Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 127 Hutan Hitam


__ADS_3

Han Ciu setelah bersepakat dengan Khan Singa gurun akhirnya meninggalkan tenda, sedangkan rombongan Singa gurun meninggalkan tempat mereka, serta berjanji untuk tidak mengganggu suku utara, dan memaksakan kehendak untuk bergabung dengan kelompok Khan Singa gurun.


Han Ciu, Ergun, lblis biru serta Zhain Li Er kembali ke tempat tadi mereka meninggalkan Racun cilik, Sin Ko serta anak buah Ergun.


"Kenapa lama sekali," ucap Racun Cilik ketika melihat Han Ciu datang.


"Kami harus berunding dulu dengan pihak Khan Singa gurun untuk mencapai persetujuan agar mereka tak menyerang suku utara." Han Ciu berkata.


Setelah bercakap cakap sebentar, Ergun kemudian mengajak Han Ciu untuk pergi ketempat suku utara.


Setelah sampai kemudian Ergun melaporkan kejadian tentang Khan Singa gurun yang telah pergi, suku utara kemudian bersuka cita.


Mereka menyembelih beberapa ekor domba untuk merayakan, serta menyambut rombongan Han Ciu yang telah menyelamatkan suku utara dari ancaman kelompok Singa gurun.


Terima kasih tuan telah menyelamatkan kami dari ancaman Khan yang haus akan peperangan itu, ucap seorang lelaki tua yang merupakan pemimpin Suku utara.


Dan dalam kesempatan ini aku juga akan menyerahkan tampuk pimpinan suku utara kepada Ergun, aku merasa Ergun cocok dan sudah siap untuk memimpin suku utara.


Han Ciu menjadi saksi pengangkatan Ergun memimpin suku utara, pesta di adakan sampai larut malam, domba yang di bakar serta simpanan arak di keluarkan, untuk merayakan pengangkatan Ergun sebagai kepala suku, serta menyambut Han Ciu.


Setelah istrihat Han Ciu serta memastikan suku utara aman dari serangan kelompok Singa gurun, Han Ciu serta rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke kota Liaoxi.


Ergun lalu menyuruh salah seorang anak buahnya yang sudah sering bepergian ke kota Liaoxi untuk menjadi penunjuk jalan Han Ciu.


"Talaba, kau sekarang kuberikan kepada tuan Han, kau baik baik mengabdi padanya, dan jangan membuat malu suku utara," ucap Ergun


"Saudara Ergun, aku tak bisa menerima pemberianmu, ia adalah rakyatmu, kami hanya membutuhkan penunjuk jalan saja." ucap Han Ciu.


"Tuan Han tak usah sungkan, aku dan sesepuh suku utara telah memutuskan memberikan Talaba kepada tuan, Talaba adalah pencari jejak ulung serta pemanah terhandal di suku kami, Talaba masih muda, masa depannya masih panjang, kami dari suku utara berharap, tuan Han tidak menolak, Talaba juga sudah setuju untuk mengabdi kepada tuan Han." setelah di desak oleh Ergun, akhirnya Han Ciu mau menerima Talaba.


"Tuan Han, jika tuan melewati gurun ini, tuan Han mampir ke suku utara, kami akan menyambut kedatangan tuan, kapanpun tuan Han berkunjung," ucap Ergun, sambil berjabat tangan, mata Ergun berkaca kaca, ia sangat berterima kasih kepada Han Ciu, karna pertolongan pemuda itu serta rombongannya, suku utara bisa selamat dari ancaman Singa gurun.


Ergun dan orang orang suku utara mengantarkan kepergian Han Ciu dengan lambaian tangan penuh haru dan rasa terima kasih.


Setelah agak lama berkuda, Han Ciu bertanya kepada pemuda yang sekarang menjadi anak buahnya yang ahli dalam mencari jejak dan memanah, anak buah Ergun yang di berikan kepada Han Ciu, Talaba.


"Apa kita masih jauh ke kota Liaoxi ?" Han Ciu bertanya kepada Talaba.


"Senja hari kita akan sampai di sebuah hutan yang luas ketua, dan menginap di hutan itu, besok satu hari perjalanan di hutan hitam, setelah keluar baru kita menemukan jalan menuju kota Liaoxi." Talaba menjawab perkataan Han Ciu.


"Hutan Hitam !" ucap Han Ciu sambil mengerutkan kening.


"Benar ketua, hutan hitam."


"Kita masuk hutan yang sangat luas, serta masih banyak binatang binatang beracun dan buas, karna hutan hitam sangat jarang di injak oleh manusia, kita juga harus meninggalkan kuda kuda kita, karna kuda tak bisa masuk, karna jalan setapak di sisi jalan setapaka banyak semak belukar yang beracun."

__ADS_1


"Lalu kenapa kita harus melewati hutan itu jika berbahaya ?" Zhain Li Er bertanya.


"Jika memutar kita harus menempuh perjalanan lebih dari empat hari,


"Tetapi nyonya tak usah khawatir, Talaba tahu jalan setapak di hutan hitam, sehingga berani menyarankan lewat hutan itu." Zhain Li Er mengangguk mendengar perkataan Talaba.


Benar yang di katakan Talaba.


Setelah hari beranjak senja, rombongan Han Ciu sampai di tepi hutan hitam.


"Benar benar hutan yang lebat," Han ciu berkata dalam hati, melihat hutan yang terlihat gelap karna pohon pohon besar yang rindang serta tinggi menutupi cahaya yang masuk kedalam hutan.


"Ketua !" di dalam hutan tak jauh dari sini ada sebuah tempat tidak begitu luas, bisa dipakai untuk istirahat, tetapi kita bisa ber istirahat dipinggir hutan jika ketua tidak bersedia di dalam hutan, tapi angin kencang dari gurun akan sangat mengganggu, bagaimana menurut ketua ?"


"Kita menginap di hutan saja jika kau tahu tempatnya ?" Han Ciu berkata kepada Talaba.


Talaba mengangguk, lalu melepaskan kuda serta membawa perbekalan, tak lupa busur dan anak panah, senjata andalan Talaba.


Han Ciu serta rombongan mengikuti Talaba yang berjalan menyusuri hutan hitam.


Benar saja apa yang di katakan Talaba.


Sebelum malam tiba, rombongan Han Ciu yang di pimpin Talaba sampai di sebuah tempat lapang rumput yang tak begitu luas, di kelilingi oleh batu batu yang tidak terlalu besar serta pohon pohon besar.


Han Ciu serta rombongan kemudian melakukan hal yang sama, karna yakin inilah tempat yang di maksud oleh Talaba.


Pemuda itu lalu mencari serta mengumpulkan kayu kayu kering yang ada di sekitar tempat itu, untuk membuat api unggun.


"Ketua, kita harus hati hati, salah seorang harus ada yang berjaga, karna hutan hitam masih terdapat banyak binatang buas."


Han Ciu mengangguk serta paham apa maksud dari perkataan Talaba.


Malam hari di hutan hitam, api unggun yang di buat oleh Talaba sedikit besar untuk menakuti binatang binatang buas penghuni hutan hitam.


Ketika rombongan asik minum arak, Han Ciu di kiri dan kanan ada Racun cilik serta Zhain Li Er. Sin Ko, lblis biru sera Talaba berada di sisi lain.


Mereka semua berada di posisi mengelilingi api unggun yang di buat oleh Talaba.


Auuuunng .. Auuunnng .. Auuunng


Hmm !


Iblis biru mendengus mendengar suara lolongan itu, Sin Ko bergeser mendekati lblis biru, sedangkan Talaba mengambil busur serta wadah yang terisi anak panah.


Suara lolongan srigala makin banyak terdengar bersahutan.

__ADS_1


Krek .. Kreek


Suara ranting kering terinjak oleh ringannya kaki yang melangkah, terdengar oleh mereka.


Di kegelapan malam, terlihat puluhan pasang mata bersinar tajam tengah menatap ke arah mereka yang sedang berkumpul.


Suara riuh serta geraman Srigala semakin dekat.


Seekor Srigala yang bertubuh besar mendekat, lidahnya menjulur lalu loncat berusaha menerkam.


Talaba menarik anak panah yang sudah terpasang di busur.


Shiing .. Creeep


Panah menembus perut Srigala, Srigala terlempat akibat kerasnya dorongan panah yang menancap di tubuhnya.


Talaba kemudian mencabut sekaligus 2 anak panah, setelah terpasang dan menarik tali busur, dua ekor Srigala yang menyerang langsung, tewas terkena panah Talaba.


Han Ciu tersenyum melihat kehebatan Talaba dengan anak panahnya, sementata lblis biru yang duduk, sesekali mengibaskan tangan menghantam Srigala yang coba mendekat.


Puluhan Srigala melihat kawannya tewas, menggeram marah dan menyerang ke arah Han Ciu.


Racun Cilik, Zhain Li Er serta Iblis biru bergerak membantu Talaba yang masih terus memanah Srigala yang makin lama semakin banyak.


Han Ciu mengerutkan kening melihat puluhan bangkai Srigala yang tewas.


Suuuuuuuiiiit .. Suuuuuuuuuiiit !


Tiba tiba terdengar suara suitan panjang dari kejauhan.


Srigala Srigala yang tersisa mendengar suara suitan panjang, langsung berhenti bergerak.


Lalu perlahan berbalik dan lari masuk kedalam hutan, menghilang di kegelapan malam.


Han Ciu yang mendengar serta melihat Srigala seperti mengerti akan perintah dari suara suitan.


yang tadi terdengar.


Mata Han Ciu berkilat menatap tajam ke arah hutan lebat tempat Srigala Srigala itu melarikan diri.


Han Ciu Mendengus.


Hmm !


"Rupanya ada yang ingin berkenalan."

__ADS_1


__ADS_2