Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 119 Sampai Di Kota utara.


__ADS_3

Setelah sekitar kota Xue semua berhasil di bersihkan oleh prajurit, bekerja sama dengan para penduduk.


Malamnya mereka berpesta pora, Xue Yang naik kembali menjadi gubernur kota Xue.


Para penduduk senang dengan kembalinya gubernur Xue Yang, karna Xue Yang seorang pemimpin yang baik, yang mau memperhatikan penduduk.


"Cengcu," kami warga kota Xue mengucapkan banyak terima kasih, karna Cengcu telah membebaskan kota kami, sebagai rasa terima kasih dan memang sudah di rencanakan, kami akan begabung dengan tuan Liu Bang.


Segenap prajurit dan penduduk yang merayakan pesta, teriak kencang.


"Hidup tuan Liu Bang" .. "Hidup tuan Liu Bang"


Teriakan gegap gempita dari para prajurit dan para penduduk, membuat suasana semakin ramai serta meriah.


Han Ciu tersenyum, melihat dan mendengar sorak sorai para penduduk yang bersuka cita.


Sin ko melahap makanan makanan yang menurutnya lezat, serta arak terbaik.


Xue Hwa yang kembali ceria, bercanda canda dengan Racun cilik serta Zhain Li Er.


Han Ciu, Kai Sek serta Xue Yang tampak asik bercakap cakap sambil minum arak.


"Kemana tujuan Cengcu setelah selesai urusan di kota Xue ?"


"Kami akan singgah di kota kota sampai kota Yuyang." ucap Han Ciu.


Kai Sek mengangguk, "lumayan jauh perjalanan yang akan Cengcu tempuh, jika membutuhkan sesuatu, di kota yang terdapat cabang pengemis tongkat hitam, cengcu katakan saja, mereka pasti akan membantu.


Cengcu juga harus berhati hati, karena Yuyang adalah daerah utara, asal dari golok api dan Musang utara.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Kai Sek.


Han Ciu tak mau memberitahu bahwa tujuan sebenarnya adalah kota Liaoxi, karna perjalanan mencari pedang tulang naga adalah perjalanan rahasia.


Mengenai hadiah yang di janjikan gubernur Xue Yang, Han Ciu hanya menyuruh gubernur Xue untuk membangun kota Xue menjadi makmur kembali, Han Ciu hanya berpesan, jika nanti penginapan bunga naga akan berdiri di kota Xue, gubernur Xue Yang harus membantu.


Xue Yang menyanggupi permintaan Han Ciu.


Mereka bertiga bercakap cakap hingga larut malam, kemudian kembali ke kamar masing masing dalam keadaan mabuk berat.


Hmm !


"Aneh," ucap Zhain Li Er, "kenapa jika giliran aku selalu saja jika tidah lelah, pasti mabuk, tapi jika giliranmu, selalu segar.

__ADS_1


Cici Li Er, sesuai kesepakatan.


"Adik Zee, kita kan hanya berdua saja, bagaimana jika tidak pakai jadwal, siapa yang mau, tinggal "ehem."


"Iih, Cici janga suka mengada ada, jika cici dan aku mau, tapi kakak Han belum tentu mau." Li Er diam mendengar perkataan Racun cilik.


Tapi tak lama kemudian gadis itu tersenyum kembali, "kau punya tidak obat yang bisa bikin dia mau melakukannya," Li Er berkata sambil mengedipkan mata kepada Racun cilik.


Cis !


"Makin kesini bukan tambah benar malah makin parah," ucap Racun cilik.


Ke esokan hari, Kai Sek berpamitan kepada Han Ciu, Kai Sek juga menawarkan Hek kay untuk membantu, tetapi Han Ciu menolak dengan Halus, Han Ciu bersama kedua selirnya ingin bersama, hanya Sin Ko yang di butuhkan sebagai pemandu dalam perjalanan.


Kai Sek mengerti, pasangan muda yang romantis, jika Hek Kay ikut, hanya akan mengganggu mereka.


Kai Sek menyuruh Hek Kay berdiam sementara di kota Xue, jika keadaan sudah tenang, tidak ada lagi balasan dari pihak Xiang Yu.


Hek Kay bebas kemanapun dia pergi.


Han Ciu tinggal beberapa hari di kota Xue, untuk memulihkan tenaga serta mempersiapkan sesuatu yang mereka perlukan.


Setelah semua siap, Han Ciu pamit kepada gubernur Xue Yang, Xue Hwa serta Hek Kay, mereka akan melanjutkan perjalanan jauh ke kota Yuyang, melalui kota kota kecil dan besar untuk melihat keadaan, serta peta kekuatan milik Xiang Yu, melalui gubernur kota yang ia singgahi.


Tapi rasa kekeluargaan antara mereka tetap terjaga baik.


Han Ciu memacu kuda, dan bergerak kearah Yuyang melalui Jibei, Linzi dan istirahat di kota Guangyang.


Han Ciu, selalu mengamati situasi kota kota yang ia lewati, ternyata perjalanan yang di pikir akan sebentar ternyata memakan waktu lama.


Jika kota yang di pimpin gubernur anak buah Xiang Yu sejahtera, Han Ciu tak mau mengganggu, tapi jika penguasa Lalim, pasti di labrak oleh Han Ciu, walaupun harus melakukannya secara diam diam.


Tanpa di sadari oleh mereka, nama pendekar Naga hitam semakin terkenal dan jadi bahan perbincangan orang dunia persilatan, seorang pemuda tampan, yang mempunyai penginapan bunga naga serta Cengcu dari perkampungan selaksa pedang sering mengacak ngacak kota kota yang ia singggahi.


Banyak kabar simpang siur yang di sebarkan dari mulut kemulut, bahwa naga hitam selalu bersama 4 orang selir selirnya yang cantik, juga terkenal akan kekejamannya, banyak juga rumor rumor yang beredar tanpa di teliti dulu kebenaran dari berita tersebut.


Orang orang hanya tahu nama Naga hitam dan 4 selir, tapi hanya segelintir saja yang tahu wajah dari Naga hitam dan siapa saja nama 4 selir.


Perjalanan yang sangat melelahkan, setelah mereka istirahat di Guangyang selama 2 hari, lalu rombongan Han Ciu melanjutkan perjalanan kembali, akhirnya mereka sampai juga di Yuyang.


Yuyang berdekatan dengan, Youbeiping, Guangyang dan Shanggu.


Kota Yuyang juga berbatasan langsung dengan gurun, jalan pintas menuju kota Liaoxi.

__ADS_1


Banyak suku suku yang berdiam di gurun pasir, datang ke kota hanya untuk membeli perbekalan.


Sehingga kota Yuyang banyak bermacam orang dengan ciri khas pakaian mereka.


Han Ciu, Zhain Li Er, Racun cilik serta Sin Ko yang sudah kelelahan.


Walau mereka memakai caping untuk menghindari panas dan debu, tapi wajah mereka tetap penuh dengan debu.


Ke empat ekor kuda berjalan pelan, banyak yang melihat ke arah mereka, begitu pula Selain Sin Ko, Han Ciu melihat berbagai macam pakaian yang di gunakan oleh orang orang yang berada di kota Yuyang.


Sin Ko, turun dari kuda ketika sampai di tengah kota.


Di depan sebuah penginapan besar, Sin Ko masuk untuk memesan kamar, setelah terlebih dahulu memesan makanan dan arak.


Han Ciu, Zhain Li Er serta Racun cilik melepas caping mereka.


Musim kemarau telah mulai, angin kencang serta panas mulai terasa oleh para penduduk.


Han Ciu langsung menyambar guci arak yang tersedia di meja.


Gluk Gluk Gluk


Setelah puas minum, Han Ciu serta yang lain menyantap hidangan yang telah di sediakan, pemandangan seperti yang terlihat tak mengejutkan orang orang yang sedang berada di rumah makan yang juga sekaligus tempat penginapan.


Han Ciu serta yang lain tak peduli walau mereka menjadi pusat perhatian, tapi orang yang memperhatikan Han Ciu bukan karna mereka menyantap makanan seperti orang kelaparan.


Tapi karena melihat di punggung Han Ciu, terselip sebuah golok panjang, golok api yang di gunakan oleh Cu Tayin.


Saat tengah bersantap, tiba tiba meja mereka di datangi oleh dua orang kakek berpakaian hitam.


"Maaf tuan, apa boleh kami bertanya sesuatu ?"


Han Ciu mengerutkan kening, mendengar perkataan kedua kakek berpakaian hitam dan tak menjawab.


Salah seorang kakek itu bertanya kembali.


"Apa yang di punggung tuan adalah golok api ?"


Han Ciu meletakan guci arak yang hendak ia minum, kemudian menatap ke arah kedua kakek berpakaian hitam itu.


"Kalau benar golok api, kalian mau apa ?" ucap Han Ciu sambil menatap tajam.


"Jika benar !" kau adalah musuh kami,"

__ADS_1


__ADS_2