
Han Ciu masih mengelus elus kepala Fang Ji, entah mengapa Han Ciu kepada Srigala besar dengan bulu berwarna abu dan bermata kebiruan itu merasa sayang, apalagi setelah melihat kesetiaan Srigala itu kepada kakek yang telah merawat serta melatihnya.
Han Ciu yang mengelus kepala Fang Ji di balas oleh gesekan kepala Fang Ji, Srigala itu tampaknya juga sudah mulai menyukai majikan barunya.
Racun Cilik serta Zhain Li Er menghampiri Fang Ji kemudian mengelus elus tubuh Srigala itu.
Fang Ji seperti sangat menikmati kebersamaan dengan majikan barunya.
Han Ciu di bantu oleh Talaba, iblis biru serta Sin Ko membuat lobang besar kemudian menguburkan kakek Srigala bersama dengan srigala srigala yang tewas di dalam satu lobang,
Setelah memberi penghormatan, Han Ciu bersama rombongan melanjutkan perjalanan.
Sambil berjalan perlahan, Han Ciu bercakap cakap dengan lblis biru.
"Paman !" tadi kakek Srigala berkata kepadaku agar berhati hati terhadap sekte Gagak hitam, apa paman sudah mendengar tentang sekte Gagak hitam yang di maksud oleh sang kakek ?" tanya Han Ciu.
"Aku belum pernah mendengar tentang sekte Gagak hitam, tapi dahulu ada seorang tokoh golongan sesat yang bergelar Siluman Gagak.
Tetapi setahu aku Siluman Gagak sudah lama tak terdengar lagi kabarnya." Ucap Iblis biru.
"Siluman Gagak, apa ada kaitannya nama itu dengan sekte Gagak hitam yang di sebut oleh kakek Srigala ?" tanya Han Ciu.
"Aku tak bisa memastikan ke arah sana, karna siluman Gagak yang dimaksud oleh ku, berasal dari daerah Yunzhong, sedangkan letak Yunzhong sangat jauh dengan daerah ini, bagaimana menyimpulkan mereka ada keterkaitan sebelum melihat sendiri," lblis biru menjawab pertanyaan Han Ciu.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan lblis biru.
Tak terasa perjalanan mereka semakin lama semakin cepat dan perjalanan semakin masuk jauh ke dalam hutan hitam.
ketika tengah asik berjalan Talaba langsung berhenti saat Fang Ji berhenti dan terdengar suara geraman dari mulut Srigala itu.
Rombongan langsung berhenti setelah mendengar suara dari mulut Fang Ji.
Talaba memegang busur serta memasang anak panah, ia tahu insting atau perasaan seekor Srigala sangat peka terhadap bahaya yang mengancam.
Iblis biru mendengus saat melihat 2 orang kakek berpakaian hitam sambil memegang arit bergagang panjang layaknya 2 orang pencabut nyawa berdiri di jalan yang akan di lalui oleh mereka.
Han Ciu maju ke depan bersama Iblis biru, sementara Zhain Li Er serta Racun cilik bersiap sedia melindungi Talaba dan Sin Ko.
"Maaf jika kami mengganggu wilayah tuan, apa rombongan kami di perbolehkan lewat ?" ucap Han Ciu sambil memberi hormat kepada kedua kakek berpakaian hitam yang berada di jalan yang akan mereka lewati.
Hmm !
"Mulutmu manis anak muda, tapi melihat Fang Ji berada di sisimu, sepertinya kau sudah membunuh Kakek Srigala." ucap salah seorang kakek berpakaian hitam itu.
Han Ciu mengerutkan kening mendengar perkataan Kakek itu.
"Apa tuan berdua adalah orang dari perkumpulan sekte Gagak hitam ?" Han Ciu bertanya sambil menatap tajam ke arah kedua kakek itu.
Salah seorang kakek yang berwajah hitam mendengus setelah mendengar perkataan Han Ciu.
"Rupanya si kurus itu sudah cerita banyak kepadamu, pantas saja binatang peliharaannya menurut sekali padamu, dasar pengkhianat." kakek berwajah hitam berkata ketus kepada Han Ciu.
Wajah Han Ciu berubah kelam mendengar perkataan kakek berwajah hitam.
"Tuan !" Kakek Srigala tewas dalam tugas menjaga wilayahnya.
"Memang dia memberikan peliharaannya padaku, tetapi itu bukan karna dia berkhianat, melainkan tak tega meninggalkan sahabatnya, lalu menitipkan Fang Ji kepadaku." Han ciu berkata.
Ha Ha Ha.
"Kau pikir aku percaya dengan perkataanmu itu ?"
Phuuuih !
"Asal kau tahu, jika sudah ber urusan dengan sekte Gagak hitam, walaupun kau sudah menjadi bangkai, mayatmu akan tetap kami makan," ucap kakek berwajah hitam sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.
"Ancaman dari sekte Gagak hitam bikin bulu kuduk merinding." Han Ciu berkata sambil menyeringai, "tapi ancaman mu tak beguna buat ku,
"Kalian di sekte Gagak hitam berposisi sebagai apa ?" Han Ciu bertanya.
"Kau belum pantas mengetahui siapa kami." Jawab kakek berwajah hitam.
Mendengar perkataan kakek berwajah hitam, wajah Han Ciu berubah kelam.
lblis biru apalagi, hatinya sudah sangat kesal.
Tanpa menunggu Han Ciu bicara, kakek yang mempunyai mata berwarna kebiruan itu langsung bergerak, kedua telapak tangan ikut berubah menjadi biru menyerang kearah kedua orang kakek itu sambil berkata kepada Han Ciu.
__ADS_1
"Biar tua melawan tua, kau berjaga saja"
Melihat gerakan lblis biru yang sangat cepat, kedua kakek berpakaian hitam terkejut, keduanya merentangkan tangan, lalu terlihat sebuah pakaian khusus seperti terdapat sayap ketika tangan mereka terbuka, tubuh keduanya lalu melesat seperti terbang ke atas menghindari serangan lblis biru.
Melihat kedua kakek itu melesat ke atas, Iblis biru mengejar mereka ikut melesat keatas, tangan kanan lblis biru menebas.
Sreeet !
Sebuah hawa tenaga dalam kebiruan melesat ke arah keduanya.
Kedua kakek berpakaian hitam terkejut, saat melihat hawa tenaga dalam dari lblis biru, apalagi saat merasakan hawa di sekitar mereka berubah menjadi sangat dingin.
Blaaar !
Kedua kakek itu bergerak ke kiri serta ke kanan menghindari serangan, pukulan titik beku menghantam sebuah pohon ketika tak menemui sasaran, batang pohon berubah perlahan menjadi putih kebiruan daun daunnya menjadi seperti lempengan es tipis.
Wajah kedua kakek itu terkesiap melihat pohon yang terkena hantaman pukulan lblis biru.
Keduanya kini tampak lebih berhati hati menghadapi iblis biru setelah melihat pukulan musuhnya.
Kedua kakek itu bergerak ke arah tempat yang lebih luas.
Dari tempatnya berdiri, Han Ciu menatap dan terus memperhatikan pergerakan dari kedua kakek yang sedang bertempur melawan lblis biru.
Gerakan kedua kakek berpakaian hitam cepat saat menghindar, lalu keduanya dari arah berlawanan menyambar kearah Iblis biru.
Senjata semodel arit bergagang panjang satu menyabet ke arah kaki dan satu lagi menyabet ke arah kepala, angin sabetan dari kedua senjata terlebih dahulu menyerang Iblis biru.
Iblis biru tak ada pilihan selain mundur menghindari serangan kedua arit yang mengarah tubuh bagian bawah dan atas.
Setelah mundur, Iblis biru bergerak kesamping
Lalu kakinya melayang kearah kepala salah seorang kakek hitam yang menyerang tubuh bagian bawah.
Melihat kawannya di serang, kakek berwajah hitam menyabet arit panjang berusaha mengait kepala Iblis biru, senjata yang bentuknya panjang memudahkan musuh lblis biru menyerang dari kejauhan.
Iblis biru melihat arit yang berusaha mengait kepalanya tak jadi melayangkan tendangan, lblis biru menundukkan kepala, lalu tangannya menyusuri gagang arit yang panjang sambil telapaknya menghantam dengan pukulan angin es.
Kakek bermuka hitam terkejut ketika merasakan, angin yang berhembus kencang dan amat dingin menerpa tubuhnya.
Kakek muka hitam terkejut, wajahnya pucat dan berusaha mundur menghindari serangan lblis biru.
Sementara kawan yang berhasil diselamatkan, menghantamkan gagang senjatanya ke arah punggung Iblis biru.
Iblis biru ketika merasakan sambaran angin dari arah belakang, tanpa melihat tangan kiri menepak ke arah gagang senjata yang mengarah punggung.
Plaak !
Senjata arit panjang milik kakek berpakaian hitam bergetar, dan melenceng ke arah kiri, punggung iblis biru lolos dari serangan.
Tetapi serangan susulan yang akan di lakukan oleh Iblis biru jadi terhambat, melihat iblis biru agak kerepotan mengahadapi kedua kakek berpakaian hitam sambil membawa arit panjang.
Han Ciu mendengus melihat lblis biru agak kerepotan menghadapi sepasang arit panjang milik kedua kakek berpakaian hitam yang sangat kompak dalam bertahan maupun menyerang, belum lagi senjata panjang yang memang lebih menguntungkan lawan karna bisa menyerang dari jarak yang jauh.
Iblis biru mendengus, ia tahu kerepotan yang ia alami, memang dalah soal ilmu dan tenaga dalam ia lebih unggul, tapi musuh menang dari senjata serta kerja sama antar mereka.
Sinar hitam bergulung gulung dari senjata arit panjang yang di gunakan oleh kedua kakek berpakaian hitam terus menggulung tubuh lblis biru, sinar hitam dari bayangan senjata musuh serta sinar putih dan terkadang biru keluar dari tangan lblis biru menahan serangan kedua sepasang arit kakek berpakaian hitam.
Pertarungan semakin lama semakin cepat, lblis biru berusaha mendesak musuh dengan, ilmu yang ia miliki, titik beku serta angin es, tetapi musuh juga cerdik mereka berdua tak mau mendekati Iblis biru, karna pukulan pukulan musuhnya yang menimbulkan hawa dingin yang menusuk tulang.
Hmm !
Sepertinya kekesalan di hati paman harus di bangkitkan untuk segera membereskan kedua musuhnya.
Sambil melihat pertempuran Han Ciu sengaja berkata kencang kepada Fang Ji.
"Fang Ji jika kau mengerti ucapanku gelengkan kepala
Fang ji lalu menuruti perkataan Han ciu
Fang Ji gelengkan kepalanya sesuai dengan petunjuk Han Ciu.
Jika kau setuju, anggukan kepala sekali jika tidak anggukan kepala dua kali. apa kau mengerti ? ucap Han Ciu sambil menatap mata Fang Ji.
Fang ji anggukan kepalanya
Han Ciu tersenyum, ia tahu bahwa Fang Ji adalah Srigala yang sudah di latih oleh kakek Srigala dan sering ikut bertempur binatang itu juga paham akan maksud orang yang ajak ia bicara.
__ADS_1
Zhain Li Er, Racun cilik, Sin Ko serta Talaba mengerutkan kening, mereka tak mengerti akan sikap Han Ciu yang seperti mengajak Fang Ji bicara.
Sementara Sin Ko menatap heran.
Hmm !
"Kebanyakan selir otak ketua mulai rada gila," ucap Sin Ko dalam hati.
Han Ciu seperti tak peduli melihat tatapan mereka yang bingung melihatnya berbicara dengan binatang peliharaan yang baru ia dapat.
"Hai Fang Ji, apa menurutmu pertarungan ini masih lama ?" Han Ciu berkata kencang.
Fang ji anggukan kepalanya sambil seperti tengah mengamati pertempuran.
Fang ji menjawab pertanyaan Han Ciu.
Perkataan Han Ciu yang kencang di dengar oleh lblis biru yang sedang bertempur.
"Ah membosankan," ucap Han Ciu.
"Hai Fang Ji, apa menurutmu aku harus membantu biar pertempuran ini cepat selesai ?"
Fang ji anggukan kepala.
Fang Ji anggukan kepala sekali menjawab perkataan Han Ciu.
Han Ciu tersenyum mendengar dengusan Iblis biru yang mendengar perkataannya kepada Fang Ji.
Keparaaat .. Keparaaat .. Keparat
Dua tukang ngangon kerbau ini, bikin aku malu saja.
Bangsaaaat, bikin aku jadi bahan tertawaan saja, serangan serangan iblis biru mulai ganas.
Kedua kakek berpakaian hitam terkejut, tekanan terhadap mereka semakin hebat.
Kali ini Iblis biru seperti tak peduli dengan tubuhnya, ia tetus merangsek berusaha mendekat.
Permainan sepasang arit panjang mulai kacau. Saat salah satu arit mencoba menyabet pinggang, Iblis biru bergerak memutar lalu tangannya meraih gagang arit yang panjang.
Creep ...krrrrrrrrrk !
Iblis biru mengerahkan ilmu titik beku ke arah gagang arit yang panjang, gagang senjata kakek berpakaian hitam berubah putih dan tak lama kemudian hancur berkeping keping.
Trang !
Arit besar yang berada di ujung jatuh ke tanah. Saat masih terkejut melihat senjatanya hancur.
Iblis biru sudah berada di samping kakek yang senjatanya hancur.
Prak !
kepala kakek berpakaian hitam hancur terkena hantaman tangan lblis biru.
Kakek yang berwajah hitam terkejut, melihat kawannya tewas, kemudian menyabetkan aritnya ke arah leher lblis biru.
lblis biru menunduk lalu bangkit setelah serangan lewat, sambil menatap ke arah kakek berwajah hitam.
"Tatap mataku bangsaaat ?" teriak iblis biru.
Kakek berwajah hitam setelah menatap mata lblis biru, langsung diam ketika dari mata lblis biru keluar sinar seperti menembus ke arah matanya.
ilmu yang jarang ia gunakan, tatapan lblis es telah ia keluarkan, otak kakek berwajah hitam seperti beku semua anggota tubuhnya tak bisa di gerakan.
Iblis biru melangkah pelan ke arah musuhnya lalu tinjunya langsung dihantamkan ke arah kepala.
Praaaak !
Tubuh kakek berwajah hitam langsung ambruk ke tanah saat kepalanya hancur di tinju oleh lblis biru.
Han Ciu terkejut melihat ilmu yang baru di gunakan oleh lblis biru lewat sinar matanya.
Iblis biru setelah menghabisi musuh musuhnya berjalan kembali ke tempat Han Ciu.
Dari kejauhan kakek itu berkata kencang, "siapa lagi yang ingin saling tatap denganku ?" ucap lblis biru gusar sambil berjalan.
Wajahnya tambah gusar ketika melihat Fang ji anggukan kepala dua kali.
__ADS_1