Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 72 Apa yang kau Tanam Itu Yang kau Tuai


__ADS_3

Wajah Zhain li er mendadak beringas mendengar perkataan, "Apa kau sudah gila ?"


"Coba apa yang tadi kau katakakan Sebut sekali lagi, aku ingin dengar !"


Iblis seribu wajah gelengkan kepala melihat cucu angkatnya, sementara Dewi angin tersenyum.


"Kau sebut sekali lagi anakku gila, jangan harap kau bisa keluar dari ruangan ini dengan utuh." ucap Dewi angin dalam hati.


Siluman lembah bunga terkejut melihat perubahan yang terjadi terhadap wajah gadis yang ia sebut gila, wajah gadis itu terlihat mengerikan.


Siluman lembah bunga tak berani menyebut gadis itu gila karna merasa ada yang tak beres dengan gadis yang berada di dekat pemuda berwajah bopeng yang mempunyai tompel di pipi.


Phuuuih !


"Memang benar pas, buruk rupa dan gadis gila." ucap Dewa tombak.


Zhain Li er meloloskan pedang dari punggung.


Lalu menatap tajam.


"Muka ular, kau siapkan peti mati untuk Kakek busuk itu.


Zhain li er mata menatap tajam ke arah Siluman lembah bunga, tapi pedangnya bergerak dengan sangat cepat ke arah samping dimana tadi Dewa tombak berkata.


Dewa tombak terkejut dan wajahnya pucat, ia tak menyangka gadis yang berada di depan Siluman lembah bunga, tiba tiba melesat dan sudah berada di depan dan menebas ke arah leher.


Whuut, traang !


Dewa tombak langsung menggerakan tombak dan menangkis Pedang angin, pedang pusaka milik Dewi angin yang sudah di berikan kepada Li er.


"Eh, kenapa kau tiba tiba menyerangku, dasar gadis gila," Dewa tombak berkata sambil lompat mundur, ia sangat kaget, karna ketika menangkis tangannya bergetar, itu tanda bahwa wanita muda ini mempunyai tenaga dalam yang tak jauh beda dengannya.


"Gila, gila, gila, kau yang gila."


Teriak Li er sambil menyabetkan pedang.


Angin menderu keluar dari Pedang angin milik Li er menyerang Dewa tombak.


Pedang angin adalah pedang yang tipis dan di bagian tengah terdapat lubang lubang dari yang besar hingga kecil di badan pedang, bisa mengeluarkan suara dan membuat angin dari badan pedang sehingga pedang tersebut di beri nama pedang angin.


Suara menderu terkadang mencicit ketika Zhain li er menyerang Dewa tombak.


Dewa tombak mundur sambil memutat mutar tombak pendek milik Kwe an, menangkis serangan Zhai li er.


Dewa tombak tak sulit menahan serangan pedang angin milik Li er, yang membuat hati Dewa tombak gentar adalah kecepatan gerak Li er, ketika bergerak gadis itu tiba tiba sudah berada di depan mata, tapi ilmu pedang Li er arah serangan masih bisa terbaca, dan Dewa tombak tanpa ragu langsung menangkis.


Semakin lama gerakan Li er semakin cepat,


Zhain li er dengan jurus bidadari angin, bergerak mengitari tubuh Dewa tombak membuat kakek itu sibuk menghindari serangan serangan dari berbagai arah yang di lancarkan oleh Zhain li er yang mengamuk menyerang membaabi buta.


Pedang angin menusuk dan menebas bagian bagian mematikan di tubuh Dewa tombak, tapi Dewa tombak masih bisa menangkis serangan serangan Li er.


Siluman lembah bunga melihat serangan serangan gadis itu hatinya bergidig, ia merasa jika ia yang di serang, belum tentu semua serangan serangan itu dapat ia hindari, Siluman lembah bunga bersyukur karna bukan ia yang di serang oleh gadis itu.


Han ciu yang melihat Zhain li er mengamuk tak mau jika Dewa tombak sampai di bunuh oleh gadis itu, karna Dewa tombak adalah orang yang telah membunuh Naga angin, orang yang ia panggil kakek.


"Li er, mundur !" Han ciu berkata ketika melihat Li er semakin gencar menyerang Dewa tombak.


Tapi gadis itu seperti tak mendengar perkataan Han ciu, masih terus menyerang Dewa tombak.


"Berhenti kataku !?"


Braaak !


Lantai penginapan yang keras dengan sekali hentakan hancur, debu langsung beterbangan di sekitar Han ciu.


Ruangan seperti bergetar akibat hentakan kaki Han ciu.


Zhan li er lompar ke arah Han ciu meninggalkan Dewa tombak.


Baju Dewa tombak, di bahu dan pinggang sobek terkena sayatan pedang angin Li er, tapi tak sampai mengenai kulit.


Melihat bajunya terkena dua sayatan pedang wajah Dewa tombak semakin kelam, sudah dua kali ia di permalukan dihadapan orang banyak.


"Kau mundur, biar aku yang mengabisi orang tua itu."


"Muka ayam, biar aku saja, akan ku potong potong tubuhnya untukmu."


"Mundur kataku !"

__ADS_1


Zhain li er melihat wajah Han ciu seperti gusar dan matanya tampak berkilat, tak berani banyak bicara, ia lalu berdiri di belakang Han ciu.


"Sebutkan kata kata terakhirmu !"


Dewa tombak tampak ragu mendengar perkataan Han ciu, dan melihat ke arah Xiang yu.


Han ciu melihat tatapan mata Dewa tombak.


"Tuan Xiang yu, dan semua tamu undangan mendengar perkataan Dewa tombak menantang Cengcu selaksa pedang, dan aku terima tantangannya."


"Silahkan Cengcu,"


Hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Xian yu, karna memang semua orang yang di ruangan mendengar perkataan Dewa tombak, yang menantang Cengcu perkampungan Selaksa pedang.


Han ciu menatap bengis.


Sepasang pedang pendek naga hitam ia silangkan di depan dada, lalu kedua pedang ia salurkan tenaga dalam jubah emas.


Kedua pedang ujungnya seperti bergerak memanjang, dan kedua pedang di selimuti hawa berwarna ke emasan.


Kedua pedang naga hitam panjangnya sudah sama dengan pedang panjang akibat hawa tenaga dalam yang di salurkan ke badan pedang.


Itulah permulaan dari jurus Dewa pedang tahap ke tiga, Sepasang pedang Dewa.


Dewa tombak menatap ragu ke arah Han ciu, apalagi setelah melihat jurus yang akan di gunakan.


Dewa tombak memutar mutar tombaknya di depan dada, semakin lama putarannya semakin kencang dan menimbulkan angin dingin.


Jurus putaran tombak langit di gunakan.


Han ciu mengibaskan 2 pedangnya kearah Dewa tombak, hawa tenaga dalam meluncur dengan cepat ke arah tubuh dewa tombak secara menyilang.


Blaaaam !


Dua hawa pedang tertahan oleh tameng kokoh yang berasal dari tombak yang berputar di depan dada Dewa tombak.


Han ciu tubuhnya lompat sambil melayang menyabetkan kedua pedang hitamnya


Kedua pedang menyambar, dan menebas badan Dewa tombak.


Trang trang !


Sriiing, sriiiing !


Satu tebasan ke arah pinggang satu tebasan ke arah kepala.


Dewa tombak menangkis serangan yang ke arah pinggang sambil menggeser badan, agar kepalanya terhindar dari tebasan Han ciu.


Traang !


Setelah menangkis, Dewa tombak lalu melemparkan tombaknya ke arah dada Han ciu dengan jurus tombak terbang, tapi Han ciu sudah tahu rahasia jurus tombak terbang.


Han ciu melesat kesamping dan membabat tali yang tersambung dengan tombak yang di pegang oleh Dewa tombak.


Sreeet...crrrring, traaaang.


Han ciu dari samping menebas tali, Dewa tombak berusaha menggeser tubuhnya menghindari Pedang yang menebas tali, tapi ujung hawa pedang Han ciu masih mengenai tali dan tombak langsung jatuh ke lantai.


Dewa tombak mundur selangkah melihat tombaknya jatuh, Kwe an dan Kwe hu sangat cemas melihat guru mereka dalam bahaya.


Han ciu memasukan pedang naga hitamnya.


Setelah pedangnya di simpan.


Tangan kanan Han ciu berubah merah, sementara tangan kiri seperti mendesis, debu debu menyingkir menjauhi telapak kiri Han ciu yang mengeluarkan angin.


Pukulan Dewa api dan Dewa angin sudah tersalur di kedua tangan Han ciu.


Wajah Han ciu menatap dingin ke arah Dewa tombak yang wajahnya sudah terlihat pucat, dan tak tahu harus berbuat apa.


Hiaaaaat !


Teriakan kencang terdengar dari mulut Han ciu ketika bergerak menyerang Dewa tombak.


Kedua telapak bergerak maju mundur dan siap mencari celah kelemahan tubuh Dewa tombak.


Dewa tombak mundur sambil menarik nafas kemudian mengebutkan tangannya, angin dingin berbentuk seperti tombak melesat menerjang ke arah tubuh Han ciu.


Telapak kanan Han ciu mendorong, sinar merah keluar menyambut pukulan Ilmu pukulan Tombak es yang di keluarkan oleh Dewa tombak.

__ADS_1


Blaaar,...sreeet !


Hawa tenaga dalam berbentuk tombak es, langsung dilibas dan terus menerjang ke arah Dewa tombak.


Ho liang terkejut ketika melihat sinar merah yang keluar dari tangan Han ciu menembus tombak es miliknya.


Dewa tombak bergulingan di lantai menghindari pukulan Dewa api Han ciu.


Tembok bangunan yang tak jauh di belakang Dewa tombak hancur terkena hantaman pukulan Han ciu.


Han ciu melihat Dewa tombak menghindari serangan dengan cara bergulingan.


Han ciu lompat dan menghantam dengan tangan kiri, angin menderu menyerang ke arah Dewa tombak.


Braak !


Lantai retak terkena hantaman Han ciu, sementara Dewa tombak melentingkan tubuh nya ke atas menghindari pukulan Han ciu.


Han ciu terus memburu, dengan jurus cakar naga hitam, kedua tangan menyambar.


Tangan kiri menyambar perut dan berhasil di tangkis.


Plaaak !


Tapi tangan Dewa tombak yang menangkis di cengkram oleh tangan kanan Han ciu, lalu Han ciu menarik dan membanting tubuh Dewa tombak ke lantai.


Bruuuuk !


Tubuh Dewa tombak yang sedang berada di atas langsung terhempas dan jatuh.


Sebelum Dewa tombak bangkit, Han ciu sudah berada di samping, tangan kanannya sampai dan mencengkram leher Dewa tombak.


Wajah Dewa tombak merah, mata melotot karna cengkraman di leher semakin lama semakin kencang.


Auuhhhggg !


Sambil mencengkram leher, Han ciu mendekatkan wajahnya ke wajah Dewa tombak dan berkata pelan.


Di lembah hitam, kau dulu membunuh kakek naga angin yang sedang menggendong seorang bocah, apa kau ingat ?


Wajah Dewa tombak pucat, dan teringat kembali akan kejadian puluhan tahun silam.


Ka, kaaau...!!


Kreeeeek...aaarggh !


Han ciu mencengkram lebih keras hingga tulang leher dewa tombak berderak.


"Kau tak usah bicara, dengarkan saja !"


Demi sebuah kitab pedang, kau sebagai tokoh golongan putih, dengan tidak tahu malu membokong orang dan menyerang anak kecil, akulah anak kecil yang jatuh ke jurang gara gara keserakahanmu.


Wajah Dewa tombak makin pucat, mendengar cerita Han ciu.


kaa, kaaaaau.


Tak usah banyak bicara, kini saatnya kau menuai apa yang telah kau tanam.


Han ciu berkata sambil menyeringai, wajah Han ciu tampak menyeramkan.


"Jangaaaan bunuh guruku !"


Terdengar teriakan dari bangku tamu, Kwe hu melesat masuk melesat ke arah Han ciu.


Han ciu tak peduli dengan kedatangan dan teriakan Kwe hu


Setelah menyeringai


Tangaan Han ciu yang mencenkram leher Dewa tombak semakin kencang.


Kreeeeeeek !


Kepala Dewa tombak langsung terkulai dan tewas, Kwe hu setelah melihat gurunya tewas, berdiri menatap seolah tak percaya.


Sedangkan Siluman lembah bunga sangat ketakutan melihat Dewa tombak tewas dan melesat pergi berusaha melarikan diri.


Whuuut !


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Zhai li er sudah berdiri di depannya sambil menatap tajam.

__ADS_1


"Mau kemana muka ular ?"


__ADS_2