
Sa sie hwa
Gadis Lembah seribu bunga, menatap heran ketika Han ciu bicara dan menyebut sebuah nama.
"Ka Kau bisa bicara ?" gadis yang setengah badannya telanjang langsung menyambar pakaian yang masih berserakan di tempat tidur, lalu perlahan dengan sikap genit memakai satu persatu pakaian yang sudah ia buka.
Sementara Sa sie hwa menatap Han ciu dengan pandangan tajam dan penuh selidik.
"Sedang apa kau di sini ?"
Han ciu tak menjawab perkataan Sa sie hwa alias walet terbang.
Malah menatap gadis dari lembah seribu bunga.
"Mau apa murid dari lembah seribu bunga ke kota Nan ?"
"Xi xi xi, kami datang untuk menghibur tuan ?" sebuah sinar melesat dari tangan walet terbang, ketika mendengar perkataan murid dari lembah seribu bunga.
Sreeet !
"Ih" teriakan terkejut kemudian menghindar dari serangan Walet terbang.
Crep, crep, crep.
3 buah potongan uang perak kecil, menancap di dinding kamar yang terbuat dari papan.
Walet terbang selain mempunyai ilmu meringankan tubuh yang tinggi, juga di bekali dengan keahlian tangan yang bergerak dengan cepat, dan itulah yang di ajarkan oleh maling sakti kepada Sa sie hwa, cara melempar dan mengambil dengan cepat.
Dan Sa sie hwa di ajari jurus lemparan 7 nadi yang merupakan ilmu melontarkan senjata rahasia yang hebat oleh Maling sakti.
Ketika melihat lemparan ketiga pecahan uang peraknya tak menemui hasil, walet terbang semakin bernafsu, dan merogoh kantong senjata rahasianya.
Sementara itu Kim ho dan orang orang yang berada di luar ketika mendengar Walet terbang menjebol papan, berlari menghampiri kamar,
untuk melihat apa yang terjadi.
Kim ho yang hendak masuk menggeser tubuhnya, setelah melihat bayangan keluar dari dalam kamar yang berada di lantai bawah kapal.
Gadis yang masih memakai pakaian tp acak acakan yang melesat dari kamar ketika di serang oleh walet terbang kini bergabung dengan ke 4 gadis yang juga berasal dari lembah seribu bunga.
"Adik ada apa denganmu ?" pemimpin dari kelima gadis itu berkata kepada adik seperguruannya.
"Kakak kita di jebak, ternyata pemuda itu tidak bisu dan tuli, dan mereka satu komplotan untuk menyergap kita
Hmm !
"Benar dugaanku, kalian adalah penipu,"
Ucap pemimpin dari kelima gadis lembah seribu bunga
"Nona apa yang kami tipu ?"
Dan aku bukan satu komplotan dengan lelaki mesum, ucap walet terbang.
Mendengar perkataan Sa sie hwa ada rasa geram di hati Han ciu karna di sebut mesum.
"Mulutmu tolong kau jaga sedikit jika bicara ?" Han ciu menatap tajam ke arah Walet terbang.
Sementara Kim ho sudah mencabut pedang dan bersiap menunggu perintah
Pemilik kapal menghampiri Han ciu dan berusaha meredam kemarahan pemuda itu.
Pemilik kapal tak mengerti, bocah tengik itu kenal dengan penumpang yang cantik yang naik terlebih dahulu, menyewa kamar dan lalu diam di dalam kamar, hanya sekali kali perempuan muda yang satunya mengambill minum atau makanan ringan.
"Kalian mau apa ke kota Nan ?"
Chiiis !
"Memangnya kau siapa ? melarang larang kami ke kota Nan mau ke Hengshan, Jiu jiang itu kan urusan kami.
Memang benar apa yang di katakan oleh mereka, ia tak ada hak untuk mengurus urusan orang lain, dan Han ciu gugup ketika melihat Sa sie hwa.
Baik paman gendut, aku tidak akan perpanjang masalah ini, nanti kamar yang papannya hancur biar dia yang ganti, ucap Han ciu sambil menunjuk Walet terbang.
__ADS_1
Chiis !
"Kenapa aku yang garus ganti ?"
"Jika bukan kau lalu siapa lagi, kan kau yang menghancurkan dinding papan itu !"
Sa sie hwa ketika Han ciu menyebut "kau" dan tidak nama, entah kenapa hatinya merasa kesal.
"Aku merasa terganggu mendengar perkataan dua orang binal." ucap Sa sie hwa sambil menatap tajam ke arah Han ciu.
"Seharusnya aku yang merasa terganggu, baru juga akan mulai, kau datang."
Ucap gadis dari lembah seribu bunga, sambil mengedipkan mata ke arah Han ciu.
"Diam, tutup mulutmu !?" ucap Han ciu.
Gadis itu langsung diam, ketika melihat perubahan wajah Han ciu yang terlihat mengerikan.
"Sudah, Sudah, inikan cuma salah paham, aku tahu bocah tengik ini pura pura bisu karna tak ingin di ganggu, sebelumnya aku kan bicara dengannya, dan bocah itu pernah naik kapal ku jadi aku kenal muka walau tidak kenal nama, dia tidak bisu apalagi tuli, aku di beri tahu oleh pamannya, bahwa ponakannya lagi tak enak badan dan tak ingin diganggu," ucap pemilik kapal, sambil bergantian menatap ke arah kelima gadis dari lembah seribu bunga dan Sa sie hwa.
"Soal dinding kamar kapal, biar nanti aku yang perbaiki, asal penumpang kapal dapat akur dan tidak berkelahi dalam kapal, aku sangat berterima kasih," pria gemuk itu lalu membungkukan badan ke arah kelima murid dari lembah seribu bunga dan Sa sie hwa, memberi hormat sekaligus memohon untuk menyudahi perkara dan tidak berkelahi.
Setelah mendengar ucapan dari pemilik kapal, Sa sie hwa kemudian pergi bersama dengan pelayannya, begitu pula dengan kelima gadis dari lembah seribu bunga.
Gadis yang berdua dengan Han ciu ketika melewati Han ciu, berhenti dan berbisik.
"Kalau kau mau tahu apa yang kami lakukan di kota Nan, kau harus mau melayani aku, cari aku jika kau butuh informasi aku siap, asal bisa saling membutuhkan kenapa tidak, sambil mengerling manja lalu mengikuti ke 4 kakak seperguruannya meninggalkan Han ciu dan pemilik kapal.
Setelah hanya tersisa Han ciu dan pamannya, pemilik kapal menarik nafas panjang, seperti sebuah beban yang lepas dari pundak setelah para wanita itu bubar.
"Kau lagi lagi bikin gara gara di kapalku bocah tengik, aku menggantungkan hidup dan mencari nafkah dari kapal, jika kalian berkelahi dan kapalku hancur apa kalian mau bertanggung jawab ?" pemilik kapal bersungut sungut kepada Han ciu.
"Aku beritahu kau karna kau seperti bocah baru turun gunung yang tak tahu apa apa, dan umurmu sama dengan umur anaku jadi aku kasihan denganmu, malah pamanmu yang menginjak kakiku sampai bengkak."
"Lembah bunga, itu perkumpulan yang lumayan besar, memang bukan perguruan tapi mereka memiliki anggota yang lumayan banyak, klo di kota Hengshan seperti keluarga Lan, atau perkampungan selaksa pedang."
Mendengar perkampungan selaksa pedang di sebut, Kim ho menatap tajam ke arah pemilik perahu.
"Wawasanmu ternyata luas juga gendut."
Hmm !
Namaku Sin ko, orang orang memanggil ku, Sin si pemilik kapal, gendut gendut enak saja kau pangil aku gendut.
"Dan kau bocah bayar sekarang," ucap Sin ko sambil menyodorkan tangan.
Han ciu mengerutkan dahi ketika melihat Sin ko menyodorkan tangan.
"kenapa kau sodorkan tanganmu ?"
"20 tail perak, 10 tail untuk beli papan dan 10 tail untuk tukang kayu."
"Kenapa kau minta padaku ?" Han ciu bertanya ketika Sin ko meminta uang.
"Bukankah kau sendiri yang bilang akan membetulkan sendiri dinding kamar kapalmu, asal kami tidak berkelahi di kapal ?"
"Hadeeeuh, kenapa seh kau ***** sekali !" aku berkata seperti itu untuk menyelamatkan mu, supaya kau tidak mati di pukuli oleh gadis lembah seribu bunga dan nona yang cantik itu.
"Setelah marah mereka reda, tetap kau yang bayar biaya kerusakan, kau yang bikin rusuh sampai kapalku rusak masak aku yang betuli, enak saja."
Phuuih !
"Dasar penipu"
"Sudahlah paman biarkan saja, susah bicara dengan si gendut ini, di otaknya selalu uang." ucap Han ciu sambil memberikan 10 tail perak."
"Uangku sisa 10 tail lagi untuk makan, nanti yang 10 tail nya aku bayar pas sampai di kota Nan."
Phuuiih !
"Makanya kalau tidak punya jangan banyak macam macam." Sin ko berkata dan mengambil uang yang di sodorkan oleh Han ciu lalu pergi ke dalam kapal, tapi setelah agak jauh pemilik kapal menengok lagi lalu berteriak.
"Aku tagih sisanya nanti di kota Nan."
__ADS_1
Setelah berlayar selama 1 hari sejak kejadian di atas kapal, akhirnya kapal sampai di kota Nan.
Han ciu karna marah kepada Walet terbang yang telah menyebutnya mesum, setelah kapal tiba di kota nan, langsung pergi tanpa bertemu dengan Walet terbang.
Han ciu dan Kim ho setelah mengeluarkan kuda lalu memacu kuda mereka bergegas ke tempat rumah hiburan surga malam.
Ketika sampai, Han ciu terpana melihat rumah hiburan surga malam sudah berdiri megah, tadinya ia berpikir, tinggal setengah jalan bangsawan Kwe membangun, itu juga jika bangsawan Kwe mau mengeluarkan biaya yang sangat besar.
Ternyata sekarang rumah hiburan surga malam sudah berdiri megah di depan Han ciu.
"Maaf tuan, rumah hiburan surga malam masih belum buka, kami masih mencari para pekerja."
"Apa tuan mau melamar bekerja menjadi busu di sini ?" aku dengar nona Ahn masih mencari beberapa orang busu untuk rumah hiburan ini,"
Han ciu saling pandang dengan Kim ho.
"Jika saudara mau melamar kerja, bisa langsung bertemu dengan nona Ahn, karna semua pekerja hanya nona Ahn yang berhak menerima atau tidak."
"Baik, beritahu nona Ahn seorang busu bernama Han ciu ingin melamar kerja di sini."
"Tunggu di sini !"
Busu itu lalu masuk, sedangkan Han ciu menunggu di pintu gerbang surga malam.
Pintu gerbang di buka, seorang gadis cantik memberi hormat di depan Han ciu, membuat kaget orang orang yang mengikutinya.
"Ahn nio memberi hormat pemilik Surga malam yang baru," sambil membungkukan badan.
Mendengar Ahn nio berkata sambil memberi hormat, orang orang yang mengikuti, juga melakukan hal yang sama.
"Tak kusangka Surga malam sudah berdiri megah," Han ciu tersenyum sambil bertolak pinggang melihat ke arah gedung.
"Maaf tuan jika tadi hamba berkata kurang sopan, hamba tak tahu bahwa tuan pemilik Surga malam.
"Sudah lah !" ucah Han ciu.
Ahn nio lalu menyuruh mereka kembali bekerja, lalu mengajak Han ciu masuk.
Ahn nio sekarang dengan yang dulu sangat berbeda, sekarang Ahn nio mengerti dan sadar, ia butuh Han ciu dan tak bisa sombong atau angkuh di depan pemuda itu, karena Ahn nio merasa hanya Han ciu tempat bersandar setelah ibu angkat, adik dan temannya tewas.
"Han koko, bebas mau tinggal dimanapun karna Han koko pemilik rumah hiburan surga malam."
"Aku tinggal di tempatku yang dulu,"
Adik sudah menduga, Ahn nio tersenyum malu menyebut diri sendiri adik.
Lalu mengantarkan Han ciu ke tempat Han ciu tinggal waktu pertama kali menginap di rumah hiburan surga malam.
Rumah yang dulu mungil kini menjadi lebih besar.
Nanti malam adik akan datang karna akan ada yang akan bertemu, Han koko lebih baik istirahat dari sekarang.
Kim ho diberi tempat dekat dengan Han ciu.
Malamnya Ahn nio datang dan bercakap cakap.
Han koko, sebenarnya tidak banyak yang tahu, surga malam selain mendapat informasi di dalam tapi juga memiliki anak buah di luar sebagai mata mata yang memburu informasi.
"Tapi mata mata yang berada di luar sangat rahasia dan tidak banyak yang tahu, hanya ibu dan aku saja yang tahu, akupun jika bertemu pura pura tidak kenal untuk menjaga rahasia mereka.
Dan sesuai peraturan, ketua mata mata luar surga malam akan datang melapor dan sumpah setia kepada pemilik surga malam yang baru.
Ketika tengah bercakap cakap terdengar suara.
"Nona Ahn, ketua Sin datang !"
"Suruh masuk"
Han ciu yang tempat duduknya membelakangi orang yang masuk dari pintu tak tahu siapa yang datang, sedangkan Ahn nio melihat lalu tersenyum ke arah orang itu.
"Tuan inilah ketua surga malam yang baru !"
Pria yang baru saja datang lalu membungkuk memberi hormat sambil mengucapkan perkenalan.
__ADS_1
Ketika Han ciu berbalik, keduanya sama sama tertegun karna yang sedang membungkuk dan memberi hormat kepada Han ciu adalah.
Sin ko, si gendut pemilik kapal.