Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 62 Kisah di balik Bidadari Gila


__ADS_3

Aku sedih jika ingat keadaan Li er sewaktu kita menemukan dia, Dewi angin teringat kembali ketika persitiwa berdarah terhadap sahabat mereka Lim taihiap, yang tewas di bunuh oleh sekte Naga hitam, dan pembantu setia dari Lim taihiap yang bernama pendekar mata satu juga tewas.


Puiiih !


Jika kawanku saudara Lim tidak di racun terlebih dahulu, tak akan mungkin bisa semudah itu saudara Lim tewas, Iblis seribu wajah berkata dengan wajah gusar.


Dan kau ingat bukan, bagaimana seorang anak kecil berumur 4 tahun duduk di depan mayat ayahnya, bocah itu seperti yang ketakutan sambil duduk di dekat ayahnya pendekar mata satu.


Hmm !


"Sayang sekali sewaktu kita datang, sekte Naga hitam sudah habis oleh orang dunia persilatan, jika tidak sudah ku habisi mereka," Dewi angin berkata ber api api, teringat akan masa lalu.


"Aku mengerti perasaan adik, karna kita tidak punya keturunan, adik mengambil anak pendekar mata satu, dan mendidik li er, tapi adik juga harus tahu dan lihat, jika salah mendidik, adik bisa lihat, seperti apa hasilnya, sedikit sedikit main tampar, jika kita berdua tidak mengawasi, apa jadinya nanti !" bisa bisa Li er di musuhi dan dikeroyok oleh orang orang dunia persilatan karna selalu membuat onar.


Dewi angin menghela nafas mendengar perkataan suaminya iblis seribu wajah.


"Yang kakak katakan memang benar, tapi aku tak mau orang mengatakan Li er gila," ucap dewi angin.


Bagaimana orang tidak mengatakan gila, sebutannya saja Bidadari gila.


"Jadi kau juga ingin cucu kita gila ?" Dewi angin menatap tajam suaminya.


"Bukan itu maksudku, kita harus bisa menyembuhkan Li er, dan kau harus beritahu Li er, jangan suka main tampar dan suruh Li er untuk menyimpan penutup mata dari kulit milik ayahnya itu."


"Penutup mata itu sering membuatku kesal,"


"Memangnya kenapa dengan penutup mata milik ayahnya, itu adalah kenang kenangan dan peninggalan satu satunya dari ayah Li er ?"


Aku iblis seribu wajah, hanya kau yang tahu wajah asliku dan ilmu penyamaranku tak ada tandingannya dan sudah ku warisi pada Li er, tapi apa yang terjadi, kau juga lihat bukan.


Li er menyamar jadi tabib, memakai penutup mata, menyamar jadi kakek kakek pakai penutup mata, sampai pernah aku suruh ia menyamar menjadi nenek petani, masih saja pakai penutup mata dari kulit itu, lalu untuk apa menyamar jika seperti itu, aku merasa sia sia memberikan ilmu penyamaranku pada Li er.


Xi xi xi.


Dewi angin tertawa cekikikan, mendengar perkataan suaminya dan berucap, "aku tak peduli yang penting Li èr senang."


Iblis seribu wajah tersenyum pahit mendengar perkataan istri yang sangat memanjakan Li er, semua buah langka, kadal api yang sangat di maui pendekar manapun dan tumbuhan tumbuhan mukjijat, di berikan kepada Zhain li er membuat gadis itu walau masih berusia muda tapi mempunyai tenaga dalam hampir sama dengan orang yang melatih tenaga dalam sampai 100 tahun.


Hmm !


Menurut Dewa obat, Li er bisa sembuh dari penyakit gila, jika ia bisa melihat orang yang membunuh ayah kandung gadis itu si pendekar mata satu.


Setelah berkata Dewi angin tampak termenung, air mata mengembang di mata nenek itu.


Jika benar perkataan Dewa obat, susah untuk Li er sembuh, karna orang orang sekte naga hitam sudah habis, tentu pembunuh Lim taihiap dan pendekar mata satu juga sudah tewas.


Mendengar keluh kesah sang istri, Iblis seribu wajah ikut merasa terharu kemudian memeluk istrinya itu.


Sementara itu di lapang luas, Sepasang ular hijau tengah bersiap, orang termuda yang wajahnya tampak babak belur mengeluarkan ular hijau dan memegang buntut ular itu dan di jadikan senjata, begitu juga sang kakak.


Han ciu sekarang hanya menyaksikan ketiga orang yang siap bertempur.


"Aku tak perlu cape cape, orang dari perguruan selaksa racun, biar saja gadis gila itu yang membunuhnya."


"Kau, kau gadis gila kau sudah menanggalkan gigiku,"


"apa kau bilang, coba katakan lagi, apa kau bilang ?" ucap Li er, matanya menatap liar ke arah ular hijau yang tadi ia tampar.


"Kau gadis gilaaaa !"


Li er, langsung mencabut pedang, ilmu meringankan tubuh warisan Dewi angin, yang di sebut Langkah Dewa memang ilmu meringankan tubuh paling tinggi saat ini lebih tinggi dari ilmu meringankan tubuh Raja angin milik Han ciu.


Sreeet..craaash !


Han ciu terkejut, tubuh gadis itu tiba tiba seperti menghilang dan suara sabetan pedang menebas terdengar.

__ADS_1


Ular hijau yang paling tua tubuhnya langsung gemetar ketika melihat adik seperguruan yang tengah bersiap, kepalanya sudah menggelinding di tanah, tanpa ia bisa melihat dengan jelas bagaimana adik seperguruannya bisa tertebas pedang.


Ular hijau tanpa pikir panjang melesat pergi, Bidadari gila melihat musuh melarikan, tubuhnya bergerak cepat, sambil menyabet kaki.


Craaaash, arrrrrgghh


Ular hijau menjerit, kaki kanan putus terkena sabetan Zhain li er.


Li er yang sampai di tempat ular hijau yang terkapar dengan kaki putus.


Li er menginjak punggung ular hijau.


"Kau sudah bilang aku gila," ucap Zhain li er


Sambil menekan kaki yang menginjak punggung ular hijau.


Kreeeek,.aaarrrgh !


Zhain li er tanpa belas kasihan menekan lebih kencang dari sebelumnya.


Kreeek,..kreeek.


Kali ini tak ada teriakan, karna ular hijau tewas dengan tulang punggung hancur.


"Mati kau" ucap Li er


Han ciu yang melihat sepasang ular hijau tewas, merasa sudah tak ada urusan lagi, melangkah dan hendak pergi meninggalkan tempat. langkahnya terhenti ketika mendengar Zhain Li er berkata.


"Mau kemana kau muka ayam ?"


Han ciu menghentikan langkah kaki ketika mendengar ucapan Li er.


Han ciu berbalik,


"kau tadi bilang aku gila ?"


Hmm !


"Nona, aku tarik ucapanku dan anggap saja urusan kita selesai."


Dua buah bayangan melesat, Dewi angin dan Iblis seribu wajah telah berada di sisi Zhain li er.


"Ibu, kakek," kalian datang Li er, melihat yang datang wajah gadis itu ceria.


"Istriku kau panggil ibu, sedangkan aku kau panggil kakek" gerutu iblis seribu wajah.


Sedangkan Han ciu melihat kedatangan kedua kakek dan nenek yang di panggil ibu dan kakek oleh Bidadari gila mulai gelisah.


"Urusan bakal repot jika kedua orang tua ini membantu anaknya yang gila, lebih baik aku pergi dari sini."


"Paman dan bibi, maaf aku ada urusan dan tak bisa berlama lama di sini," ucap Han ciu sambil memberi hormat kepada Iblis seribu wajah dan Dewi angin.


"Nak apa dia mengganggumu ?" ucap Dewi angin.


"Dia bilang aku gila ibu !"


Hmm !


Han ciu mendengus mendengar perkataan Li er kepada orang yang ia panggil ibu.


"Anak muda !" kau cari mati berani bilang anakku gila,"


"Bibi, aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya mendengar perkataan orang orang tentang anak bibi yang mempunyai julukan Bidadari gila."


Whuuut,..plaaak !

__ADS_1


Han ciu sudah bersiap, setelah berusaha menjelaskan. Dewi angin tetap menyerang dan Han ciu berhasil menangkis serangan Dewi angin yang menampar kepala.


Iblis seribu wajah, Dewi angin dan Han ciu sama sama terkejut


Iblis seribu wajah dan Dewi angin terkejut karna Han ciu berhasil menangkis serangan Dewi angin, karna mereka tahu akan kepandaian yang mereka miliki, sangat jarang orang bisa menghindari serangan Dewi angin, ketika Dewi angin sedang marah.


Sedangkan Han ciu terkejut karna tangannya terasa panas setelah berhasil menangkis serangan Dewi angin.


"Seeorang ibu seharusnya bisa menasehati seorang anak jika melenceng dari jalur kebenaran, bukan membenarkan perbuatan tercela dan malah membela, itu sama saja dengan menjerumuskan anak ke lubang kehancuran." ucap Han ciu sambil menatap tajam ke arah Dewi angin.


"Bocah bau kencur sudah berani menasehati aku,"


"Bibi !" nasehat yang baik, sekalipun keluar dari anak 5 tahun harus di dengar dan ajaran buruk walau keluar dari mulut kaisar, kita tak perlu turuti."


Hmm !


"Aku ingin tahu, apa mulutmu sebanding dengan kau punya kepandaian ?" ucap Dewi angin.


Kapal mau berangkat ke kota Nan, kapal mau berangkat ke kota Nan, yang telat akan ketinggalan.


Seorang pria gendut, yang tak lain adalah Sin ko berlari ke arah Han ciu dan Dewi angin yang sedang berhadapan.


Sambil menarik tangan Han ciu, Sin ko mengedipkan sebelah mata.


"Tuan akan ke kota Nan ?"


"Ya," ucap Han ciu.


Mari mari tuan, silahkan Sin ko, berkata sambil menarik tangan Han ciu dan mendorong Han ciu ke arah dermaga.


"Paman, bibi dan nona apa ingin pergi ke kota Nan ?"


"Kami bertiga memang akan ke kota Nan !" Iblis berwajah seribu berkata.


"Mari mari paman, bibi dan nona yang cantik silahkan naik, tapi Hamba berharap di kapal tidak ada keributan nanti akan ada potongan harga tarif 50% per orang."


Dewi angin tak peduli dengan perkataan Sin ko, Dan masih terus menatap Han ciu yang berjalan di dermaga.


"Anak muda tunggu dulu !"


"Sudahlah adik, kali ini biarkan saja pemuda itu, jika kita tidak naik kapal sekarang, apa adik mau jalan kaki beberapa hari ke kota Nan ?"


Chiiis !


"Awas nanti pembalasanku !"


"Paman, bibi harap janji terlebih dahulu sebelum naik kapal, jangan ada keributan, karna kapal ini adalah satu satunya mata pencarian hamba, jika paman dan bibi berkelahi dengan bocah tengik itu, dan kapal hamba hancur, maka keluarga hamba dirumah akan mati kelaparan."


"Baik kami tidak akan menganggu jika tidak di ganggu."


Sin ko mengusap keringat di wajah dengan lengan baju, ketika ia berhasil melerai pertikaian antara ketuanya dengan sepasang kakek, nenek dan cucunya itu, karna Sin ko sudah melihat dari kejauhan sewaktu Li er bertempur, dan ia khawatir kepada ketuanya jika mereka bertempur.


Sin ko lalu mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam kapal, karna kapal akan berangkat.


Iblis seribu wajah, Dewi angin dan Li er lalu melangkah ke dermaga.


Tapi Iblis seribu wajah berbalik dan menatap Sin ko lalu bertanya.


"Tuan hapal kota Nan ?"


"Kapal hamba memang berlabuh di sana paman !" sedikit banyak hamba hapal kota Nan," ucap Sin ko, "apa ada yang bisa hamba bantu ?"


"Setelah sampai di kota Nan, tolong tuan tunjukan padaku jalan menuju penginapan bunga naga." ucap iblis seribu wajah.


Sin ko langsung diam tak bisa bicara.

__ADS_1


__ADS_2