
Setelah rombongan Jari api kembali ke perguruan Golok utara.
Han Ciu di persilahkan masuk kembali kedalam gedung oleh Hwang Fu Yi.
Hwang Fu Yi secara pribadi serta atas nama keluarga Hwang mengucapkan terima kasih kepada Han Ciu, karna Han Ciu secara tidak langsung menyelamatkan keluarga Hwang
Jika hanya perguruan Golok utara yang menyerang keluarga Hwang, biarpun kalah jumlah, tapi secara kualitas keluarga Hwang lebih unggul dari anak murid perguruan Golok utara.
Atas desakan Hwang Fu Yi, akhirnya rombongan Han Ciu pindah menginap di kediaman keluarga Hwang.
Malamnya acara perjamuan dilakukan oleh keluarga Hwang, mereka bercakap cakap tentang langkah yang akan di lakukan Han Ciu menerima undangan dari Jari api.
"Aku tak punya langkah serta rencana apa yang harus kulakukan paman, mereka mengundang ya datang," ucap Han Ciu.
Jika pertemuan di tempat netral serta, di saksikan oleh orang banyak, mungkin ini tak akan menjadi pertanyaan, tapi situasinya sekarang berbeda Cengcu.
Paman Hwang tak usah khawatir, jika mereka akan menjebakku, mereka akan mengalami kerugian yang sangat besar jika membunuhku, nyawaku akan di tebus oleh ribuan orang orang mereka.
Hwang Fu Yi mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Tak kusangka Naga hitam yang sangat terkenal kini berada di depanku.
Han Ciu tak menjawab perkataan Hwang Fu Yi, ia hanya tersenyum.
Tuan, anakku Hwang Rong adalah pengagum Naga hitam, dia pasti senang sekali bisa melihat Naga hitam dan 4 selir.
Hwang Rong menunduk, wajahnya semu merah, gadis itu menunduk tak berani mengangkat kepala.
Ayahnya benar
Hwang Rong sering mendengar sepak terjang Naga hitam di berbagai kota, dari keluarga Hwang lain yang menjadi pedagang serta pengawal barang dan sering ke berbagai kota.
Hwang Rong berpikir, pemuda yang di maksud oleh keluarga Hwang yang bercerita tentang Naga hitam yang mempunyai 4 selir.
Dalam banyangan Hwang Rong adalah pemuda berumur diatas dua puluh lima tahun.
Hwang Rong sama sekali tidak menyangka, bahwa pendekar Naga hitam dan 4 selir ternyata umurnya tak berbeda jauh dengannya.
Tapi Hwang Rong juga mendengar tentang selir selir Naga hitam yang menurutnya luar biasa dari apa yang ia dengar.
"Rupanya ini yang disebut Bidadari gila dan Racun cilik selir ketiga serta ke empat." ucap Hwang Rong dalam hati.
"Tumben kau hanya diam, biasanya nyerocos tanpa henti," ucap Hwang Fu Yi sambil tertawa, ia tahu apa yang ada di dalam hati Hwang Rong.
Hwang Zi yi tersenyum mendengar perkataan sang kakak.
"Cengcu !" keluarga Hwang memutuskan untuk ikut bersama ke perguruan Golok utara.
"Tidak usah repot repot paman, biar kami saja yang mendatangi mereka, jangan sampai urusan dengan tuan Xiang Yu, keluarga Hwang jadi terbawa masalah kedepannya.
"Tidak Cengcu !" aku sudah memutuskan keluarga Hwang akan ikut, karna kami sekarang masih berdiri juga karna Cengcu ikut masalah yang kami hadapi." Han Ciu mengangguk mendengar ucapan Hwang Fu Yi.
Markas perguruan Golok utara terletak di sebuah bukit luas serta rata diluar kota Yuyang, hanya ada satu jalan masuk sedikit menanjak melalui jalan tengah.
Pagar tinggi yang mengelilingi bukit, menutupi gedung, rumah rumah besar serta kecil.
Sore hari beberapa kuda pilihan bergerak keluar dari kota Yuyang, Han Ciu bersama Li Er, Racun cilik serta Sin Ko.
Sedangkan dari Keluarga Hwang, Hwang Fu Yi serta kedua anaknya berkuda di depan, sementara Hwang Zi Yi memimpin sekitar 20 orang pilihan keluarga Hwang.
Keluarga Hwang mengawal Han Ciu yang menerima undangan dari utusan tuan Xiang Yu, salah seorang penguasa negri selain Liu Bang.
Jalan menanjak ke gerbang pintu masuk perguruan golok utara, Han Ciu.
Han Ciu di terima langsung oleh Jari api.
Fu Mayin matanya berkilat menatap ke arah Han Ciu yang jalan bersama Jari api.
Dewi racun tersenyum manis sambil berjalan di samping Jari api, Zhain Li Er mendengus sambil terus memperhatikan Dewi racun, tangannya selalu di pegang oleh Racun Cilik.
Sin Ko gelengkan kepala melihat Zhain Li Er.
Han Ciu duduk bersebrangan terhalang oleh sebuah meja.
Han Ciu mengerutkan kening, melihat sebuah kursi kosong di antara kedua rombongan mereka.
"Sebentar Cengcu !" perwakilan dari tuan Xiang Yu akan segera tiba." Jari api berkata.
Tak lama kemudian berjalan seorang kakek berpakaian biru bertubuh tinggi, wajah kakek itu masih gagah serta raut ketampanannya sewaktu muda masih terlihat, tapi berwajah dingin seperti jarang tersenyum, lalu duduk di kursi kosong.
Rombongan Han Ciu seperti terpaku ketika kakek itu membuka mata, matanya yang berwarna biru menatap setiap orang yang duduk di meja.
Maaf jika, kawan kawan sudah menunggu.
Aku Ming Mo, mewakili tuan Xiang Yu.
Hwang Fu Yi serta Sin Ko terkejut, mendengar nama Ming Mo si Iblis biru.
Seorang tokoh yang sudah lama menghilang dari dunia persilatan.
Ming Mo terkenal aneh, jika tak suka seseorang ia akan membunuhnya, dari lahir sudah mempunyai keanehan, mata Ming Mo berbeda yakni berwarna biru, tapi karena keanehan itu yang membuat tokoh sakti dan para pertapa suka dan mendidik Ming Mo.
Ming Mo merupakan sahabat Dewa api, keduanya merupakan sepasang tokoh yang sangat di takuti 50 tahun kebelakang.
__ADS_1
Itu artinya, Dewa api juga anak buah Xiang Yu.
Dewa api bisa disebut tokoh golongan putih, tapi sipat anehnya membuat sebagian orang menyebut aneh dan sesat, Dewa api jika menginginkan sesuatu tak peduli jika harus melakukan hal hal kotor.
Dan itu yang dilakukan oleh Dewa api, walaupun ia tahu bahwa keterangan tongkat setan adalah bohong, soal kematian yang dilakukan oleh sekte Naga hitam.
Dewa api ikut menyerbu perkampungan sekte Naga hitam untuk mengambil kitab Dewa pedang
Iblis biru serta Dewa api, sepasang sahabat itu adalah tangan kanan Xiang Yu.
"Maaf Cengcu selaksa pedang !" jika kami telah mengganggu waktu anda, dengan mengundang untuk bertemu di sini." Ming Mo berkata sambil menatap ke arah Hwang Fu Yi.
Hmm !
"Bertemu satu lagi orang gila," ucap Sin Ko ketika mendengar perkataan Ming Mo, "apa dia tak bertanya seperti apa, kepada anak buahnya ?" sampai sampai ketua di depan mata, lblis biru malah menganggap Hwang Fu Yi adalah Cengcu selaksa pedang, "sungguh terlaluu."
Wajah Jari api merah karena malu kepada Han Ciu, sementara Dewi racun tertawa pelan, sambil melirik ke arah Han Ciu.
"Tuan Ming, Cengcu selaksa pedang adalah tuan muda yang di sebelahnya."Jari api berkata.
Ming Mo mengangguk, "aku tahu Pedang langit, tetapi yang baru aku tidak kenal," ucap Ming Mo
"Tuan Xiang Yu ingin kepastian dari Cengcu selaksa pedang !" ucap Ming Mo sambil menatap ke arah Han Ciu.
"Kepastian soal apa ?" Han Ciu bertanya sambil menatap Iblis biru.
"Kepastian kemana kau akan memihak." ucap Iblis biru.
"Kemana aku memihak, itu urusanku !" siapapun tak berhak ikut campur." Han Ciu menjawab perkataan Ming Mo.
"Jika kau memihak Xiang Yu, itu tak masalah, tapi jika kau memihak kepada Liu Bang itu masalah buat kami."
"Jika aku tak memihak siapa siapa, lantas apa yang akan tuan lakukan ?" Han Ciu membalas perkataan Ming Mo.
"Aku di tugaskan selalu ikut bersama kemana kau pergi, untuk memastikan kau tidak ikut campur urusan antara Xiang Yu dengan Liu Bang." ucap Ming Mo sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.
He he he.
"Mana bisa seperti itu tuan, yang benar saja," Han Ciu berkata, sambil menyeringai ke arah Ming Mo.
"Kenapa tidak bisa ?" ini adalah pembayaran hutang budiku kepada tuan Xiang Yu, setelah tugas ini selesai, aku bisa bebas.
"Jadi maksud tuan, tuan akan selalu ikut kemana Ketua pergi ?"
"Betul, lantas kau mau apa ?" ucap Ming Mo sambil menatap tajam ke arah Sin Ko.
"Jika orang membuatku kesal dan aku kesal kepada orang itu, jangan harap dia bisa hidup sampai esok hari."
Sin Ko langsung diam tak berani bicara.
"Tunggu dulu !" ucap Zhan Li Er mendengar perkataan Ming Mo.
"Kami belum menyetujui, kenapa kau main suruh lapor kepada Xiang Yu ?" ucap Li Er.
"Kau Cengcu selaksa pedang ?" Iblis biru berkata sambil menatap tajam ke arah Zhain Li Er.
"Aku selirnya, aku berhak bicara jika aku tak suka," ucap Li Er.
Phuuih !
"Baru selir sudah banyak tingkah," ucap Ming Mo
"Aku setuju dengan paman ini,"ucap Sin Ko dalam hati.
Li Er langsung berdiri ketika mendengar cibiran Ming Mo.
Whuut ..!
Jarak yang dekat membuat dalam sekejap mata Zhain Li Er sudah berada di samping kursi Ming Mo.
Tangan Zhain Li Er melayang ke arah pipi Ming Mo.
Ming Mo menangkis tamparan Zhain Li Er, lalu tangan kirinya mendorong perut gadis itu, Zhain Li Er melihat tamparannya berhasil di tangkis, kemudian tangan kiri menangkis serangan Ming Mo yang ke arah perut.
Dhees !
Zhain Li Er merasakan tenaga yang kuat mendorong melalui tangan Iblis biru.
Tubuhnya tidak terluka, tapi melayang mental kebelakang.
Han Ciu melesat, menangkap pinggang Zhain Li Er.
Lalu menurunkan gadis itu sambil bertanya.
"Kau tidak apa apa ?"
"Aku tidak apa apa kakak Han, hati hati tenaga dalamnya sangat tinggi." ucap Zhain Li Er.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Zhain Li Er.
"Kakek tua, apa mau mu ?"
"Ikut denganmu Cengcu."
__ADS_1
"Aku ikut denganmu hanya untuk memastikan, bahwa kau tak ikut campur urusan Xiang Yu ataupun Liu Bang." Ming Mo berkata.
Asal kau tahu, sebagian orang Liu Bang banyak yang menginginkan kau mati.
"Jika kau mati, otomatis Xiang Yu yang di rugikan, semua anak buah dan harta yang kalian punya pasti di pakai untuk membalas dendam, Xiang Yu tak menginginkan itu." Ming Mo berkata.
Hmm !
"Jadi kau akan menjadi pengawalku ?" Han Ciu bertanya.
"Tergantung situasinya !" aku punya hutang budi kepada Xiang Yu, untuk membayar budi, aku mau menjadi pengawalmu, tapi jika kau bersikeras menyerang Xiang Yu, aku terlebih dahulu akan membunuhmu."
"Bicara sana sini, maksudnya apa seh ?" Sin Ko berkata dalam hati.
Racun cilik tangannya masuk ke dalam kantong kulit yang berada di pinggang.
Adik, percuma saja, racun apapun tak mempan terhadapa dirinya,
Dia mengalami jalan api ke neraka, akibat salah melatih ilmu, darahnya keracunan, lalu tuan Xiang Yu merelakan mutiara racun, benda yang paling berharga yang ia miliki, Iblis biru kemudian menjadi pengawal sebelum bisa membalas budi.
Dan sekarang tugas ini menjadi pembayar hutang budi dari mutiara racun yang pernah menyelamatkan nyawanya.
Racun cilik langsung diam mendengar bahwa Ming Mo, sudah menelan mutiara racun yang sangat langka sehingga tubuhnya kebal terhadap racun.
Melihat Han Ciu berdiri, Ming Mo bangkit dari kursi yang ia duduki.
Ming Ho berdiri lalu mendekati Han Ciu.
Han Ciu bergerak dengan ilmu raja angin, kedua tangannya diselimuti hawa tenaga dalam berwarna kuning emas.
Tangan Han Ciu menyambar ke arah perut Ming Mo, Ming Mo menangkis tebasan tangan Han Ciu.
Dheees !
Han Ciu terus menyerang kearah Ming Mo, kedua tangannya bergerak menyerang tubuh kakek berpakaian biru.
Tebasan, Cakaran Han Ciu menerjang Ming Mo tanpa henti
Jurus kombinasi antara cakar naga hitam, dengan Selaksa pedang, terus menyerang Ming Mo.
Ming Mo, bergerak menghindari serangan serangan gencar Han Ciu.
Benturan tangan antar keduanya terdengar sangat kencang.
Setiap Han Ciu menyerang selalu bisa di tangkis oleh Ming Mo.
Semakin lama pertempuran semakin gencar, suara beradunya kedua tangan dengan tenaga dalam tinggi, serta semakin kencang terdengar.
Sipat aneh Ming Mo tak di sukai oleh Xiang Yu, beberapa anak buahnya yang tak di sukai oleh kakek itu di bunuh.
Hanya Dewa api yang mengerti akan sipat Xiang yu, sehingga Dewa api selalu berada di dekat Xiang Yu.
Tapi Ming Mo susah di tebak, sipatnya yang angin anginan dan susah di tebak, membuat Xiang Yu ingin menyingkirkan Ming Mo, tapi harus ada alasan tepat supaya Ming Mo percaya, dan tugas ini adalah tugas yang tepat, biarpun mempunyai Dewa api, kepandaiannya masih di bawah Ming Mo Xiang Yu tak mau ambil resiko.
Jika Ming Mo serta Han Ciu bertarung, yang mendapat untung adalah, Xiang Yu.
Gerakan gerakan cepat Han ciu dapat di lihat oleh Ming Mo mata Ming Mo memang mempunyai kelebihan itu, serta tenaga dalam yang berhawa dingin.
Pukulan pukulan Iblis biru terasa di badan Han Ciu, tubuh Han Ciu menggigil, lalu ia mengerahkan tenaga dalam, mengeluarkan tenaga dalam jubah emas tahap ke empat, Jiwa emas.
Hawa hangat langsung bergerak dari dalam ke arah tubuh yang terasa dingin akibat hawa pukulan Ming Mo.
"Jarang ada yang bisa bertahan beradu 20 pukulan jika aku mengeluarka ilmu titik beku, tapi Cengcu selaksa pedang sudah hampir lima puluh jurus lebih bertahan serta darah di dalam tubuhnya tidak membeku," ucap Ming Mo dalam hati.
Orang yang berada di dalam mundur menjauh, beberapa meja dan kursi terbang menyambar peserta yang hadir.
Akibat terkena pukulan atau tendangan yang menggunakan tenaga dalam.
Tangan kiri Han Ciu menyambar kaki lblis biru, kakek itu melesat ke atas, tapi Han Ciu terus memburu, tangan kanannya langsung bergerak menyambar leher lblis biru yang tengah menghindari serangan dengan melesat naik.
lblis biru terkejut, tangan kanannya berubah agak biru lalu mencengkram pergelangan tangan Han Ciu yang menyambar.
Creeps !
Tapi tak lama kemudian Iblis biru langsung melepaskan cengkramannya, ketika melihat tangan Han Ciu merah serta panas.
"Telapak api, apa dia mempunyai ilmu telapak api, seperti yang di miliki oleh Dewa api," lblis biru berkata dalam hati, sambil menghindari serangan Han Ciu.
Kali ini Han Ciu mengerahkan ilmu pukulan Dewa api untuk menangkal hawa dingin, yang di keluarkan oleh pukulan lblis biru.
Kali ini, Iblis biru yang kerepotan saat tangan mereka beradu, ilmu titik beku miliknya tak berpengaruh terhadap Han Ciu, hawanya lebih panas dari pukulan telapak api milik Dewa api," ucap Iblis biru dalam hati.
Iblis biru dengan langkah kaki malaikat miliknya, melesat kesamping, lalu bahunya mendorong bahu Han Ciu, untuk menjauh.
Dorongan tenaga yang di keluarkan lblis biru sangat besar, membuat Han Ciu terdorong menjauh dari lblis biru.
"Terima saja tawaranku, lagi pula aku bisa menjadi pembantu yang berguna.
Han Ciu diam, ia merasa kepandaian Iblis biru tidak berada di bawahnya, jika bertempur sekarang, mereka kalah jumlah, Hanya Zhain Li Er yang bisa di andalkan, tapi dengan adanya Dewi racun dan Jari api, Zhain Li Er akan repot jika harus menjaga kawan yang lain.
"Baik, aku terima tawaranmu untuk saat ini, tapi jika aku sudah menentukan pilihan, itu saatnya kita berpisah.
"Apa aku ikut juga ?" ucap Dewi racun.
__ADS_1
Zhain Li Er menatap tajam ke arah Dewi racun.
"Kau tak masuk hitungan."