
Suara sorak pasukan yang berada di bawah pimpinan Tongki terdengar, setelah melihat pemimpin mereka keluar sebagai pemenang, sementara itu prajurit bintang timur yang di bawah pimpinan Mi Chu, perlahan mulai mundur ketika melihat pemimpin mereka tewas, tapi mereka juga mulai terdesak dari selatan oleh rombongan Zhain Li Er yang mulai menyerang mendekati Tongki.
Pasukan jendral Shen Long mulai kocar kacir, di hadang dari 4 bagian tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti.
“Ternyata pasukan musuh lebih mengenal tempat dan daerah ini, tak ada jalan lain selain bertempur sampai titik darah penghabisan,” batin Shen Long, melihat anak buahnya kocar kacir.
“Bagaimana jendral Shen ? Walau pasukanmu berjumlah 2 kali lipat dibandingkan pasukanku, tetapi tempatmu sendiri yang telah membuat pasukanmu celaka,” ucap Han Ciu.
Shen Long tak menjawab perkataan Han Ciu, ia dan Mi Kun masih fokus berusaha untuk merobohkan Han Ciu.
Shen Long menyerang dari jarak jauh dengan tombaknya, sementara Mi Kun bertempur dari jarak dekat, karena Mi Kun tidak terbiasa memakai senjata.
Mi Kun menyerang dengan ganas, dan selalu memilih tempat² mematikan di tubuh Han Ciu.
Shen Long selalu menyerang sambil menjaga jarak dan membantu Mi Kun jika terdesak.
Pertarungan mereka mulai di jauhi oleh prajurit dari kedua belah pihak, karena angin yang di timbulkan oleh hawa tenaga dalam mereka bertiga bisa membuat kulit seperti di iris pisau, sehingga kedua pasukan menjauhi pertempuran.
Mi Kun menyerang dengan sangat bernafsu sekali, karena ia merasa malu terhadap Shen Long yang belum bisa merobohkan Han Ciu, malah ia telah di permalukan oleh pemuda itu, dengan sebuah tamparan di punggung.
Telapak Mi Kun yang berwarna hitam menyambar ke arah dada Han Ciu.
Tapi Han Ciu dengan santai berhasil menghindari serangan Mi Kun, lalu pedang tulang naga menangkis tombak Shen Long yang menusuk ke arah bahu.
Trank !
Tombak terlempar setelah terkena hantaman pedang.
Han Ciu setelah berhasil menangkis, tangan yang memegang pedang mengibas, puluhan pedang hampa melesat ke arah Shen Long.
Whut....Whut !
Shen Long memutar tombak, melihat puluhan hawa pedang menyerang.
Trang....Tring !
Puluhan pedang hampa terpental tak bisa menembus putaran tombak Shen Long.
Tubuh Mi Kun berputar sambil berjongkok, kemudian kaki kanan Mi Kun menyabet ke arah kaki Han Ciu.
Han Ciu loncat ke belakang, sambil tangan kanan yang memegang pedang menyambar ke arah kaki Mi Kun.
Mi Kun menarik kaki, lalu dengan bertumpu dengan kaki kiri, kakek tua itu melesat, telapak kanannya menyambar ke alah kepala Han Ciu.
Han Ciu menarik kepalanya ke belakang menghindari hantaman Mi Kun.
Shen Long melihat pengawalnya terus mencecar Han Ciu, ia tak tinggal diam. Tombaknya melesat ke arah pinggang, berusaha menusuk dari samping.
Shing !
Merasakan angin dingin bergerak cepat ke arah pinggang, Han Ciu berputar menghindari serangan tombak Shen Long, kemudian tangan kirinya mengibas dengan jurus dewa angin melihat Mi Kun melesat menyerang.
Whut !
Di saat bersamaan, Mi Kun juga mendorong kedua tangan ke arah Han Ciu.
Blam !
Kedua pukulan bertemu, tubuh Mi Kun terhuyung dua langkah ke belakang, dari mulutnya menyembur darah segar karna kalah tenaga dalam dengan Han Ciu.
Han Ciu yang merasa sudah cukup bermain – main, melesat sambil pedang tulang naga menyambar ke arah tubuh Mi Kun.
Trang !
Tombak Shen Long lagi – lagi menyelamatkan Mi Kun dari serangan Han Ciu.
__ADS_1
Sebelum pedang Han Ciu sampai, tombak Shen Long menangkis serangan Han Ciu.
Han Ciu setelah pedangnya di tangkis, ganti berbalik menyerang Shen Long.
Shen Long berusaha mundur melihat Han Ciu melesat menyerangnya.
Jika sampai Han Ciu berhasil menyerang dari jarak dekat, akan repot untuk Shen Long menghadapi pemuda itu, karena tombak yang di pakai Shen Long lebih panjang daripada pedang, sehingga akan menyulitkannya menyerang Han Ciu.
Ketiga orang itu terus bertempur, sementara pasukan Han Ciu terus mendesak dari berbagai jalur, apalagi setelah Tongki berhasil membunuh Mi Chu, dari timur di bantu oleh Dewi kipas terus mendesak.
Asap tipis berwarna hitam, dan kabut dingin mulai menyelimuti pertempuran Shen Long, Mi Kun serta Han Ciu.
Han Ciu mulai serius dan tidak memperlambat tempo pertempuran, setelah melihat anak buahnya berhasil mendesak pasukan bintang timur yang di pimpin Shen Long.
Han Ciu berusaha mendesak Shen Long agar bisa mendekati Mi Kun
Pertempuran terus terjadi, kali ini semakin sengit, debu mulai beterbangan di sekitar mereka.
Han Ciu memutar pedang tulang naga.
Menahan serangan tombak serta pukulan telapak Mi Kun.
Jurus selaksa pedang mulai di mainkan Han Ciu untuk menghadapi keduanya.
Whut !
Telapak Mi Kun berputar, sambil memutar tubuh ke kiri, saat melihat pedang putih musuh mengincar bahu kanannya, tapi kali ini Mi Kun tertipu, pedang tulang naga yang menyerang bahu hannyalah bayangan saja, sementara pedang yang asli bergerak menyambar pinggang Mi Kun.
Sret !
Wajah Mi Kun pucat, ketika merasakan kelebatan sinar putih dekat pinggangnya.
Dan secara refleks tangan Mi Kun bergerak memegang pinggang kiri yang terasa nyeri.
Han Ciu setelah berhasil melukai pinggang Mi Kun.
Pedangnya bergerak kembali, kali ini leher Mi Kun yang menjadi sasaran.
Mi Kun mundur 2 langkah menghindari serangan Han Ciu, tangan kanannya mendorong, serangkum angin hitam berbau busuk melesat ke arah Han Ciu.
Tapi jurus pukulan dewa angin membuyarkan serangan telapak kanan Mi Kun.
Blar !
Shen Long sambil berputar melesat ke arah Han Ciu dengan tombak lurus ke arah dada, saat melihat Mi Kun beradu pukulan dengan Han Ciu.
Mi Kun yang tak kuat menahan tenaga dalam Han Ciu, tubuhnya terlempar akibat beradunya pukulan, darah semakin banyak keluar dari pinggang yang terkena sabetan.
Pedang Han Ciu menghantam tombak Shen Long, membuat serangan tombak Shen Long melenceng dari sasaran.
Shen Long mengayunkan tombaknya ke arah leher, tapi Han Ciu dengan jurus 10 langkah naga langit, bergerak sangat cepat, lalu menebas ke arah batang tombak.
Trak !
Tombak Shen Long putus menjadi dua ketika batang tombak terkena hantaman pedang tulang naga.
Tangan kanan dengan masih memegang tombak yang bermata, lalu tangan kiri melemparkan patahan tombak ke arah kepala Han Ciu.
Shing !
Patahan tombak melesat dari jarak dekat menuju kepala Han Ciu.
Han Ciu kepalanya sedikit bergerak ke kiri dan patahan tombak lewat di dekat kepalanya.
Tapi dari belakang Mi Kun yang baru bangkit langsung menghantamkan tangan kananya ke punggung Han Ciu.
__ADS_1
Tahu dirinya di bokong, Han Ciu berputar kemudian setelah berada dekat dengan Mi Kun, pedang tulang naga langsung menebas ke arah leher Mi Kun.
Crash !
Kepala Mi Kun jatuh, tak lama kemudian tubuhnya ikut jatuh ke tanah, Mi Kun tewas dengan kepala terpisah.
“Gila ! Apa di punggungnya ada sepasang mata,” batin Shen Long sambil bergidik ngeri melihat tubuh pengawalnya yang sudah tanpa kepala.
Nyali Shen Long sudah ciut, tapi bagi seorang petinggi harga diri adalah segalanya, daripada menyerah di depan anak buah, lebih baik mati,” pikir Shen Long.
Tombak yang sisa setengah semakin gencar menyerang.
Tapi hal itu tak merepotkan Han Ciu, menghadapi keroyokan mereka berdua masih mampu balas menyerang, apalagi kini Shen Long hanya sendiri melawan Han Ciu.
Dengan jurus selaksa pedang, dalam sebuah kesempatan, tombak Shen Long menusuk ke arah perut, tapi mata tombak di tepis oleh Han Ciu sehingga melenceng dari sasaran.
Setelah berhasil menepis tombak, bagian perut terbuka, Han Ciu langsung menusuk perut Shen Long.
Blesh !
Shen Long merasakan perutnya dingin, dan daerah sekitar tempatnya ditusuk, terasa beku, lalu menunduk dan melihat pedang yang menancap di perutnya sama sekali tak mengeluarkan darah.
Wajah Shen Long tersenyum.
“Lukaku akibat hawa dingin pedang Han Ciu sudah mengering,” batin Shen Long.
Tapi wajah Shen Long langsung pucat, saat hendak bergerak, tubuhnya diam tak mau menuruti perintahnya.
“Celaka ! Ternyata darah dan uratku mulai beku, jadi tak bisa bergerak,” batin Shen Long.
Ketika baru tersadar, Shen Long matanya berkilat saat melihat pedang berwarna putih melesat.
Pedang tulang naga membabat pinggang Shen Long tanpa sempat ia berkelit.
Crash !
Pinggang Shen Long putus terkena sabetan pedang tulang naga.
Tubuhnya langsung tersungkur.
Prajurit yang berada dekat di sekitar Shen Long langsung mundur, tak percaya bahwa pemimpin mereka tewas oleh seorang pemuda.
Tak lama kemudian suara sorak sorai anak buah Han Ciu menggelegar di dalam lembah.
Para prajurit bintang timur yang memang sudah putus asa dan pemimpin mereka tewas.
Langsung melemparkan senjata mereka kemudian duduk bersimpuh, tanda menyerah.
Hampir 200 orang anak buah Han Ciu tewas, sedangkan di pihak musuh kurang lebih hampir 300 orang tunduk menyerahkan diri.
Han Ciu menatap sekeliling lembah, mayat manusia dan ular berserakan didasar lembah.
"Lembah berdarah," batin Han Ciu
Han Ciu menoleh ketika mendengar namanya di sebut.
"Kak Han Kita berhasil," teriak Zhain Li Er serta Xiao Er sambil memegang tangan Han Ciu.
Han Ciu tersenyum lalu anggukan kepala, kemudian berkata.
“Adik berdua istirahat saja, sebab kita tak akan lama berdiam di sini."
Lanjut perkataan Han Ciu.
“karna sasaran berikutnya adalah kota Beidi”
__ADS_1