Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 49 Pertemuan Yang Tak Di Duga


__ADS_3

"Jadi Siluman lembah bunga adalah seorang Kokcu !" jika aku bunuh ketuanya tanpa alasan yang jelas, murid muridnya pasti akan balas dendam padaku."


Melihat Han ciu diam, pemilik kapal menepak bahu Han ciu, "sudahlah tak usah kau pikirkan, masih banyak wanita baik baik di luar sana, jangan kau tergoda oleh kecantikannya, nanti kau sendiri yang akan menyesal."


Hmm !


"Gendut !" kau pikir aku tertarik dengan mereka ?" ucap Han ciu.


"Bukankah seperti itu yang aku lihat, apa aku salah ?"


"Dasar gendut, pikiranmu selalu saja jelek, jika aku benar benar suka dengan mereka, langsung saja aku datangi dan berkata aku suka, ngapain diam di sini dan ngobrol ngobrol padamu.


Phuuih !


"Kau yang selalu berpikiran jelek, sampai saai ini kau masih memanggilku gendut !"


Pemilik kapal, Han ciu dan Kim ho langsum diam ketika melihat 2 orang gadis menghampiri mereka.


Kim ho langsung melirik Han ciu ketika telinganya mendengar suara yang di kirimkan dari jarak jauh, "aku malas bicara, jika gadis gadis itu mau mengganggu, bilang saja aku bisu dan tuli.


Kim ho alias bayangan pedang mengangguk ke arah sang Cengcu.


Kedua gadis berdiri di samping Han ciu sambil melihat ke arah sungai.


Salah seorang dari 2 gadis cantik itu lalu memegang tangan Han ciu.


Han ciu dengan reflek langsung menepis tangan gadis itu.


Gadis yang tangannya terkena tepisan Han ciu. tidak merasa tersinggung, malah tertawa.


"Seorang busu jangan galak galak dengan wanita, nanti kau akan rugi sendiri," ucap gadis itu sambil terrsenyum genit.


Han ciu tak menjawab, sedangkan pemilik kapal gemetar, takut terjadi hal yang tidak di inginkan oleh kelima orang yang merupakan murid dari lembah seribu bunga yang terkenal genit dan binal.


"Maaf nona, keponakanku ini bisu dan tuli, jadi maaf jika ia tak menjawab dan tak sopan kepada nona," Kim ho dengan sangat terpaksa akhirnya memberi hormat kepada gadis itu.


"Bisu dan tuli ?" gadis itu seperti heran menatap ke arah Han ciu, wajahnya seperti yang kasian mendengar Han ciu di sebut bisu dan tuli.


"Bi bisu" ucap pemilik kapal sambil menatap ke arah Kim ho.


Kim ho mendengar si gendut bicara dengan gagap langsung menginjak kakinya.


"Adaaaaaaw"


Pemilik kapal teriak kesakitan ketika kakinya di injak oleh Kim ho.


"Kenapa paman ?"


"Tidak apa, tidak apa nona, encok ku mendadak kumat." sang pemilik kapal kemudian berjalan sambil menahan sakit masuk kedalam ruangan miliknya.


Sementara itu 3 orang gadis lain, mendengar teriakan kesakitan dari pemilik kapal langsung berhamburan ke tempat Han ciu dan kim ho.


Mata mereka berbinar melihat wajah putih dan tampan Han ciu, kali ini Han ciu tak bisa menepis tangan, karna 1 orang yang memegang baju, 1 lagi memegang tangan, dan yang satunya lebih berani, menarik narik celana Han ciu.


Akhirnya Han ciu sendiri yang repot karna sudah menyuruh Kim ho membritahu ia bisu dan tuli.

__ADS_1


Ketika ketiga gadis itu memegang, mengelus, Han ciu hanya bisa menirukan suara orang bisu.


"Ah uh ah uh," dan itu malah membuat gadis gadis merasa gemas kepada Han ciu.


Dia bisu kakak, gadis yang tadi di beritahu Han ciu berkata kepada ketiga kakaknya yang baru datang dan langsung memegang megang Han ciu.


"Bisu !"


"Tapi dia memakai seragam busu, jika busu tak bisa bicara dan mendengar lalu apa yang bisa di lakukan oleh seorang busu," ucap gadis yang sepertinya pemimpin diantara mereka berlima.


"Maaf nona, ponakanku memang ingin sekali menjadi busu dan selalu memakai pakaian busu, tapi ia tidak bekerja sebagai busu, hanya membantu aku saja."


Kelima gadis itu mengangguk dan mengerti mendengar perkataan Kim ho.


"Paman bagaimana jika ponakan paman ini menjadi busu kami berlima, dan kami berlima yang akan membayarnya." Han ciu wajahnya pucat mendengar perkataan gadis dari lembah seribu bunga.


kedua tangannya lalu bergoyang goyang tanda tak mau,


Gadis yang memimpin dari lembah seribu bunga, mengerutkan dahi, lalu menyambar dan tangannya langsung mencekik leher Han ciu.


"Nona, apa yang nona lakukan, tolong lepaskan ponakanku !" Kim ho berkata suaranya terdengar sangat ketakutan karna Ia tahu, biar ilmu majikannya tinggi, tapi tangan sudah berada di leher susah untuk menghindar.


"Kau bilang ponakanmu bisu dan tuli, tapi sewaktu aku bilang ia menjadi busu kami tangannya langsung bergoyang menolak."


"Apa orang tuli bisa mendengar ?" wajah Han ciu pucat mendengar perkataan murid lembah seribu bunga, penyamarannya terbongkar.


"Nona !" keponakanku mempunyai kelebihan, dari kecil sudah terbiasa membaca gerak bibir, hanya dengan sekali lihat bisa mengetahui apa yang di bicarakan.


Xi xi xi.


"Pantas saja dia menggoyangkan tangan, mengerti rupanya,"


"Ka mi ba yar"


Han ciu tetap mengoyangkan kedua tangannya, lalu pemuda itu mendekati Kim ho, mengambil tangan Kim ho kemudian menulis dengan jari di telapak Kim ho.


"Nona ponakan ku tak mau menjadi busu, karna ia tak bisa ilmu kepandaian, dari kecil ia ingin hebat seperti pendekar pendekar ternama tapi apa daya, tak ada yang mau mengajarnya karna bisu dan tuli.


Xi xi xi.


Paman aku semakin tertarik dengan keponakanmu, bagaimana jika aku yang akan mengajari ia kepandaian, pokok nya aku jamin dia aka semakin pintar dan ingin belajar terus,


apalagi jika ponakanmu masih perjaka.


Gadis itu lalu mengerlingkan matanya ke arah Han ciu yang wajahnya sudah merah.


Sementara itu di dalam kamar pemilik kapal, pria gemuk yang wajahnya masih meringis menahan sakit di kaki membuka jendela, sambil melihat ke arah Han ciu dan paman yang telah menginjak kakinya.


Hmm !


Saking takutnya aku sebut mereka wanita beracun, sampai sampai bocah tengik itu pura pura bisu dan tuli, sambil menutupi mulut, pria gemuk itu tertawa dalam hati melihat Han ciu sudah mulai di tarik sana dan sini.


Han ciu, walau dingin terhadap wanita, tapi ia juga pemuda normal, bau gincu dan wewangian belum lagi pakaian yang di pakai kelima gadis itu yang banyak terbuka, mulai membuat kepala Han ciu pusing dan wajah merah karna jengah.


Han ciu mencekal tangan gadis yang tadi bilang ingin mengajarkan kepandaian, karna tangan gadis itu mulai bergerak ke tempat tempat yang bikin Han ciu panas dingin.

__ADS_1


Han ciu memberi isyarat kepada Kim ho untuk tidak melakukan tindakan.


Lalu Han ciu menulis kembali di tangan Kim ho.


Kim ho langsung melihat ke arah Cengcu seperti tak mengerti apa maksud dari sang Cengcu menulis seperti itu.


Setelah mengangguk dan menarik nafas, Kim mo lalu berkata kepada pemimpin dari kelima gadis itu.


Nona, ponakanku bersedia menjadi pelayan kalian di kapal ini, tapi hanya sampai di kota Nan, setelah sampai kota Nan kami akan menemui kerabat kami, lalu bekerja kembali dengan nona jika masih di butuhkan.


Gadis yang tadi tangannya sangat bernafsu, langsung menarik tangan Han ciu.


"Kakak terima dia jadi pelayan !" aku membutuhkannya untuk membereskan barang barang kita yang berantakan.


Han ciu terpaksa berjalan mengikuti gadis yang tengah menarik tangannya dan masuk kedalam kamar.


Ketika sampai kamar yang terdapat di kapal dan telah di sewa oleh kelima gadis lembah seribu bunga, Han ciu langsung di dorong oleh gadis itu sambil tertawa genit.


Xi xi xi.


"Aku sudah beberapa hari tak bisa bercinta, di dalam kapal tak ada lelaki yang bisa membangkitkan birahiku, tapi melihatmu yang kumuh dan dekil, entah kenapa aku sangat tertarik"


Han ciu mendengar gadis itu bicara, menggoyangkan kedua tangan.


"Kau jangan menolak, kau bekerja seumur hidup jika ingin menikmati gadis cantik sepertiku tak akan bisa, jadi jangan kau sia siakan kesempatan ini." Setelah berkata kemudian gadis dari lembah seribu bunga mulai membuka baju atas satu persatu.


Han ciu makin terkejut melihat tingkah memalukan gadis dari lembah seribu bunga.


Jika terpaksa aku akan meringkus gadis ini, tapi aku tak tahu tujuan murid dari lembah seribu bunga datang ke kota Nan, tak mungkin mereka datang tak ada tujuan.


Di samping kamar kelima gadis dari lembah seribu bunga juga terdapat kamar yang sudah di sewa oleh 2 orang gadis, mereka mendengar suara ribut dan berisik dari kamar sebelah.


Gadis cantik jelita penghuni kamar sebelah, mendengar perkataan memalukan dari gadis lembah seribu bunga.


Hmm !


Sungguh memuakan, dasar orang orang tak tahu malu, dengus gadis cantik jelita yang bermata teduh itu.


Dari perkataan, sekarang berubah menjadi desahan desahan dan semakin membuat wajah gadis cantik itu merah karna jengah dan gusar.


Gadis cantik jelita yang berpakaian lumayan mewah lalu berdiri di depan dinding kayu yang menjadi penghalang antara kamar mereka.


Gadis jelita berpakaian mewah itu lalu menghantamkan kedua tangannya ke arah papan, sementara gadis yang berpakaian biasa langsung ke sisi.


Braak,..Braak !


Papan kayu yang jadi penghalang kamar mereka Hancur terkena 2 kali hantaman gadis jelita itu.


Gadis jelita itu wajahnya langsung merah melihat gadis dari lembah seribu bunga yang tubuh bagian atasnya sudah tak memakai baju, sedangkan bagian bawah hanya tersisa pakaian dalam yang tipis.


Dan ketika gadis jelita itu melihat ke arah lelaki yang berada di depan gadis lembah seribu bunga.


Gadis cantik itu langsung mundur selangkah, menatap tak percaya.


Sementara, lelaki yang di lihat gadis itu adalah Han ciu, dan Han ciu juga terkejut.

__ADS_1


Sambil menatap gadis itu yang mundur selangkah.


Sa sie hwa


__ADS_2