
Mendengar perkataan Iblis Biru malah Tongki yang bingung.
“Dia kan sedang marah serta mengikuti aku terus dari dalam tenda sampai atas bukit, lalu kenapa tanya aku sedang apa ? ya tentu saja aku bersiap hadapi dia,” ucap Tongki dalam hati.
“Kenapa kau bengong, apa kau tuli ?” Kembali lblis Biru berkata.
“Aku tidak tuli, aku hendak latihan keburu kau datang,” ucap Tongki.
Tongki kemudian kembali ke posisi seperti biasa sewaktu mendengar perkataan lblis Biru.
“Lalu kau sedang apa di sini ?” tanya Tongki.
“Apa kau tidak dengar apa perkataan ketua tadi sewaktu berada di dalam tenda ?” tanya lblis Biru sambil mengerutkan keningnya.
“Aku dengar,” jawab Tongki.
“Lalu mengerti ?” tanya lblis Biru.
Hmm !
Tongki sebentar berpikir, lalu menjawab perkataan lblis Biru.
“Aku mengerti,” jawab Tongki.
“Lalu kenapa kau masih tanya kalau sudah mengerti.” Iblis Biru berkata.
Kali ini wajah Tongki yang mulai berubah kesal, merasa perkataan lblis Biru berbelat belit.
Hawa gusar tidak begitu terlihat karna tertutup oleh gelapnya malam.
“Bangsaat bikin pusing aku saja, kau pikir kau saja yang boleh marah dan aku tidak,” Tongki berkata dalam hati.
Tongki kaget ketika melihat tatapan lblis Biru.
Apa dia bisa dengar kata hatiku ? Tongki bertanya tanya.
Tongki terkejut dan menghindar saat lblis Biru menerjang ke arahnya, tapi ketika hendak membalas, Tongki merasa bayangan lblis Biru hanya lewat di sampingnya, dan terus melesat dengan ilmu meringankan tubuh.
Tongki langsung berbalik, lalu melihat Iblis Biru, sudah berada beberapa tombak dan terus berlari menuruni bukit.
Ah kenapa kau tidak bilang saja kawan, Kupikir kau akan menyerang ku, karna mengikuti terus, ternyata kau naik kesini untuk melihat situasi keadaan dari atas sini, Tongki berkata sambil tersenyum.
Saat melihat dari kejauhan 2 buah titik hitam sedang melesat kencang, dan lblis Biru terlihat sedang mengejar kedua bayangan itu.
"Mereka pasti mata – mata yang di utus oleh Bu Ban Liong.
“Keparaat, kau tunggu kawan, ! aku akan mencegat mereka dari sisi lain," ucap Tongki.
Kini hati Tongki merasa lega, ternyata sahabatnya lblis Biru ke atas bukit, memang sengaja untuk melihat dan memantau situasi, tidak seperti dirinya yang hanya berjalan tanpa berpikir ke arah sana.
Tongki melesat dari sisi lain mengejar kedua bayangan yang melesat kencang, untuk memotong mereka.
Pasti mereka akan menuju markas cabang perguruan Naga Api, untung aku masih ingat jalan ke arah sana, pikir Tongki.
Tanpa ragu Tongki terus berlari kencang dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Setelah mendekati jalan menuju markas cabang dengan memotong jalan, tak lama kemudian, Tongki melihat dua bayangan hitam melesat.
__ADS_1
Tanpa ragu Tongki menyambar ke arah salah satu bayangan itu.
Kedua bayangan itu terkejut saat, mereka mendapat serangan mendadak, keduanya lalu melentingkan tubuhnya bergerak menghindari serangan Tongki, lalu salah seorang dari mereka menghantam ke arah Tongki.
Tongki mengibas, saat melihat hawa tenaga dalam menerjang ke arahnya.
Whuut....Blaar !
Terdengar suara dengusan, setelah hawa tenaga dalam keduanya beradu.
Tongki menatap tajam ke arah kedua orang yang semuanya terlihat hitam, dari wajah sampai pakaian mereka.
“Siapa tuan, dan apa maksud tuan menyerang kami ?” Tanya salah seorang dari mereka sambil menatap ke arah Tongki.
“Seharusnya aku yang bertanya, siapa kalian dan kenapa malam – malam lari seperti di kejar setan ?” Tongki di tanya malah balik bertanya.
“Rupanya tuan bukan berasal dari daerah sini,” ucap salah seorang dari mereka sambil menatap tajam ke arah Tongki.
Phuih !
“Aku memang bukan berasal dari daerah sini, memangnya kenapa ?” ucap Tongki.
“Pantas saja kau berani menghalangi perjalanan sepasang Hantu Malam,” salah seorang dari kedua orang itu berkata sambil menatap tajam ke arah Tongki.
“Jadi jika aku berasal dari sini, tidak boleh membunuhmu ?” Tongki bertanya kepada kedua orang yang mengaku sepasang Hantu malam.
“Baik aku beritahu, kami adalah tangan kanan ketua perguruan Naga Api,” Bu Ban Liong.
“Sekarang kau cepat menyingkir, kami tak punya waktu untuk meladenimu,” ucap salah seorang Hantu malam, sambil menatap tajam ke arah Tongki.
Lalu terbersit di benak Tongki untuk mencari tahu dari kedua orang itu.
“Kalian mau kemana berlarian malam – malam seperti di kejar setan,” lanjut perkataan Tongki.
“Orang tua ! jangan suka usil dengan urusan orang lain, di dekat sini ada markas cabang Naga Api, jika kami memberi sebuah tanda, ratusan anggota perguruan Naga Api yang ada di markas itu akan segera datang, mumpung kami lagi ada urusan penting, kami akan berbaik hati padamu, sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum kesabaran kami habis.” Ucap salah seorang sepasang Hantu malam.
Ha Ha Ha
“Maaf jika mengganggu perjalanan kalian, apalagi tuan – tuan dari perguruan Naga Api yang besar dan menguasai kota Sishui, silahkan jika ingin melanjutkan perjalanan,” ucap Tongki sambil memberi hormat, kemudian menggeser tubuh dari jalan yang menghalangi keduanya.
Sepasang Hantu malam semakin merasa besar kepala, setelah kakek yang menghadang, mendengar bahwa mereka dari perguruan Naga Api langsung memberi hormat sambil menyingkir.
Sambil mendengus, keduanya jalan, setelah dekat dengan Tongki, mereka berkata, “untung saja kau tau diri pak tua, kalau tidak, sudah hilang kepalamu,” ucap mereka.
“Maaf tuan....maaf,” ucap Tongki sambil membungkuk,
Tapi melihat kedua orang itu hendak berlalu, Tongki pura - pura bertanya kepada merka
“Tuan – tuan yang terhormat ini hendak kemana, tengah malam begini ? Tanya Tongki.
Phuih !
“Jangan banyak tanya pak tua,” ucap sepasang Hantu malam.
“Bukan maksud ingin tahu akan urusan orang lain tuan – tuan yang terhormat, tapi jika tuan berdua ingin ke markas cabang perguruan Naga Api, menurut pak tua ini, percuma saja,” ucap Tongki.
Mereka yang berjalan kemudian berbalik, lalu keduanya menatap tajam ke arah Tongki.
__ADS_1
“Apa maksudmu pak tua ? Salah seorang dari sepasang Hantu Malam yang berambut putih bertanya sambil mengerutkan kening.
“Tadi aku lewat markas perguruan Naga Api tuan, tapi sepertinya markas itu kosong tuan,” ucap Tongki.
Keduanya terkejut mendengar perkataan Tongki.
“Apa benar perkataanmu pak tua ?” ucap orang tertua dari sepasang Hantu Malam.
“Benar tuan, karna aku sering berburu di sekitar sini jadi aku tahu, karna tadi sewaktu aku lewat markas itu sudah kosong tak ada kegiatan.” Ucap Tongki.
“Aku juga melihat sebuah rombongan melesat pergi keluar dari markas ini, tapi aku tak tahu siapa mereka,” ucap Tongki.
“Apa kau bilang ? ucap sepasang Hantu Malam wajah mereka tampak terkejut, mendengar perkataan Tongki, karna mereka sudah tak jauh dari markas cabang.
Sepasang Hantu Malam, kemudian mereka bergegas menuju markas cabang yang di pimpin oleh Tongkat Naga.
Tongki mengikuti mereka sambil tersenyum dingin.
Sementara dari kejauhan Iblis Biru mendengus melihat Tongki bercakap cakap dengan kedua bayangan hitam yang sedang ia kejar.
Mau apa lagi si keparat itu ?
Pikir lblis Biru dalam hati, sambil membuntuti ketiganya dari kejauhan.
Sepasang Hantu malam saat sampai di markas cabang melihat pintu gerbang hancur, kemudian masuk ke dalam dan berkeliling, mereka hanya melihat beberapa mayat anak buah perguruan Naga Api.
Sepasang Hantu Malam mengerutkan kening melihat apa yang terjadi di dalam markas, wajah mereka terkejut dan tak mengerti apa yang terjadi, biasanya jika ada sesuatu yang terjadi, seekor burung pos atau anak buah perguruan Tongkat Naga segera memberi kabar ke markas pusat.
"Pak tua ! jika benar kau melihat rombongan itu,
sebaiknya kau ikut kami ke markas pusat, dan beri tahu kepada ketua kami, apa saja yang kau lihat, jika Keteranganmu membantu kau akan di beri hadiah oleh ketua kami, ucap sepasang Hantu malam.
“Baik tuan....baik” ucap Tongki sambil membungkuk memberi hormat.
Dalam hati Tongki berteriak girang karna rencananya berhasil
Ketika mereka bertiga keluar dari markas perguruan Naga Api.
Di depan pintu gerbang sudah berdiri, lblis Biru sambil menatap tajam ketiganya.
Melihat Iblis Biru menghadang, Tongki yang berada bersama dengan sepasang hantu malam, langsung menepak jidatnya.
Lalu mengedip kedipkan matanya ke arah lblis Biru.
Iblis Biru mengerutkan keningnya melihat kedipan mata Tongki.
“Kenapa matamu ? tanya lblis Biru heran
Mendengar perkataan Iblis Biru, sepasang Hantu malam langsung menoleh ke arah Tongki yang sedang mengedip kedipkan matanya.
Iblis Biru kembali bertanya, karna tak mendengar jawaban dari kawannya, "kenapa matamu ?
Mendengar perkataan lblis Biru yang masih tak mengerti akan isyaratnya.
Tongki sampai berteriak saking kesalnya terhadap lblis Biru.
“Aku sedang menyamar, tolool”
__ADS_1