
Han Ciu menyusul ke tempat Zhain Li Er dan Ahn Nio.
Saat Han Ciu datang, Zhain Li Er baru saja menewaskan Setan Tangan Putih.
Gubernur Ping An sangat gembira, begitu pula dengan Suma Han.
Para penduduk dan prajurit kota Sishui membersihkan kota dari sisa – sisa pertempuran, yang tewas di kuburkan dalam satu lubang.
Malam belum larut, ruang tengah gedung gubernur Ping An di bersihkan dari bekas pertempuran.
Gubernur Ping An menjamu Han Ciu dan rombongan di ruangan tengah.
Terima kasih tuan, karna bantuan tuan, kota Sishui terbebas dari belenggu Bu Ban Liong serta perguruan Naga Api miliknya.
Kini kami bisa membangun Sishui dengan tenang tanpa ada ikut campur dari pihak yang hanya ingin menguntungkan dirinya sendiri, gubernur Ping An berkata sambil memberi hormat di ikuti penasihat serta komandan prajurit kota Sishui.
Tuan gubernur tak usah sungkan, Bu Ban Liong memang orang yang ku cari, perguruan naga api harus di musnahkan, aku juga di bantu oleh ketua Suma Han, dari perguruan Naga Air, musuh bebuyutan dengan perguruan Naga api.
Setelah santai, Sa Sie Hwa mengambil alih pembicaraan, Sa Sie Hwa ingin membuka cabang di kota Sishui, pemegang keuangan Han Ciu berbicara serius dengan gubernur Ping An.
“Kenapa kau cemberut ? Tanya lblis Biru kepada Tongki.
“Aku bertaruh dengannya waktu kau bertempur dengan Jagal Utara.
“Dan kau menang,” ucap Tongki dengan wajah murung.
“Jika aku menang, harusnya kau gembira, tapi kenapa wajahmu tampak terlihat sedih seperti itu.”
Tongki seperti tak mendengar perkataan lblis Biru, matanya terus menatap ke arah, Dewi Kipas, yang tengah bercakap cakap bersama Ahn Nio.
“Ming Mo, kau lihat !” dari hitam wajahnya berubah jadi putih.” Ucap Tongki.
“Tentu saja, dia kan menyamar,” lblis Biru menjawab perkataan Tongki.
“Kau bertaruh apa dengan dia ? Tanya lblis Biru.
“Jika kau menang, dia tak boleh mengganggu ku lagi,” ucap Tongki.
“Bukankah bagus, kau sekarang bebas dan tak perlu kesal padanya, karna sekarang ia takut jika mengedipkan matanya lagi, karna sudah kalah taruhan olehmu,” lblis Biru berkata.
Tongki mengangguk lesu, mendengar perkataan lblis Biru.
Tongki, lblis Biru menghampiri ketika melihat Han Ciu mendatangi Dewi kipas.
Nenek Dewa kipas, membungkuk memberi hormat kepada Han Ciu.
Han Ciu tersenyum dan mengangguk, kemudian duduk di sebelah Ahn Nio.
“Dimana sekarang markas Tuan Liu Bang ? Tanya Han Ciu
“Tuan Liu Bang selalu berpindah tempat, untuk saat ini beliau masih mencari, tapi sekarang perang sudah di mulai.
“Tapi aku pikir mereka akan berada di Kota Sanchuan, karna di sana gampang mengamati kota – kota sekitar.
“Ketua Liu masih menunggu keputusan perguruan selaksa pedang, jika ketua sudah selesai membalas dendam maka itu saatnya pasukan tuan Liu bisa bergerak, karna hanya perguruan selaksa pedang yang mampu untuk menghadapi orang – orang persilatan yang di miliki Xiang Yu, jika hanya prajurit lawan prajurit tak akan sampai membuat kepala tuan Liu Bang pusing kepala.
“Itu sebabnya hamba di minta untuk ikut dengan rombongan ketua Han oleh tuan Liu Bang, Dewi Kipas berkata.
“Ikut dengan rombongan Selaksa pedang,” tanya Tongki.
“Betul ikut dengan ketua Han sambil membantu membalas dendam,” Dewi Kipas menjawab perkataan Tongki.
“Tapi kau tak usah khawatir, aku sudah kalah taruhan, jadi tak akan mengganggumu lagi.” Lanjut perkataan Dewi Kipas sambil tersenyum ke arah Tongki.
“Kalah taruhan, apa maksudnya tanya Han Ciu sambil menatap ke arah Dewi kipas.
“Sewaktu saudara Ming Mo dan Jagal Utara bertempur, kami bertaruh siapa yang menang.
Dan akhirnya aku kalah karna Jagal utara tewas oleh saudara Ming Mo.” Ucap Dewi Kipas.
__ADS_1
Han Ciu mengangguk, lalu tersenyum mendengar perkataan Dewi Kipas.
“Tapi taruhan ini batal ketua,” ucap Tongki
Phuih !
“Kenapa bisa batal ? Tanya lblis Biru.
“Kenapa kau masih tanya ? Bukankah dengan kawan sendiri tidak boleh bertaruh” Tongki menjawab perkataan lblis Biru.
“Bagaimana jika aku yang tewas oleh Jagal Utara ? Tannya Tongki sambil menatap tajam ke arah Tongki.
“Kau tidak usah khawatir ! aku yang akan membalaskan dendammu jika kau kalah,” ucap Tongki sambil tersenyum.
Phuih !
“Jika aku kalah, kau tau usah repot – repot membalaskan dendamku ! Lebih baik kau menjauh, sebab kau juga pasti akan mampuus oleh orang yang mengalahkanku.”
Dewi Kipas tertawa pelan, kipas di buka untuk menutupi mulutnya mendengar perkataan lblis Biru, tetapi suara tertawa kecil dari mulut Dewi Kipas terdengar oleh mereka yang duduk satu meja.
Tongki mengerutkan kening mendengar perkataan lblis Biru, apalagi suara tertawa pelan dari Dewi Kipas, terasa menggelitik gendang telinga Tongki.
Phuih....Phuih !
“Apa kau bilang !” jadi kau mau mencoba bertarung denganku ? Ucap Tongki.
“Kapan aku bilang ingin bertarung denganmu ? Iblis Biru berkata.
“Lantas apa maksudmu jika kau kalah, aku harus menyingkir dan jika tidak maka aku akan mampuus tadi ?” Tanya Tongki.
“Kau ada pertalian keluarga denganku tidak ?” tanya Iblis Biru kepada Tongki.
“Tidak,” jawab Tongki
“Lantas buat apa balas dendam untukku ?” lblis Biru berkata.
“Dasar tolol, Iblis Biru berkata sambil mendengus.
“Ketua Han ! Tuan Liu Bang sudah memperkirakan apa yang akan di lakukan oleh Xiang Yu, tapi masih menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
Aku di tugaskan tuan Liu Bang dan juga Beng San Toako untuk membantu ketua Han membalas dendam,” ucap Dewi kipas
“Musuh ku tidak banyak lagi, lblis Mata Satu aku tak tahu di mana rimbanya, ketua perguruan Selaksa Racun selalu bersama Xiang Yu.
“Sedangkan Han Cikung aku tak tahu dimana tempat persembunyiannya,” Han Ciu berkata.
“Tapi urusan itu akan kulakukan setelah melangsungkan pernikahan dengan Xiao Er.”
Dewi Kipas mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Tak lama kemudian Dewi kipas berkata.
“Ketua sungguh hebat masih muda, tampan dan punya empat selir yang sangat berbakat serta istri yang merupakan pewaris perguruan terbesar di dunia persilatan, di masa tua, ketua tidak akan kesepian karna banyak anak serta cucu.
Han Ciu tersenyum mendengar perkataan Dewi kipas.
“Apa Dewi Kipas belum berkeluarga ?” Tanya Han Ciu.
“Aku belum beruntung ketua, suamiku sudah lama meninggal dunia, itu sebabnya untuk mengisi kesepian aku turun gunung, aku bergabung dengan Beng San toako membantu serta membangun negara ini ke arah yang lebih baik lagi.” Dewi kipas berkata.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Dewi kipas.
“Bagus !” Ucap Tongki tiba – tiba sambil menggebrak meja.
Phuih !
“Kau kalau bicara ya bicara saja, jangan pake acara gebrak meja segala, bikin kaget orang.” ucap lblis Biru.
“Apa maksudmu yang bagus ?” tanya lblis Biru.
__ADS_1
“Ya itu tadi perkataan Dewi Kipas,” Tongki menjawab perkataan lblis Biru.
“Apa karna suaminya sudah meninggal ? Iblis Biru kembali berkata.
“Bukan yang itu tolool ! Tapi membangun negeri yang Ku maksudkan.” Kali ini Tongki menjawab dengan nada agak tinggi.
“Oh.” Hanya itu yang keluar dari mulut lblis Biru.
“Kau sepertinya tak suka padaku,” Tongki berkata sambil menatap ke arah lblis Biru.
Wajah Tongki seakan tengah menanti jawaban.
“Rupanya kau sudah tahu,” ucap lblis Biru sambil membalas tatapan Tongki.
Phuih !
“Bisa juga kau berkata jujur,” ucap Tongki.
“Kau bilang apa ? Iblis Biru melotot mendengar perkataan Tongki.
Han Ciu mendengus mendengar keduanya mulai beradu mulut.
Mendengar dengusan Han Ciu keduanya diam.
Dewi kipas yang belum tahu dengan sifat kedua orang kakek itu tampak bingung melihat keduanya.
Untuk meredakan ketegangan, Dewi kipas angkat bicara.
“Hamba di minta ikut rombongan ketua Han oleh tuan Liu Bang, untuk menunjukkan markas perguruan Selaksa Racun.” Ucap Dewi Kipas.
“Jadi Dewi tahu dimana markas Selaksa Racun ?” tanya Han Ciu.
Dewi Kipas mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Markas mereka berada di sebuah lembah kabut, yang bernama Hanzhong.
“Hanzhong, aku beru mendengar ada kota bernama Hanzhong,” ucap Han Ciu.
Hanzhong ada di antara kota Xianyang tempat yang bernama lembah racun, sebuah lembah yang selalu tertutup kabut, dan terkadang kabut yang keluar beracun.
Hamba sudah pernah 2 kali ke lembah itu untuk mencari bahan obat, dan hamba menemukan sebuah lembah yang di kelilingi bukit.
“Di lembah itu ada sebuah perkampungan yang tersembunyi, itulah perguruan Selaksa Racun,” Dewi kipas berkata.
Jarak dari telaga barat lumayan jauh, belum lagi itu masuk wilayah timur dari Xiang Yu.
Setelah menikah dengan Xiao Er aku akan berangkat untuk membasmi perguruan Selaksa Racun, lembah racun pasti tempat persembunyian Han Cikung.
“Ketua, aku ikut jika menyerang perguruan Selaksa Racun,” ucap Tongki.
Ha ha ha
“Biar bisa bertaruh lagi dengan Dewi Kipas ? Iblis Biru berkata sambil tertawa.
“Tuan Ming Mo tidak usah khawatir, aku sudah kalah taruhan, jadi tak akan mengganggu tuan Tongki lagi.
“Kau memang tidak bisa mengganggu, tapi sekarang Tongki yang akan mengganggumu,” ucap lblis Biru.
Wajah Tongki berubah mendengar perkataan lblis Biru dan menatap ke arah Ming Mo.
"keparaat tua itu pintar juga," Tongki berkata dalam Hati.
“Dia bisa menebak jalan pikiranku”
-----------------------------------------‐------------------------‐--------
#**Maaf 2 hari tidak update#
Karna ada urusan mendesak di RL, tapi buat kedepannya semoga akan tetap lancar, Amin**.
__ADS_1