Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 138 Aku bebaas


__ADS_3

Sementara itu di perut bumi di bawah bukit, Han Ciu yang pingsan, diatas batu Giok es ribuan tahun. Tubuh pemuda itu terkadang mengeluarkan cahaya kuning ke emasan terkadang redup, karna terjadi pergolakan dalam tubuh Han Ciu, akibat beradunya dua kekuatan yang ada di dalam tubuh pemuda itu.


Mutiara naga es, adalah kumpulan hawa tenaga dalam dari makhluk yang di sebut Naga es yang telah mengkristal, yang kerangka tulangnya ada di dalam goa perut bumi di atas bukit serigala. Mutiara naga es sudah ada lama sekali.


Hawa dingin yang ada diatas goa bukit serigala sebenarnya berasal dari hawa mutiara naga es yang keluar melalui celah batu dan naik ke atas.


Terbayang dahsyatnya hawa dingin yang di timbulkan oleh mutiara naga es,


Han ciu kini berusaha meleburkan mutiara naga es, lalu membuatnya menyatu dengan tenaga dalam yang ia miliki, lalu yang terjadi.


Han ciu yang mempunyai tenaga dalam tinggi masih tak sadarkan diri akibat hawa dingin yang merasuki tubuh, akibat mustika naga es yang melebur perlahan di dalam tubuh Han Ciu.


Tak terasa Han Ciu sudah tak sadarkan diri selama 3 hari, pada hari ketiga pemuda itu membuka mata, tubuhnya masih mengigil.


Tapi tidak sedahsyat sewaktu pertama kali ia menelan mutiara naga es.


Han Ciu lalu duduk bersila di batu Giok es, kemudian menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh, perlahan hawa hangat mulai bergerak, hawa dingin mulai berkurang di dalam tubuh.


Setelah hawa dingin di dalam tubuh berkurang, Han Ciu turun dari ranjang batu giok es.


Perutnya terasa lapar, karna belum ia isi selama jatuh dan tak sadarkan diri, melihat coretan di dinding sebelum keluar goa, Han Ciu menggurat 1 buah garis lagi, menjadi dua. ( Han Ciu berpikir ia tak sadarkan diri hanya 1 hari )


Han Ciu keliling goa dan berusaha mencari apa saja yang bisa ia makan.


Setelah mencari ke setiap celah, hanya ada, lumut yang menempel di batu dan dasar telaga.


Ketika akan mengambil lumut, Han Ciu tertegun melihat rambutnya yang telah berubah warna dari hitam menjadi kuning ke emasan.


“Rambutku, mengapa rambutku berubah menjadi berwarna seperti ini ?” ucapnya dalam hati.


Sewaktu terjadi pergolakan di dalam tubuh, antara tenaga dalam jubah emas dan mustika naga es, terjadi saling serang di dalam tubuh Han Ciu, tenaga dalam jubah emas di tekan oleh mustika naga es, yang berimbas kepada rambut Han Ciu, hingga berubah menjadi kuning ke emasan, tetapi akhirnya kedua hawa tenaga dalam itu berbagi tempat di dalam tubuh Han Ciu.


“Aku tak peduli, yang penting aku masih hidup.” Setelah melihat hanya rambut yang berubah menjadi kuning emas dan mata yang terlihat amat jernih, tak ada perubahan lain yang terjadi.


Han Ciu lalu mengumpulkan lumut telaga, setelah mencoba dan sedikit memakan lumut batu, ia merasa lumut itu bisa di makan untuk mengganjal perutnya yang lapar.


"Apa boleh buat," lalu Han Ciu memakan lumut yang ada di pinggir dan di dalam air telaga yang telah ia kumpulkan, setelah memakan lumut, tubuh Han Ciu terasa lebih segar.


Han Ciu tidak tahu bahwa lumut – lumut itu usianya sama dengan air yang berada dalam telaga dan juga mengandung sari dari mustika naga es, sangat berkhasiat menambah tenaga dalam.


Setelah tubuhnya merasa lebih enak dan perut tidak keroncongan lagi, Han Ciu lalu membuka kitab Naga Es yang ada di dalam peti kecil lalu mempelajari isinya satu persatu.


Ilmu pukulan air mata naga.


Ubah udara menjadi air, lalu gunakan air menjadi senjata, kedua tangan harus berguna untuk membuat air mata naga.


“Petunjuk yang singkat,” Han Ciu berkata dalam hati.


Karna dasar tenaga dalam yang sudah tinggi serta di tambah tenaga dalam berhawa dingin dari mustika naga es, Han Ciu juga mempelajari ilmu – ilmu tingkat tinggi, membuat Han Ciu tidak susah untuk mempelajari kitab naga es.


Satu persatu petunjuk yang ada dalam kitab ia pahami terlebih dahulu, lalu kemudian mempraktikkannya di luar goa dekat telaga.


Han Ciu mulai berlatih tanpa mengenal lelah, setelah selesai berlatih, ia selalu mencari dan meraba – tempat sekitar goa, untuk mencari jalan keluar.


Han Ciu bergerak kedua cakarnya menyambar lalu menyabet, kemudian kedua tangannya berputar, tenaga dalam yang berhawa dingin ia salurkan, kearah kedua tangan, lalu telapak kiri mendorong ke depan, hawa yang sangat dingin keluar dari tangan Han Ciu, udara yang berada di depan Han Ciu berubah menjadi semacam kabut, setelah kabut mulai berubah menjadi titik – titik embun.

__ADS_1


Lalu telapak kanannya mendorong, puluhan titik air yang berasal dari kabut yang ia ciptakan, lalu dengan hawa dingin yang di keluarkan melalui tangan kanan, membuat ratusan titik air berubah menjadi butiran es, melesat dengan cepat menghantam dinding batu tempatnya berlatih.


Creep .. Creep .. Creep.


Dinding batu yang keras tertancap oleh Ratusan butiran es, terkena pukulan air mata naga.


“Benar – benar ilmu yang hebat, hanya oleh butiran air yang kita ciptakan sendiri, dinding batu yang keras tembus oleh pukulan air mata naga, apalagi tubuh yang hanya terdiri dari darah dan tulang,” Han ciu berkata dalam hati, melihat hasil pukulan yang ia lakukan.


Sedangkan pukulan Dewa naga adalah pukulan yang tertitik pada satu pusat.


Hawa dingin yang di keluarkan, bisa membuat beku, lalu menghancurkan apa saja yang terkena hantaman pukulan Dewa naga.


“Sepertinya pukulan air mata naga serta pukulan Dewa naga saling terkait, dengan hawa dingin yang aku keluarkan membuat udara menjadi kabut dingin, kemudian pukulan Dewa naga aku keluarkan, hasilnya akan sangat mengerikan, benar – benar ilmu pukulan yang sangat dahsyat dan mengerikan.” Ucap Han Ciu dalam hati.


Sedangkan ilmu aura naga adalah ilmu untuk memompa semangat dan menimbulkan hawa menakutkan dalam tubuh yang bisa menyerang melalui teriakan.


Setelah mempelajari dan mahir kedua ilmu pukulan yang tertulis dalam kitab Naga Es.


Han Ciu kemudian mengambil sepasang pedang yang di buat oleh keturunan pertama dari keluarga Liong Bun, dari sepasang taring naga es, sedikit lebih panjang dari pedang naga hitam miliknya yang hancur.


Jadi pedang ini yang di maksud oleh paman pedang langit yang di sebut pedang tulang naga.


Pedang yang berwarna putih layaknya sebuah tulang, tapi dari sepasang pedang tulang naga ada hawa dingin yang membuat pemakainya bisa tewas jika tak punya tenaga dalam lebih besar dari hawa dingin yang terdapat dalam pedang tulang naga.


Han Ciu sendiri baru berani mengambil sepasang pedang tulang naga untuk berlatih setelah berhasil melebur mustika naga es yang berada di dalam tubuhnya,


Sebelum mustika melebur, Han Ciu pernah mencoba menggunakan sepasang pedang itu, tapi hawa dingin dari sepasang pedang tulang naga terkadang berbalik menyerang ke arah tubuhnya, membuat senjata itu jadi susah di gunakan, dan gerakanya malah menjadi kacau.


Golok api yang di simpan dan berada di samping peti tempat sepasang pedang tulang naga, sudah tidak lagi di pakai oleh Han Ciu.


Han Ciu menghitung garis – garis yang ia buat.


“Entah bagaimana keadaan adik Li Er serta Adik Zee sekarang ini,” ucap Han Ciu.


Flasback


Zhain Li Er serta yang lainnya berusaha membongkar bukit serigala melalui pintu masuk goa yang tertutup.


Setelah Talaba ke kota Liaoxi bertemu dengan Sin Ko, Talaba lalu menceritakan apa yang terjadi di bukit serigala.


Sin Ko sangat terkejut mendengar cerita Talaba, bahwa ketuanya terjebak di dalam bukit Serigala.


Sin Ko dengan uang yang ia pegang, menyewa puluhan orang tukang batu dan tukang gali, lalu pergi ke bukit serigala untuk menolong ketuanya yang terjebak.


Selama 30 hari puluhan orang yang di bayar oleh Sin Ko serta di bantu oleh, Talaba, lblis biru serta Pedang api, berusaha membongkar batu yang menutupi pintu goa, tapi batu – batu yang mereka gali seperti tak pernah habis, mereka juga bingung dengan banyaknya goa yang terdapat di dalam bukit.


Dan Zhain Li Er baru merasa menyesal telah mengusir Fang Ji yang tahu jalan dimana Han Ciu terjebak, mereka kemudian berusaha mencari Fang Ji di sekitar bukit, tapi mereka tak menemukan Fang Ji.


Semua pihak selain Zhain Li Er dan Zee ln Biauw, akhirnya memutuskan menghentikan pencarian, karna orang – orang yang di bawa Sin Ko juga mulai jenuh, karna sudah lama mereka menggali dan membongkar batu, tapi tak ada hasil yang mereka dapatkan.


Setelah berhasil membujuk Zhain Li Er, akhirnya rombongan memutuskan kembali ke telaga barat, tempat pedang Langit berada, untuk menyampaikan kabar berita tentang Han Ciu, yang terjebak di bukit serigala.


****


Musim berganti, dari musim kemarau menjadi musim hujan, kawasan bukit serigala yang tadinya gersang mulai terlihat hijau, banyak tumbuhan yang hidup subur selama musim hujan di sekitar bukit serigala.

__ADS_1


Begitu pula dengan daerah hutan di sebelah utara bukit serigala, sebuah air terjun dari atas bukit terlihat, air terjun dadakan yang hanya bisa terlihat di musim hujan, di sekitar air terjun, tampak seekor serigala tengah berdiri di sekitar air terjun.


Dua ekor serigala dengan tubuh dan bulu yang sama berwarna abu, berusaha untuk mengajak serigala itu pergi dengan mengusapkan kepala mereka ke badan serta leher serigala itu, yang tak lain adalah Fang Ji, tapi Fang Ji seperti tak bergeming, dan tetap berdiri di dekat air terjun.


Sementara Han ciu yang berada di perut bumi di bawah bukit serigala tengah memainkan sepasang pedang berwarna putih bersih, layaknya sebuah tulang.


Dengan jurus sepasang pedang Naga Es serta kaki memainkan ilmu 10 langkah naga langit, Han Ciu bergerak dengan kecepatan yang sukar di jelaskan, setelah semakin bersatunya tenaga dalam jubah emas serta tenaga dalam berhawa dingin yang berasal dari mustika naga es.


Dinding goa yang dipakai berlatih, setelah terkena goresan Pedang tulang naga, di goresan bekas pedang dan sekitar tempat yang tergores pedang menjadi putih seperti es.


Hawa sangat dingin terasa di sekitar tubuh Han Ciu saat pemuda itu berlatih memainkan sepasang pedang tulang naga.


Han Ciu mengusap keringat yang keluar dari wajah, Han Ciu kini terlihat lebih dewasa, dengan tenaga dalam yang semakin bertambah dua kali lipat, mata Han Ciu semakin jernih dan bening, seperti mata seorang bocah polos yang tak mempunyai kepandaian, dengan rambutnya yang berwarna kuning ke emasan dan tergerai sampai bahu, malah membuat Han Ciu semakin tampan.


Han Ciu setelah berlatih, kemudian masuk ke dalam goa, lalu menambah satu garis di dinding.


90 garis yang aku buat, berarti aku telah berada di dalam goa ini selama 90 hari, tapi aku belum bisa menemukan, jalan keluar dari goa naga es ini, sedangkan persediaan lumut sudah mulai habis.” Han Ciu berkata dengan nada sedikit putus asa.


Ketika tengah merenung, telinga Han Ciu seperti mendengar suara derasnya air.


Han Ciu penasaran dengan apa yang ia dengar, walau suara itu terdengar sangat pelan.


Ia yakin suara itu berasal dari goa yang selama ini tempati.


Han Ciu menempelkan telinganya ke dinding goa, satu persatu dan setiap sudut ia dengarkan sambil ia ketuk – ketuk dinding goa dengan jari.


Wajah Han Ciu berubah ceria ketika ia menempelkan telinga di sudut kiri ruangan, mendengar suara derasnya air dari dinding goa, setelah mengetuk dengan jari, dan suara dinding berbeda Han Ciu teriak dengan girang.


“Aku menemukan jalan....Aku menemukan jalan” ucap Han Ciu.


Setelah merasa yakin dapat menghancurkan dinding goa, apalagi setelah ada sedikit angin terasa oleh Han Ciu yang berasal dari setitik celah di dinding yang ada suara derasnya air.


Dengan ilmu pukulan dewa api, Han Ciu menghancurkan kitab Naga es.


Lalu mengambil permata – permata yang menempel di dinding goa, kemudian ia taruh di peti bekas tempat kitab naga es.


Dengan tangan kiri, Han Ciu menempelkan telapaknya di dinding goa, dinding batu perlahan berubah menjadi putih dan sangat dingin, lalu dengan sekuat tenaga, Han ciu menghantam dengan pukulan Dewa naga.


Blaam!


Dinding goa Han Cur, wajah Han Ciu Langsung tersenyum ceria, dari lobang yang cukup besar ia melihat air terjun.


"Ternyata jalan keluarnya berasal dari goa di balik air terjun.” Ucapnya dalam hati.


Setelah golok api ia taruh di punggung dan sepasang pedang tulang naga di pinggang kiri kanan.


Sambil membawa kotak yang sudah terisi oleh permata yang besar dan indah, Han Ciu keluar dari dalam goa naga es.


Lalu dengan sebuah pukulan, Han Ciu menutup kembali goa dengan urukan batu yang tadi ia hantam.


“Aku bebaaaaas,” Han Ciu berteriak kencang.


Sementara itu dari arah depan air terjun


Seekor serigala yang sedang rebahan langsung berdiri, telinganya mendengar suara yang ia kenal, dan hidungnya mencium bau yang selalu ia cari di sekitar telaga ini.

__ADS_1


Fang Ji lalu melolong panjang setelah yakin bahwa orang yang ia cari ada di balik air terjun yang tengah ia lihat.


Auuung .. Auuung .. Auuung


__ADS_2