Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 156 kualitas Tidak akan kalah oleh jumlah


__ADS_3

Tongki melesat lebih dulu, golok api mengibas ke arah anak buah perguruan Naga Api.


Whut...Crash...Crash !


Dua orang terdepan langsung terbelah terkena hawa pedang Tongki yang sudah di aliri oleh tenaga dalam hawa neraka.


Golok pusaka yang mengandung unsur panas, di tambah tenaga dalam hawa neraka, semakin menambah kedahsyatan kibasan menggunakan golok api.


Iblis Biru bergerak ke arah lain.


Kedua tangannya memutar lalu serangkum angin dingin bergerak kearah Tongkat Naga.


Tongkat Naga mendengus, kibasan golok api yang masih melesat setelah menebas dua orang anak buahnya di anggap lebih berbahaya oleh Tongkat Naga.


Tongkat Naga sambil memutar tongkatnya bergerak ke arah Tongki, dari putaran tongkat keluar angin yang menghantam hawa golok api.


Blaam !


Hawa golok api melemah setelah menebas 2 orang anggota perguruan Naga Api.


Sehingga dengan mudah angin putaran tongkat naga, bisa menghalau.


Tongkat Naga langsung teriak memberi perintah.


“Kepung mereka, habisi...!”


Begitu mendengar perintah, puluhan anak buah tongkat naga langsung mengepung Tongki.


Tapi saat berbalik, wajah Tongkat Naga langsung pucat, melihat 5 orang anak buahnya tewas oleh angin dingin yang di keluarkan lblis biru.


Kelima orang itu berdiri dengan muka pucat kebiruan, tubuh mereka beku terkena angin dingin yang di keluarkan oleh Iblis Biru.


“Keparaat, dari mana mereka, keduanya bukan orang sembarangan.” Tongkat Naga berkata dalam hati.


Kemudian memilih Tongki yang menggunakan golok api.


Tongkat Naga menghantamkan tongkatnya ke arah kepala Tongki.


Tongki menebas Tongkat kepala naga.


Trang...Trang !


Percikan bunga api terlihat, saat kedua senjata bertemu.


Rupanya tongkat itu dari baja, tenaganya pasti sangat besar bisa memutar tongkat yang berat.


Tongkat naga juga kaget melihat Tongki berani menahan tongkatnya.


Sin Liong nama wakil ketua perguruan itu kemudian menyerang kembali ke arah Tongki.


Tongkatnya menyambar ke arah kepala Tongki.


Tongki terpaksa mundur, lalu bergerak ke samping menebas ke arah bahu Sin Liong.


Sin Liong menarik tongkatnya kemudian tegak lurus menahan tebasan Tongki


Trang !


Tongkat baja milik Sin Liong bergetar terkena hantaman golok api Tongki.


Keduanya mundur, kemudian saling serang kembali.


Sementara itu lblis biru mengamuk, dengan ilmu Titik beku setiap menepak, lawannya pasti tewas, karna yang di tepak adalah jalan darah kematian, atau urat besar yang ada di tubuh korbannya.


Begitu pula dengan 20 orang anggota selaksa pedang yang melesat dan menyerang di sekeliling lblis Biru.


Pedang mereka menebas anggota perguruan naga api yang ada di dekat mereka.


Tapi biar bagaimanapun jumlah mereka jauh berada di bawah musuh, perlahan anak buah Sin Liong mulai mengepung lblis Biru beserta 20 orang anak buahnya.


Shing...Jleb !


Seorang anggota Selaksa Pedang tertembus anak panah yang di lepaskan oleh anak buah Sin Liong.


Iblis Biru terkejut kemudian tangan kanannya mendorong ke arah orang yang melepaskan panah.


Pukulan telapak es menghantam, pemanah itu terpental dan tewas seketika.


Tiba – tiba terdengar lolongan Serigala.


Auuung...Auuung !


Iblis langsung tersenyum.


Shing...Jleb...Shing...Jleb...Jleb.


Beberapa panah melesat melewati rombongan lblis Biru, lalu kakek itu melihat pemanah yang sedang membidik mereka terkena panah yang berasal dari pohon besar di kiri mereka.


“Talaba” lblis biru berkata dalam hati.


Iblis Biru semakin mengamuk dan tambah bersemangat setelah, dua rombongan yang terpecah datang membantu mereka.

__ADS_1


Han Ciu melesat, kemudian mulai mengobrak abrek orang – orang perguruan Naga Api.


Apalagi setelah Han Ciu merampas pedang milik musuh dan mulai membabat satu persatu anggota Naga Api yang berada di dekatnya.


Phuih !


Orang – orang seperti ini tak pantas bila aku menggunakan sepasang pedang tulang naga,” pikir Han Ciu.


Han Ciu sekali sambar, pasti salah seorang dari anak buah Sin Liong tewas.


Sa Sie yang juga mempunyai ilmu meringankan tubuh tinggi dulu dikenal dengan nama Walet Terbang menyerang anggota perguruan Naga Api, dengan sepasang pedang pendek, Sa Sie Hwa membabat lawan yang mendekat ke arahnya.


Pertempuran sengit terjadi, akhirnya Han Ciu memilih murid – murid kelas satu atau dua lalu menghabisi mereka, sedangkan anak buahnya menghabisi anggota yang kepandaiannya masih berada di bawah mereka.


Setelah pasukan pemanah musuh tidak bisa bertindak karena mereka juga di serang oleh rombongan Talaba, regu pemanah anggota perguruan Naga Api tak bisa menghindar dan untuk mencari tempat yang tepat sudah terlambat, karna serangan dadakan dari berbagai arah, membuat kocar kacir anak buah Tongkat Naga.


Keadaan mulai berbalik, 50 orang dengan kepandaian tinggi melawan 100 orang yang hanya beberapa orang yang memiliki kemampuan hebat, tapi kemampuan mereka masih jauh perbedaannya dengan Han Ciu.


Perlahan tapi pasti pasukan Han Ciu mulai menguasai keadaan, anak buah Sin Liong mulai kacau.


Begitu pula dengan Tongkat Naga, setelah melihat Han Ciu orang yang ia Takuti, nyali Tongkat Naga langsung pecah, gerakannya mulai kacau, kini konsentrasi wakil ketua perguruan Naga Api mulai terbagi dua, antara melayani Tongki serta berpikir untuk melarikan diri dari tempat itu.


“Kalau begini caranya bisa habis anak buahku,”


Aku harus memerintahkan anak buahku untuk mundur, jika keadaan kacau salah seorang anak buahku yang selamat bisa melaporkan kejadian ini kepada ketua perguruan Naga Api.


Tongki yang melihat permainan silat musuhnya mulai kacau, terkekeh sambil meledek Tongkat Naga.


“Kau berpikir untuk melarikan diri ?” ucap Tongki sambil menyabetkan golok api ke arah Sin Liong.


Sin Liong tak peduli dengan ledekan Tongki.


Orang kedua perguruan Naga Api mundur itu mundur, setelah melihat Tongki menebas pinggang.


Setelah berhasil menghindari serangan.


Sin Liong berteriak kencang.


Munduuuur !


Anggota perguruan Naga Api yang mendengar perkataan Sin Liong, kemudian mundur dan sebagian berusaha melarikan diri, tapi panah – panah rombongan Talaba, melesat ke arah mereka yang berusaha melarikan diri.


Han Ciu yang melihat musuh seperti hendak berpencar kemudian berteriak.


“Kejar mereka, jangan biarkan Satu pun ada yang lolos.


“Fang Ji, kejar mereka kejar !”


Iblis Biru mendengar perkataan, Han Ciu melesat sambil menghantamkan pukulan angin es ke arah tiga orang anggota perguruan Naga Api.


Whut...Des !


Ketiganya langsung roboh dengan tubuh membeku.


Anak buah lblis biru bergerak menutup arah lari pasukan Naga Api dan menyerang mereka.


Tongkat Naga melihat anak buahnya yang lari malah banyak yang menjadi korban, kemudian menyerang dengan gencar ke arah Tongki, harapannya telah hilang setelah merasa tak akan bisa lagi untuk melarikan diri, apalagi ada pemuda yang ia takuti terus memandang ke arahnya.


Sin Liong memutar tongkat, kemudian tongkat menyambar kaki Tongki.


Tongki kaki kananya naik turun menghindari tongkat Sin Liong yang terus mengincar kaki.


Debu mengepul ke atas, saat tanah berbatu terkena hantaman tongkat naga Sin Liong.


Tongki yang terus di serang di bagian bawah melesat ke atas, lalu menebaskan golok api ke arah kepala Sin Liong.


Whuus !


Tebasan golok api di dahului oleh tenaga dalam hawa neraka.


Sin Liong bergerak ke arah kiri sambil bergulingan, lalu dari posisi sambil berguling tongkat naga Sin Liong tegak lurus menghantam dada Tongki.


Tongki menarik serangan golok.


Lalu golok di miringkan, kemudian dengan posisi miring menghantam tongkat kepala naga.


Bang !


Suara kencang terdengar, kepala naga yang berada di ujung tongkat, sebagai senjata juga hiasan tongkat hancur akibat kerasnya badan golok api dan kepala naga bertemu.


Serpihan logam kepala naga berhamburan, menyambar orang di sekeliling mereka, Sin Liong juga terkena serpihan logam senjatanya sendiri, bahu dan pipinya sedikit tersayat, darah mulai keluar dari pipi Sin Liong.


Hmm !


“Dasar Keparaat !”


“Kita buktikan kau atau aku yang mati,” teriak Sin Liong dengan wajah bengis.


Lalu tongkat Naga nya berputar, angin menderu di sekeliling putaran tongkat baja Sin Liong.


Blaar....Blaar !

__ADS_1


Setelah berputar, kemudian tongkat baja Sin Liong menghantam kepala Tongki.


Tongki loncat ke kiri, lalu tongkat tanah, kemudian naik kembali melesat menghantam bahu, Tongki loncat ke kanan.


Debu beterbangan, akibat tanah yang terhantam tongkat baja milik Sin Liong.


Tongki mendengus.


Wajahnya sangat gusar, karna debu menghalangi pemandangannya untuk menyerang Sin Liong.


Tongki lalu menebas ke bawah, menyerang kaki Sin Liong.


Sin Liong mundur, tangan kiri Tongki kemudian menyambar mengeluarkan tinju neraka, menghantam ke arah dada Sin Liong.


Whuut !


Sin Liong memutar tongkatnya menahan tinju Tongki.


Blam !


Akibat kerasnya hantaman Tongki, Sin Liong mundur dua langkah.


Dadanya terasa panas akibat tinju neraka Tongki.


Tongki memutar goloknya melihat Sin Liong mundur sambil tersenyum.


He He He.


“Maju kau, biar cepat selesai kerjaanku,” ucap Tongki.


Sin Liong mendengus marah, kemudian tongkatnya kali ini bergerak menebas pinggang Tongki.


Whut !


Melihat Tongkat baja menyambar dari kanan, Tongki mundur menghindari serangan Sin Liong.


Lalu Tongki loncat ke atas, sambil membacok bahu Sin Liong.


Sin Liong, menarik tongkat baja miliknya kemudian memalangkan tongkat, di atas bahu.


Trang !


Sin Liong tak menyangka, bahwa bacokan golok api, dengan keras menghantam tongkat baja miliknya.


Tongkat baja malah balik terpental ke arah bahu sendiri, akibat kerasnya benturan.


Krak !


Suara patahan tulang terdengar dari bahu kiri Sin Liong.


Sin Liong menahan sakit akibat bahunya terkena sambaran tongkatnya sendiri.


Lalu tongkat berbalik dengan sekuat tenaga ke arah Tongki.


Golok api yang masih menempel ikut terangkat ke atas.


Tongki menambah tenaga dalamnya ke arah golok api.


Cahaya merah dari bertambah terang akibat tambahan tenaga dalam hawa neraka milik Tongki.


Golok api seperti menempel pada tongkat, lalu Tongki memutar goloknya, tongkat pun ikut berputar mengikuti arah putaran golok.


Tongki tersenyum penuh arti saat tongkat kepala naga milik Sin Liong ikut berputar mengikuti goloknya.


Ketika melihat posisi dasa Sin Liong terbuka, Tongki langsung menggerakkan pukulan Tinju Neraka miliknya.


Buk !


Terdengar suara mengeluh dari mulut Sin Liong saat terkena pukulan Tinju Neraka.


Tubuh wakil ketua perguruan api itu terpental, golok yang menekan tongkat baja bergerak ke bawah lalu menepak, sehingga tongkat bergetar, dan terpental ke atas, terlepas dari pegangan Sin Liong


Sin Liong yang tulang bahunya retak, tak bisa menahan pukulan Tongki yang menuju ke arah dadanya, ketika terlempar, tangannya juga tak kuat mencekal tongkat baja yang bergetar keras dan membuat tangan menjadi panas.


Tongkat baja terlempar ke atas, setelah tubuhnya bergeser Tongki lalu dengan tangan kiri seperti membidik Sin Liong, Tongki berdiri sambil memasang ancang – ancang menatap ke atas dan ke arah Sin Liong yang terpental.


Setelah tongkat baja melayang turun, Tongki kemudian menghantamkan badan golok apinya ke arah tongkat baja.


Tongkat baja melesat dengan sangat cepat, ke arah Sin Liong yang terlempar.


Tangan kiri Tongki di angkat ke arah kepala, seperti sedang melihat ke arah yang jauh.


Sedangkan Sin Liong menatap ngeri melihat tongkat bajanya sendiri dari jauh, meluncur deras ke arahnya.


Whuut...Prak !


Tongki langsung jingkrak seperti anak kecil, dan berteriak kencang.


Saat Tongkat baja yang di hantam oleh golok api miliknya mengenai kepala Sin Liong hingga hancur.


"Kenaaaa !"

__ADS_1


__ADS_2