berbulu domba."
"Kau jangan berpikiran macam macam, belum tentu ini adalah perintah dari Han ciu."
"Dia sudah membunuh guru, dia juga pasti takut jika kita nanti akan balas dendam, makanya mengirim orang orang perkampungan selaksa pedang," ucap kwe hu.
Kwe an tak menjawab perkataan dari adiknya
"Tongkat setan seperti memberi kesempatan pada kedua kakak beradik itu untuk berbicara, dan setelah merasa cukup, pedangnya kembali mengincar tubuh Kwe an, karna pemuda itu tak bersenjata.
Whuuuut,..sreeeet !
Kwe an lompat menghindar, Kwe hu menghantamkan tombaknya ke arah kepala Tongkat setan yang sedang menyerang kakaknya.
Tongkat setan menangkis tombak Kwe hu, dan tangannya menyambar ke arah Kwe hu.
Traang !
Kwe an melihat adiknya dalam bahaya, lompat dan menendang perut Tongkat setan.
Tapi naas, serangan tongkat setan hanya pancingan, Pedang di tarik dan menyabet ke arah pinggang Kwe an.
Creeeet, aaaarggh !"
Kwe an menjerit ketika pinggangnya tersambar oleh pedang Tongkat setan.
Kwe hu menjerit lalu melemparkan tombaknya, dengan jurus tombak terbang.
Tombak melesat mengarah dada Tongkat setan,
Tongkat setan bergerak dan menebas tombak.
Melihat Tombaknya di serang Kwe hu menarik tali yang ia pegang dan tersambung dengan tombak pendeknya.
__ADS_1
Sreeet !
Tombak berbalik kembali lepada pemiliknya.
"Adik, kau pergilah !" berikan tombakmu padaku, salah satu dari kita harus selamat.
Kau pergilah ke penginapan bunga naga, tinggalkan tempat ini," Kwe an berkata sambil memegangi pinggangnya yang terus mengeluarkan darah, akibat terkena sabetan Pedang.
"Tidak kakak, tidak !" aku tak mau meninggalkan kau sendiri di sini, lebih baik kita mati bersama."
"Kau jangan bodoh, cepat pergiii !?"
Kwe an berkata, sambil merebut tombak yang di pegang oleh adiknya.
"Pergi, pergiii !?"
Kwe an teriak, matanya mulai beringas, marah sambil menahan sakit di pinggang.
Kwe hu yang terus di desak oleh kakaknya hanya bisa menangis, tapi akhirnya ia melesat pergi keluar dari pintu kuil.
Tongkat setan loncat, berusaha mengejar Kwe hu, tapi Kwe an melesat mendahului dan berdiri di depan pintu kuli menghalangi Tongkat setan yang berusaha mengejar Kwe hu
Ha ha ha.
"Bocah bau kencur, kau temani gurumu biar tak kesepian di alam sana."
Tongkat setan menyabetkan pedang ke arah pinggang Kwe an, Kwe an menangkis pedang dengan tombak, tapi ketika serangan susulan dengan menendang perut, Kwe an yang sudah kehilangan banyak darah tak bisa menghindar, tubuhnya terpental keluar kuil.
Kwe an muntahkan darah segar dari mulutnya, pemuda gagah itu berusaha berdiri dengan Tombak pendek sebagai tumpuan.
Sebuah bayangan melesat dan tiba di samping Tongkat setan, kepalanya di tutup oleh tudung jubah panjang yang ia kenakan.
Pria berjubah mengambil pedang di tangan tongkat setan, dan berjalan ke arah Kwe an yang berusaha berdiri dengan susah payah.
"Hebat juga murid Dewa tombak." ucap pria berjubah sambil menatap Kwe an yang berdiri sambil sempoyongan.
"Si, siiapa tuan, dan apa maksud tuan melakukan ini ?"
"Kau hanya berada di tempat dan waktu yang salah anak muda,"
Sreeet !
Pria berjubah itu menyabetkan pedangnya ke arah kaki Kwe an.
Kwe an jatuh ketika urat kakinya terkena sabetan pria berjubah, Kwe an berusaha menguatkan hati dan tak menjerit, ia masih berusaha bangkit, tapi darah semakin banyak keluar ketika ia bergerak, dan tubuhnya ambruk kembali dan jatuh terduduk.
"Kau jangan khawatir, adikmu aku bebaskan biar ia yang membalas dendam kematianmu pada Cengcu selaksa pedang."
"Bangsaaaat ! sudah kuduga kau bukan dari perkampungan selaksa pedang, siapa kau sebenarnya ?"
Ha ha ha.
"Baik aku penuhi permintaanmu, biar kau tak mati penasaran." setelah berkata, pria itu membuka kancing jubahnya.
Kwe an melihat pria tua yang rambutnya mulai memutih dan tersenyum ke arahnya tapi Kwe an tak kenal siapa pria tua itu, tetapi ketika melihat baju di balik jubah yang ia pakai, wajah kwe an langsung berubah, melihat sebuah gambar api yang tengah menyala, dan di tengah api terdapat warna putih di baju pria berjubah itu.
"Ka, kaauu, da dari perguruan api suci !"
Pria tua itu menyeringai, mendengar perkataan dari Kwe an.
"Jika kau sudah tahu, maka ajalmu sudah tiba,"
ucap pria itu, lalu pria itu menyabetkan pedangnya ke arah Kwe an.
__ADS_1
Craaash !
Tak ada jeritan keluar dari mulut Kwe an ketika pria itu menebas bahu, dan membelah hampir sebagian dada Kwe an, pemuda gagah itu tewas dengan sangat mengenaskan, dengan dada terbelah.
Setelah membunuh Kwe an pria itu mengangkat kepala dan menatap bulan yang bersinar terang.
Tiba tiba pria itu tertawa.
Ha ha ha
"Sebentar lagi akan ada keramaian,"
"Han bu ci !" dendamku padamu setinggi langit sedalam lautan, gara gara kau, aku terusir dari sekte Naga hitam dan di benci oleh saudaraku sendiri.
"Sebelum anakmu mu mati, akan ku buat hidup anakmu tidak tenang, dan kau bisa lihat dari neraka bagaimana perjalanan hidup anakmu nantinya."
Ha ha ha.
Setelah berkata dan puas tertawa, pria berjubah itu menutup kembali kepalanya dengan jubah.
Lalu menatap ke arah Tongkat setan.
"Kau kembali ke perguruan, siapkan rencana selanjutnya, hasut semua murid perguruan api suci dan ajak bergabung dengan kelompok kita."
Tapi kau juga harus hati hati, jangan sampai ada yang tahu identitasmu, karna itu akan berbahaya buat pergerakan kita.
"Jika perguruan api suci berhasil kita rebut, maka langkah selanjutnya akan mudah bagi kita untuk menguasai dunia persilatan ini."
Tongkat setan mengangguk mendengar perkataan dari pria berjubah itu.
Setelah berkata, pria berjubah itu pergi ke arah kota Nan, Sedangkan Tongkat setan, pergi ke arah yang berlawanan dari pria berjubah yang telah membunuh Kwe an.
*****
Setelah acara peresmian selesai dan di lanjutkan pesta dengan orang orang terdekat dan para pekerja di penginapan bunga naga, Han ciu mendapat ucapan selamat dari anak buahnya di penginapan bunga naga dan perkampungan selaksa pedang, arak penghormatan terus mengalir masuk kedalam perut Han ciu, dan akhirnya Han ciu tumbang karna terlalu banyak minum arak dan di gotong oleh Zhain li er, di ikuti oleh Sa sie hwa dan Ahn nio ke tempat Han ciu, sebuah rumah mungil yang berada di samping penginapan bunga naga.
Han ciu membuka mata, kepalanya masih terasa pusing, ketika merasakan tubuhnya berat dan hembusan nafas hangat di perutnya, Han ciu terkejut dan melihat Sa sie hwa, Ahn nio tidur di samping tubuhnya, sementara Zhain li er, kepalanya berada di atas perut, yang sudah tanpa busana.
"Bangun, bangun, bangun."
Sa sie hwa dan Ahn nio yang mendengar suara ribut lalu membuka mata, ketika melihat Han ciu kedua wanita itu tersenyum, seperti orang yang malas dan masih mau tiduran mereka yang masih memeluk tubuh Han ciu menutup mata kembali.
Masih pagi Han koko, nanti saja agak siang baru kita turun, Sa sie hwa berkata, tanpa membuka mata dan terus memeluk kekasihnya, sebagian baju Sa siw hwa dan Ahn nio terbuka, sementara Zhain li er lebih parah dengan tubuh tanpa busana, dan air liur membasahi perut, keluar dan menetes dari bibir Zhain li er yang semalam juga mabuk parah, tapi Han ciu belum melihat karna setengah tubuhnya masih tertutup selimut
"Bangun, bangun !"
Sedang apa kalian di sini, ayo bangun.
Han ciu menggeser tangan Sa sie hwa dan Ahn nio.
Lalu Han ciu membuka selimut, wajahnya merah dan jengah melihat tubuhnya sudah tidak memakai celana, ketika melihat Kepala Zhain li er berada di perut dengan air liur menetes dari bibir , apalagi setelah melihat dengan jelas Zhain li er tidur dengan tanpa busana,
Han ciu menggerakan badan ke pinggir, kepala Zhain li er langsung terjerembab ke kasur, Zhain li er menggeliat dan membuka mata, melihat Han ciu, gadis itu tersenyum.
"Muka ayam !" aku masih ngantuk, semalam ekormu memukul mukul kepalaku, bikin aku tak bisa tidur.
Sa sie hwa dan Ahn nio saling pandang dan tersenyum, mendengar perkataan Zhain li er yang masih dalam keadaan mabuk.
Mereka belum berempat belum tahu, bahwa di depan penginapan bunga naga orang orang tengah ramai dan berkumpul, karna ada sebuah gerobak yang di dalamnya terdapat tubuh Kwe an bersimbah darah, dengan dada hampir terbelah dua.
"Sementara itu, dari kejauhan seorang gadis tengah ragu untuk datang menghampiri atau tidak ke arah gerobak.
Karna ia tahu isi gerobak yang tengah menjadi pusat perhatian, mata gadis itu menyorot tajam, penuh air mata dan dendam, sambil menatap orang orang dari penginapan bunga naga.
__ADS_1
"Han ciu, tunggu pembalasanku"