Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 200 Perkampungan Tangan Baja


__ADS_3

“Apa memang harus aku yang menemani sepasang siluman hutan Hanzhong.” Tongki meminta kepastian


“Tak ada orang lain disini yang bisa mengacau selain kau,” ucap Zhain Li Er.


“Nah paman dengar sendiri bukan ! memang hanya paman yang bisa melakukan tugas ini dengan baik.


“Kacaukan mereka, jika sampai tangan Baja keluar, itu artinya usaha paman berhasil,” Tongki anggukan kepala, sambil menarik nafas mendengar ucapan Han Ciu.


“Nah paman Tang Kui, biar paman Tongki yang membuat kekacauan,” lanjut ucapan Han Ciu.


Satu hal lagi yang harus kami bicarakan dengan tuan muda, Tan Kui berkata dengan wajah serius.


“Setelah perkampungan itu beres dan kami mengantar tuan muda sampai dekat kota Xianyang, kami akan kembali ke hutan.”


“Baiklah paman, bantuan paman dan bibi terhadap kami lebih dari cukup, kami hanya bisa mengucapkan terima kasih.” Saat Han Ciu mendengar cerita Tang Kui.


Setelah menyiapkan segala hal, Sepasang siluman hutan Hanzhong bersama Tongki berangkat menuju ke perkampungan yang di pimpin si Tangan Baja, sedangkan Han Ciu bergerak ke perkampungan musuh dari sisi lain yang sudah ia pelajari, ketika ia melihat situasi dari atas pohon.


Tiga orang bergerak ke arah perkampungan, Sepasang Siluman hutan Hanzhong, Tan Kui tengah memapah seorang tua yang terpincang pincang.


4 orang yang sedang berjaga di pintu, langsung memburu ke arah Sepasang siluman hutan Hanzhong serta Tongki.


Melihat orang yang pernah bertempur dengan mereka, mereka kemudian bersiap dan membunyikan peluit yang mereka pegang.


Suara peluit terdengar nyaring, tak lama kemudian suara peluit sambung menyambung.


“Mau apa tuan datang ke perkampungan ? Tanya komandan jaga.


“Saudaraku terkena racun ular, liat kakinya,” ucap Tan Kui sambil mengangkat celana, tampak kaki Tongki yang biru.


“Pemimpin kalian Si Tangan Baja pernah berkata, jika aku butuh sesuatu datang saja ke perkampungan, sekarang kami sedang butuh penawar racun, jadi kami datang ke sini.


Mereka yang memang pernah mendengar perjanjian antara pemimpin dengan sepasang siluman hutan Hanzhong tak bicara, tapi mereka bingung, apa tindakan mereka selanjutnya.


Menyuruh sepasang siluman hutan Hanzhong masuk perkampungan mereka takut di salahkan.


Aduh....Aduh !


Suara keluhan terdengar dari mulut Tongki


“Tan Kui, mana penawar racun ular yang kau janjikan ! panas sekali rasanya kakiku ini, kau bilang kawanmu punya segala penawar racun, cepat ambil,” Tongki berkata setengah teriak kepada Tan Kui.


“Cepat panggil Tangan Baja,” ucap Tan Kui dengan wajah mulai merah.


Melihat perubahan wajah Tan Kui, para penjaga mundur.


Tapi seorang yang berada di dekat Tan Kui terlambat menghindar.


Sebuah tinju melayang ke arah kepala orang tersebut.


Prak !


Suara rengkahan tulang terdengar, orang yang di hantam Tan Kui langsung tersungkur dengan kepala pecah.


“Tuan ! Kenapa menyerang kami ? Tanya komandan jaga, sambil mencabut pedang.


Phuih....puih !


“Keparat ! kalian yang ingkar janji, jadi jangan salahkan saudaraku jika menghabisi perkampungan kalian.


Seorang yang membawa peralatan tabib datang.


“Mana yang sakit ? Tanya tabib tersebut, dengan suara kesal.


Ia tengah meracik obat saat salah seorang penjaga gerbang datang memberitahu, ada seorang yang butuh pengobatan.


“Orang tua itu yang sakit,” ucap komandan jaga.


Hmm !


“Hanya 3 orang pemburu saja, kalian sampai panggil aku,”


Setelah berkata, sang tabib menghampiri ke arah Tongki, wajahnya terlihat kesal karna pekerjaannya terganggu.


Tongki yang sedang duduk kemudian kakinya di tarik oleh sang tabib sambil berkata, “mana yang terkena racun ?


Plak !


Tongki menepak kepala Tabib, pelan – pelan tolool,” teriak Tongki.


“Bangsat ! Teriak sang tabib ketika kepalanya di tepak oleh Tongki.


“Kau mau sembuh tidak ? Tanya sang tabib sambil mengusap kepalanya yang sakit, akibat kepalanya di tampar Tongki.


“Tabib keparat ! Kau kasar sekali, tanpa basa basi main tarik, apa kau tak tahu aku sedang sakit ? ucap Tongki sambil bersungut sungut.


“Kau mau aku sembuhkan tidak ? Tanya sang tabib sambil melotot.


Keduanya terus saja beradu omong, membuat para penjaga gerbang menjadi bingung.


Beberapa penjaga yang berada di luar dan di sudut kampung berdatangan ke depan gerbang, saat mendengar suara ribut.


Melihat kawan mereka terkapar, mereka yang datang langsung mencabut pedang, kemudian mengepung Tan Kui.


“Dasar orang yang tak memegang janji,” teriak Tongki.


“Hentikan ! Suara lantang terdengar dari perkampungan.


Seorang tinggi besar yang berbadan tegap datang di temani beberapa orang.


Orang itu teriak karna melihat anak buahnya akan bergerak menyerang Tan Kui.


Tan Kui menatap tajam pria berbadan besar tersebut.


“Tangan Baja ! begini penyambutan kalian terhadap kami, ini adalah wilayahku, jika tidak memandang perjanjian antara kita, sudah ku bakar perkampungan ini,” Tan Kui berkata dingin.


Hmm !


Mendengar perkataan Tan Kui, Tangan Baja mendengus dengan senyum dingin, kemudian berkata


“Tuan, kami akan membantu, tapi tuan datang main hantam, apa tuan pikir kami takut ? Kami hanya menghargai tuan yang sudah lebih dulu tinggal di tempat ini.”


Sudah....Sudah ! Teriak Tongki.


“Tabib keparat ini bukan menyembuhkan malah main tarik, saudara Tan ! Kau telah di tipu oleh pemimpin tempat ini, buktinya hanya minta obat penawar racun malah kita di curigai sebagai penjahat.” Lanjut perkataan Tongki.


“Diam kau ?!


“Kenapa kalian tidak tenang dulu, kami akan membantu jika memang kalian tak ganggu kami, tapi kau lihat ! Baru datang sudah main bunuh.”


“Tentu saja, anak buahmu sudah kenal tapi tak percaya, Tabib mu kasar, bagaimana kami bisa percaya omonganmu ?


Sang tabib mendengar perkataan Tongki, langsung membalas.


“Aku ingin mengobati lukamu, kalau aku tidak tarik kakimu, bagaimana aku bisa tahu dan mengobati dengan benar.


Puih !

__ADS_1


Tongki meludah, kemudian tangannya mengibas ke arah Tabib.


Whut....Prak !


Sang tabib setelah menerima pukulan Tongki langsung terpental, setelah muntah darah tabib itu tak bergerak, tewas seketika.


Tangan Baja terkejut, kemudian menghampiri tabib, wajahnya langsung berubah merah melihat dada tabib remuk, akibat hantaman tangan Tongki.


“Siapa kau sebenarnya ? sepertinya kalian memang mencari gara – gara dengan kami,” ucap Tangan Baja sambil menatap tajam.


Tongki yakin bahwa Han Ciu sudah menyusup ke perkampungan dan menyerang dari dalam.


“Lantas kau mau apa ? Tanya Tongki sambil berdiri.


Melihat Tongki berdiri, wajah Tangan Baja semakin merah karna marah.


“Rupanya kalian memang sengaja ingin. mengacau di tempat kami.


“Kepung dan bunuh mereka ! Teriak tangan Baja.


Pedang yang belum mereka sarungkan, kembali terangkat setelah mendengar perintah sang pemimpin.


Lima orang, yang di pimpin oleh komandan jaga langsung menyerang Tongki.


Tongki mendapat serangan, langsung mencabut golok api, kemudian bersiap.


Kepalanya menunduk saat pedang musuh menebas ke arah leher, lalu golok api membabat pedang yang mengarah tubuh.


Trang....Trang !


Pedang musuh patah ketika beradu dengan golok api.


Lalu golok api menebas ke arah kaki musuh yang berada di depan.


Crash....Crash !


Jerit kesakitan terdengar, 2 orang penjaga gerbang rubuh saat kedua kaki mereka putus.


Bekas tebasan golok Tongki tak mengeluarkan darah, karna bekas tebasan di kaki mereka langsung gosong akibat tenaga dalam hawa neraka.


Tangan baja terkejut, melihat kecepatan Tongki, Tangan Baja kemudian memberi isyarat tangan kepada semua yang ada untuk menyerang Tongki serta Sepasang siluman hutan Hanzhong.


Melihat isyarat pemimpin mereka, semua yang ada bergerak menyerang.


“Kau tiup peluit, kumpulkan anak buah yang berada di dalam untuk menghabisi mereka, aku yakin sepasang siluman hutan Hanzhong di peralat oleh orang itu.


Mendengar perkataan Tangan Baja, pria yang berada di samping mengeluarkan, kemudian meniup peluit.


Suuuuiit....Suuuuiit !


Suara suitan panjang terdengar.


Sementara itu sepasang siluman hutan Hanzhong serta Tongki menghadapi keroyokan anak buah Tangan Baja.


Golok api serta cambuk Tan Ling menyambar ke arah para penyerang, sedangkan Tan Kui mengandalkan sepasang tinju, Tan Kui selalu menyerang orang yang sudah terluka oleh golok atau cambuk, kemudian menghabisi mereka.


Tangan Baja melihat anak buahnya seperti telur menghantam batu sangat marah.


puluhan orang lari dari dalam perkampungan, tapi wajah Tangan Baja terkejut dan pucat, melihat sekitar 50 orang yang keluar dari perkampungan banyak yang terluka dengan wajah babak belur.


“Apa yang terjadi di dalam perkampungan,” batin Tangan Baja.


Ketua...ketua ! Teriak salah seorang yang datang lebih dulu.


“Ada apa dengan kalian, mana yang lain ?” tanya Tangan Baja.


“Ketua ! Sewaktu ketua keluar melihat kekacauan, beberapa orang masuk dan mulai membunuh kawan – kawan yang berada di rumah, sebagian masih bertempur dengan penyusup itu, hanya kami yang bisa datang begitu mendengar peluit tanda bahaya.” Ucap anak buah Tangan Baja.


“Rupanya memang benar dugaanku, kalian datang memang mau cari mampuus !


Kedua Tangan Baja, berubah keperakan, matanya menatap bengis ke arah sepasang siluman hutan Hanzhong seperti hendak ******* ketiga orang itu.


“Serang....serang mereka dan bunuh ! Teriak tangan baja sambil melesat ke arah Tongki.


Tangan yang berubah keperakan layaknya baja putih menebas ke arah leher Tongki.


Sementara itu, mereka yang mendengar seruan sang pemimpin, langsung mengepung dan menyerang secara bergantian.


Pertempuran hebat terjadi di depan gerbang perkampungan.


Tongki mundur sambil golok api menyambar ke arah perut tangan baja.


Trang !


Mata Tongki terbelalak saat melihat yang menangkis golok api yang ia gunakan adalah tangan musuh.


Hmm !


“Tak percuma gelarnya Tangan Baja, golok api juga tak mempan terhadap tangan orang itu,” batin Tongki sambil menghindar.


Golok api setelah di tangkis kemudian berputar menahan serangan pedang dan tombak dari berbagai penjuru yang mengepung mereka.


Trang....Trang....Trang !


Sedangkan Sepasang siluman hutan Hanzhong saling bekerja sama menghalau dan menghabisi satu persatu para anak buah Tangan Baja yang mengepung mereka, cambuk Tan Ling membelit dan menarik musuh, lalu Tan Kui yang menghabisi musuh dengan tinjunya.


Tangan Baja semakin bernafsu menyerang Tongki.


Dengan di bantu pengawal pribadinya, serta beberapa anak buah, Tangan Baja terus mendesak Tongki.


Perlahan tapi pasti, Tangan Baja mulai menjauhkan Tongki dari sepasang siluman hutang Hanzhong.


“Kami adalah sebagian kecil dari pasukan khusus yang mulia Xiang Yu, aku tahu bahwa kalian adalah mata – mata Liu Bang, jadi jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini dengan selamat.” Ucap Tangan Baja.


“Pasukan khusus yang akan pergi ke neraka,” ucap Tongki dengan suara dingin.


Golok api menyalurkan sebagian tenaga dalam hawa neraka ke badan golok, tak lama kemudian sinar merah berhawa panas mulai menyelimuti badan golok api.


“Sekarang coba kau tahan dengan tangan baja milikmu,” ucap Tongki sambil melesat menyerang.


Hawa panas mendahului tebasan golok Tongki, sepasang tombak bumi yang menjadi pengawal Tangan Baja, menusuk perut Tongki, sementara yang lain menahan serangan golok.


Trak !


Badan tombak tertebas golok, potongan tombak jatuh, musuh yang tombaknya putus, melemparkan sisa tombak yang ia pegang ke arah kepala Tongki.


Shing !


Tongki menghindar dengan menundukkan kepala, setelah lewat diatas kepala, patahan tombak lalu ia tepis dengan tangan kiri.


Plak !


Patahan tombak ketika di tepak oleh Tongki, arah lesatan berubah menyambar ke arah kawan mereka yang menyerang perut.


Wajah musuh terkejut saat tombak milik kawannya melesat cepat ke arah leher, tanpa sempat ia hindari.


Crep !

__ADS_1


Patahan tombak tembus ke leher kawannya sendiri, dan langsung tersungkur, tewas seketika.


Tangan Baja melihat salah seorang pengawalnya tewas, menggeram.


Kedua tangannya yang berubah keperakan menebas ke arah kepala Tongki.


Tongki mundur menghindari tebasan Tangan Baja, kemudian golok api menyambar kaki musuh.


Tangan Baja yang tak mau kakinya putus lompat menghindari serangan golok, kemudian dari atas tangannya mengibas ke arah kepala Tongki.


Sret !


Sebuah sinar perak layaknya pedang, melesat ke arah kepala Tongki.


Tongki memutar golok api menahan serangan hawa tenaga dalam musuh.


Blar !


Ketika sibuk menangkis serangan Tangan Baja, sebuah tombak menusuk bahu Tongki.


Tongki terkejut dan menghindar ke samping kiri, tapi tetap saja mata tombak musuh menyerempet bahu Tongki.


Sret !


Baju serta kulit bahu Tongki sobek terkena Tombak musuh.


Tongki mundur 2 langkah ke belakang setelah terluka, wajahnya merah menahan geram, saat bahunya terluka oleh tombak pengawal pribadi Tangan Baja.


Darah keluar membasahi bahu Tongki.


Tangan kiri serta golok api di selimuti kabut merah.


“Jika aku tak berhasil membunuh kalian, aku akan mundur dari dunia persilatan,” ucap Tongki dingin.


Setelah berkata, Tongki melesat, golok api menebas badan Tangan Baja.


Tangan Baja mundur, melihat serangan ganas Tongki, sedangkan salah seorang tombak bumi yang masih hidup, menyerang dengan menusuk tombak ke arah pinggang Tongki.


Serangan ke arah Tangan Baja sebenarnya hannyalah pancingan saja, begitu melihat tombak yang telah melukai bahunya menusuk ke arah pinggang.


Tongki berkelit, sambil badan Tongki menyusuri Tombak, setelah dekat tangan Tongki langsung menyambar dengan pukulan hawa neraka, menghantam dada Tombak Bumi.


Blam !


Tombak bumi terpental dan tewas seketika dengan dada hangus, terkena pukulan hawa neraka dari Tongki.


Tangan Baja dengan tangan terkepal langsung meninju dada Tongki setelah melihat pengawalnya tewas.


Tongki kemudian menahan pukulan Tangan baja dengan golok api miliknya.


Blam !


Tongki mundur selangkah, saat pukulan Tinju Tangan Baja menghantam badan pedang.


Setelah mundur, Tongki langsung mengayunkan golok api ke arah kepala Tangan Baja.


Tangan Baja tak ada pilihan lain, kemudian menyilangkan kedua tangan di atas kepala.


Blam...Trak !


Pelindung tangan yang di pakai Tangan Baja hancur akibat kerasnya hantaman golok api, tapi itu menyelamatkan Tangan Baja.


“Gila....! walau tanganku berani menahan senjata, tapi senjata pusaka serta tenaga dalam tinggi yang di pakai musuh, aku ragu apa tanganku masih kuat bertahan.


Saat hendak menarik golok, karna salah seorang anak buah Tangan Baja menebas pinggang, sebuah lecutan cambuk terdengar.


Tar !


Tangan yang memegang pedang terlilit cambuk, lalu si pembokong tersentak oleh tarikan Tan Ling, saat hendak melepaskan lilitan cambuk, tinju Tan Kui sudah mendahului, menghantam kepala musuh yang hendak membokong Tongki.


Prak !


Kepala anak buah Tangan Baja langsung pecah.


Tangan Baja mundur sambil melihat sekeliling, wajahnya berubah saat melihat bahwa anak buahnya tak ada yang tersisa


Tangan Baja sadar bahwa kini ia tinggal sendiri, anak buahnya sudah di habisi oleh sepasang siluman hutan Hanzhong, sedangkan yang di dalam perkampungan ia belum tahu nasib anak buahnya.


Beberapa bayangan melesat dari dalam perkampungan, Han Ciu beserta istri, serta Dewi kipas dengan baju berlumuran darah tampak mendekati Tongki.


Melihat Han Ciu sudah keluar yang artinya sudah menghabisi orang – orang yang ada di dalam perkampungan.


Tongki sambil berteriak kencang, menyabetkan golok api ke tubuh Tangan Baja dari atas, berusaha membelah tubuhnya.


Tangan Baja berkelit ke samping, lalu kakinya menendang perut Tongki.


Tongki mengayunkan golok berusaha menebas kaki Tangan Baja,


Tangan Baja menarik kaki, lalu tangannya meninju ke arah leher.


Plak !


Tangan kiri Tongki menangkis serangan musuh.


Hmm !


“Terlalu lama,” ucap Zhain Li Er melihat pertarungan antara Tongki dengan tangan baja.


Tangan Baja melihat Tongki menangkis serangannya, ia melihat kesempatan baik, tangan kanan menghantam ke arah bahu, kembali Tongki menangkis serangan dengan tangan kiri.


Plak !


Mata Tongki sekilas melihat Zhain Li Er melesat ke arahnya, kemudian berteriak.


Jangan....ini bagianku ! Teriak Tongki.


Mendengar teriakan Tongki,


Tangan Baja berbalik, kemudian ia melihat seorang wanita muda dengan pedang berusaha menghindari tebasan gadis itu.


Trank !


Tangan Baja menangkis, tapi setelah tangannya menangkis pedang angin, ia menjadi lengah, kemudian tangan kiri Zhain Li Er langsung menampar pipi Tangan Baja.


Plak !


Tangan Baja terhuyung, wajahnya lebam 2 buah gigi mencelat.


Tongki tak membuang kesempatan emas, golok berputar, kemudian menebas ke arah leher Tangan Baja.


Crash !


Kepala Tangan Baja langsung jatuh ke tanah, tak lama kemudian tubuhnya menyusul, pemimpin perkampungan Tewas dengan kepala putus.


Sementara Zhain Li Er dengan wajah gusar menatap Tongki.


“Senjata pusaka, omong banyak gaya, tapi hadapi keroco lama,” ucap Zhain Li Er.

__ADS_1


Hmm !


“Gadis kampret, omongannya selalu tak enak di dengar,” ucap Tongki dalam hati.


__ADS_2