
“Bawa dia menjauh dari sini,” Iblis biru berkata tanpa melihat arah Dewi kipas dan Tongki.
Phuih!
“Tidak segampang itu,” ucap Jari api kemudian bergerak ke kanan dan melesat ke arah Dewi kipas yang masih memeluk Tongki, lalu tangannya yang sudah berwarna merah menghantam.
Syuuut!
Iblis biru yang pandangannya tak lepas dari jari api, melesat dari kiri lalu mendahului jari api dan sudah berada di depan Dewi Kipas, kemudian tangannya menghantam pukulan Jari api.
Mereka sama² menggunakan 12 bagian tenaga dalam, hawa panas pukulan inti api dan hawa dingin jurus titik beku yang di aliri tenaga dalam tinggi bertemu.
Blam!
Jari api mundur setengah langkah, ketika kedua telapak tangan mereka beradu.
Tubuh Jari api bergetar, hawa dingin masuk melalui tangan dan menyebar ke seluruh tubuh, gigi Jari api gemeretuk menahan dingin, Jari api langsung menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengusir hawa dingin akibat pukulan lblis biru.
“Apalagi yang kau tunggu? Cepat pergi,” kembali lblis biru berkata.
“Badut merah! Setan² penghuni neraka kembali berbisik, kapan akan mengirim nyawa pengganti, setelah aku beritahu sebentar lagi akan datang, baru mereka diam,”
Ha Ha Ha.
Tongki tertawa setelah meledek Jari api, lalu Tongki berbisik pelan.
“Dewi, mari kita pergi,”
Dewi kipas anggukan kepala, sambil menggendong Tongki, kemudian melesat menjauh.
Jari api yang selalu di ejek berusaha untuk mengejar, tetapi selalu di halangi oleh lblis biru.
Setelah merasa tak ada kesempatan untuk membunuh Tongki.
Kemarahan Jari api di lampiaskan kepada iblis biru yang selalu menghalanginya.
“Ilmu kepandaian keparat ini, adalah kelemahan pukulan inti api milikku, dan tenaga dalamnya setengah urat lebih tinggi, aku harus berhati hati terhadapnya,” batin Jari api.
Kedua tokoh yang sama² mengandalkan tangan kosong, lalu bersiap.
Keduanya sama melesat, tangan yang merah dan berhawa panas, serta tangan agak kebiruan berhawa dingin, saling serang dan mencari kelemahan dan kelengahan lawannya masing – masing.
Telapak jari api dengan posisi miring mengibas ke arah bahu lblis biru.
Whut!
Iblis biru dengan cepat bergerak ke kiri, menghindari serangan telapak kanan Jari api yang mengincar bahunya.
Setelah berhasil menghindar, siku lblis biru menghantam pergelangan tangan Jari api.
Tangan kiri Jari api bergerak, menghantam tangan lblis biru yang menggunakan sikunya.
Iblis biru menahan serangannya, tangannya yang menekuk, lalu diluruskan dan berusaha mencengkeram tangan kiri Jari api.
Sambil kakinya menendang kaki jari api.
Jari api mengangkat kaki, dan menarik tangan kiri yang membuat dua serangan lblis biru berhasil di hindari.
Lalu jari telunjuk kanan pemimpin bintang timur itu, kemudian menunjuk ke arah lblis biru, sinar merah yang terpusat dan hanya sebesar jari telunjuk dan berhawa panas melesat ke arah dada lblis biru.
Sret!
Iblis biru terkejut melihat serangan musuhnya dari jarak dekat.
Tangan kanan iblis biru berputar di depan dada, kabut tercipta dari putaran tangan iblis biru lalu membentuk kabut berhawa dingin berubah jadi es tipis.
Pukulan Jari api menghantam tameng es Iblis biru.
Ceeshh!
Suara api bertemu air terdengar ketika pukulan mereka bertemu.
Wajah Jari api tampak terkejut, melihat serangannya dari jarak dekat berhasil di tahan oleh sang musuh.
__ADS_1
Iblis biru setelah berhasil menahan serangan, telapak kirinya mendorong ke arah perut Jari api dengan jurus titik beku.
Whut!
Kali ini Jari api yang kalang kabut dan terpaksa loncat melesat ke atas, menghindari serangan iblis biru.
Lalu dari atas sambil berputar kakinya menendang ke arah kepala iblis biru.
Plak!
Tangan kanan iblis biru menangkis tendangan yang menyambar kepala.
Melihat kaki kiri jari api yang menggantung di udara, tangan kiri Iblis biru menyambar dan berhasil menangkap kaki Jari api.
Crep!
Jari api terkejut saat merasakan kakinya dingin.
“Celaka! Batin Jari api sambil menyalurkan hawa panas tenaga dalamnya ke arah kaki.
Saat merasakan tenaga dalam inti esnya tidak berhasil membekukan kaki Jari api.
Tangan Iblis biru berusaha meremas dan menghancurkan tulang kaki musuhnya.
Jari api yang tak mau kakinya di hancurkan, tangan kanannya menghantam ke arah bahu Iblis biru.
“Kau hancurkan kakiku, tetapi bahumu juga bisa kupastikan akan hancur,” batin Jari api.
Iblis biru tahu maksud hati dari Jari api, dan ia tak mau rugi.
Iblis biru mengendurkan cengkeramannya lalu melemparkan tubuh Jari api, kemudian langsung menghantam dengan pukulan titik beku.
Whut!
Melihat pukulan Iblis biru, jari api yang tubuhnya terlempar, masih sempat mengibaskan tangannya.
Blam!
Tubuh Jari semakin terdorong oleh hawa kedua pukulan.
Jari api langsung bergulingan di tanah menghindari serangan pedang dan tombak prajurit musuh, sambil kedua tangan menyambar kaki para prajurit musuh.
Patahan kaki dan jerit kesakitan terdengar.
Iblis biru melesat dan terus memburu ke arah Jari api.
Jari api menyambar sebuah tombak, lalu di lemparkan ke arah Iblis biru.
Shing!
Tombak melesat cepat ke arah dada lblis biru.
Tangan Iblis biru menyambar rambut salah seorang prajurit bintang timur yang ada di dekatnya lalu, melempar prajurit itu ke arah tombak yang melesat cepat ke arahnya.
Crep!
Tombak menembus dada prajurit bintang timur hingga tembus ke punggung.
Lemparan tombak Jari api berhasil mengalihkan perhatian musuhnya.
Jari api berdiri sambil menatap Iblis biru yang kini sudah berada di depannya.
Sementara itu, pasukan bintang timur terus terdesak ke arah lumpur hidup.
Wajah prajurit bintang timur terlihat ketakutan, apalagi setelah melihat para perwira pemimpin mereka satu persatu tewas, oleh pedang api serta anak buah Han Ciu yang lain.
Jari api memang mempunyai kepandaian tinggi dan di segani di dunia persilatan.
Tetapi untuk memimpin sebuah pasukan besar dalam peperangan ia belum berpengalaman.
Karna bukan hanya itu saja yang di butuh kan.
Otak yang cerdas dan mampu melihat situasi, mempelajari medan serta kekuatan musuh yang akan di hadapi, dan yang lebih penting lagi adalah sebuah kharisma dan jiwa pemimpin yang mampu membuat para prajurit tunduk.
__ADS_1
Tapi itu semua tidak di miliki oleh Jari api.
Akibat hawa nafsunya yang ingin membunuh Tongki dan tak mengindahkan peringatan perwiranya, perlahan prajurit bintang timur mulai terdesak hebat, di kepung dari tengah, kiri dan kanan.
Untuk mundur pun mereka tak bisa, karena di belakang mereka terdapat lumpur hidup yang telah menelan ratusan kawan mereka, dan siap menelan mereka yang kini terdesak jika mereka terus mundur.
Jari api melihat bahwa pasukan yang ia pimpin sudah di ambang kekalahan, dan ia tahu bahwa ini adalah mutlak kesalahannya.
Jari api melesat menyerang lblis biru, kini ia hanya ingin bertempur dan tewas bersama dengan salah seorang pemimpin dari pihak musuh, agar kematiannya lebih berarti.
Kedua tangan mereka saling serang dan tangkis, pukulan² tangan kosong yang mereka andalkan mereka gunakan untuk menjatuhkan lawan.
Serangan² bunuh diri Jari api sangat merepotkan lblis biru, ia tahu maksud dari Jari api menyerang secara nekat, jika ia mati, musuh juga harus ikut mati bersama, minimal cacat dan terluka parah.
Tapi Iblis Biru dengan sabar terus menghindar, sambil sesekali balas menyerang dan menunggu kesempatan.
Plak....plak!
Iblis biru menangkis pukulan tangan jari api ke arah kepala, dan menangkis tendangan ke arah pinggangnya.
Setelah melihat dua serangannya gagal.
Tangan jari api kembali menyerang kepala.
Iblis biru miringkan kepalanya menghindari pukulan tangan jari api, kemudian tangannya menangkap pangkal lengan jari kemudian menarik.
Jari api terkejut, dan tubuhnya tertarik mendekat, ketika ia berusaha menarik tangan, kepalanya dan kepala lblis biru berhadapan.
Ketika Jari api hendak membenturkan kepalanya, berniat mati bersama, mata mereka saling tatap.
Kesempatan itu langsung di manfaatkan oleh Iblis biru, matanya bersinar tajam dan mengeluarkan cahaya biru ke arah mata Jari api.
Ilmu tatapan iblis es yang menjadi andalan iblis biru membuat jari api tersentak.
Tubuhnya langsung diam, karena kepala serta aliran darah di otaknya membeku, dan tak bisa memberikan perintah kepada tubuhnya untuk bergerak menghindar.
Wajah pucat dengan mata yang terlihat sangat ketakutan, saat itu juga tamparan iblis biru menghantam kepala Jari api yang tubuhnya tak bisa bergerak.
Prak!
Jari api terpental dan ambruk, tewas seketika dengan kepala pecah.
Para prajurit yang melihat pemimpin mereka tewas terkejut, semangat tempur mereka langsung hilang.
Iblis biru setelah berhasil membunuh jari api melesat ke arah Pedang api lalu bertanya.
“Kemana kakakmu? Tanya lblis biru.
“Kakak seperguruan sedang di sembuhkan oleh Dewi kipas di dalam hutan, di belekang sana” ucap Pedang api.
“Siapa yang menjaga mereka? Kembali lblis biru bertanya, karena ia memang bermaksud menolong Tongki yang terluka dalam.
“Tidak ada yang menjaga,”
Mendengar jawaban dari Pedang api.
Iblis biru mendengus, “ bagaimana jika ada musuh yang menyerang, bukankah mereka berdua dalam bahaya,”
Setelah berkata, lblis biru melesat ke arah yang ditunjuk oleh adik seperguruan Tongki.
Dari kejauhan, iblis biru melihat Dewi kipas sedang menempelkan kedua tangannya di punggung Tongki, menyalurkan dan menyembuhkan luka dalam yang di derita oleh kakek itu.
Iblis biru ketika sudah berada dekat, mendengar perkataan Tongki.
“Dewi, jika seperti ini akan lama sembuhnya,” ucap Tongki sambil menarik nafas dalam², rasa sakit di dadanya mulai berkurang.
Dewi kipas melepaskan kedua tangannya dari punggung, lalu bertanya, lantas harus bagaimana? Tanya Dewi kipas.
“Kita berdua harus saling berhadapan, dan Dewi tempelkan kedua tangan di dadaku,” ucap Tongki.
Dewi kipas kerutkan keningnya mendengar perkataan Tongki, sementara Tongki yang duduk memunggungi Dewi kipas tersenyum penuh arti setelah berkata.
Iblis biru yang sudah berada dekat dan mendengar perkataan Tongki mendengus.
__ADS_1
Hmm!
Dasar laknat