
Pasukan Pedang api bergerak menuju Hengshan timur dengan 6000 pasukan, mereka sangat berhati hati melakukan perjalanan.
Jika mereka di serang oleh pasukan bintang timur yang berada di kota Taiyuan, posisi mereka dalam bahaya.
Pasukan berjalan dekat dengan kota Taiyuan, mereka di pisahkan oleh sebuah hutan yang besar.
"Bagaimana? Tanya Pedang api kepada sepasang siluman hutan Hanzhong.
Tan Kui berkata
“Tidak ada tanda² dari pergerakan mereka,”
“Mari kita lanjutkan perjalanan, Paman Tan! tolong awasi daerah sekitar pasukan, jika ada pasukan penyergap dari kota Taiyuan, kita bisa mundur sambil menunggu pasukan ketua bergerak.
Tan Kui melesat masuk ke hutan yang dekat dengan kota Taiyuan, ia menyusuri hutan bersama Fang Ji.
“Sepertinya mereka mempunyai rencana tersendiri Tan Kui berkata dalam hati setelah menyusuri hutan, dan tak menemukan tanda – tanda pasukan bintang timur.
Pasukan terus bergerak menuju Hengshan timur.
Setelah tiga hari, pasukan yang di pimpin oleh Pedang api keluar dari kota Shang.
Pasukan yang di pimpin Han Ciu bergerak cepat menuju ke arah arah Hengshan timur.
Han Ciu beserta kedua istrinya, Tongki, Dewi Kipas, berada di belakang pasukan, sedangkan Iblis Biru dan Talaba memimpin, di dahului oleh pasukan pengintai.
Selama perjalanan, Tongki selalu melirik ke arah Dewi Kipas.
Hati Tongki sangat senang, ketika malam mereka bertemu, Tongki mengungkapkan rasa hatinya kepada Dewi Kipas, dan Dewi Kipas anggukan kepala menerima Tongki, tetapi Tongki harus berbicara terlebih dahulu kepada kakaknya, Beng San.
Sebenarnya Dewi Kipas bisa langsung menerima Tongki, tapi Dewi Kipas menghargai sang kakak, yang juga sebagai keluarga satu satunya yang ia miliki.
Mereka terus bergerak mendekati kota Taiyuan.
Sementara itu di kota Taiyuan.
Manusia racun setelah mendapat laporan dari mata – mata pasukan bintang timur, menahan pasukan untuk memberi kejutan.
“Apa kau tak salah lihat? Tanya Manusia racun.
Hamba yakin tuan, rombongan pasukan penguasa barat, di pimpin oleh Pedang api, bukan Han Ciu ketua selaksa pedang, jumlah pasukan mereka kurang lebih ada 6000 pasukan,” mata – mata itu kembali berkata.
Hmm!
“Apa Han Ciu langsung pergi ke kota Sanchuan? pikir manusia racun.
Mendengar keterangan anak buahnya yang di suruh untuk mengawasi pasukan penguasa barat yang keluar dari kota Shang.
“Apa Han Ciu memutar ke arah Hedong, kemudian langsung menyerang Handan? batin Manusia racun.
“Beruang setan! kau pimpin 2000 pasukan berangkat ke arah Hedong, jika kalian melihat pasukan Han Ciu, jangan serang kecuali terpaksa.
“Aku dengan 8000 pasukan akan menghabisi pasukan yang di pimpin oleh Pedang api.
Orang yang di panggil Beruang setan anggukan kepala mendengar perkataan manusia racun, lalu mempersiapkan 2000 pasukan yang akan ia bawa.
Untuk melihat situasi, apakah Han Ciu berangkat ke kota Hedong.
__ADS_1
Han Ciu dengan 3000 pasukannya merupakan pasukan khusus yang terdiri dari murid perguruan selaksa pedang, serta api suci yang merupakan anggota terpercaya dari kedua perguruan itu.
Lalu sisanya merupakan prajurit yang sudah berpengalaman, mempunyai tenaga dalam tinggi serta mampu bertempur di segala medan.
Ketika akan memasuki wilayah hutan di daerah Taiyuan.
Talaba menghampiri Han Ciu.
Setelah memberi hormat, Talaba memberitahu tahu, bahwa di hutan yang ada di depan mereka, pasukan Taiyuan bergerak mendekat.
:Apa yang harus kita lakukan ketua? Tanya Talaba.
"Berapa jumlah pasukan mereka? Han Ciu balik bertanya.
:Menurut perkiraan hamba, kurang lebih sekitar 2000 prajurit tuan." jawab Talaba.
“Apa kau mengenali orang yang memimpin pasukan itu? Kembali Han Ciu bertanya.
“Hamba tidak mengenali pemimpinnya ketua,” jawab Talaba.
Hmm!
“Aneh! Pasukan kita bergerak ke Hengshan timur, tetapi kenapa 2000 pasukan ini malah bergerak ke arah yang berlawanan,” Pikir Han Ciu.
Tiba² wajah Han Ciu berubah, ketika teringat akan sesuatu.
“Talaba, suruh paman Ming Mo untuk terus mengamati kemana pasukan itu bergerak! lalu suruh paman Tongki untuk membawa pasukan menjauh dari hutan, kita bersembunyi.
"Sambil menunggu situasi serta tindakan apa yang akan kita lakukan terhadap mereka."
Talaba yang melihat wajah Han Ciu tampak serius, kemudian langsung bergerak menemui Tongki serta Ming Mo yang berada di depan.
Han Ciu lalu melesat mengintai pasukan bintang timur yang di pimpin oleh beruang setan.
“Semoga mereka lewat jalan besar, jika mereka masuk kembali ke hutan, maka mereka akan menemukan jejak pasukanku,” batin Han Ciu.
Hampir setengah hari Han Ciu bersama pasukannya bersembunyi, sambil menunggu pasukan bintang timur yang di pimpin oleh Beruang setan menjauh.
Setelah pasukan Beruang hitam menjauh, dan tak mungkin mengetahui jika pasukannya bergerak.
Han Ciu kemudian memerintahkan pasukannya untuk bergerak cepat menuju kota Hengshan timur.
“Kenapa harus terburu buru? Tanya Ming Mo.
“Pasukan yang di pimpin oleh paman Pedang api dalam bahaya, mata – mata mereka tak melihatku di rombongan pasukan paman Pedang api, pasti pemimpin pasukan bintang timur yang ada di Taiyuan berpikir bahwa aku bergerak menuju, Sanchuan atau Hedong.
‘Sehingga mengirim pasukan tadi untuk menghalangi perjalananku, sementara pasukan inti mereka kini tengah memburu pasukan Pedang api.
"Jadi kita harus cepat mengejar pasukan paman Pedang api, jika kita terlambat akan sangat berbahaya,” jawab Han Ciu.
Dan memang benar apa yang di khawatirkan oleh Han Ciu.
8000 pasukan yang di pimpin oleh Manusia racun tengah bergerak cepat memburu dan berusaha menyusul pasukan yang di pimpin oleh Pedang api.
Jarak satu hari di belakang, membuat Pedang Api belum mengetahui pasukannya tengah di buru oleh pasukan bintang timur yang di pimpin oleh Manusia racun.
Han Ciu memerintahkan anak buahnya untuk bergerak cepat mengejar ke arah kota Hengshan timur.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Han Ciu, prajurit dan para pemimpin gelisah, karena mereka tahu, 6000 pasukan yang di pimpin oleh Pedang api bukanlah tandingan 8000 pasukan bintang timur yang di pimpin Manusia racun yang sudah terlatih.
Jika sampai pasukan Pedang api di sergap dan mereka terlambat memberi bantuan, akan di pastikan mereka akan hancur oleh pasukan bintang timur.
Prajurit anak buah Han Ciu bergerak cepat, Han Ciu berada di depan bersama Talaba, sementara, Dewi Kipas, Zhain Li Er serta Xiao Er di tengah.
Bagian belakang Tongki serta Iblis biru mengawal.
Sudah hampir setengah hari mereka bergerak tanpa henti.
Hari mulai beranjak Senja.
Tongki yang melesat bersama Iblis biru masih terus mengawal dari belakang.
“Aneh, sudah hampir setengah hari kita berlari, tetapi Talaba dan ketua yang berada di depan, belum menemukan tanda dari pasukan kita, begitu pula dengan pasukan kota Taiyuan,” ucap Tongki berkata kepada Ming Mo.
“Tentu saja belum, kita berbeda jarak 3 hari perjalanan dengan mereka,” jawab Ming Mo.
“Kita juga belum menemukan jejak terbaru dari pasukan besar, seharusnya pasukan dengan jumlah diatas 5000 pasukan jejaknya gampang terlihat, apa kita salah jalan? Tanya Tongki kepada Ming Mo.
“Kau jangan banyak tanya! ikuti saja mereka yang ada di depan, kalau ketemu, ketua pasti memerintahkan pasukan untuk berhenti,” Ming Mo berkata.
“Benar juga,” Jawab Tongki mendengar perkataan Ming Mo.
“Tapi aku heran! kenapa pedang api tidak menyuruh Fang Ji untuk mencari kita? Tanya Ming Mo.
Cih!
“Tadi menyuruh aku untuk jangan banyak tanya dan aku sudah diam, malah dia yang bertanya, dasar muka sirop,” batin Tongki sambil melirik ke arah sahabatnya.
Kenapa kau diam, kau dengar tidak apa yang kukatakan? Tanya Ming Mo.
“Ya....aku dengar," Jawab Tongki.
“Ada dua kemungkinan menurut pendapatku,” lanjut perkataan Tongki
Ming Mo yang tengah berlari, lalu menoleh ketika mendengar perkataan Tongki.
“Coba kau sebutkan dua kemungkinan itu! Ucap Ming Mo.
“Kemungkinan pertama adalah, adik seperguruan ku tidak menyuruh Fang Ji untuk mencari ketua, karna adik seperguruan ku tidak tahu bahwa pasukannya tengah di buru oleh musuh,” ucap Tongki memberi penjelasan.
Ming Mo mendengar penjelasan Tongki kembali menoleh ke arah sahabatnya itu, sambil berpikir.
“Tumben perkataannya bener,” batin Ming Mo.
Lalu kemungkinan kedua? Tanya Ming Mo.
“Kemungkinan kedua adalah, adik seperguruan ku sudah menyuruh Fang ji untuk mencari ketua, tetapi Fang Ji tersasar.”
“Tersasar! Ucap Ming Mo sambil menoleh, kenapa bisa tersasar? Tanya Ming Mo dengan wajah penasaran.
“Dasar muka sirop tolool!” Tongki berkata, kemudian melanjutkan penjelasannya.
“Fang Ji belum tahu daerah di sekitar sini, karena Fang Ji adalah pendatang, berbeda jika yang di suruh adalah serigala yang berasal dari hutan ini, tentu serigala itu sudah hafal jalan.
Mendengar perkataan Tongki, Ming Mo melirik sambil mendengus.
__ADS_1
Phuih!