
"Memangnya kau siapa ?" daerah utara kekuasaan kami, kalian yang dari bagian tengah tak akan ada artinya disini." ucap Fu Mayin.
"Tuan Hwang, siapa orang ini ?" ucap Han Ciu sambil menatap Hwang Fu Yi.
"Fu Mayin, ketua perguruan golok utara," ucap Hwang Fu yi.
Hmm !
"Ketua Fu, apa kau ingin memaksaku ?" ucap Han Ciu sambil menatap tajam.
Phuuih !
"Jika kau ingin membantu Hwang Fu Yi silahkan, dan itu tak ada artinya buatku," ucap Fu Mayin tajam.
Setelah Fu Mayin berkata, tak lama kemudian terdengar suara suara suitan panjang, puluhan bahkan ratusan orang bergerak seperti mengepung gedung tempat kediaman Hwang Fu Yi, serta puluhan orang berdatangan masuk kedalam halaman gedung keluarga Hwang.
"Ternyata kau sudah menyiapkan semua ini, tak kusangka orang yang dulu ku kenal sebagai seorang sahabat, ternyata orang yang sangat licik."
Ha ha ha
"Hwang Zi yi siapkan semua anak keluarga Hwang.
"Kita putuskan hari ini siapa yang akan berdiri tegak di kota Yuyang." ucap Hwang Fu Yi.
"Tuan !" masalah sudah menjadi besar, maafkan keluarga Hwang jika rombongan tuan terbawa bawa dalam masalah yang kami alami saat ini," Hwang Fu Yi berkata kepada Han Ciu.
Ha ha ha.
"Tuan tak usah Khawatir, aku memang paling benci melihat orang yang suka mau menang sendiri," ucap Han Ciu.
"Ayah !" jika Hwang Rong tidak mau menjadi istriku tidak masalah, 2 orang gadis itu juga tidak apa.
Anak dari Fu Mayin berkata, sambil menatap genit ke arah Zhain Li Er dan Racun cilik.
Melihat tatapan Fu Cian putra Fu Mayin, Zhain Li Er menatap tajam ke arah pemuda itu,
Sementara Racun cilik langsung memakai sarung tangan kulit buaya hasil rampasan dari Musang utara, serta mata Racun cilik tak pernah lepas dari gadis cantik berpakaian hijau yang di pinggangnya juga terdapat beberapa kantong kantong kulit seperti yang ia miliki.
Ha ha ha.
"Kau lebih baik Hwang Rong saja, biar kedua gadis itu buat ayah," ucap Fu Mayin.
Wajah Han Ciu mulai kelam mendengar perkataan Fu Mayin.
Han Ciu membalas olok olok ayah dan anak, sambil menatap ke arah Fu Mayin.
"Adik Li Er, adik Zee, menurut kalian mana yang lebih dulu di tebas kepalanya, anak atau bapaknya ?"
Kedua gadis itu serentak menjawab, "anak," mendengar perkataan Han Ciu.
Setelah mendengar perkataan dari kedua selirnya, tanpa me waktu lagi.
Han Ciu melesat ke arah Fu Mayin dengan langkah Raja Angin, sinat merah dengan hawa panas menebas, Fu Mayin melesat mundur,
__ADS_1
Tapi itu hanya serangan pancingan saja, saat Fu Mayin mundur, Han ciu melesat dengan memutar, sambil menebas ke arah leher Fu Cian
Sreeet...Craash !
Sebuah kepala langsung menggelinding, lalu terbakar akibat panasnya hawa golok api yang menebas ke arah leher Fu Cian, tubuh Fu Cian langsung ambruk.
Fu Mayin menjerit histeris seperti tak percaya melihat anaknya langsung tewas, hanya sekali tebas oleh Han Ciu.
Keluarga Hwang juga terkejut dengan kecepatan, Han Ciu dalam menyerang lawan.
Sebagian anggota golok utara mundur, melihat tuan muda mereka tewas.
"Tahan, jangan serang !" teriak perempuan muda berbaju hijau, ketika melihat Fu Mayin hendak memerintahkan anak buahnya.
"Maaf, apa yang tuan muda pakai tadi adalah golok api milik Cu Tayin gubernur Kota Xue ? ucap gadis berpakaian hijau
"Kau benar," dan dia harusnya bangga, karna sudah tewas oleh pusaka perguruannya sendiri." ucap Han Ciu dingin.
"Jadi tuan adalah Naga hitam yang sering di bicarakan oleh orang orang dunia persilatan ?"
Hwang Fu Yi dan keluarganya terkejut ketika mendengar pria muda itu di sebut Naga hitam, begitu pula dengan Fu Mayin.
"Aku tahu otak kotor kalian, setelah melihat nama dan omongan omongan kalian, golok api bukan di curi, tapi memang di gunakan oleh orang perguruan golok utara membantu pergerakan tuan Xiang Yu, Cu Tayin adalah murid perguruan golok utara bukan ?" Fu Mayin mukanya merah padam mendengar perkataan Han Ciu.
Perempuan berpakaian hijau kemudian maju, "Maaf tuan Naga Hitam, sudah lama tuan Xiang Yu ingin bertemu dengan tuan Han Ciu."
"Apa ingin membunuhku karena aku telah membasmi gubernur gubernur kota yang mendukungnya dalam persiapan perang. ?" ucap Han Ciu
"Bukan seperti itu tuan," ucap gadis cantik berpakaian hjiau.
"Aku di sebut Dewi racun, salah seorang pengawal dari Tuan Xiang Yu, masalah gubernur gubernur kota yang tewas, tuan Xiang Yu tak mempermasalahkan, karena yang tuan Naga hitam serang, memang orang yang pantas mati, mereka gubernur yang hanya bisa mencari untung hanya untuk diri mereka sendiri,
"Tuan Xiang Yu masih mengharapkan Tuan Naga hitam bergabung dengannya, kami tunggu kedatangan tuan Naga hitam di perguruan golok utara." ucap Dewi Racun.
"Jika aku tak mau datang ?"
"Jika tuan tidak datang, maka kami dengan berat hati akan melenyapkan keluarga Hwang."
Cis
"Kau pikir gampang menghabisi keluarga Hwang ?" Hwang Rong berkata.
Xi xi xi.
"Nona cantik, jikalau tidak ada pendekar Naga hitam yang di hormati oleh majikan kami, keluarga Hwang, sekarang sudah tinggal nama." ucap Dewi racun kemudian gadis itu bertepuk tangan.
Setelah bertepuk tangan dari pohon besar yang tersembunyi, keluar 3 orang tua melesat kearah Dewi racun.
Han Ciu mengerutkan keninggnya melihat siapa yang datang.
Seorang kakek tua yang dulu pernah ia lihat selalu di dekat Xiang Yu, serta dua orang kakek berpakaian hijau dan hitam.
"Ternyata dunia ini sempit, bukan begitu Cengcu ?"
__ADS_1
"Tuan Jari api, senang bisa bertemu lagi, ucap Han Ciu sambil memberi hormat.
Ha ha ha.
"Benar benar pemuda jempolan," ucap Jari api sambil menghampiri Han Ciu lalu menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan
Han Ciu juga menyodorkan tangannya, membalas jabat tangan Jari api.
"Semakin terkenal tetapi semakin rendah hati, benar benar pemuda pilihan," Jari api kembali berkata.
Keduanya berjabat tangan, keduanya tersenyum, perlahan dari kepala kedua tokoh beda generasi itu ada asap yang mengebul keluar dari kepala masing masing, wajah mereka berdua merah.
Telapak kiri jari api bergerak ke arah perut Han Ciu, ia tersenyum sambil berkata.
"Ketua perguruan golok utara belum pantas untuk menyambut Naga hitam, Cengcu perkampungan Selaksa pedang.
"Biar kami kaum tua, mewakili pihak utara menyambut Cengcu selaksa pedang."
Han Ciu tersenyum mendengar perkataan jari api, tangan kirinya bergerak menyambut telapak jari api, sambil berkata, "terima kasih tuan."
Kreeek .. Blaaar !
Ledakan terdengar kencang, baju yang mereka pakai hancur, berterbangan tak kuat menahan hempasan tenaga dalam yang mereka keluarkan.
Jari api mengerahkan semua sisa tenaganya ke tangan kiri, begitu juga dengan Han Ciu.
Uhuuk !
Jari api dan terbatuk, mulut nya mengembung, tapi tertutup rapat, hingga tak ada yang keluar.
Han Ciu hanya mundur setengah langkah, tapi setelah menarik nafas sambil menggerakan kedua tangan, dengan baju hancur serta rajah Naga hitam terlihat jelas di dada kiri Han Ciu, keadaannya sudah siap bertarung kembali.
Jari api menatap tajam kea arah Han Ciu.
Lalu menganggukan kepala.
Kemudian Jari api memberi hormat kepada Han Ciu.
"Besok malam, Cengcu kami undang secara resmi atas nama tuan Xiang Yu ke markas perguruaan golok utara, ada suatu hal yang akan kami bicarakan." ucap Jari api, kemudian berbalik lalu berjalan keluar sambil berteriak kencang.
"Mari kita pergi !"
Dari sisi bibir Jari api, tampak darah meleleh keluar.
Golok utara, langsung mengambil tubuh anaknya yang tanpa kepala.
Dewi racun orang yang paling akhir berbalik.
Matanya mengerling menatap ke arah Han Ciu, lalu tersenyum manis sambil mengedipkan sebelah mata.
Zhain Li Er yang melihat, Sikap Dewi racun mendengus.
Hmm !
__ADS_1
"Cari mati"