
Mata lblis biru melotot ke arah Fang Ji.
Serigala itu seperti tahu akan bahaya, kemudian pindah ke belakang Han Ciu sambil bersandar di tubuh pemuda yang sekarang menjadi majikan barunya.
“Kemana kau !" tadi kau menyalak sangat gagah sekarang kau sembunyi di balik tuanmu,” ucap lblis biru tampak gemas terhadap Fang Ji.
“Paman sudahlah, kenapa paman seperti itu terhadap Fang Ji, tadi aku yang menyuruhnya, supaya kita tidak lama berada di dalam hutan hitam ini,” ucap Han Ciu.
“Apa maksudmu ?” Iblis biru bertanya kepada Han Ciu.
“Aku tahu paman tadi bertarung tidak dengan kemampuan paman yang sebenarnya, kalau seperti itu terus, waktu kita akan banyak terbuang, kan kita juga yang akan rugi, makanya aku dan Fang Ji bersandiwara agar paman mengeluarkan segala kemampuan supaya paman cepat membereskan kedua anggota sekte Gagak hitam,” Ucap Han Ciu sambil tersenyum.
Fang ji anggukan kepalanya
"Kau jangan ikut campur !" Iblis biru meloto ke arah Fan Ji.
“Jadi yang kau maksudkan adalah mencoba membuat aku kesal ?” Han Ciu tak menjawab pertanyaan dari lblis biru, tapi wajah pemuda itu tersenyum.
Phuih !
“Lain kali kau harus hati hati anak muda, jika terus kau buat aku kesal, bisa jadi kepalamu yang aku pecahkan.”
“Sudahlah paman aku minta maaf, aku berkata seperti itu kan juga untuk kebaikan kita semua” Han Ciu berkata membalas perkataan lblis biru.
Fang ji anggukan kepalanya kembali
Fang Ji lalu menyalak mendengar perkataan Han Ciu.
Diam kau !
“Ikut campur saja bahasa manusia,” lblis biru berkata sambil melotot ke arah Fang Ji.
Serigala itu langsung menundukkan kepalanya ketika melihat mata lblis biru melotot.
Zhain Li Er serta Racun cilik tertawa melihat dan mendengar perkataan lblis biru.
“Paman, kedua kakek itu lumayan hebat bagaimana menurut paman dengan sekte Gagak hitam ?”
Iblis biru menghela napas mendengar perkataan Han Ciu, ia mengerti apa maksud dari pemuda yang sekarang tengah ia awasi.
“Kau merasa khawatir terhadap kekuatan dari sekte Gagak hitam bukan ?” ucap Iblis biru.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan lblis biru lalu berkata.
__ADS_1
“Pertama adalah kakek Serigala dengan kumpulan hewan peliharaannya lalu sepasang kakek dengan senjata arit nya yang besar, entah nanti apalagi selanjutnya.
“Kedua lawan yang menghadang kita bukan musuh yang bisa kita anggap remeh, kita tidak tahu posisi mereka apa di perkumpulan sekte Gagak hitam, jika mereka hanya anggota biasa, kita bisa bayangkan seperti apa para petinggi sekte Gagak hitam." Han Ciu berkata.
Mereka mengangguk mendengar perkataan Han Ciu serta mengerti maksud dari perkataan pemuda itu.
“Kita harus lebih waspada lagi ke depannya,” ucap Han Ciu.
Setelah melepaskan rasa khawatir di diri masing masing, rombongan Han Ciu lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Setelah istirahat di dalam hutan hitam dan tak ada bahaya yang mereka khawatirkan, keesokan harinya Han Ciu memutuskan melanjutkan perjalanan kembali ke kota Liaoxi.
Setelah mengetahui dari Talaba bahwa, tidak sampai satu hari mereka akan bisa keluar dari hutan hitam, Han Ciu beserta rombongan semakin semangat bergerak lebih cepat untuk segera sampai ke kota Liaoxi.
Benar apa yang di katakan Talaba, sebelum senja mereka telah keluar dari hutan hitam.
Racun cilik serta Zhain Li Er tersenyum setelah mereka keluar dari hutan hitam.
Mereka melihat jalan raya seperti apa yang di katakan oleh Talaba, Zhain Li Er saking senangnya sampai menari nari di jalan raya yang menurut Talaba jalan menuju Liaoxi.
Lalu mereka berjalan perlahan, mereka tak menyadari mata Fang Ji selalu menatap ke arah sebuah pohon besar. Dimana di salah satu cabang pohon, ada seekor burung Gagak yang tengah menatap rombongan Han Ciu.
Fang Ji terus menatap ke arah burung berwarna hitam itu.
Setelah berjalan di jalan besar, tak lama kemudian Han Ciu beserta rombongan berpapasan dengan orang orang yang juga menuju kota Liaoxi, suasana menjadi ceria, karna di dalam hutan hitam yang lebat selalu masalah yang mereka temui.
Tapi Han Ciu juga berhati hati, saat hendak sampai ke kota Liaoxi karna pemuda itu yakin bahwa sekte Gagak hitam tidak akan tinggal diam karna sudah kehilangan orang mereka, akibat bertempur dengan Han Ciu dan lblis biru.
Sebelum malam tiba akhirnya mereka sampai di kota Liaoxi
Seperti biasa Sin Ko yang mencari penginapan dan mengurus segala sesuatunya.
Mereka setelah sampai di tempat penginapan yang sudah di bayar oleh Sin Ko, kemudian memesan makanan dan arak, karna selama di dalam hutan hitam mereka selalu makan daging kering, bekal yang mereka bawa dari Yuyang.
Sin Ko, lblis biru, serta yang lain sangat sibuk menyantap hidangan yang tersedia, tak makan waktu yang lama.
Semua hidangan habis mereka sikat.
Lalu satu persatu arak dalam guci habis mereka minum
Sementara Fang Ji melihat majikannya bersantap, serigala besar berwarna abu itu masuk ke dalam.
Setelah puas makan, minum arak serta bercakap cakap, Sin Ko, lblis biru serta Talaba keluar dari kamar tempat Han Ciu menginap.
__ADS_1
Setelah mereka keluar Han Ciu kemudian menyuruh Racun cilik menutup pintu kamar.
Racun cilik kemudian menutup pintu kamar sesuai dengan apa yang di katakan oleh Han Ciu.
Lalu Han Ciu mengeluarkan peta tempat pusaka tulang naga yang di berikan oleh Pedang langit.
Ia membuka lembaran kulit tempat denah peta pedang tulang naga.
Zhain Li Er, Racun cilik memperhatikan peta yang terdapat di dalamnya, serta jalur jalur jalan yang menuju ke arah tempat pusaka itu berada.
“Apa kakak Han sudah mengerti arah garis ini dan kira kira di mana tempat pusaka itu berada ?” ucap Zhain Li Er.
"Sepertinya aku mengerti setelah sampai di kota Liaoxi ini, agaknya tempat itu berada di utara kota ini di sebuah bukit, yang berada di perbatasan antara gurun dan hutan seperti yang terdapat di hutan hitam sewaktu kita masuk pertama kali." ucap Han Ciu
"Tapi garis garis ini seperti terhubung dengan tempat barang yang kita cari kak Han," Racun cilik berkata sambil menunjuk ke arah garis garis yang sepertinya terhubung.
"Lebih baik besok kita bertanya kepada penduduk asli kota Liaoxi." Han Ciu kembali berkata.
Zhain Li Er serta Racun cilik mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Tiba tiba Zhain Li Er mengedipkan matanya kepada Han Ciu sambil memegang dan mengelus paha suaminya.
“Kakak Han, sudah lama kita tidak nganu.”
"Eheeem...eheeem"
Terdenger suara deheman dari Racun cilik yang memang duduk dekat Han Ciu.
“Adik Zee, kau juga sama denganku, bagaimana jika kita sama sama mengeroyok Kakak Han ?” ucap Zhain Li Er sambil tersenyum nakal.
Racun cilik mendengar perkataan Zhain Li Er tanpa ragu langsung anggukan kepala.
“Eh, ada apa dengan kalian, apa kalian tidak merasa lelah setelah jalan kaki seharian ?” Han Ciu bertanya.
“Tidak ada kata lelah untuk hal yang satu itu," ucap Zhain Li Er tanpa malu, lalu menarik tangan Han Ciu ke arah tempat tidur, tapi langkahnya langsung terhenti setelah melihat di atas tempat tidur tampak seekor serigala sedang asik tertidur, tanpa mereka sadari ketika mereka makan dan minum sambil bercakap cakap, Fang Ji naik ke tempat tidur.
Wajah Zhain Li Er serta Racun cilik langsung berubah merah menahan marah melihat Fang Ji tidur di kasur mereka.
"Binatang itu sekali kali nanti akan ku hajar biar mengerti urusan orang dewasa." ucap Zhain Li Er dengan nada gusar.
Mereka tidak tahu bahwa Fang Ji dan kakek serigala memang sering tidur bersama satu ranjang, sehingga sewaktu masuk kamar dan melihat tempat tidur, Fang Ji langsung naik dan tertidur sementara yang lain menyantap hidangan dan arak.
Zhain Li Er saling pandang dengan Racun cilik lalu menarik kembali tangan Han Ciu ke ruangan tengah.
__ADS_1
“Kita lakukan di kursi saja”