Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 123 Bertemu Dengan Orang Gurun


__ADS_3

Han Ciu akhirnya sepakat dengan lblis biru, bahwa ia boleh ikut asal tidak mengganggu urusan Han Ciu.


"Jari api, kau boleh memberi laporan dari yang kau dengar dan kau lihat dengan tuan Xiang Yu." ucap lblis biru.


"Baik tuan, aku akan menyampainkan pesan tuan, kepada tuan Xiang Yu.


"Tapi bagaimana dengan masalah Yuyang ?" Jari api bertanya kepada lblis biru.


"Aku mau membalas kematian putraku," ucap Fu Mayin.


Hmm !


"Kau mau berhadapan dengan Cengcu ?" Iblis biru bertanya sambil menatap ke arah Fu Mayin.


Fu Mayin diam.


Setelah melihat pertandingan antara Han Ciu dengan Iblis biru, Fu Mayin sadar ia bukan tandingan Han Ciu.


Apalagi sekarang ia tahu Han Ciu adalah Cengcu perkampungan selaksa pedang yang di segani.


Golok utara bukanlah apa - apa dibanding perkampungan selaksa pedang.


"Tuan Hwang apa kau ingin mengatakan sesuatu ?" Han Ciu berkata sambil menatap ke arah Hwang Fu Yi.


"Soal perjodohan keluarga Hwang sudah menolak, kenapa golok utara tidak menerima, sekarang Fu Cian sudah mati.


"Lantas sekarang apa yang Golok utara inginkan ?"


Fu Mayin tak menjawab perkataan Hwang Fu Yi.


Kota Yuyang jauh dari tempat persiteruan antara Xiang Yu dan Liu Bang mereka sepakat untuk tidak saling ganggu, Fu Mayin sadar memang keluarga Hwang adalah penguasa kota Yuyang yang sesungguhnya.


Setelah terjadi kesepakatan bahwa masalah mereka beres, Fu Mayin tak mau lagi menyinggung soal golok api.


Golok api memang telah di serahkan kepada Cu Tayin, adik seperguruannya untuk membantu tuan Xiang Yu, setelah berjasa diangkat jadi orang kepercayaan, maka Perguruan golok utara di ajak bergabung.


Setelah Cu Tayin tewas, Golok api menjadi milik Han Ciu.


Setelah semua selesai, rombongan Han Ciu kembali ke Yuyang kali ini bertambah satu orang, yaitu lblis biru.


Masalah beres, tapi dengan adanya Iblis biru, Han Ciu jadi susah bergerak untuk membantu Liu Bang.


Tapi sekarang tak akan menjadi masalah yang berarti, karna hanya tinggal satu kota yang tersisa, yaitu Liaoxi.


Sebuah kota liar di perbatasan.


Setelah tak ada masalah di kota Yuyang, Han Ciu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, Sin Ko ingin melalui jalur biasa melewati sisi sungai, tapi memutar,


Iblis biru ingin lewat gurun, karna waktunya lebih singkat, lebih mempesingkat waktu dua hari lebih cepat dari jalan sungai.

__ADS_1


Setelah ibils biru berkata pernah lewat gurun, Han Ciu akhirnya menyetujui saran lblis biru memotong jalan lewat gurun untuk sampai ke kota Liaoxi.


Setelah istirahat satu hari di kediaman keluarga Hwang, ke esokan harinya setelah mempersiapkan perbekalan yang di rasa cukup, Han Ciu beserta rombongan berangkat ke kota Liaoxi memotong jalan, lewat gurun pasir.


Perjalanan dari Yuyang mereka bergerak cepat, setelah melewati perbatasan gurun dan masuk kedalam kawasan gurun pasir, kuda kuda mulai jalan perlahan, cuaca panas serta angin yang berhembus kencang membuat rombongan Han Ciu tak bisa bergerak cepat.


Malam hari mereka tidur di dekat gundukan gundukan batu.


Sin Ko dan Zhain Li Er pergi ke sekitar tempat untuk mencari kayu yang bisa di bakar, untuk membuat api unggun.


Sin Ko menghangatkan arak, lalu membakar daging kering pemberian dari keluarga Hwang.


Han Ciu serta rombongan duduk mengelilingi api unggun.


"Paman kau benar hapal jalan ke Liaoxi ?" ucap Sin Ko sambil menenggak araknya.


"Dulu sewaktu muda, aku pernah dari Liaoxi ikut rombongan pedagang melintasi gurun ini," lblis biru membalas ucapan Sin Ko.


Sin Ko mengerutkan kening, begitu juga yang lain, mendengar perkataan lblis biru.


"Sewaktu muda, kapan itu terjadi paman ?" Sin Ko bertanya.


"Sekitar 80 tahun yang lalu," lblis biru berkata.


Sin Ko langsung terbatuk batuk, mendengar perkataan Iblis biru, Han Ciu mengerutkan kening.


"Jadi paman pernah lewat sini 80 tahun yang lalu ?" apa paman masih ingat jalan yang paman lewati, karna waktu 80 tahun itu sangat lama, semua pasti berubah." ucap Sin Ko.


"Dulu aku lewat seperti ini, dan sekarang juga masih seperti ini, apa kau masih tak mengerti ?" Iblis biru berkata sambil melotot ke arah Sin Ko.


Paman benar, paman benar sekali ucap Sin Ko.


Sambil menenggak araknya.


Tapi dalam hati Sin Ko menggerutu, "mau seratus tahun, yang namanya gurun tetap saja gurun, tidak akan berubah, masalahnya kau ingat jalan tidak ?" Sin Ko berkata dalam hati.


Ke esokan harinya Han Ciu kembali melanjutkan perjalanan.


Kuda kuda bergerak, tapi semakin siang kuda berjalan semakin pelan, angin bercampur debu, serta teriknya panas matahari, membuat mereka yang tak terbiasa, terus minum cadangan air yang mereka bawa.


Paman, sama sekali tak ada perkampungan "serta rombongan yang lewat, apa benar paman masih ingat dengan jalan yang menuju Liaoxi ?"


"Kau tenang saja, biar aku berpikir dulu," ucap Iblis biru.


"Mata Iblis biru terlihat mengecil, lalu ia menunjuk ke arah utara, "mari kita kesana !" ucap Iblis biru yang bejalan di depan.


Han Ciu lalu mengikuti lblis biru, tak lama kemudian mereka melihat beberapa pohon, dan sebuah mata air yang airnya sudah tak begitu banyak.


Sin Ko berlari ke arah sumber mata air yang terdapat di gurun pasir.

__ADS_1


Han Ciu serta yang lain kemudian berdiam di sekitar mata air yang terdapat di gurun, mereka istirahat sambil memberi minum kuda kuda mereka.


"Paman !" kita menginap saja di sini, jika paman belum bisa menentukan arah menuju Liaoxi," ucap Sin Ko.


"Jika berdiam di sini, kau pikir kita akan tenang ?" ucap Iblis biru.


"Bukankah kita di sini bisa dapat apa yang di inginkan, daripada berjalan tanpa arah tujuan ?"


Ucap Sin Ko ketus.


Tak lama kemudian setelah Sin Ko berkata, datang rombongan orang berkuda mendekati mata air tempat mereka berkumpul.


Rombongan berkuda yang terdiri dari sepuluh orang berkuda datang menghampiri mata air.


"Maaf tuan, apa kami boleh mengambil air dari sini ?" seorang pria besar dengan muka penuh brewok berkata, sambil menatap rombongan Han Ciu, di punggung pria brewok itu terdapat sebuah golok besar begitu pula dengan sembilan orang yang lain.


"Silahkan tuan," ucap Han Ciu.


Pria itu brewok itu tersenyum, lalu memerintahkan kawan kawannya untuk memgambil air.


Setelah tempat tempat air mereka penuh, pria brewok itu tersenyum dan berterima kasih.


ketika hendak meninggalkan mata air, 5 orang berkuda datang dan berpapasan dengan 10 orang berkuda yang hendak meninggalkan mata air.


Ha ha ha


"Tebakanku benar, rupanya Ergun pergi mencari air, dan ini adalah hari terakhir kau bisa keluar dari bentengmu, karna kau tidak akan bisa kembali kepada kelompokmu, karna aku, "si ular gurun yang akan membunuhmu."


Kalian kelompok gurun utara selalu saja mencari masalah tehadap kelompokku, biar bagaimanapun aku tak akan mau bergabung kepada kompok kalian untuk menyerang daratan tengah.


Han Ciu terkejut mendengar perkataan orang yang di panggil Ergun, daratan tengah adalah tempatnya, kenapa suku di gurun, tepatnya lima orang yang bercaping, salah satunya adalah Ular gurun akan menyerang daratan tengah, yang merupakan tempatnya.


Hmm !


"Hati hati kau bicara anak muda, daratan tengah mana yang akan kallian serang ?" ucap Iblis biru.


Ha ha ha


"Kakek tua, kau adalah orang daratan tengah, kami memang sedang mengumpulkan suku suku, di daerah gurun untuk menyerbu ke daratan tengah" salah seorang dari anak buah Ular gurun berkata.


"Jangan membuaku kesal orang bar bar," ucap iblis biru.


Tapi mereka tetap tertawa, dan tawa ular gurun langsung terhenti, ketika melihat bayangan biru dengan sangat cepat menuju orang yang tadi bicara.


Iblis biru, lalu tiba di samping orang yang tadi berkata, kemudian meraih pinggangnya, dan langsung ia patahkan.


Kreeek !


Setelah mematahkan pinggang orang itu dan membuangnya.

__ADS_1


Ibils biru menatap tajam ke arah Ular gurun.


"Kau mau seperti dia ?"


__ADS_2