
Han ciu tak tahu bahwa Xiao er datang bersama ayahnya malam itu.
Xiao er menginap dekat kamar Sa sie hwa, ketika mendengar suara mencurigakan Xiao er langsung naik ke atas atap dan melihat dua bayangan hitam masuk ke kamar Sa sie hwa, Xiao er kemudian hendak masuk, lalu Han ciu menangkapnya dari belakang.
Han ciu mundur 2 langkah sambil kedua tangannya bergoyang goyang di depan dada, menolak apa yang di katakan oleh Xiao er bahwa ia adalah penjahat pemetik bunga.
Hmm !
"Lebih baik aku turun, siapa tahu dia hanya memancing aku, supaya kawannya bebas bertindak terhadap nona Sa," Xiao er berkata dalam hati.
Xiao er mundur lalu masuk kedalam kamar, di dalam kamar ada 2 orang berpakaian hitam memakai kedok hitam, tengah berhadapan dengan Sa sie hwa.
2 orang penyusup terkejut, ketika melihat Xiao er turun dari atap.
"Cici, diatas masih ada seorang penjahat cabul sebaiknya hati hati," Xiao er berkata sambil bersiap.
"Terima kasih adik, agaknya mereka berani karna Han koko telah meninggal, mereka pasti antek antek musuh yang ada kaitan dengan tewasnya Han koko."
"Ap,..apaaa cici bilang, Han koko tewas !"
Setelah berkata, wajah Xiao er pucat dan mundur selangkah, Xiao er dan ayahnya sampai ke penginapan bunga naga malam hari dan langsung diantar oleh pelayan ke tempat tinggal yang di sediakan untuk tamu, tanda berkabung yang di lihat oleh Xiao er di jalanan kota Nan, memang sering terlihat di kota besar bila ada pejabat atau bangsawan yang meninggal, tapi Xiao er sama sekali tak menyangka bahwa yang meninggal adalah Han ciu.
"Jadi mereka orang orang yang ikut mencelakai Han koko !"
"Tak kan kubiarkan kalian hidup, begitu juga penjahat cabul yang ada di atap," ucap Xiao er dengan mata berapi api.
"Penjahat cabul !" Sa sie hwa berkata sambil mengerutkan kening,
"Benar cici !" diatas ada lagi penjahat cabul kawan mereka."
Sa sie hwa mengeluarkan pedang lalu melesat menyambar ke arah salah seorang penyusup, Xiao er dengan tangan kosong menyambar seorang penyusup, keduanya lalu bertempur di dalam kamar yang tak terlalu besar.
Kedua penyusup terdesak, lalu salah seorang penyusup mendorong tangannya mengeluarkan ilmu pukulan mengandung tenaga dalam, hawa tenaga dalam menyambar ke arah, Sa sie hwa dan Xiao er.
Braaak !
Bangku dan tempat tidur berhamburan terkena hantaman pukulan musuh, Xiao er mengibaskan tangan, serpihan kursi dan tempat tidur yang hancur kembali berhamburan, suasana kamar Sa sie hwa menjadi kacau balau.
Tapi keadaan kacau di dalam kamar menjadi kesempatan bagi kedua penyusup untuk keluar dari tempat itu, sewaktu Xiao er mengibaskan tangan, kedua penyusup melesat keluar dari atap yang gentengnya telah mereka buka.
Whuuuut !
Setelah keduanya berada di atas atap, salah seorang penyusup mengambil sebuah tabung bambu kecil dari balik baju yang terdapat sumbu di atasnya.
Setelah sumbu di tarik, bambu diarahkan ke langit kota Nan.
Syuuuuuuut,..blaaar !
Sinar merah melesat keluar dari bambu dan meledak di atas penginapan Bunga naga, sinar merah berpencar ke segala penjuru.
Han ciu yang tak jauh dari kedua penyusup terkejut, dan tak menyangka mereka melepaskan tanda.
"Kita sudah memberi tanda, mari kita pergi !"
"Kalian mau kemana ?"
Kedua penyusup terkejut ketika mendengar suara di belakang mereka.
Mereka berbalik dan melihat seorang pemuda berawajah bopeng dengan tompel besar di pipi, membuat orang sebal melihat wajah pemuda itu.
__ADS_1
"Siapa kau ?"
"Seharusnya aku yang bertanya, kau berdua siapa ?" ucap Han ciu sambil menatap tajam kedua penyusup yang hendak melarikan diri.
Whuuuut !
Kedua penyusup mundur melihat 2 bayangan melesat dari bawah kamar.
Xiao er dan Sa sie hwa telah berdiri di antara Han ciu dan kedua penyusup itu.
"Cici, itu kawan mereka yang menunggu di atas !"
Sa sie hwa mendengar perkataan dari Xiao er menatap ke arah Han ciu yang sedang menyamar, begitu pula dengan Xiao er yang tadi tak begitu jelas, sekarang posisi Han ciu sudah berada di tempat yang terkena sinar bulan.
Wajah Xiao er langsung berubah melihat wajah Han ciu.
Phuuuih !
"Jadi kau pencahat cabul itu ?"
Kurang ajar kau harus mati, keparaaat !"
Sa sie hwa yang memperhatikan Han ciu, lalu berkata, sambil menatap Xiao er
"Adik !" dia adalah tamu bunga naga, memangnya kenapa dengan pemuda itu ?"
"Dia,..dia telaah, ah sudahlah !" setelah berkata seperti itu, Xiao er menatap tajam Han ciu.
"Jika kau sembarang bicara, kepala dan muka bopengmu akan ku lemparkan ke hutan."
Han ciu tak menjawab, matanya seperti tak peduli dengan omongan Xiao er, hanya menatap ke arah kedua penyusup yang bertopeng hitam.
Kedua tangan Han ciu menyambar kepala salah seorang penyusup yang berada paling depan.
Sreeet !
Melihat temanya di serang, penyusup yang berada di belakang, mencabut pedang kemudian menyabet kearah tangan Han ciu.
Han ciu menarik tangan, lalu kakinya menyambar ke arah kaki penyusup yang memakai pedang.
Bheeet !
Melihat kakinya di serang, penyusup itu lompat lalu pedangnya menusuk ke arah kepala Han ciu.
Han ciu bergerak ke samping kiri, sambil tangan kiri menyambar dari bawah mencakar kepala penyusup itu.
Breeeet, aarrrgh !
Topeng terbuka dan wajah penyusup tampak bekas cakaran lima jari dari atas ke bawah, dari cakaran yang lumayan dalam, darah mengucur keluar dan satu mata penyusup hampir copot oleh jurus cakar naga hitam Han ciu.
Penyusup yang bernasib naas itu menjerit sambil mengusap mukanya dengan tangan menahan perih, tapi bukan meredakan rasa sakit dan perih, malah mata penyusup tercongkel oleh salah satu jari, keluar dan jatuh ke genteng penginapan.
Han ciu menedang penyusup itu.
Bhuuk !
Tendangan kaki kanan Han ciu menghantam dada penyusup yang terluka, tubuhnya terlempar dan melayang jatuh dari atas penginapan, tewas seketika dengan tulang dada hancur.
Seorang penyusup yang tersisa hatinya merasa gentar, melihat kawannya tewas mengenaskan.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang penyusup itu berbalik dan melesat berusaha melarikan diri.
Tapi sebuah bayangan hitam menyambar penyusup yang berusaha melarikan diri.
Bruuuk !
Dua bayangan hitam beradu dan keduanya jatuh dari atas penginapan.
Han ciu, Sa sie hwa dan Xiao er melesat menyusul ke arah jatuhnya penyusup yang hendak melarikan diri.
Han ciu melihat seorang gadis berdiri di hadapan dua orang berpakaian hitam, tapi yang satu, topengnya telah terbuka wajah penyusup itu bersimbah darah karna tulang kepalanya retak dan sudah tewas.
Zhan ii er yang sudah menaklukan penyusup kemudian membawa tawanannya mencari Han ciu, ketika melihat bayangan hitam melesat di dekatnya Zhain li er tanpa pikir panjang, langsung melemparkan tawanan yang tengah di bawanya ke arah bayangan itu.
Hmm !
Mendengar dengusan seseorang Li er membalikan tubuh, melihat Han ciu berdiri di belakangnya.
"Muka ayaaam, ku cari cari akhirnya ketemu,"
Setelah berkata, Li er langsung memburu ke arah Han ciu dan memeluknya.
Tak lama kemudian Sa sie hwa dan Xiao er sampai, mereka melihat pemuda bopeng dengan tompel hitam di pipi, tengah di peluk oleh seorang gadis yang cantik.
Han ciu mendorong tubuh Li er lepas dari pelukannya.
"kau datang datang selalu main peluk, apa kau tak malu di lihat banyak orang ?"
"Aku khawatir padamu muka ayam, ku cari sana sini, tapi kau tak ketemu juga.
"Mana orang yang aku suruh tangkap ?" Han ciu berkata sambil menatap Li er.
"Itu di sana !" ucap Li er sambil menunjuk ke arah penyusup yang tidak memakai topeng.
Han ciu mengerutkan dahi melihat ke arah tubuh penyusup yang di tunjuk oleh Li er.
"Bukan kah aku bilang bawa hidup hidup, kenapa kau bunuh ?"
Dia bergerak gerak terus, aku tampar biar diam, malah kepalanya pecah, ucap Li er sambil menunduk.
Han ciu melihat penyusup yang tadi ia buru berdiri sambil memegang kepala yang pusing akibat terjatuh.
Han ciu melesat dan menotok penyusup.
Tubuh penyusup lemas, dan jatuh kembali terkena totokan Han ciu.
Tanpa memperdulikan kedua gadis yang berada di belakangnya, Han ciu lalu membawa penyusup yang telah ia totok dan mengajak Zhain li er pergi ketempat mereka menginap, tak lama kemudian keduanya melesat pergi.
Sa sie hwa, Xiao er, menatap kepergian Han ciu dan Zhain li er.
Xiao er menatap kesal karna teringat dadanya di pegang oleh pemuda bopeng yang ternyata tamu bunga naga sama dengannya.
Sedangkan Sa sie hwa tak menyangka pemuda bopeng yang wajahnya menyebalkan itu ternyata sangat hebat.
Tapi dalam kepala kedua gadis itu ada yang sedang mereka pikirkan, dan pemikiran mereka sama walau mereka tak saling ucap.
Mereka seperti tak asing melihat jurus cakar yang di gunakan oleh pemuda bopeng itu.
"Apakah dia masih hidup ?"
__ADS_1