
Han Ciu merasakan tubuhnya seperti ada yang menarik, ketika membuka mata.
Ia melihat selimut yang ia tiduri sedang di tarik oleh Fang ji.
Sementara itu di sampingnya, Zhain Li Er Serta Racun cilik masih tertidur lelap dengan busana acak acakan, dengan tubuh hampir telanjang.
Han Ciu tersenyum lalu berdiri, kemudian pemuda itu perlahan mengangkat satu persatu kekasihnya dan di baringkan di tempat tidur.
Masih teringat olehnya semalam, permainan liar mereka bertiga, dari kursi sampai akhirnya berakhir di lantai kamar penginapan dengan alas sebuah selimut.
"Gara - gara kau, kami bertiga tidur di lantai, lain kali kau tidur di lantai, atau di kursi, jangan mendahului tidur di atas ranjang majikanmu, bisa bisa kau nanti di gampar oleh istriku yang galak itu."
Fang ji anggukan kepalanya
Fang ji seperti mengerti mendengar perkataan Han Ciu.
Ha ha ha
"Kau seperti yang mengerti saja setiap perkataanku," ucap Han Ciu.
Fang Ji anggukan kepalanya sambil menjulurkan lidah.
Fang ji menyalak kembali setelah mendengar perkataan Han Ciu.
Han Ciu mengerutkan kening mendengar setiap ia berkata Fang ji seperti menimpali apa perkataannya.
Lalu mengusap usap kepala serigala itu.
“Baiklah, aku akui kau binatang pintar, tapi kenapa kau pagi pagi sekali sudah membangunkan aku, apa kau ingin mengatakan sesuatu ?” ucap Han Ciu berkata layaknya bicara dengan seorang manusia.
Kembali Fang Ji anggukan kepala.
Setelah anggukan kepala sekali, kemudian Fang ji menggigit lalu menarik celana yang baru saja di pakai Han Ciu, Han Ciu menuruti Fang Ji yang menariknya ke arah jendela kamar tempatnya menginap.
Han Ciu mengerutkan kening melihat tingkah laku binatang yang belum lama mengikutinya.
Sambil mengaruk garuk tembok di bawah jendela.
“Kau ingin aku membuka jendela ?” ucap Han Ciu.
Fang ji anggukan kepalanya.
Han Ciu kemudian membuka jendela kamarnya sinar mentari pagi masuk ke dalam kamar, dari jendela kamar tampak sebuah pohon besar terlihat.
Fang ji menggeram ke arah pohon besar itu sambil beberapa kali menggeram, suara geramannya terdengar lumayan kencang.
Han Ciu wajahnya tampak heran dengan kelakuan Fang ji, “ada apa dengan serigala miliknya ?” ucap Han Ciu dalam hati.
Sedangkan Zhain Li Er yang masih tertidur bersama Racun cilik mendengar suara Fang ji, menggeliat kan tubuhnya, matanya sedikit terbuka lalu melemparkan sebuah bantal kecil ke arah Fang Ji sambil berkata pelan. “Berisik” tapi Fang ji lompat menghindari lemparan bantal Zhain Li Er sambil kembali menatap ke arah jendela.
__ADS_1
Kemudian menyalak.
Geleng gelengkan kepalanya sambil mengibaskan ekor.
Melihat Fang Ji yang tetap menggeram serta kepalanya ke arah jendela, berkata dalam hati.
”Pasti ada sesuatu yang Fang ji ingin katakan padaku, tapi apa maksudnya binatang ini bertingkah aneh ?" sepertinya jawabannya ada di pohon besar itu.
Han Ciu terus menatap ke arah pohon besar yang terlihat dari jendela kamar tempatnya menginap.
Tak lama kemudian dari pohon itu sebuah burung berwarna hitam terbang pergi meninggalkan pohon besar tempatnya bertengger.
Han Ciu memicingkan matanya, tiba - tiba wajahnya berubah setelah mengetahui jenis burung yang baru saja terbang meninggalkan pohon tersebut.
“Gagak hitam”
Han Ciu lalu memakai pakaian, lalu mengelus elus kepala Fang Ji.
“Bagus kawan !” rupanya kau mengetahui apa yang tidak kami ketahui,” Han Ciu berkata.
Fang ji anggukan kepalanya.
Setelah selesai berpakaian, Han Ciu lalu melesat keluar jendela untuk memeriksa tempat di sekitar pohon besar itu, setelah mengetahui tak ada apa – apa, selain burung gagak hitam yang pergi, Han Ciu kembali masuk ke kamarnya melalui jendala tempat tadi ia keluar.
Rupanya sekte Gagak hitam mengirim
mata – mata melalui seekor burung gagak.
“Ini Talaba ketua !” setelah mengetahui bahwa Talaba yang datang Han Ciu lalu berkata, kau pesan saja makanan serta arak suruh kirim ke kamarmu, nanti aku ke sana.
“Oh ya, suruh pelayan antarkan air panas ke sini untuk membasuh muka,” Han Ciu berkata.
“Baik ketua,” ucap Talaba setelah mendengar perkataan ketuanya.
Tak lama kemudian setelah Talaba meninggalkan pintu kamar Han Ciu. Pintu kamarnya di ketuk kembali.
“Siapa”
“Pesanan air panas tuan !” ucap seorang pelayan.
“Taruh saja di depan pintu.” Han Ciu berkata.
Setelah mendengar langkah kaki menjauh Han Ciu kemudian membuka pintu kamar, lalu mengambil air panas yang ada di depan pintu.
Perlahan Han Ciu mengoyangkan tubuh Zhain Li Er serta Racun Cilik.
Keduanya perlahan membuka mata.
“Bangun !”sudah pagi kita harus bersiap untuk menyusun sebuah rencana.” Han Ciu berkata.
__ADS_1
Zhain Li Er serta Racun Cilik bangkit dari tempat tidur, melihat air panas yang sudah tersedia, keduanya lalu membasuh muka dan memakai pakaian mereka lalu berdandan ala kadarnya.
Setelah selesai, Han Ciu tersenyum melihat kedua istrinya.
“Kalian berdua sungguh cantik,” ucap Han Ciu sambil tersenyum.
Ketika melihat Fang ji hendak menggeram pelan, Zhain Li Er langsung melotot ke arah serigala itu.
“Diam kau !” gara – gara kau, kami semua sampai tidur di lantai.
Fang Ji langsung mengesek gesekan lehernya ke kaki Han Ciu seolah minta maaf atas apa yang telah ia lakukan.
Han Ciu kemudian mengajak Zhain Li Er, serta Racun Cilik ke tempat Talaba.
Setelah sampai di kamar Talaba, Iblis biru serta Sin Ko sudah menunggu kedatangan Han Ciu.
Makanan telah tersedia di meja, lalu mereka bersantap.
Setelah selesai bersantap, sambil santai minum arak, kemudian Han Ciu menceritakan kejadian tadi pagi tentang seekor burung gagak yang sepertinya sedang mengintai kamar yang ia tempati.
Ketika mendengar perkataan Han Ciu tentang seekor burung gagak yang mengintai kamarnya, wajah lblis biru tampak seperti sedang berpikir.
Tak lama kemudian terdengar helaan napas dari Iblis biru.
Sepertinya memang benar, bahwa sekte gagak hitam ada saling ke terkaitan dengan siluman gagak, setahu aku hanya siluman gagak yang bisa menggunakan burung gagak untuk di pakai memata matai musuh.
“Tapi bukankah menurut paman dia selalu berada di Yunzhong,” ucap Han Ciu.
“Itu dulu, kita kan tidak tahu dia sekarang bagaimana !” lblis biru berkata.
“Bagaimana menurut paman dengan Siluman gagak ini ?” menurut kabar yang aku dengar dari kawan dunia persilatan, siluman gagak adalah tokoh yang kejam dan licik, ia selalu memata matai lawan yang menjadi targetnya melalui seekor burung gagak yang telah ia latih.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Iblis biru.
Lalu Han Ciu membahas bukit - bukit yang berjajar seperti yang ada di daerah utara kota Liaoxi.
“Apa ketua hendak ke sana ?” tanya Talaba.
“Benar !” aku ada keperluan pergi ke salah satu bukit yang ada di daerah utara.” Ucap Han Ciu.
“Hanya ada satu bukit di daerah utara kota Liaoxi yang selalu menjadi pusat perhatian dari orang dunia persilatan, dan selalu menjadi misteri.” Ucap Talaba.
Han Ciu merasa tertarik dan terus mendengarkan perkataan Talaba.
“Jika ketua berniat pergi ke sana, lebih baik ketua pikir lagi terlebih dahulu,” ucap Talaba.
“Hanya ada satu bukit di antara barisan bukit yang berjajar layaknya seperti benteng.” dan sangat di takuti oleh penduduk asli Liaoxi.
Bukit keramat itu di sebut oleh para penduduk Liaoxi adalah.
__ADS_1
"Bukit Serigala".