Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 181 Penyergapan kedua


__ADS_3

“Kenapa....kenapa nyonya membunuh orang itu ?” tanya Tongki, nada suaranya tampak gusar.


“Sudah kau jangan banyak bicara ! bayar dulu,” ucap Huang Zilin sambil terus menyodorkan tangannya.


“Sabar kenapa sih ! aku kan ingin bertanya dulu,” Tongki berkata ketika melihat Huang Zilin masih terus menyodorkan tangannya.


“Tanya belakangan saja, tapi bayar taruhan harus di dahulukan,” ucap Huang Zilin berkata sambil tangannya bergerak gerak minta uang taruhan yang di menangkan olehnya.


Phuih !


“Apa kau pikir aku akan kabur ? Ucap Tongki sambil memberikan 2 lembar uang kertas kepada Huang Zilin.


Han Ciu mengerutkan dahinya melihat kelakuan kedua kakek itu, tapi Han Ciu tak menegur mereka.


Nyonya, kenapa nyonya membunuh orang itu, kami sengaja tidak membunuhnya, atas perintah ketua,” ucap Tongki dengan nada kesal.


“Mengotori kapal saja,” ucap Zhain Li Er sambil mendengus.


Lanjut perkataan Zhain Li Er.


“Kau lihat ! yang di bawa kakek busuk ini otak di balik penghadang an kapal – kapal yang lewat sungai, jadi orang yang tadi kau tangkap bersama lblis petaruh hanya keroco.


“Mereka menyamarkan hal ini, biar orang lain tahu bahwa yang tadi aku tendang akan dianggap sebagai pemimpin, jika keadaan berbahaya, pemimpin sebenarnya yang akan melarikan diri, Zhain Li Er berkata sambil melotot ke arah Tongki.


“Nyonya sangat pintar,” Huang Zilin berkata sambil tersenyum lalu mengacungkan jempolnya.


Phuih !


“Itu karna kau sudah di bantu nyonya, makanya kau berkata seperti itu.


Yang pintar hanya mulut, sedangkan otaknya tidak,” batin Tongki.


“Apa benar yang di katakan oleh adik Li Er paman ?” tanya Han Ciu kepada lblis Biru.


“Menurut anak buah bajak sungai yang di kapal memang seperti yang di sampaikan oleh gadis kampret itu ketua,” lblis Biru membalas perkataan Li Er yang menyebutnya kakek busuk.


Cis !


“ Hai kakek busuk ! kau hanya tahu bunuh dan bunuh, kalau tidak aku tahan dan peringatkan, tawanan penting ini sudah kau habisi.” Zhain Li berkata membalas perkataan Iblis Biru.


“Biarkan saja dia mampuus toh masih ada orang yang tadi kami bawa kesini,” Tongki menimpali perkataan Zhain Li Er sambil bersungut sungut.


“Jadi kau tak suka, karena tawanan mu aku tendang ?” tanya Zhain Li Er sambil menatap Tongki.


Tongki diam tak menjawab.


Hmm !


“Sudah bicaranya ? Han Ciu berkata sambil menatap Zhain Li Er serta Tongki.


Keduanya langsung diam mendengar perkataan Han Ciu.


“Bawa masuk orang itu paman, Han Ciu berkata kepada Iblis Biru, sambil masuk ke dalam ruangan kapal tempat mereka berkumpul.


Iblis Biru membawa pria kurus itu mengikuti sang ketua, yang lain mengikuti masuk ke dalam karna mereka penasaran, informasi apa yang bisa di dapat dari pria kurus itu.


Pria paruh baya berbadan kurus, dengan baju mewah menatap ke arah Han Ciu dan orang yang ada di sekelilingnya.


Wajah pria itu terlihat sangat ketakutan, dengan kumis yang hanya ada di samping kiri dan kanan, jenggotnya yang lancip, serta rambut di gelung, kemudian di ikat dengan tali benang emas.


“Aku....Aku tidak tahu apa – apa tuan,” ucap Pria itu dengan wajah ketakutan.


“Siapa nama tuan ? Tanya Han Ciu sambil menatap ke arah pria paruh baya itu.


“Hamba....Hamba Bin Kwi tuan muda.” Pria itu menjawab pertanyaan Han Ciu.


“Apa tuan Bin Kwi, anak buah bajak sungai yang di sebut Siluman air ?” kembali Han Ciu bertanya.


Aku....Aku !


Tongki berdiri, lalu menggebrak meja.


Brak !


“Jawab perkataan ketua, jangan Cuma aku....aku saja, Tongki berkata sambil menatap tajam ke arah Bin Kwi.


“Saudara Tong tenang saja, biarkan dia bicara dulu,” ucap Huang Zilin sambil menepak nepak tangan Tongki.


“Cepat katakan,” Tongki kembali berkata kepada Bin Kwi tanpa memedulikan tepakkan tangan Huang Zilin.

__ADS_1


“Hamba belum pernah bertemu muka dengan Siluman air tuan.” Ucap Bin Kwi.


“Bohong” Tongki langsung membalas ketika mendengar ucapan Bin Kwi.


Hmm !


“Kau bisa diam tidak ? Tanya lblis Biru.


“Jika tidak bisa diam, kau akan kehilangan 300 tail perak sisa pinjaman dari Huang Zilin.” Lanjut perkataan Iblis Biru.


“Eh....Eh, kalian berdua ternyata taruhan, kenapa tidak ajak aku ?


“Saudara Tong, apa aku boleh ikut taruhan ? Huang Zilin terus bertanya.


Tongki menarik napas dalam – dalam kemudian duduk tak menjawab pertanyaan Huang Zilin.


“Ketua, silahkan tanya orang itu.”


“Kau lihat bukan paman itu, jika aku bilang bunuh, maka tuan Bin Kwi jangan harap bisa hidup sampai besok,


“Ketenangan kami terganggu, oleh para bajak sungai pimpinan Siluman air, kami akan membasmi semua bajak sungai, sehingga sungai ini menjadi aman kembali.”


Katakan saja tuan Bin Kwi.


“Hamba benar tidak tahu wajah ketua Siluman air tuan muda.


“Setiap bertemu, ketua selalu memakai penutup kepala, hanya terlihat mata, Hidung serta mulut.”


“Apa omonganmu bisa di percaya ?” tanya Han Ciu mendengar perkataan Bin Kwi.


Hamba berkata sungguh – sungguh tuan, belum pernah ada yang lihat wajah asli Siluman air.


Walaupun hamba di bunuh, soal itu tetap tidak berubah.


“Dimana markas Siluman air ?” Han Ciu kembali bertanya kepada Bin Kwi.


Markas utama kami tidak tahu,


“Kami selalu bertemu, dan mengambil catatan, kapal yang akan kami bajak di sebuah penginapan di kota Nan”


“Penginapan, dan di kota Nan katamu ?” tanya Han Ciu sambil mengerutkan dahinya.


Lanjut pertanyaan Han Ciu.


“Benar tuan muda, kami hanya menerima surat dari seorang kurir, penginapan itu bernama bunga naga


“Apa penginapan bunga naga, tak tahu tempatnya di gunakan oleh bajak sungai ?


“Aneh, kenapa sampai Sang Kui tidak mengetahui hal itu.” ucap Han Ciu.


Mendengar kata Sang Kui, Bin Kwi berkata heran


“Apa tuan muda kenal dengan saudara Sang ?” Bin Kwi balik bertanya kepada Han Ciu.


“Aku hanya tahu nama, tetapi tidak tahu wajah.” Ucap Han Ciu


“Tuan Sang Kui adalah pemilik penginapan bunga naga, kami memang menginap di sana sambil menunggu surat yang akan di antarkan oleh kurir


“Apa Sang Kui juga terlibat dengan bajak Siluman Air ? Tanya Han Ciu sambil memperhatikan wajah Bin Kwi.


Bin Kwi tampak menarik napas mendengar perkataan Han Ciu, tak lama kemudian ia menjawab.


“Hamba mengenal tuan Sang Kui, karna kami memang sering menginap di penginapan bunga naga di kota Nan.


“Ada tidaknya keterkaitan antara Sang Kui dengan Siluman air, aku tidak tahu tuan muda,” ucap Bin Kwi.


Ketika mereka sedang menanyai Bin Kwi.


Suara mendesing kencang terdengar dari sisi kiri kanan kapal yang sedang mereka tumpangi.


Shing....Shing....Krak....Krak !


Perahu terguncang, kemudian perahu yang sedang melaju seperti tertahan.


Han Ciu serta yang berada di dalam ruangan terkejut.


Han Ciu berdiri lalu menotok Bin Kwi sebelum keluar dari ruangan dalam kapal, untuk melihat apa yang terjadi.


Setelah berada di luar, melihat ke kiri kanan kapal, wajah Han Ciu tampak gusar.

__ADS_1


“Talaba, apa yang terjadi ?” tanya Han Ciu.


“Kita kembali di sergap tuan,” Talaba menjawab pertanyaan Han Ciu.


Ketika kapal melewati aliran sungai yang mulai menyempit dan di kiri kanan sungai terdapat hutan.


Dua Buah panah besar melesat, menancap di dinding kiri kanan kapal.


Panah besar menancap kemudian langsung mengait, buntut panah – panah besar itu tersambung dengan rantai kecil yang kuat dan tersambung dengan sebuah putaran roda.


Beberapa orang memutar tongkat pemutar tempat rantai berada.


Krek....krek !


Rantai yang tadinya kendor langsung menegang dan menahan laju kapal.


Semakin cepat orang yang memutar tuas tangkai pemutar, rantai semakin erat menahan kapal.


Di depan mereka tampak sebuah kapal, dengan seorang yang berdiri di depan.


Memakai pakaian putih, serta tutup kepala yang juga berwarna putih.


Lepaskan Bin Kwi, kemudian putar balik perahu kalian, aku akan menjamin kalian tidak akan di ganggu oleh anak buahku.


Hmm !


“Jadi kau yang berjuluk siluman air ?” tanya Han Ciu saat melihat orang yang memakai pakaian serta penutup kepala berwarna putih.


Ha Ha Ha.


“Benar tuan ! aku adalah siluman air. Kita tidak saling kenal, kenapa harus saling ganggu.”


“Tak saling ganggu katamu, apa kau tidak di beritahu oleh anak buahmu bahwa 2 kapal kalian tadi membajak kapal kami ? Han Ciu berkata.


“Kami minta maaf tuan, tapi tuan telah menewaskan mereka dan membawa kapal kami, jadi anggap saja kita sama di rugikan dan menyudahi perkara ini.” Siluman air membalas perkataan Han Ciu.


“Aku akan menantikan kabar baik dari tuan, ada urusan yang harus aku lakukan.


Maaf tak bisa menemani lebih lama lagi,” setelah berkata, Siluman air melesat pergi ke kapal yang berada paling depan lalu pergi.


Kini hanya tinggal seorang pria paruh baya berpakaian biru, sambil membawa kipas yang tadi berada di sisi Siluman air.


Setelah melihat ketuanya berangkat dengan kapal, pria paruh baya berpakaian biru yang membawa kipas kemudian berteriak kencang dengan menggunakan tenaga dalam.


“Aku hitung sampai 3, jika tak menyerah dan menyerahkan Bin Kwi, kami akan menenggelamkan kapal kalian.” Ucap Pria itu.


Satu !


Setelah menghitung, Pria itu tak lama kemudian melanjutkan hitungannya.


Dua !


“Saudara Tong, kita bertaruh ketua akan menyerah tidak ?” tanya Huang Zilin kepada Tongki.


Phuih !


“Dalam keadaan seperti ini kau masih saja ingin bertaruh,” ucap Tongki sambil menatap heran kepada Huang Zilin.


“Baik, jika kau memaksa, aku pilih ketua tidak akan menyerah, kita bertaruh 200 tail perak.”! Ucap Tongki.


Huang Zilin tampak berpikir mendengar perkataan Tongki.


Tiga !


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan pria yang membawa kipas.


Seraaaang !


Mendengar perkataan pria itu, Huang Zilin lalu berkata kepada Tongki.


"Maaf saudara Tong, taruhan sudah di tutup dan perjanjian batal," Huang Zilin berkata sambil tersenyum


Phuih !


Tongki mendengus kesal mendengar perkataan Huang Zilin.


“Jika aku mau menang, kau mundur dasar kakek licik,” batin Tongki sambil menatap tajam ke arah pria yang membawa kipas.


Saat ini Tongki butuh pelampiasan rasa kesal di hatinya, karna kehilangan 200 tail perak dalam sekejap.

__ADS_1


“Maju kalian”


__ADS_2