
Kiam mo dan Kim ho tak berkedip memandang ke arah Han ciu, sepasang pedang pendek naga hitam masih terus berputar di kedua tangan Han ciu.
"Kau jangan terpaku dengan pedang, lihat gerakan tangannya." ucap Kiam mo.
Betul paman, jurus pedang pemuda itu sangat aneh serangannya susah di duga, agaknya hanya ketua yang tahu ilmu pedang apa yang di gunakan oleh pemuda itu."
"Bersiaplah !"
Kiam mo dan Kim ho, menyerang Han ciu dari dua arah yang berlawananan.
Han ciu menghindari serangan yang mengarah kepala dari sambaran pedang hitam si pedang iblis, kemudian menangkis serangan ke arah pinggang yang di lakukan oleh Kim ho.
Kim ho menarik serangannya, karna sudah merasakan ketika kedua pedang mereka bertemu, pedang dan tangannya selalu bergetar.
Sementara itu si pedang iblis dengan gencar menyerang Han ciu, kakek itu sangat penasaran, dunia persilatan tahu siapa dirinya dan ilmu pedang iblis yang ia gunakan jarang menemui tandingan selain si pedang langit yang berhasil menaklukannya.
Kali ini ada seorang pemuda di serang oleh mereka berdua, tapi masih bertahan dan balik menyerang ke arah keduanya.
Han ciu hanya memakai 2 jurus, putaran dewa pedang dan selaksa pedang melawan Kiam mo dan Kim ho.
Aura pembunuh Kiam mo yang keluar dari pedang iblis membuat penyerang merinding dan merasi jeri, tapi itu tak berlaku bagi Han ciu tenaga dalam jubah emas melindungi Han ciu dari aura pembunuh yang keluar lewat pedang iblis, dan itulah yang membuat Kiam mo semakin gencar menyerang Han ciu, kakek itu penasaran karena aura pembunuh miliknya seperti tak membawa pengaruh apa apa terhadap pemuda itu.
Pedang hitam dan pedang lentur dari kedua pendekar pedang terus mendesak Han ciu, keduanya terus mengeluarkan jurus jurus andalan mereka untuk menjatuhkan Han ciu.
Kaki Kiam mo menyambar kaki Han ciu sementara pedang panjang berwarna hitam menyambar ke arah perut Han ciu.
Trang !
Han ciu lompat menghindari serangan kaki Kiam mo dan menangkis pedang milik kakek itu.
Kim ho yang melihat punggung Han ciu lowong, menyabetkan pedang lenturnya.
Sriiiiiiing, breeeeet !
Han ciu menangkis serangan pedang lentur Kim ho yang ke arah punggung, tapi ketika kedua pedang akan bertemu, pedang Kim ho dari keras menjadi lentur dan melengkung menyambar bahu Han ciu dari belakang.
Bret !
Baju di bahu Han ciu sobek terkena tusukan pedang Kim ho.
Kim ho malah terkejut walaupun berhasil membuat baju belakang Han ciu sobek.
__ADS_1
Tadi dengan jelas ia menusuk bahu pemuda itu, tapi entah kenapa, pedangnya seperti tergelincir dan menyamping sehingga hanya baju belakang pemuda itu yang sobek.
Han ciu langsung menyalurkan tenaga dalam jubah emas tahap ketiga, "tubuh emas," sehingga pedang Kim ho tak bisa melukai Han ciu.
Kim ho ketika tak melihat darah keluar dari bahu belakang Han ciu, melesat dan berdiri di samping Kiam mo.
"Paman !" pemuda itu sepertinya tak mempan senjata, jelas sekali pedang cambuk ku ini menusuk bahu belakang tubuhnya tapi tak ada darah yang keluar," ucap Kim ho.
"Aku melihat hawa berwarna emas terpencar ketika kau menusuk bahu pemuda itu."
"Dahulu hanya kalangan pendeta tinggi saja yang sanggup mempunyai tenaga dalam seperti itu, tapi kenapa bocah yang masih bau kencur ini bisa memiliki tenaga dalam suci seperti milik para pendeta sedangkan ia bukan pendeta," Pedang iblis berkata kepada Kim ho.
"Apakah tenaga dalam suci yang menjadi legenda puluhan tahun silam kitabnya di perebutkan dan hancur, kabarnya ilmu tenaga dalam itu telah lenyap," ucap Kim ho dengan wajah pucat.
"Kau benar, kitabnya memang sudah hancur, tetapi isinya telah di pelajari oleh seseorang, aku di beritahu oleh Cengcu cerita ini." Pedang iblis berkata.
"Hati hati, jika benar tenaga dalam pemuda itu seperti apa yang aku duga, hanya tenaga dalam tingkat tinggi saja yang dapat melukai pemuda itu, tenaga dalammu yang sudah tinggi saja tak mampu menggores kulitnya.
"Serang bagian terlemah dari tubuhnya, biar aku yang bikin di sibuk." Kim ho mengangguk mendengar perkataan dari Pedang iblis, keduanya lalu memasang kuda kuda dan bersiap.
Sementara itu, Han ciu sangat gusar, wajahnya merah dan terlihat dingin sambiil menatap kedua musuhnya.
Hmm !
"Anak muda !" berbeda situasi dan keadaan, orang akan mengerti dengan apa yang kami lakukan, kami melakukannya untuk bertahan hidup." Pedang iblis berkata.
"Baik, kau bertahanlah untuk hidup jika kau bisa." ucap Han ciu sambil menatap tajam ke arah pedang iblis dan Kim ho.
Han ciu memasang kuda kuda, dengan sepasang pedang naga hitam bersilang di depan dada, Han ciu tersenyum sinis kearah musuhnya.
Hiaaat !
Han ciu kedua tangannya yang menyilang mengibas ke arah Pedang iblis dan Kim ho.
Dua buah angin hitam keluar dan melesat dengan cepat ke arah Kedua musuhnya itu.
Pedang iblis bergerak ke kanan sementara Kim ho ke kiri, menghindari pukulan dewa angin yang telah di salurkan melalui sepasang pedang naga hitam.
Han ciu melesat ke arah pedang ibils, bila yang terkuat sudah ia habisi, lalu menghadapi Kim ho adalah hal gampang, pikir Han ciu.
Dengan jurus selaksa pedang, pedang di tangan kanan Han ciu menyambar dada Pedang iblis, sementara pedang di tangan kiri berputar di tangan, bersiap menangkis juga bisa menyerang.
__ADS_1
Pedang iblis terpaksa memutar pedang hitamnya di depan dada, melihat puluhan pedang menyerang ke arah dirinya, dia tau yang menyerang hanya satu pedang tapi pedang iblis tak tahu mana pedang asli yang menyerang ke arah dirinya.
Trang !
Dua pedang hitam bertemu di depan dada kanan Pedang iblis, Pedang yang berputar di tangan kiri berhenti dan menusuk ke arah pinggang.
Kim ho melihat pedang Han ciu masih menempel, dan kawannya si pedang iblis tak bisa menghindar dari tusukan pedang yang menyerang dari kiri.
Kim ho menyabet kan pedang cambuknya ke arah kepala Han ciu.
Whuuuut !
Han ciu yang merasakan angin sambaran ke arah kepala, Han ciu mendengus sambil menarik nafas, Han ciu lalu berputar, jurus ke tiga sepasang pedang dewa di gunakan oleh Han ciu, sepasang pedang pendek naga hitam bertambah panjang karna telah di lapisi hawa pedang, berputar dan mengeluarkan suara gemuruh dan kabut hitam, bergulung layaknya seekor naga hitam yang sedang mengamuk.
Wajah Kim ho pucat melihat ilmu dasyat yang di pakai menyerang ke arahnya, karna tak melihat pedang pendek Han ciu yang tertutup kabut berwarna hitam, Kim ho hanya bisa pasrah menerima kematian dan tak tahu di bagian mana tubuhnya akan terkena sabetan pedang pendek Han ciu.
Traang !
Sebuah pedang berwarna putih menyambar dan langsung menahan pedang naga hitam Han ciu yang sebentar lagi akak memenggal kepala Kim ho.
Han ciu yang merasakan getaran hebat akibat beradunya pedang, lalu menyabetkan pedang yang berada di tangan kanan, ke arah orang yang menahan pedangnya.
Breet !
Kemudia lompat kebelakang, sambil bersiap, pedang pendek naga hitam tampak berkilat di selimuti hawa hitam yang seperti keluar dari sepasang pedang pendek milik Han ciu.
Kakek berpakaian abu dengan penampilan ala pendeta Tao telah berdiri di antara mereka yang bertempur, sambil memegang pedang yang berwarna putih dan gagangnya yang mirip dengan pedang milik Han ciu.
Pedang iblis, Kim ho dan orang orang perkampungan selaksa pedang memberi hormat kepada kakek itu, sambil berkata.
"Cengcu"
Kakek itu mengangguk, lalu menatap Han ciu sambil tersenyum, raut kesabaran terpancar dari wajahnya yang tua dan selalu tersenyum, lalu kakek tua itu berkata.
Hamba Pedang langit, Cengcu sementara dari perkampungan Selaksa pedang.
"Melihat sepasang pedang pendek naga hitam dan pewaris dari dewa pedang, hamba ingin bertanya ?" Pedang iblis, Kim ho dan anggota perkampungan selaksa pedang terkejut mendengar di sebutnya pewaris dari Dewa pedang.
"Apa yang hendak kau tanyakan ?" ucap Han ciu.
Pedang langit tersenyum dan menjawab perkataan Han ciu.
__ADS_1
"Apa Cengcu akan membunuh anak buah sendiri ?"