Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 197 Sepasang Siluman Hutan Hanzhong


__ADS_3

“ Suami, apa maksudmu dengan monyet – monyet ? Tanya sang istri sambil menatap suaminya dengan wajah tak mengerti.


Sang suami menatap istrinya dengan senyum di kulum.


“Istriku, kau selalu polos, itu yang aku suka darimu, padahal aku tahu kepandaianmu tidak jauh beda denganku,” ucap sang suami.


Han Ciu serta rombongan yang mendengar percakapan kedua pasangan pemburu wajah mereka mulai berubah merah, apalagi Tongki.


Tongki langsung loncat turun dari pohon.


“Keparat, enak saja kau bicara,” ucap Tongki setelah berada di bawah dan berhadapan dengan sepasang pemburu yang memakai pakaian dari kulit binatang.


Sang istri melihat Tongki turun dari pohon langsung tertawa.


Xi....Xi....Xi


“Jadi yang dimaksud oleh suami, monyet diatas pohon adalah mereka, kalau mereka aku sudah tahu dari tadi,” ucap sang istri.


Han Ciu bersama yang lain turun dari atas pohon, setelah turun Han Ciu memberi hormat kepada kedua pemburu.


“Maaf jika kami mengganggu dan masuk ke wilayah paman,” lanjut perkataan Han Ciu.


“Serigala yang paman bawa itu adalah peliharaanku, tolong paman lepaskan ! dan kami akan pergi dari sini, tanpa mengganggu paman dan bibi, kami ingin pergi ke Xianyang, tak ada maksud mengganggu paman serta bibi,” ucap Han Ciu.


“Suami ! jangan berikan serigala itu kepada mereka, aku ingin memakai baju dari kulitnya yang lembut,” sang istri berkata kepada suaminya mendengar perkataan Han Ciu.


“Nah, kau dengar perkataan istriku anak muda ? Ucap pemburu laki.


Cis !


“Sudah tua masih banyak gaya,” Zhain Li Er berkata sambil mencibir, mendengar perkataan istri pemburu tersebut.


Whut !


Bayangan melesat ke arah Zhain Li Er lalu tangan menjulur ke arah wajah Zhain Li Er hendak mencakar wajahnya.


Plak !


Zhain Li Er terkejut, melihat tangan istri pemburu itu sudah berada di depan wajahnya, lalu menangkis tangan yang hendak mencakar wajahnya.


Kedua tangan beradu, keduanya mundur selangkah.


Melihat serangan istrinya bisa di tangkis dan membuat sang istri mundur selangkah, wajah sang suami berubah.


Sedangkan Han Ciu melihat kejadian itu, wajahnya berubah merah, terkejut dan juga marah.


“Aku bicara baik – baik kepada kalian berdua dan meminta maaf, tetapi kalian malah balik menyerang, jangan salahkan kami jika kami turun tangan jahat terhadap kalian berdua.” Han Ciu berkata.


Ha Ha Ha


“Bocah baru kemarin sore hendak berlagak di depanku, kau dengar anak muda ! Kami sepasang siluman hutan Hanzhong, tak mau mengganggu orang, tapi kalian yang mengganggu kami, sedangkan serigala ini kami dapat dengan cara menangkapnya.


“Jika kau mampu mengalahkan kami berdua, sudah tentu serigala ini akan kami berikan, tetapi jika kalian kalah, jangan salahkan kami jika roh kalian akan selamanya menjadi penghuni hutan Hanzhong, kalian boleh maju bersama,” ucap lelaki yang menyebut dirinya sepasang siluman hutan Hanzhong.


“Baik ! aku terima tantanganmu, sekarang lepaskan serigala itu, mari kita bertempur,” Han Ciu membalas perkataan sepasang siluman hutan Hanzhong.


“Kau pikir aku bodoh, jika kulepaskan serigala ini, kawan kalian akan menyelamatkan serigala ini, belum lagi jika binatang ini kabur dan kalian melarikan diri, bukankah kami yang rugi,” ucap pria yang mengaku siluman hutan Hanzhong.


“Tak ada yang akan pergi sebelum pertandingan selesai,” ucap Han Ciu sambil menatap tajam kearah siluman yang memanggul Fang Ji.


“Istriku, bagaimana menurutmu ? Tanya sang suami.


Taruh saja serigala itu suami, bertempur sambil membawa serigala juga akan membuat suami tidak bisa bergerak dengan leluasa,” sang istri membalas perkataan suaminya.


Mendengar perkataan istrinya, sang suami menurunkan Fang Ji, kemudian berkata.

__ADS_1


“Aku Tan Kui, dan istriku bernama Tan Ling.


Mari anak muda, kita bermain main sebentar, ucap Tan Kui.


“Aku bernama Han Ciu paman,” Han Ciu membalas perkataan Tan Kui.


“Apa kita bertarung di tempat sempit ini ? Tanya Han Ciu.


Tan Kui anggukan kepala mendengar perkataan Han Ciu, lalu bergerak sambil tangannya menyuruh Han Ciu untuk mengikuti.


Mereka lalu bergerak mengikuti Tan Kui ke tempat yang lebih luas dan tak banyak pohon besar yang bisa mengganggu mereka bertarung.


Setelah sampai di tempat luas di tengah hutan.


Tan Kui menatap ke arah Han Ciu, “mari anak muda ! kita mulai,”


Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Tan Kui.


Sementara Tan Ling menatap ke arah Zhain Li Er.


“Hai bocah ! cabut pedangmu, mari kita main – main,” ucap Tan Ling sambil meloloskan sebuah tali yang melilit pinggang perempuan itu.


Tar....Tar !


Tali yang melilit pinggang Tan Ling rupanya adalah sebuah cambuk yang merupakan senjata yang juga di pakai sebagai ikat pinggang Tan Ling.


Melihat Tan Ling sudah memegang cambuk, Zhain Li Er mengeluarkan Pedang Angin dari punggung.


Tanpa menunggu Tan Kui, Tan Ling langsung menyerang ke arah Zhain Li Er.


Cambuk Tan Ling menyambar ke arah pinggang Zhain Li Er.


Zhain Li Er berputar, dengan jurus putaran Dewi angin gadis itu berputar dengan pedang mengeluarkan suara riuh dari lubang yang terdapat di badan pedang.


Tan Ling terkejut saat melihat putaran tubuh Zhain Li Er yang sangat cepat, dan suara riuh yang keluar dari pedang.


Tan Ling menarik cambuknya, kemudian cambuk menegang dan menusuk ke arah leher Zhain Li Er.


Zhain Li Er bergerak ke samping kiri, kemudian pedang angin menebas ke arah cambuk Tan Ling yang tegak lurus.


Tan Ling melihat pedang antik Zhain Li Er yang menebas cambuk, lalu melemaskan cambuk, kemudian cambuk ia gerakan ke bawah dan ujung cambuk turun menyambar ke arah pinggang Zhain Li Er.


Zhain Li Er melihat pinggangnya terancam, pedang angin bergerak ke arah pinggang berusaha menebas cambuk Tan Ling.


Lagi – lagi cambuk yang keras menjadi lemas, yang tadinya menusuk pinggang, kini cambuk membelit ke arah pedang angin.


Tan Ling melihat cambuknya sudah membelit pedang bibirnya tersenyum, lalu tangan kanannya menarik cambuk.


Dengan sekali sentakan, Tan Ling bermaksud ingin menarik pedang angin Zhain Li Er.


Tapi Zhain Li Er tahu maksud dari Tan Ling, dengan mengerahkan tenaga dalam ke arah tangan dan pedang, Zhain Li Er berusaha menahan pedangnya jangan sampai terlepas dari genggaman.


Sret....Sret !


Saling tarik terjadi antar keduanya.


Sambil menahan kadang menarik, Zhain Li Er menggerakkan pedang angin, berupaya untuk memutus cambuk Tan Ling yang melilit di badan pedang angin miliknya.


Sementara Han Ciu dan Tan Kui bertempur dengan tangan kosong.


Han Ciu menggunakan jurus cakar naga hitam, sementara Tan Ling menggunakan tinju siluman, jurus tangan kosong yang selama ini ia andalkan, keduanya bergerak sangat cepat.


Tinju dan cakar saling serang dan berusaha mencari kelemahan dan kelengahan diantara mereka.


“Tak percuma dia berani mengajak bertarung, rupanya dia bukan bocah sembarangan, tenaga dalamnya tinggi, gerakan serta jurus cakar yang ia gunakan sanggup menahan tinju siluman milikku,” batin Tan Kui dalam hati.

__ADS_1


Begitu pula dengan Han Ciu, ia juga kagum terhadap Tan Kui, jurus tinju milik siluman hutan Hanzhong sangat aneh, dan gerakan gerakannya susah di tebak, lengah sedikit tinju musuh bisa bersarang di tubuhnya.


Sudah lebih dari 50 jurus, keduanya semakin lama semakin cepat.


Tan Kui ketika beradu tangan wajahnya terkejut setelah tahu bahwa tenaga dalamnya masih kalah oleh Han Ciu.


Tan Kui berusaha menghindar jika tangannya beradu langsung dengan Han Ciu.


“Saudara Tong, ilmu sepasang suami istri itu ternyata tidak di bawah kita, apa kau pernah mendengar nama sepasang siluman hutan Hanzhong ? Tanya Dewi Kipas.


“Aku belum pernah dengar, sepertinya mereka jarang keluar dari daerah sekitar hutan ini,” jawab Tongki.


Sementara itu, tarik menarik antara Zhain Li Er dan Tan Ling masih berlangsung.


“Bocah, tenaga dalammu hebat juga,” ucap Tan Ling.


“Jangan salahkan aku jika cambukmu ku buat putus oleh pedangku,” Zhain Li Er berkata menimpali ucapan Tan Ling.


“Kau pikir aku tolol,” balas Tan Ling.


Merasa tak bisa menarik pedang, cambuk yang melilit pedang terlepas, lalu ujung cambuk menyambar ke arah bahu Zhain Li Er.


Zhain Li Er terkejut, ketika cambuk Tan Ling melesat ke arah bahunya, jarak yang sangat dekat membuat Zhain Li Er susah menghindari serangan cambuk Tan Ling.


Zhain Li Er berusaha secepat mungkin bergerak ke kanan, menghindari serangan cambuk Tan Ling.


Tar !


Walau sudah berkelit, bahu kiri Zhain Li Er masih terserempet oleh cambuk Tan Ling.


Zhain Li Er melesat mundur.


Baju di bahunya robek, wajah Zhain Li Er berubah ketika melihat bajunya robek oleh cambuk musuh.


Zhain Li Er menghentakan kakinya karena kesal, lalu ia menyimpan pedang, kemudian melesat dengan cepat dengan langkah Dewi angin serta jurus bidadari angin, menyerang Tan Ling.


Tangan Zhain Li Er menyambar ke arah kepala Tan Ling.


Tan Ling mengayunkan cambuknya ke arah Zhain Li Er.


Tapi Zhain Li Er tak menghindari serangan cambuk musuh, malah tangannya yang hendak menampar kepala, balik menyambar cambuk Tan Ling.


Tap !


Ujung cambuk di tangkap oleh Zhain Li Er.


Lalu dengan sekali sentakan, Tan Ling seperti di tarik, tubuhnya melesat ke arah Zhain Li Er.


Zhain Li Er yang amarahnya memuncak, ketika Tan Ling mendekat, tangannya dengan kekuatan penuh menampar kearah wajah Tan Ling.


Tan Ling menangkis dengan tangan kiri.


Plak !


Kedua tangan beradu, keduanya mundur selangkah, tapi kembali tangan Zhain Li Er menyerang ke arah bahu.


Tan Ling mundur menghindari serangan Zhain Li Er.


Tapi kembali Zhain Li Er menarik cambuk yang ia pegang.


Tan Ling yang kali ini merasa tarikan Zhain Li Er membahayakan dirinya, lalu melepaskan cambuk yang ia pegang.


Dewi Kipas yang melihat serangan Zhain Li Er gelengkan kepala.


“Zhain Li Er menyerang seperti sudah tak memikirkan diri sendiri, tapi aku lihat, malah serangannya malah membuat Tan Ling kerepotan,” ucap Dewi Kipas

__ADS_1


Mendengar ucapan Dewi Kipas, Tongki berbisik kepada Dewi kipas, dengan suara pelan.


“Penyakit gilanya Kambuh,”


__ADS_2