Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 164 Tongki Vs Jagal Utara


__ADS_3

Jagal Utara mendengus, melihat bukan lblis Biru yang maju.


“Kenapa tidak tuanmu yang maju ?” ucap Jagal Utara.


“Apa kau bilang ?” Tongki berkata sambil sebelah tangan berada di telinga, seperti orang yang tidak dengar.


“Kenapa tidak tuanmu yang maju ? Ucap Jagal Utara lebih keras, namun kembali Tongki melakukan hal yang sama.


“Apa kau bilang ?” ucap Tongki.


“Bangsaat, Kau mempermainkan aku ?” Jagal Utara teriak semakin keras, karna baru sadar ia telah di permainkan oleh Tongki.


Hua Ha Ha Ha.


“Nah kalo ini aku dengar,” ucap Tongki sambil tetawa


Muka Jagal utara kelam membesi melihat tingkah Tongki, muka lebar sedikit agak kotak, dagu besar dan wajah agak kehitama, dengan rambut kriting seperti mengembang ( kribo )


Jagal Utara memberi hormat kepada Bu Ban Liong.


“Ketua, ijin kan pibu pakai senjata !” Jagal Utara berkata.


Bu Ban Liong tak menjawab, malah bertanya kepada Tongki.


“Bagaimana menurut tuan ?” tanya Bu Ban Liong.


“Aku tamu, terserah tuan rumah saja, tapi senjata tidak bermata, apa ada aturan dalam pibu ini ?


Tongki menerima pibu tapi sekaligus bertanya kepada Bu Ban Liong.


Wajah Tongki mulai serius saat ia mengeluarkan perkataannya.


Ha Ha Ha


Jagal Utara tertawa mendengar perkataan Tongki dan berpikir bahwa dalam pibu ini, ia merasa musuh takut di lukai olehnya.


“Kau jangan khawatir, aku tidak akan melukaimu.” Ujar Jagal Utara.


“Nah, tuan dengar sendiri bukan !


“Bagaimana, menurut tuan ?” Bu Ban Liong bertanya, tapi dalam hati ia berpikir.


Sarung goloknya saja terbuat dari kayu biasa, mana mungkin bisa mengalahkan permainan Jagal Utara yang terkenal dengan jurus andalan, sepasang golok Jagal pemecah tulang.


Bu Ban Liong tidak tahu seperti apa golok milik Tongki, sarung asli golok api memang sangat mewah, tapi telah di ganti oleh Han Ciu dengan sarung terbuat dari kayu agar tak menarik perhatian jika di bawa kemana mana.


Tongki tersenyum mendengar perkataan Jagal Utara dan Bu Ban Liong.


“Kalo aku sih tidak usah kau khawatirkan, tapi aku takutnya malah melukaimu.


“Apalagi orang yang berperut besar dan besar kepala, bisa jadi kerbau panggang kalau aku serius, dan rambut sepertimu baru kali ini aku lihat," Tongki sengaja menukar kepala besar dengan besar kepala untuk menyindir Jagal Utara.


“Keparaaat ! Kita taruh nyawa di pibu ini ,” Jagal Utara berteriak kencang tak bisa menahan gusar, tapi kegusarannya masih terhalang oleh Bu Ban Liong.


Bu Ban Liong menatap tajam ke arah Tongki.


Tongki balas menatap Bu Ban Liong.

__ADS_1


“Apa kau mau bertaruh ?


Jagal Utara tak bisa lagi menahan hawa amarah mendengar perkataan Tongki, mukanya merah karena darah sudah naik ke kepala


Kedua tangan Jagal Utara meraba pinggang, kemudian melesat dengan cepat, walau berbadan besar tapi ilmu meringankan tubuh Jaga Utara tidak rendah, sehingga dengan cepat dua sinar berwarna keperakan melesat ke arah Tongki.


Saat kedua golok Jagal Utara melesak ke arah badan Tongki, sebuah bayangan merah kuga melesat dengan cepat menghantam dua sinar perak yang keluar dari golok Jagal Utara.


Trang....Trang !


Suara beradunya kedua senjata terdengar sangat kencang di dalam ruangan, karna Tongki menghantam senjata golok Jagal Utara dengan badan golok api yang agak lebar.


Jagal Utara mundur selangkah, akibat kerasnya hantaman kedua golok, mukanya langsung merah padam.


Iblis Biru serta sepasang Hantu Malam tersenyum melihat aksi Tongki.


Sedangkan Bu Ban Liong serta kedua teman Jagal Utara terkejut melihat aksi Tongki yang sangat mengejutkan, serta golok yang Tongki pegang.


Tongki mendengus, kini di tangan kanan terlihat memegang sebuah golok berwarna merah.


Mata Tongki menatap tajam ke arah Jagal Utara.


“Jika orang tua bicara, anak kecil diam dulu,” ucap Tongki dingin.


Mendengar perkataan Tongki, hawa amarah Jagal Utara semakin tak terkendali.


Kedua golok berbentuk kotak yang tidak panjang, melesat menyambar leher, dan satu lagi menyambar ke arah pinggang Tongki.


Tongki berputar menangkis serangan golok Jagal Utara.


Trang....Trang !


Jagal Utara yang sudah sangat bernafsu kembali menyerang Tongki, kedua golok berbentuk kotak silih berganti menyerang ke arah seluruh bagian tubuh yang terlihat tidak terjaga.


Tapi kemana saja Jagal Utara menyerang, Tongki selalu saja bisa menangkis serangan kedua golok Jagal Utara.


Trang !


Kembali Tongki menangkis serangan yang membacok ke arah bahu kiri.


“Ada lagi serangan yang lebih ganas bocah gendut rambut mie ?” ucap Tongki sambil meledek ke arah Jagal utara.


Bangsaat, keparaaat, setan alas !


Segala macam sumpah serapah keluar dari mulut Jagal utara yang merasa terhina oleh perkataan Tongki.


“Baik, hadapi jurus sepasang golok jagal pemecah tulang milikku.” Jagal Utara berkata bengis.


Bu Ban Liong sebenarnya ingin menasihati Jagal Utara, tapi melihat kemarahan anak buahnya, ia tahu nasihat sudah tidak akan masuk ke kepala Jagal Utara yang bersifat pemarah.


Jagal Utara langsung pasang kuda – kuda kedua kakinya melebar, sambil mendengus, golok jagal yang kotak di putar – putar dan menimbulkan suara deru angin.


Jurus golok jagal pemecah tulang di persiapkan.


Jagal Utara melesat dari tekanan kakinya, lantai yang ia injak berderak dan retak karna kuatnya tenaga dalam yang ia keluarkan.


Golok jagal di tangan kanan membacok ke arah kepala Tongki.

__ADS_1


Sedangkan tangan kiri yang memegang golok serupa, bersiap melihat ke arah mana Tongki menghindar.


Tongki menyabet ke arah golok jagal yang menyerang kepala.


Trang !


Ketika melihat ke arah tangan kiri musuh yang membabat pinggang, Tongki mundur lalu bergerak ke kanan, sambil golok api menebas ke arah paha Jagal Utara, pria bertubuh besar dengan rambut kribo itu mundur sambil menghindari serangan Tongki


Golok api semakin merah karna tenaga dalam hawa neraka mulai mengalir ke arah golok api.


Hawa panas mulai menyelimuti sekitar Tongki, tapi golok jagal utara juga mengeluarkan angin yang menderu serta membuat linu terasa sampai tulang jika terlalu dekat.


Semakin lama semakin cepat, sinar keperakan dengan deru angin serta sinar merah yang berhawa panas saling gulung dan berusaha menindih untuk menekan lawan.


Golok api milik Tongki semakin memperlihatkan pamor sebagai sebuah pusaka andalan.


Sinar merah yang semakin lama semakin panas, mulai menindih angin yang keluar dari permainan jurus golok jagal pemecah tulang andalan Jagal Utara.


Jagal Utara berputar seperti gasing, dengan satu golok di tengah dan satu lagi menghantam ke arah kepala terkadang Bahu Tongki.


Tongki yang semakin kesal karna Jagal utara sebenarnya sudah di kasih hati, tapi bukannya berpikir malah menambah gencar serangan, dan hal itu yang membuat Tongki marah ke pada orang tak tahu diri yang sekarang menjadi lawannya.


Tongki mendengus keras, kini golok api mendesak lawan sambil tangan kiri melancarkan pukulan hawa neraka, menangkis serta terkadang menyerang ke arah Jagal Utara.


Gerakan golok api semakin berani, dan menangkis golok Jagal Utara dengan semua kekuatan tenaga dalam hawa neraka yang ia punya, sehingga terkadang golok berbentuk kotak berbalik terpental serta di tambah hantaman tangan kiri yang mengandung hawa panas membuat Jagal utara semakin terdesak.


Melihat telapak tangan kiri Tongki mendorong, Jagal Utara langsung menahan dengan badan goloknya yang berbentuk kotak.


Telapak tangan kiri Tongki langsung menghantam badan golok yang menghalangi serangan telapak Tongki.


Blang !


Jagal Utara mundur sambil terhuyung 3 langkah kebelakang akibat kerasnya hantaman telapak kiri Tongki, golok jagalnya langsung berganti warna dari perak menjadi merah, akibat hantaman telapak kiri Tongki yang mengandung tenaga dalam Hawa Neraka berhawa panas.


Melihat Jagal Utara terhuyung.


Tongki langsung melesat golok api ia miringkan, kemudian menebas ke arah kepala Jagal Utara.


Bu Ban Liong langsung teriak kencang, melihat anak buahnya terancam golok Tongki


“Jangan bunuh ?!


Sedangkan 2 orang kawan Jagal utara sampai berdiri dari kursi, melihat pertempuran hebat dan saat golok akan menebas kepala salah seorang kawan mereka.


Mendengar teriakan dari Bu Ban Liong, Tongki mengangkat sedikitnya Goloknya lebih ke atas


Whuus !


Jagal Utara hanya merasakan kepalanya terasa panas karna golok api yang melesat lewat di atas kepala.


Setelah berhasil membuat mundur lawan dan melencengkan goloknya sedikit ke atas.


Tongki Loncat, lalu mundur beberapa langkah ke belakang.


Rambut ikal keriting yang mengembang, dari kening sampai belakang sudah terbabat habis oleh golok api, serta hawa panas ikut membakar rambut yang tersambar sampai akar, sehingga kepala Jagal utara di bagian tengah botak serta terlihat licin dengan kanan kiri seperti rapi tetapi masih banyak rambut di kedua sisi, layaknya sebuah jalan raya yang kanan kirinya terdapat hutan.


Iblis Biru tersenyum melihat kelakuan Tongki.

__ADS_1


Apalagi setelah mendengar ucapan Tongki.


“Rambut gaya baru”


__ADS_2