Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 58 Pertempuran Di atas kapal 2


__ADS_3

Sa sie hwa terus berdoa untuk keselamatan Han ciu sambil menatap kapal gubernur Fu su yang terbakar.


Sementara di atas kapal gubernur Fu su, Han ciu kini berhadapan dengan 3 orang, gubernur Fu su, Setan muka pucat dan Iblis putih.


Gubernur Fu su yang tadinya penasaran dan ingin menjajal kepandaian dari Naga hitam seorang diri, melihat hasil pukulan yang di keluarkan oleh pemuda itu yang tangannya sudah berubah merah dan membuat setengah bangunan kapal miliknya hancur dan terbakar bergidig, dan ikut bersama Setan muka pucat dan Iblis putih,


untuk bersama sama menghadapi pendekar Naga hitam.


Api terasa panas mengelilingi mereka berempat yang sedang saling tatap, sementara pelayan, pengawal dan anak buah kapal berusaha memadamkan api yang membakar gedung yang berada di atas kapal gubernur Fu su.


Setan muka pucat, gubernur Fu su dan iblis putih mulai bergerak mengepung Han ciu.


Han ciu melihat mereka bertiga mulai mengepung tersenyum dingin.


He he he


"Sekarang baru kalian tidak malu mengeroyok aku, karna jika sendiri kalian merasa tak mampu akan menang melawanku bukan ?"


Setan muka pucat, gubernur Fu su dan iblis putih tetap diam tak menanggapi perkataan Han ciu.


Han ciu sambil memutar sepasang pedang Naga hitam, perlahan mulai bergerak, setapak demi setapak ia maju sambil melihat situasi dan mendekat ke arah gubernur Fu su.


Gubernur Fu su, melihat wajah Han ciu yang serius dan perlahan mendekat, kaki gubernur Fu su malah mundur perlahan seakan akan mengerti situasi bahaya.


Han ciu tak mau menunggu lagi, salah satu pedangnya menyambar ke arah leher Fu su, sementara pedang lain menangkis serangan pedang dari iblis putih.


Trang !


Pedang pendek menangkis pedang perak milik iblis putih, serangan yang menuju ke arah Fu su di tarik oleh Han ciu, karna senjata tongkat setan muka pucat menghantam ke arah tangannya yang sedang menyerang.


Pantulan pedang yang beradu dengan senjata Iblis putih, melesat dan menyambar perut Setan muka pucat, kakek itu berkelit sambil memutar tongkat menangkis pedang Naga hitam Han ciu.


Gubernur Fu su yang melihat Naga hitam mengincar dirinya, dengan menggunakan pedang menyambar ke arah bagian tubuh Han ciu.


Mereka bertiga menyerang Han ciu dari berbagai arah, Han ciu dengan sepasang pedang Naga hitam, menangkis dan balas menyerang ketiga musuhnya itu.


Pertempuran sengit terus berlanjut 1 melawan 3 sedangkan ruangan mulai habis, api kemudian mulai melahap sebagian kapal, kapal semakin terbakar hebat, pelayan dan anak buah kapal sudah tak sanggup untuk memadamkan api yang membakar perahu.


Anak buah kapal, pelayan dan pengawal berteriak kepada gubernur Fu su untuk segera meninggalkan kapal, tapi gubernur Fu su tak memperdulikan teriakan dari anak buahnya yang mulai meninggalkan kapal.


Kapal mulai miring, dan yang tersisa hanya mereka ber 4.


Han ciu sudah bertekad tak akan membiarkan gubernut Fu su lolos, beberapa kali gubernur Fu su melirik ke arah beberapa perahu yang di tinggalkan anak buahnya, tapi setiap ia mendekati perahu, Han ciu seperti bisa menebak pikiran Fu su, dan terus menyerang tanpa henti ke arah Fu su.


Sepasang pedang Naga hitam dengan jurus putaran pedang dewa dan selaksa dewa pedang, terus mendesak ke arah ketiga musuhnya.


2 buah pedang panjang dan satu tongkat, bergerak bahu membahu berusaha untuk melukai Han ciu yang bergerak cepat dengan ilmu meringankan tubuh raja angin.

__ADS_1


Mereka bertiga sudah terkenal dan mempunyai nama di dunia persilatan, tetapi diantara ketiganya, gubernur Fu su yang ilmunya paling rendah, sehingga kedua pengawal, Setan muka pucat dan iblis putih kosentrasi mereka menyerang dan bertahan terbagi, karna mereka terkadang harus pontang panting untuk menyelamatkan gubernur Fu su, yang di serang oleh Han ciu.


Setan muka pucat dan iblis putih mulai menyimpan senjata, dan pertarungan di lanjutkan dengan perlahan, tapi sebenarnya inilah pertarungan yang sesungguhnya, pertarungan dengan memakai ilmu pukulan dan tenaga dalam tinggi, yang terkena langsung bisa tewas di tempat, hawa tenaga dalam juga bisa membuat kulit tubuh terasa perih, bila terserempet oleh pukulan yang di keluarkan dengan tenaga dalam tinggi.


Angin berkesiur di sekitar mereka bertiga, hanya gubernur Fu su yang memakai senjata, sedangkan, Han ciu, setan muka pucat dan Iblis putih sudah menyimpan senjata masing masing, dan mulai memainkan jurus jurus pukulan jarak dekat, di kombinasikan dengan tenaga dalam tinggi.


Pukulan mayat putih, yang di keluarkan oleh iblis putih, dan pukulan arwah hitam yang berbau busuk dan sama sama meninggalkan asap putih dan hitam sangat mengganggu Han ciu, belum lagi serangan bokongan dari gubernur Fu su, kapal yang terbakar dan mulai goyang membuat kuda kuda sering tak sempurna, membuat jurus yang di keluarkan melenceng dari sasaran akibat bergoyangnya kapal yang setengahnya mulai terbakar hebat.


Han ciu dengan jurus cakar Naga hitam, menahan gempuran gempuran kedua pengawal gubernur Fu su, dan pukulan dewa angin terkadang cukup ampuh untuk menghalau asap hitam beracun yang keluar dari pukulan Setan muka pucat yang mengandung racun.


Plak dhes !


Han ciu berhasil menangkis serangan Setan muka pucat.


Tapi tubuhnya sedikit terhuyung karna terkena pukulan iblis putih dari samping yang berhasil menyerempet pinggang Han ciu.


Melihat Han ciu terhuyung akibat terkena pukulan mayat putih dari pengawalnya, pedang gubernur Fu su langsung menebas ke arah leher.


Han ciu yang sudah tak bisa menghindari serangan Fu su, segera mengerahkan tenaga dalamnya ke arah leher dan mengerahkan ilmu tenaga dalam jubah emas tahap ketiga, Tubuh emas.


"Mati kau !" Fu su teriak sambil menyeringai ketika pedangnya mulai masuk dan menebas leher Han ciu.


Traaang !


Wajah Fu su pucat, saat pedangnya mengenai leher, tapi pedang Fu su seperti bertemu dengan logam keras.


Fu su memiringkan kepala, dan pedang lewat dan hanya menyabet tempat kosong.


Fu su mundur 2 langkah ke belakang, wajahnya sangat pucat dan tampak ketakutan, sama sekali tak ia sangka dan duga, pedang yang ia pikir dapat memutuskan leher malah mental dan berbalik menyerang dirinya sendiri.


Han ciu yang melihat Fu su diam dengan jurus cakar naga hitam, menyerang Fu su yang masih tampak kaget dan diam.


Iblis putih yang melihat majikannya di serang berusaha membantu, begitu pula dengan setan muka pucat bergerak menghampiri Fu su.


Plaak !


Cengkraman Han ciu ke leher Fu su, berhasil di tangkis oleh Iblis putih.


Tapi iblis putih harus membayar mahal tangkisan itu, ketika tangan kanan mereka bertemu, tangan kiri Han ciu yang mengandung pukulan dewa api tanpa bisa di cegah, menghantam ke arah dada Iblis putih.


Blaaar !


Dada Iblis putih dengan telak terkena pukulan Dewa api. tubuh kakek itu langsung hancur, daging tubuh iblis putih muncrat ke segala penjuru.


Tak berhenti di situ, setelah berhasil menewaskan iblis putih, Han ciu kembali menyerang gubernur Fu su.


Setan muka pucat wajahnya bertambah pucat.

__ADS_1


Sambil menarik nafas, Setan muka pucat melepaskan pukulan arwah hitam.


Angin hitam yang berbau busuk dan mengandung racun yang bisa melemahkan orang yang mengisap asap dari pukulan arwah hitam bergulung dan menyerang ke arah Han ciu.


Han ciu ketika hendak mengejar Fu su, yang terus melirik ke arah perahu dan berusaha melarikan diri setelah ketakutan melihat pengawalnya tewas dengan tubuh hancur.


Merasakan desiran angin dari belakang tubuhnya, Han ciu melemparkan pedang Naga hitam sekuat tenaga ke arah Fu su yang sudah mulai bergerak mendekati perahu hendak berusaha melarikan diri.


Setelah melempar pedang naga hitam, Han ciu kemudian berbalik dan kedua tangan langsung mendorong ke arah angin hitam yang menuju ke arahnya.


Pukulan dewa angin dengan tenaga dalam penuh di lepaskan oleh Han ciu.


Blaaam !


Suara seperti ledakan terdengar ketika kedua angin pukulan tenaga dalam mereka bertemu.


Setan muka pucat, teriak dan langsung terpental ke luar perahu dan tercebur ke telaga, sementara Han ciu dari bibirnya meleleh darah segar.


Hmm !


"Hebat juga tenaga dalam kakek itu !" tapi entah dia tewas atau belum aku tak tahu," ucap Han ciu dalam hati sambil mengusap bibirnya mengusap darah yang keluar dengan lengan baju.


Tanpa melihat ke arah jatuhnya setan muka pucat, Han ciu melesat kearah tadi ia melemparkan pedang naga hitam.


Sambil menahan panasnya api dan kapal yang sudah mulai tenggelam, Han ciu melihat ke arah sekeliling.


Wajahnya tersenyum melihat Fu su tergeletak dengan kepala tertembus pedang naga hitam.


Han ciu mencabut pedang Naga hitam, lalu membersihkan pedang dari darah dan otak yang membasahi badan pedang dengan mengusap badan pedang ke baju gubernur Fu su yang tewas.


Kreeek...kreeeeek...blaaaam !


Suara pecahan pecahan dan patahan balok kayu kapal, dan kapal besar yang sebagian habis terbakar mulai tenggelam.


Han ciu melihat ke arah sekeliling kapal dan menatap perahu perahu kecil yang di tumpangi oleh pengawal pengawal gubernur Fu su yang sudah terlebih dahulu menyelamatkan diri.


"Aku harus meninggalkan kapal ini dan tak boleh terlihat oleh mereka."


Api semakin hebat membakar kapal, air telaga sudah masuk dan mulai menghancurkan kapal dari dalam.


Han ciu yang kakinya mulai terendam oleh air telaga, lalu lompat dan berenang menjauhi kapal yang tenggelam, gelombang besar bergerak menyebar ketika kapal mewah gubernur Fu su tenggelam.


Han ciu kepalanya muncul dari dalam telaga dan melihat kapal gubernur Fu su yang tenggelam, bibirnya tersenyum.


Tapi Han ciu tak menyadari, bahwa dari dasar telaga melesat sebuah bayangan.


Tangan dari bayangan itu sudah menjulur dan semakin mendekati kaki Han ciu, yang tengah asik melihat tenggelamnya kapal.

__ADS_1


__ADS_2