Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 224 Rencana Talaba.


__ADS_3

Setelah sepakat dengan Jiang Wu serta Jiang Wei untuk membantu perjuangan Han Ciu, kampung Yangku akan mengawasi pergerakan pasukan Bintang timur yang akan bergerak dari kota Shang.


Para pedagang serta penduduk yang menjual hasil pertanian dan sering bolak balik ke kota Shang, mereka akan mengabarkan situasi yang terjadi di kota Shang.


Jiang Wu juga menyanggupi mencari tempat untuk pasukan Han Ciu bilamana bergerak untuk menyerang kota Shang.


Zhain Li Er, Tongki serta Dewi Kipas kembali ke kota Beidi.


Zhain Li Er tak mau berhenti, dan terus memecut kudanya agar cepat sampai ke kota Beidi.


Setelah menempuh sehari perjalanan dengan 2 kali istirahat agar kuda mereka tak mati kelelahan, akhirnya ketiga orang itu sampai di kota Beidi.


Kedatangan Zhain Li Er bersamaan dengan datangnya surat yang di kirimkan oleh Talaba bahwa mereka berhasil membantu kota Xianyang, menghantam musuh dari belakang dan memenangkan pertempuran.


Setelah dirasa kota Xianyang bebas dari ancaman, Talaba memberi tahu lewat surat yang ia kirim, pasukan yang tersisa di kota Xianyang yang di kirim oleh Liu Bang, mereka akan membantu pedang api serta Ming Mo menghancurkan pasukan bintang timur setelah berhasil mengambil alih kota Hedong, mereka akan bergerak ke kota Shang, menyerang dari dua arah.


Ketua Han menyerang dari timur, sedangkan mereka akan menyerang dari barat.


Han Ciu anggukan kepala sambil tersenyum, membaca surat yang di kirim oleh Talaba.


Apalagi setelah mendengar kabar menggembirakan dari Zhain Li Er bahwa mereka mendapat tambahan pasukan berasal dari kampung Yangku yang di pimpin oleh bekas perwira pengawal kaisar Qin.


Wajah Han Ciu semakin cerah mendengar kabar gembira itu.


Tapi kita harus hati² ketua, masih banyak mata – mata di kota Beidi ini, jika kita bergerak ke kampung Yangku, takutnya mata – mata mereka akan mengabarkan kepergian mereka dari Beidi dan akan menyerang kota Yangku,” Tongki berkata.


“Paman benar,” ucap Han Ciu.


“Kita harus mempertimbangkan hal ini, jangan sampai membahayakan kampung Yangku,” lanjut ucapan Han Ciu.


“Kenapa harus takut dengan mata – mata mereka,” Zhain Li Er berkata.


“Dari kota Beidi ke kampung Yangku hanya sehari perjalanan memakai kuda, jika membawa sekitar 1500 pasukan, bisa 2 atau 3 hari sampai di kota Yangku.


“Jarak kota Shang dengan kampung Yangku lebih jauh di bandingkan jarak dari Yangku ke kota Beidi.


“Pasukan kita jangan masuk ke kampung Yangku, tapi langsung ke tempat persembunyian yang akan di sediakan oleh kedua bersaudara itu.


“Jadi mata² pasukan bintang timur tidak akan melihat pasukan di kampung Yangku,” lanjut perkataan Zhain Li Er yang di balas oleh anggukan kepala orang – orang yang sedang berkumpul.


“Baiklah jika begitu ! Selama adik Li pergi ke kampung Yangku, aku sudah menyuruh kepala pasukan agar anak buah mereka bersiap sedia, jadi besok kita bisa berangkat menuju kampung Yangku,” ucap Han Ciu.


“Jadi kita besok bisa langsung berangkat ke kampung Yangku,” lanjut perkataan Han Ciu.

__ADS_1


“Kenapa harus buru² ? Baru juga sampai dari Yangku, harus kembali lagi ke sana,” ucap Zhain Li Er.


Han Ciu anggukan kepala mengerti dengan perkataan Istrinya.


“Baik, kalian istirahat ! Sementara pasukan bersiap membereskan kembali yang apa yang harus di persiapkan,” Han Ciu memberi keputusan.


Zhain Li Er tersenyum penuh arti mendengar perkataan Han Ciu.


“Dua hari jatahku bersama akan kumanfaatkan sebelum berangkat ke kampung Yangku,” batin Zhain Li Er sambil melirik penuh arti ke arah Han Ciu.


****


Ming Mo, Talaba, Pedang Api, Huang Zilin, Sepasang siluman hutan Hanzhong, sudah berhasil memukul mundur pasukan bintang timur yang sekarang bertahan di kota Hedong.


Benteng pertahanan kota Hedong yang tinggi dan gerbang yang kuat, membuat pasukan yang di pimpin oleh Pedang Api belum berhasil merebut kota Hedong.


Pasukan panah mereka sungguh merepotkan, ucap Pedang Api ketika mereka kumpul bersama.


“Sudah 2 hari kita mengepung kota Hedong, tapi masih belum menemukan cara, untuk masuk ke dalam dan membuka gerbang kota dari dalam,” ucap Pedang Api.


“Sudah ku katakan padamu, serang terus, tapi kau selalu menahan, jebakan dan jebakan saja yang kau bicarakan dan lihat sekarang, setelah mereka masuk kota, kita jadi susah menyerang mereka,” Iblis Biru berkata kesal kepada Pedang Api.


“Aku lebih suka dengan kakakmu si Tongki, jika bertempur walau banyak bicara dan suka bikin kesal orang, tapi jika bertempur hanya ada satu tujuan di otaknya yakni habisi musuh, tidak seperti kau yang banyak pertimbangan,” lanjut perkataan Iblis Biru masih dengan nada kesal.


“Kalah ya mati, apa yang harus di katakan,” Ming Mo membalas perkataan Pedang Api.


“Paman Ming Mo ! perkataan guru benar, bertempur sambil membawa ribuan pasukan, seorang pemimpin harus memikirkan yang terbaik untuk memenangkan pertempuran serta keselamatan pasukan yang di pimpinnya,” ucap Talaba.


Phuih !


“Dia gurumu, tentu saja kau membelanya. Lantas jika kita tak berhasil membongkar pertahanan kota Hedong, apa kita harus tinggalkan saja kota itu dan langsung bergerak ke kota Shang ? Tanya Ming Mo sambil melotot kearah Talaba.


“Bukan seperti itu maksud dari perkataan guru, tetapi kita harus memikirkan cara menaklukkan kota Hedong tanpa harus banyak jatuh korban dari pihak pasukan kita,” jawab Talaba.


“Lantas, apa kau punya cara bagaimana kita bisa menembus pertahanan mereka ?” tanya Ming Mo.


Talaba diam mendengar perkataan lblis Biru.


Kota Hedong mempunyai bekal yang cukup untuk pasukan, hanya mengepung tak akan membuat pasukan kota Hedong menyerah, jika hal ini sampai berlarut larut, apalagi jika sampai pasukan bintang timur mengirim bantuan, pasukan mereka yang akan celaka.


Itu yang sedang di pikirkan oleh Talaba.


Pedang Api yang melihat Talaba diam, kemudian bertanya.

__ADS_1


“Apa kau ada cara, bagaimana kita menerobos ke dalam tanpa harus banyak menelan korban dari pihak pasukan kita ? Tanya pedang Api.


“Sebenarnya murid ada sebuah cara guru, tapi murid tidak yakin apa cara itu berhasil,” ucap Talaba.


“Cara apa yang kau punya Talaba, katakan saja,” Tan Kui berkata ketika mendengar ucapan Talaba.


Wajah Talaba tampak serius setelah mendengar perkataan Tan Kui, apalagi ketika melihat semua mata memandang ke arahnya, ingin mendengar rencana apa yang akan ia katakan.


“Pasukan tetap mengepung dan menyerang kota Hedong,”


Tapi ucapan Talaba langsung di potong oleh Ming Mo.


“Tak usah kau katakan, sekarang kita masih mengepung dan menyerang mereka,”


“Saudara Ming, kita dengarkan dulu perkataan saudara Talaba, jangan kau potong terus,” Huang Zilin yang sedari tadi diam ikut bicara.


Iblis Biru langsung diam mendengar perkataan Huang Zilin


“Kita serang mereka dari dalam kota, dan cara kita masuk ke dalam kota Hedong adalah dengan cara menggali lubang dari luar tembok, hingga tembus dan berada di dalam kota Hedong.


Dengan banyak pasukan yang kita punya, aku pikir tidak akan lama jika kita bisa memilih tanah yang tidak terlalu keras yang akan kita gali.


Mereka yang sedang berkumpul terkejut mendengar rencana Talaba, dan anggukan kepala, mereka baru terpikir bahwa rencana yang Talaba katakan memang satu satunya solusi untuk menaklukkan kota Hedong.


Pedang Api langsung acungkan jempol sambil tersenyum, “ini sebuah rencana hebat, besok aku akan memerintahkan pasukan mulai menggali lubang,” ucap Pedang Api.


“Bagaimana dengan rencana muridku itu, saudara Ming ? Pedang api bertanya kepada Ming Mo.


Ming Mo diam, tapi ia berpikir bahwa rencana Talaba memang bagus.


Jika mereka berhasil dan sampai di dalam. Mereka bisa memberikan kejutan dan membuat pasukan bintang timur yang berada di dalam kota Hedong kocar kacir akibat serangan dadakan.


“Lantas kapan kita akan membuat lubang itu ? Tanya Tan Kui.


Talaba tersenyum mendengar perkataan Tan Kui, lalu menjawab.


“Aku sudah menyuruh pasukan untuk menggali, kalau tidak ada halangan


2 hari lagi lubang yang kita gali akan sampai di dalam kota Hedong.”


Mendengar perkataan Talaba, mulut Ming Mo tampak tersenyum.


Tapi hatinya sudah tak sabar ingin segera menaklukkan kota Hedong.

__ADS_1


"Hedong, tunggu kami," batin Ming Mo


__ADS_2