
Xiao Ti terkejut sewaktu melihat Xiao Cen keluar dari kerumunan para penonton.
Ia sama sekali tak menduga bahwa Xiao Cen bisa lolos dari penjara bawah tanah.
Xiao Ti mundur lalu berdiri di sebelah Mao San.
"Bagaiamana menurutmu ?"
Hmm !
"kita hadapi, aku ingin lihat !" apa mereka bisa lolos dari racunku ? jika tidak, perguruan api suci adalah kuburan buat mereka.
Xiao Ti mengangguk mendengar ucapan Mao San.
"Bagianku anak muda yang bersama dengan Xiao Cen."
"Baik, aku yang akan mengurus kakak Xiao Cen." ucap Xiao ti membalas perkataan dari Mao San.
Xiao Ti lalu menghubungi kawan kawan dan muridnya untuk bersiap menyerang Xiao Cen.
"Tongkat Setan, jangan sampai identitas mu di ketahui," Mao san berbisik kepada seorang kakek yang membawa tongkat, dengan ujung tongkat terukir kepala setan senjata andalannya, yang jarang keluar.
Kakek yang membawa tongkat berkepala setan mengangguk mendengar perkataan Mao San.
Tongkat setan tidak memperhatikan karna sedang menunduk nunduk, tapi tongkat kepala setan dari kakek itu dan codet di dekat mata terlihat jelas dari muka tongkat setan, yang sedang saling bisik dengan Mao San.
Zhain Li er matanya yak berkedip melihat senjata kakek tua, apalagi melihat wajah kakek itu tak berubah sewaktu ia lihat, tongkat kepala setan membunuh ayahnya pendekar mata satu.
"Dia .. dia, dia orangnya !"
Iblis seribu wajah yang selalu memperhatikan Li Er terkejut, ketika melihat perubahan yang terjadi di wajah gadis, yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri.
Sebentar pucat sebentar merah wajah Li Er, ketika memperhatikan kakek yang memegang tongkat berkepala setan.
Iblis seribu wajah dan Dewi angin terkejut, mereka terlambat mencegah Li er melesat ke arah tempat tuan rumah, tepatnya pedang angin menyerang kearah kakek yang membawa tongkat berkepala setan.
Mao San mendengus melihat Li Er menyerang ke arah tongkat setan.
Han Ciu melihat Li er melesat ke tengah dan menyerang ke arah Tongkat setan.
Segera melesat menyusul Li Er, Han Ciu khawatir terhadap keselamatan gadis itu.
Tongkat setan tidak mengenal Li Er, Tongkat setan hanya menyeringai melihat seorang gadis menyerang ke arahnya, ia tahu di situ ada Mao San, Mao san tidak akan tinggal diam.
Han Ciu mengibaskan pedang hampa ke arah Mao San, ketika melihat tangannya bergerak mengibas ke arah Zhain Li Er.
Hmm !
Mao San mendengus.
"Lancang sekali kau !" sambil mengibaskan tangan, serangkum angin berbau busuk menyerang Zhain Li Er.
Pukulan Mayat bumi yang beracun, menyerang Li Er, saat Li Er sudah dekat.
Pedang hampa melesat ke arah pukulan yang di keluarkan oleh Mao San.
Li Er melihat angin agak kehitaman menerjang ke arahnya.
Li er memutar pedang angin, berusaha menahan serangan Mao San.
Blaaam !
__ADS_1
Li Er terpental, matanya masih melihat ke arah tongkat setan.
Pedang hampa Han Ciu di tebas oleh Mao San dengan tangannya.
Sreet !
Pedang hampa putus dan menghilang.
Sementara Li Er yang terpental, akibat beradu tenaga dalam.
Han Ciu melesat dan menyambar tubuh Zhain Li Er.
Wajah Li Er pucat, dan memuntahkan darah segar membasahi lengan baju Han Ciu.
"Li Er .. Li Er !" Han Ciu menggoyang goyang tubuh gadis itu.
"Kakak Han, biar adik Zee periksa !" Racun cilik berkata.
Racun Cilik lalu memeriksa tubuh Li Er yang pucat, lalu mengusap dan menotok di beberapa bagian tubuh Li Er.
Uooogghhh !
Darah kehitaman keluar dari mulut Zhain Li Er, Racun Cilik, terkejut ketika melihat darah hitam yang keluar dari mulut Li Er.
Lalu memasukan sebuah pil kedalam mulutnya.
Setelah pil masuk, wajah Zhain Li Er kembali merah.
"Tongkat .. Tongkat setan, itu adalah tongkat setan yang membunuh Ayahku."
Han Ciu mendengar Zhain Li Er.
Menyebut Tongkat setan lalu melihat kakek yang tadi hendak di serang oleh Li er.
Dewi angin, Iblis seribu wajah, sampai di sisi Li er.
"Bagaimana keadaannya ?" Dewi angin bertanya kepada Racun cilik.
Enci Li Er terkena pukulan beracun, tapi bukan itu, enci Li Er sepertinya kaget melihat orang yang ia panggil tongkat setan.
"Tongkat setan !" Menyebut nama dan saling pandang, Tangkap dia dan tanyakan tentang Lim taihiap.
Han Ciu berdiri, lalu melihat kakek yang memegang tongkat, Han Ciu melesat menerjang ke arah kakek itu sambil terlebih dahulu mengibaskan puluhan pedang hampa ke arahnya.
Tongkat setan memutar tongkatnya, Mao San yang memang sudah kesal melihat Han ciu kemudian mendorong kedua tangannya, menyerang ke arah Han ciu.
Puluhan pedang hampa hancur terkena pukulan mayat bumi Mao San.
Mao San menerjang ke arah Han Ciu, begitu pula dengan tongkat setan.
Pedang langit, iblis seribu wajah, dan anggota perkampungan selaksa pedang melesat ke arah gedung utama tempat Han Ciu bertempur.
Xiao Ti, tak ragu lagi lalu menyambut serangan, pedang langit dan iblis seribu wajah.
Pertempuran hebat terjadi di depan gedung perguruan api suci.
Han ciu terus mendesak, tongkat setan.
Tangan Han Ciu menyabet dan menusuk ke arah Tongkat setan.
Mao San Tidak tinggal diam, pukulan dan Cakaran dari kakek itu membuat Han Ciu, tak bisa leluasa menyerang Tongkat setan.
__ADS_1
Tongkat setan menusuk serta kaki menendang ke arah pinggang.
Han ciu tak mengelak, kedua tangannya menghantam ke arah tongkat dan pinggang di biarkan terkena tendangan Tongkat setan, tapi Han Ciu menyalurkan tenaga dalam Jubah emas ke arah pinggang.
Bhuuk !
Pinggang Han ciu terkena tendangan tongkat Setan, lalu dari samping Mao San, melemparkan bubuk kuning ke arah wajah Han Ciu.
Han Ciu melihat bubuk kuning berhamburan ke arahnya terkejut, lalu menghantamkan tangan kiri dengan ilmu dewa angin.
Bubuk warna Kuning, berhamburan, menyelimuti tubuh Han Ciu.
Han Ciu mundur sambil menahan nafas, Tapi lama kelamaan, tubuh Han Ciu limbung.
Racun Cilik melesat ke arah Han ciu lalu memasukan sebuah pil ke dalam mulut.
Han ciu merasakan perutnya panas, dan seperti ada hawa yang mendorong keluar dari perutnya yang seperti kembung.
Han Ciu membuka mulut, uap kuning keluar dari mulut Han ciu.
Han Ciu lalu bersila dan berusaha mendorong sisa sisa racun yang masuk kedalam tubuhnya.
Dari tubuh Han Han Ciu seperti ada uap warna kuning keluar dari tubuhnya.
Setelah semua racun bersih dari tubuhnya, Han ciu berdiri bersama sama dengan Racun cilik.
Melihat Han ciu berdiri, Mao San seperti terkejut, dan menatap ke arah Racun cilik.
"Maaf, nona ternyata hebat juga, masih muda tapi bisa menyembuhkan racun dan menetralkan racun yang sudah ku buat dengan susah payah."
"Kalajengking emas sangat beracun dan hanya beberapa orang saja yang tau cara mengambil racun kalajengking emas." ucap racun cilik
Wajah Mao San terkejut, lalu mundur selangkah ketika mendengar perkataan Racun Cilik.
"Siapa kau, dan apa maksud perkataanmu ?
ucap Mao San, wajahnya sedikit tegang.
"Kalian adalah orang yang terkait dengan terbunuhnya Lim Taihiap !" ucap Han ciu
"Tongkat setan, kau adalah orang yang ku cari," Han ciu menatap tajam kearah kakek yang membawa tongkat.
"Kau salah orang anak muda, aku bukan Tongkat setan tapi salah seorang Tongcu perguruan api suci."
Phuuuih !
"Tak usah kau banyak bacoot Setan busuuk, dan jangan mungkir, kau adalah tongkat setan, orang yang membunuh Lim taihiap dan pendekar mata satu.
"Orang yang melihatmu membunuh mereka ada di sini, apa kau bisa mengelak lagi ?"
Wajah Tongkat setan berubah.
"Bohong, kau mengada ada," ucap tongkat setan.
"Kau membunuh Liem taihiap dan Pendekar Mata satu karna kau telah meracuni mereka terlebih dahulu, sehingga kau dengan mudah membunuh mereka, dan kalian sudah lama merencanakan ini dan mempunyai sebuah tujuan." ucap Han ciu sambil menatap Mao San.
"Bukan begitu, Paman Han Ci Kung ?"
Mao San tertawa mendengar perkataan Han ciu.
Ha ha ha.
__ADS_1
"Akhirnya kau tau siapa aku !"