
Cengcu harus hati hati, karna sekarang kita seperti berada dalam goa. kita gelap dan mereka terang.
"Untuk saat ini jangan percaya pada siapapun, percayalah pada diri sendiri," ucap Pedang langit.
"Selama ini hanya hanya segelintir orang saja yang tahu siapa aku, kakek angkat dulu pernah memberitahu bahwa sekte naga hitam sangat di benci oleh dunia persilatan, jadi harus bertindak hati hati,"
"Kakek angkat, siapa kakek angkat Cengcu ?" Pedang langit bertanya begitu mendengar perkataan Han ciu.
"Kakek angkatku bernama Kim tay han !"
"Apaaa !" Kim tay han si Dewa gila adalah kakek angkat Cengcu," Pedang langit berkata
Hmm !
"Ternyata dugaanku benar saudara Kim ho, ucap pedang iblis."
"Apa maksud saudara Kiam mo ?"
"Tadi sewaktu bertempur, saudara Kim ho menusuk bahu Cengcu, tapi tusukan saudara Kim ho hanya bisa merobek baju tanpa bisa melukai tubuh Cengcu." ucap Pedang iblis.
"Dan aku teringat dengan cerita tentang tenaga dalam suci milik para pendeta." bukankah dulu Hu cengcu pernah bercerita tentang orang yang telah mendapatkan kitab tenaga dalam suci ?"
"Saudara benar, dan orang yang ku maksud adalah kakek angkat Cengcu kita ini.
Kim tay han atau lebih di kenal dengan sebutan Dewa gila."
Pedang langit, Kiam mo dan Kim ho semakin kagum terhadap Han ciu, ternyata pemuda yang tetlihat acuh itu dan menjadi Cengcu baru perkampungan selaksa pedang, mempunyai kemampuan dan guru yang sangat di segani.
"Kakek, aku akan kembali ke kota Nan !" jika ada kabar mengenai keberadaan Kiam to, tolong kasih tahu aku di kota Nan, dan segera bersihkan perkampungan selaksa pedang, karna musuh dalam selimut lebih berbahaya dari pada yang terlihat di depan kita.
"Jaga rahasia tentang diriku, dan untuk saat ini jangan pernah katakan kepada siapapun bahwa aku adalah Cengcu kampung selaksa pedang, karna orang orang dunia persilatan tak akan membiarkan siapapun yang ada sangkut pautnya dengan sekte naga hitam hidup dengan tenang." ucap Han ciu
"Baik Cengcu kami mengerti, dan untuk saat ini kami hanya memberitahu kepada kepala pasukan pedang, dan kami benar yakin mereka belum terpengaruh oleh pihak musuh, hanya Kiam to dan anak buahnya, karna yang membelot semuanya sudah pergi, mereka tahu berdiam diri di sini mereka akan cari mati, karna aturan dari kampung selaksa pedang sangat tegas berkhianat berarti mati."
Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari Pedang langit.
"Sekarang juga aku akan kembali ke kota Nan, kabari aku jika ada sesuatu," Han ciu berkata sambil memberi hormat, kemudian melesat pergi.
Pedang langit menatap ke arah Kim ho lalu berkata, "kau susul Cengcu, awasi dan berjaga jaga di belakanya, jika ada bahaya cepat beri kabar melalui udara, agar kami bisa cepat membantu," Kim ho mengangguk mendengar perkataan pedang langit.
Setelah membawa bekal yang cukup Kim ho lalu melesat mengejar ke arah Han ciu.
Sementara itu Pedang langit memberitahu kepada Kiam mo, untuk melakukan pembersihan secara besar besaran di kampung selaksa pedang.
Selama beberapa hari melakukan perjalanan berkuda, Han ciu sampai di sebuah kota setelah bertanya kepada penduduk, Han ciu sedang berada di kota Jiu jiang.
Bekal uang kertas ribuan tail yang berbentuk uang kertas masih berada dalam saku bajunya.
__ADS_1
Perjalanan jauh dan baju di bagian bahu belakang yang sobek, tak mengendorkan niat Han ciu untuk masuk ke sebuah rumah makan yang terkenal dan terbesar di kota Jiu jiang.
Orang yang berada di rumah makan melirik heran ke arah Han ciu yang memakai pakaian busu dan baju yang sobek di belakangnya, bisa makan di rumah makan yang mewah dan harga masakannya yang mahal.
Terdengar bisik bisik orang di sekitarnya bahwa di kota Jiu jiang sering terjadi pencurian di malam hari, dan yang mencuri selalu berpakaian hitam dan memakai kerudung hitam untuk menutupi wajahnya.
Beberapa pendekar tangguh berusaha mengejar pencuri itu, tapi ilmu meringankan tubuh pencuri itu sangat tinggi, dengan sekuat tenaga mereka mengejar, tapi tak ada satupun yang bisa menghentikan lari pencuri itu, sehinga banyak penduduk yang memberi gelar pencuri itu dengan nama si Walet terbang, karna gerakannya yang gesit, di kepung dari berbagai sudut juga masih bisa menghindar dan melarikan diri.
Han ciu terus saja mendengarkan percakapan tamu rumah makan sambil menyantap hidangan yang telah ia pesan.
Tanpa di sadari oleh Han ciu, dari lantai atas rumah makan, 3 pasang mata sedang mengamati Han ciu.
Seorang gadis berkata kepada seorang pria paruh baya yang berada di sampingnya.
"Paman !" orang berpakaian hitam itu, sangat lusuh dan baju belakanya juga sobek, tapi kenapa bisa makan di tempat semahal ini, apa dia yang di maksud oleh para penduduk, pencuri yang di sebut walet terbang ?"
"Lan an, kau jangan sembarang bicara, jangan liat penampilan orang dari luar,"
"Benar apa kata pamanmu itu !" jika belum bisa memastikan, lebih baik kau jangan banyak bicara." pria paruh baya ang satunya berkata kepada gadis yang di panggil Lan an.
"Ih," paman dan ayah sama saja, tak pernah mendukung perkataanku," ucap gadis itu sambil cemberut.
Setelah makan kita segera pergi ketempat gubernur Jiu jiang untuk membicarakan masalah resahnya penduduk gara gara si walet terbang itu.
Kedua pria paruh baya itu adalah sepasang pendekar pedang keluarga Lan yang terkenal di dunia persilatan, mereka sengaja datang dari kota Heng san, atas undangan gubernur kota Jiu jiang untuk membantu mengatasi masalah pencuri, karena gubernur Jiu jiang kenal dengan Lan pi, kepala keluarga Lan yang memang terkenal ramah dan suka membantu bila ada yang membutuhkan pertolongan.
Lan kim ayah dari Lan an, membayar tagihan makanan, kemudian mengajak anak dan adiknya pergi kerumah gubernur Jiu jiang.
Sementara itu Han ciu sedang melihat gambar di dinding dinding rumah penduduk juga di tempat tempat hiburan.
Sebuah gambar orang memakai kerudung hitam berpakaian hitam, dan hanya matanya saja yang terlihat, di bawahnya tertulis.
Walet terbang
Jika ada yang bisa menangkap hidup atau mati atau sekedar memberikan informasi mengenai keberadaan tempat Walet terbang, hadiah besar tersedia, harap segera menghubungi rumah kediaman gubernur Jiu jiang.
Lie ho
Han ciu lalu merobek dan mengambil selebaran itu, kemudian memasukannya ke dalam saku baju.
Setelah bertanya tanya, akhirnya Han ciu tahu tempat kediaman gubernur Jiu jiang yang bernama Lie ho.
Di dalam ruangan, Lan kim dengan adik dan anaknya tengah bercakap cakap di ruangan depan bersama dengan gubernur Li
"Kami mewakili penduduk Jiu jiang mengucapkan terima kasih kepada keluarga Lan yang telah mengirimkan bantuan untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi saat ini."
Gubernur Li menarik nafas dalam dalam lalu berkata, "aku sudah berusaha menyewa beberapa pendekar, tapi tak satupun yang bisa menangkap Walet terbang, bangsawan dan pedagang besar yang pernah di satroni oleh pencuri itu selalu mengeluh kepadaku, mereka minta kepadaku untuk segera menangkap Walet terbang agar kota Jiu jiang menjadi tenang."
__ADS_1
Lan kim mengangguk mendengar perkataan dari gubernur Li dan berjanji untuk membantu menangkap Walet terbang jika masih beraksi lagi di kota Jiu jiang.
Ketika tengah bercakap cakap, gubernur Li mendapat laporan dari salah seorang penjaga bahwa ada seorang busu yang ingin bertemu.
Lan kim, mengerutkan kening melihat Han ciu masuk, untuk apa ia kesini, Lan an berkata, melihat wajah Han ciu yang kotor dan penuh debu begitu juga dengan pakaian yang ia kibas kibas dengan tangan ketika sampai di depan gubernur Jiu jiang.
Uhuk, uhuk.
"Sudah sudah, jangan kau tepuk tepuk bajumu itu, debu jadi banyak berterbangan di ruangani ini, kotor semua," ucap gubernur Li sambil bersungut sungut.
"Maaf gubernur, kata kakekku jika bertemu dengan seorang pembesar harus bersih, jadi hamba langsung membersihkan baju di sini."
"Mau apa kau datang kesini ?"
"Hamba ingin protes gubernur !" ucap Han ciu.
"Apa maksudmu dengan protes ?" gubernur Li berkata.
Lan an mengerutkan kening mendengar perkataan Han ciu.
Han ciu lalu mengambil gambar yang banyak tertempel di dindng pagar dan rumah rumah penduduk, dari dalam saku bajunya.
Hamba ingin protes terhadap pembuat gambar ini ? Han ciu berkata sambil meletakan gambar di meja.
Gubernur Li dan keluarga Lan bingung dengan perkataan Han ciu, apa maksud dari perkataan bocah itu ?"
Coba kalian lihat, Walet terbang.
Yang terlihat cuma matanya, lalu bagaimana kita menangkapnya ? klo wajahnya saja kita tidak tahu.
"Gambar wajahnya secara utuh, jadi kita bisa tahu mana walet terbang asli dan mana walet terbang yang palsu."
"Dan di sini tak ada jumlah uang hadiah yang bisa di dapat, jika berhasil menangkap walet terbang ?" ucap Han ciu.
"Hai busu, apa kau pernah melihat walet terbang ?" Lan an bertanya. kepada Han ciu.
"Aku sudah beberapa kali melihat walet terbang," ucap Han ciu.
Lan kim dan gubernur Li terkejut mendengar perkataan Han ciu.
Lan an yang penasaran, kembali bertanya.
"Dimana kau lihat walet terbang ?"
Han ciu lalu menjawab pertanyaan Lan an
"Di gunung dan di tepi pantai,"
__ADS_1