
Han Ciu yang mendengar suara lolongan serigala langsung mengetahui letak tempat di mana serigala itu berdiri.
Setelah tenaga dalamnya menjadi berlipat ganda sàat berhasil melebur mustika naga es, pendengaran dan penglihatan Han Ciu semakin lebih tajam.
Shing .. jreeg !
Han Ciu sampai dengan sangat cepat dan berdiri di samping Fang ji.
Han Ciu langsung mengelus elus kepala Fang Ji, sedangkan Fang Ji mengelus kan kepalanya, ke leher Han Ciu saat pemuda itu jongkok di samping Fang Ji.
“Kenapa kau Hanya sendiri Fang Ji, Kemana yang lainnya ?”
Fang Ji menggoyangkan kepala ke kiri dan kanan ketika mendengar suara Han Ciu.
"Mereka pikir aku sudah terkubur di bukit serigala, untung saja musim hujan, air terjun dadakan itu membuat aku tahu, di mana dinding goa yang bisa aku hancurkan." ucap Han Ciu
Sedangkan Fang Ji dengan penciumannya yang tajam, di sekitar air terjun mencium bau tubuh Han Ciu yang terkadang ada dan terkadang hilang, jadi Fang Ji terus menunggu di sekitar air terjun.
Dan penciumannya tak meleset, setelah Han Ciu berhasil, menghancurkan dinding goa, bau tubuh Han Ciu semakin jelas.
Han Ciu meletakan barang – barangnya lalu ia merentangkan tangan, sambil menarik napas panjang, menikmati udara segar di alam terbuka.
“Fang Ji bagaimana dengan bukit serigala, apa yang terjadi ?”
Fang Ji seperti mengerti dengan maksud Han Ciu, serigala itu kemudian berlari dengan Kencang ke arah bukit serigala, sementara Han Ciu mengikuti sambil membawa barang barangnya.
Setelah sampai di bukit Serigala, Han Ciu melihat sebuah goa yang besar, dan bekas bebatuan berserakan.
Mereka ternyata menggali bukit serigala ini, untuk mencariku,” ucap Han Ciu dalam hati, saat melihat keadaan bukit serigala, bekas tenda para penggali masih terdapat di sekitar bukit serigala.
Han Ciu kemudian pergi, melihat goa tempat ia dulu berkumpul sebelum masuk ke dalam bukit serigala.
Di dalam goa masih bersih, ada beberapa peti masih tersimpan di dalam goa, serta bekas api unggun, “rupanya di sini tempat penyimpanan barang dan juga di pakai untuk tempat tinggal orang yang mencariku.” Ucap Han Ciu dalam hati.
Han ciu Lalu membuka satu persatu peti yang ada di dalam goa, hanya peralatan menggali.
Wajah Han Ciu tersenyum melihat sebuah peti yang berisi pakaian.
Setelah menemukan pakaian hitam yang pas dengan tubuhnya walau berbahan murah, Han Ciu sangat senang.
Han Ciu membungkus golok api, dan membuat kantong untuk isi mutiara yang ia bawa dalam goa, lalu Han Ciu bersiap pergi ke telaga barat, karna yakin mereka semua pasti berkumpul untuk merundingkan acara membuat perguruan selaksa pedang yang sudah mereka rencanakan.
Han Ciu lalu melesat di ikuti oleh Fang Ji menuju kota Liaoxi.
Setelah menjual, sebuah permata yang terkecil, memuaskan makan dan minum arak yang sudah 90 hari tidak ia rasakan ketika berada dalam goa perut bumi.
Han Ciu menginap satu hari, kemudian membeli kuda lalu melanjutkan perjalanan menuju telaga barat.
Setelah bertanya tanya, akhirnya Han Ciu memutuskan berkuda melewati jalanan pinggir sungai besar sambil bertanya tanya jika saja ada kapal yang lewat telaga Tong.
Dan orang yang mengetahui jalur sungai semua mengatakan, bahwa jika ingin menuju telaga Tong, hanya ada di kota Langye sebuah kota besar di pinggir sungai, dan banyak kapal dengan berbagai tujuan ada di kota Langye.
Han Ciu terus memacu kuda, ia tak mau lama, karna ingin segera sampai di kota Langye.
__ADS_1
Setelah hampir lebih dari seminggu lebih berkuda, akhirnya Han Ciu sampai juga di kota Linzi, istirahat satu hari, karna berkuda tanpa henti, Han Ciu kemudian memotong jalan sesuai petunjuk orang yang ia tanyai, dalam 2 hari Han Ciu sampai di kota besar di samping sungai.
Yakni kota Langye.
Han Ciu perlahan mengendarai kuda, setelah masuk ke kota Langye, rambutnya yang kuning ke emasan, serta membawa bungkusan panjang yang berisi golok api, serta dua buah pedang bergagang putih di punggung, dengan di dampingi se ekor Serigala, menarik perhatian para penduduk di kota Langye.
Banyak pendekar yang datang ke kota Langye, pakaian serta penampilan mereka juga banyak yang aneh, tapi seorang pemuda tampan dengan rambut kuning ke emasan, yang di iring oleh se ekor serigala.
Baru kali ini mereka melihatnya.
Ketika sampai di tengah kota, Han Ciu tertegun ketika melihat sebuah penginapan besar yang di sampingnya terdapat rumah makan dalam satu lingkungan yang luas, membuat penginapan itu terlihat nyaman.
Han Ciu tertegun ketika melihat di atas gerbang pintu masuk, ada tulisan di sebuah papan kayu. “Penginapan Bunga Naga”
Sa Sie Hwa memang hebat, penginapan bunga naga ternyata ada di kota Langye.
Lumayan besar dan nyaman.
Han Ciu tanpa ragu lalu masuk ke penginapan bunga naga, setelah turun dan memberikan kuda kepada pelayan.
Han Ciu lalu masuk ke dalam penginapan.
Seorang pria paruh baya datang dan memberi hormat.
“Ada yang bisa saya bantu tuan ?” ucap pria itu setelah memberi hormat.
Han Ciu tersenyum lalu memesan sebuah rumah kecil yang ada di lingkungan penginapan.
Pria itu tersenyum dan mengangguk apalagi melihat se ekor serigala besar yang bersama pemuda di hadapannya, jika memesan kamar yang berada di dalam, maka akan menimbulkan heboh dan membuat takut para tamu yang menginap.
Hmm !
“Sa Sie Hwa selalu tahu, rumah yang aku sukai, dan tempat seperti ini juga yang menjadi rumahku di kota Nan,” ucap Han Ciu dalam hati.
Setelah memberi kunci rumah dan hendak pergi, Han Ciu menahan pria itu lalu bertanya.
“Maaf tuan, siapa penanggung jawab rumah penginapan ini ?” Han Ciu bertanya.
“Kebetulan saya penanggung jawab penginapan bunga naga cabang kota Langye tuan, jika tuan ada perlu dan kebutuhan, tuan bisa hubungi saya,” ucap pria itu.
Han Ciu mengangguk, ia suka dengan pria paruh baya yang sopan itu.
Sa Sie Hwa serta Ahn Nio benar – benar pintar memilih orang yang bekerja di penginapan bunga naga.
Setelah istirahat sebentar, sore hari Han Ciu datang ke rumah makan yang berada di sebelah rumah penginapan
Dengan di temani oleh Fang Ji, Han Ciu duduk di dekat sebuah jendela yang menghadap ke arah luar.
Para tamu rumah makan banyak yang melirik ke arah Han Ciu Serta Fang Ji.
Han ciu memesan daging untuk Fang ji dan beberapa macam masakan unggulan di rumah makan, serta arak pilihan.
Keduanya lalu bersantap tanpa peduli dengan keadaan sekeliling mereka walaupun banyak mata yang melirik ke arah Han Ciu.
__ADS_1
Setelah makan, Han Ciu minum arak sambil melihat ke arah jalan memperhatikan orang – orang yang lewat.
Saat hendak minum, Han Ciu melihat pria penanggung jawab penginapan bunga naga tengah berjalan.
Han Ciu kemudian memanggil pria itu.
“Tuan,” Pria itu menoleh ketika melihat Han Ciu memanggilnya, lalu menghampiri.
“Ada yang bisa saya bantu tuan ?” ucap pria itu setelah berada di hadapan Han Ciu.
“Aku ingin bertanya !” kapal yang akan lewat di telaga Tong apa ada yang akan berlayar ?”
Pria itu mengerutkan kening mendengar perkataan Han Ciu, lalu berkata, “kapal angkutan atau penumpang yang lewat atau memang singgah di telaga Tong, memang banyak, tapi sekarang mereka sudah berangkat tuan.”
Raut wajah Han Ciu kecewa mendengar perkataan pria itu.
Melihat raut wajah Han Ciu yang kecewa, pria itu kemudian bertanya, “apa tuan hendak ke telaga Tong.
“Benar tuan !”tepatnya menuju telaga Barat, Han Ciu berkata sambil melihat ekspresi wajah dari penanggung jawab penginapan buka naga.
Wajah pria itu sedikit berubah, mendengar perkataan Han Ciu.
“Tuan juga sepertinya ingin melihat keramaian di telaga barat,” Han Ciu mengerutkan keningnya mendengar perkataan pria itu.
“Keramaian,” Han Ciu berkata.
“Benar tuan, karna 10 hari dari sekarang, telaga barat akan ramai, seluruh pendekar berbondong bondong menuju telaga barat, untuk menghadiri acara peresmian perguruan selaksa pedang.
“Peresmian perguruan selaksa pedang ,” ucap Han Ciu.
“Benar tuan, apa tuan tidak tahu tentang hal ini ?”
“Aku baru saja turun gunung, jadi tidak tahu perkembangan dunia persilatan, apalagi keramaian di telaga barat,” Han Ciu menjawab pertanyaan pria itu.
“Apa tuan penanggung jawab, tahu perahu yang akan menuju ke telaga Tong?” aku akan membayar berapa saja jika ada kapal yang menuju telaga Tong
Pria itu tampak bingung, tapi kemudia memberi tahu Han Ciu.
"Satu satunya jalan adalah ikut rombongan tuan Naga Air, karna mereka di undang ke telaga barat oleh perguruan selaksa pedang."
"Ikut rombongan tuan Naga Air ?" ucap Han Ciu.
"Apa tuan bisa usahakan aku ikut kapal ?" aku tak tahu lagi jika harus jalan darat, kapan akan sampai di telaga Tong."
Pria paruh baya penanggung jawab penginapan bunga naga, tampak termenung mendengar perkataan Han Ciu.
Lama ia menatap wajah Han Ciu, setelah berpikir bahwa wajah pemuda itu tak seperti orang jahat, akhirnya pria paruh baya itu berkata.
"Baiklah, aku mau menolongmu, karna aku juga akan pergi kesana memberi laporan tentang pembukuan penginapan bunga naga.
"Aku biasa di panggil Su Ki dan kau mengaku bernama...Su Fang saja," Han Ciu berkata.
"Baik, Su Fang, dan ingat selain kau beri tahu nama, jangan banyak bicara terhadap keluarga tuan Naga Air.
__ADS_1
"lngat perkataanku."