
Ketika mendengar perkataan Xiao er, Han ciu tertegun dan wajah pemuda itu berubah, Xiao er senang melihat perubahan wajah Han ciu, tapi sebelum Han ciu berkata, seseorang lewat secara sengaja di tengah mereka, lalu berhenti di tengah tengah mereka.
"Apa kau masih saja mengganggu muka ayam ?"
"Aku tidak mengganggunya," ucah Xiao er.
"Lalu untuk apa kau menatap terus sama muka ayam, Kau suka dengannya bukan ?"
"Chiiis !"
"Kau salah jika menyebut suamimu muka ayam,"
"Lalu apa yang harus ku sebut jika bukan muka ayam ?" ucap Li er membalas perkataan Xiao er.
"Sebut suami mu, dengan sebutan muka buaya." Xiao er berkata sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
Han ciu hanya geleng kepala, sambil melihat ke arah tubuh Xiao er yang perlahan menjauh.
Mereka lalu kembali ke tempat masing masing, sementara Ahn nio, Sa sie hwa, di bantu oleh para pekerja di rumah penginapan mempersiapkan acara untuk esok.
****
Pagi hari suasana penginapan bunga naga sangat ramai, pintu gerbang penginapan sengaja di buka lebar, agar orang yang menghadiri acara berkabung dengan peresmian bisa bebas masuk kedalam penginapan bunga naga.
Antrian panjang orang memakai pakaian berwarna putih, untuk memberi penghormatan kepada Han ciu terlihat dari pagi masih terus berdatangan.
Yang sudah selesai memberi penghormatan terakhir, mengikuti petunjuk jalan untuk duduk di tempat yang di sediakan oleh Ahn nio ,bagi para tamu undangan yang berada di halaman samping.
Sedangkan undangan tamu khusus berada di ruangan depan, yang masih berdekatan dengan ruangan samping yang berisi tamu undangan biasa.
Orang orang perkampungan selaksa pedang mengamati orang orang yang datang, dan semakin siang semakin banyak yang datang ke acara peresmian penginapan bunga naga.
Suara riuh kaki kuda terdengar, dan tak lama kemudian 10 ekor kuda yang di tunggangi oleh orang orang berpakaian putih sampai di depan gerbang.
Setelah sampai 10 orang berkuda itu, turun yang di pimpin oleh pria paruh baya yang terlihat gagah.
Mata pria paruh baya itu terlihat merah, seperti sedih dan juga marah.
Rombongan pria itu gagah itu lalu mengikuti arah penunjuk jalan untuk ke tempat acara penghormatan terakhir.
Setelah sampai, pria gagah itu lalu menerima dua batang hio dari Ahn nio yang memakai pakaian putih dan kerudung putih, yang berdiri di samping Sa sie hwa yang juga memakai pakaian yang sama.
Pria gagah itu setelah menyalakan dua batang hio berkata.
"Anak Han, maaf kan paman yang sudah membuatmu seperti ini."
Setelah berkata pria gagah itu membungkuk di depan sebuah guci, dengan tulisan Han ciu di sebuah papan kecil, 2 buah hio menyala yang di pakai memberi hormat, di tancapkan di dalam guci tersebut.
Ahn nio dan Sa sie hwa terkejut ketika mendengar perkataan dari pria gagah itu, bahwa ia menyebut anak Han dan menyebut dirinya sendiri paman.
Maaf kalau boleh tahu siapa tuan, dan kenapa memanggil anak Han, kepada Han ciu koko.
"Ayahnya dan aku adalah saudara angkat, kenapa aku tidak boleh memanggilnya anak ?"
Ahn nio dan Sa sie hwa saling pandang mendengar perkataan pria gagah itu.
Keduanya lalu teringat akan perkataan Kwe hun ti, tentang paman Han ciu.
Ahn nio dan Sa sie hwa langsung membungkuk memberi hormat, keduanya lalu berkata.
"Maaf jika penginapan bunga naga telat memberi sambutan kepada tuan Liu bang."
Pria itu tersenyum dan mengangguk.
"Maaf siapakah nona berdua ?"
"Kami berdua adalah selir Han ciu koko," jawab Sa sìe hwa.
"Jadi keponakanku sudah mempunyai selir, hebat hebat." Liu bang berkata sambil tersenyum, lalu di mana istri Han ciu ?"
"Istri !" Han ciu koko belum mempunyai istri tuan."
"Tapi kalian kan ?"
Memang benar, "kami berdua selir Han ciu koko, tapi istri," Han ciu koko belum punya,"
Hmm !
"Ponakan yang aneh," setelah berkata sambil terseyum, Liu bang lalu pergi le tempat acara peresmian penginapan bunga naga, dan Sa sie hwa sendiri yang mengantar Liu bang ke tempat tamu kehormatan.
Setelah agak siang dan acara pemberian penghormatan terakhir terhadap Han ciu akan di tutup dan pindah ke acara peresmian bunga naga.
Rombongan derap kuda kembali terdengar, dan kali ini lebih banyak.
Sekitar 20 kuda berhenti di depan gerbang. Seorang pria paruh baya dan tinggi besar yang terlihat selalu tersenyum, tapi terkadang jika di perhatikan, di balik senyum dari pria berpakaian biru itu seperti tersembunyi sebuah misteri.
Pria itu turun di ikuti oleh anak buahnya. di belakang pria itu ada seorang kakek tua yang membawa tombak pendek berpakaian abu layaknya seperti seorang tosu.
Hmm !
"Benar benar datang !" ucap Xiao cen
"Siapa yang kau maksud saudara Cen ?" Pedang langit berkata sambil menoleh ke arah kawannya.
"Itulah Tuan Xiang yu, dan di belakangnya adalah "Dewa tombak" Ho liang.
Han ciu mendengar nama Dewa tombak, pemuda itu lalu memperhatikan kakek yang rambut, kumis dan jenggotnya sudah putih semua.
Matanya menyorot tajam dan berkilat ketika ingat, bahwa benar orang itu yang Han ciu lihat membunuh kakeknya Naga angin.
__ADS_1
Tangan Han ciu mengepal keras, dan wajahnya terlihat kelam
"Orang inilah yang mengejarnya sampai ke atas dan meminta kitab Dewa pedang, tapi setelah tak mendapatkan apa yang di inginkan ia membunuh Kakeknya, Naga angin."
Xiang yu masuk di ikuti oleh rombongan yang ia bawa ke acara penghormatan terakhir terhadap Han ciu.
Xiang yu memang kesal kepada pemuda yang menurut laporan, tewas bersama dengan gubernur Fu su orang kepercayaannya.
Xiang yu ingin membuktikan, apa benar pemuda itu tewas ? dan menurut mata mata.
Penginapan ini di curigai ada hubungan dengan Liu bang.
Xiang yu sedikit memberi hormat dan tanpa basa basi, lalu menancapkan hio di guci besar yang memang di siapkan untuk para tamu.
Ahn nio mengantarkan Xiang yu ketempat tamu kehormatan
Ketika masuk ke ruangan, Xiang yu tersenyum melihat Liu bang.
"Adik Liu bang bagaimana kabarmu ?"
Ha ha ha
"Kakak Xiang yu, lama tak Jumpa, Liu bang berdiri dan keduanya lalu berpelukan."
Ketika berpelukan, Xiang yu berbisik dan itu hanya bisa di dengar oleh mereka berdua.
"Apa bunga naga salah satu cabang mu yang baru ? ucap Xian yu.
"Jika memang mereka berminat untuk bergabung, aku dengan senang hati menerima."
Liu bang membalas perkataan Xian yu.
"Sepertinya aku juga berminat !" kita lihat saja siapa yang akan menjadi tuan di penginapan bunga naga." ucap Xiang yu.
Setelah berkata, Xiang yu melepaskan pelukan Liu bang sahabatnya, yang dulu pernah berjuang bersama menumbangkan kerajaan Qin.
Sambil menepak bahu Liu bang Xiang yu tersenyum dan berkata, "kau makin gemuk saja, adik Liu !"
kakak pun sama, semakin ceria," ucap Liu bang.
Setelah berbasa basi, keduanya lalu duduk di tempat yang bersebrangan dengan kelompok masing masing.
Setelah acara penghormatan terakhir pada Han ciu di tutup, semua tamu undangan dan penduduk yang melihat keramaian melihat seorang tamu berdiri di ruang depan yang sengaja di buat luas yang kiri kanannya terdapat tempat untuk tamu kehormatan.
Pedang langit berdiri.
"Semua hadirin harap tenang karna acara peresmian akan di mulai," suara keras terdengar sampai jauh sehingga tamu dan penduduk yang agak jauh mendengar perkataan Pedang langit.
Dewa tombak wajahnya berubah ketika melihat Pedang langit membuka acara di penginapan bunga naga, melihat kehadiran pedang langit di penginapan bunga naga saja membuat Dewa tombak heran, karna ia tahu Cengcu perkampungan selaksa pedang itu jarang keluar dari kampung selaksa pedang.
Tapi sekarang Pedang langit malah berbicara di penginapan bunga naga.
Orang tua itu adalah Pedang langit, Cengcu perkampungan Selaksa pedang.
"Maksud paman perkampungan selaksa pedang yang misterius dan terdiri dari pendekar pedang yang di takuti oleh dunia persilatan ?" betul tuan."
"Ternyata penginapan bunga naga mempunyai banyak kejutan, pantas lembah seribu bunga gagal melaksanakan tugas, karna di penginapan ini terdapat orang orang sakti yang melindungi, tapi sayang pemilik penginapan ini tewas bersama Fu su."
"Pantas saja adik Liu bang ingin sekali mendapatkan penginapan ini."
"kita harus berusaha mendapatkan penginapan bunga naga, jika berhasil aku yakin perkampungan selaksa pedang pasti akan berpihak pada kita," Dewa tombak mengangguk, tapi dalam hati Dewa tombak tak senang dengan perkataan Xiang yu, karna dengan hadirnya Pedang langit, posisinya akan terancam.
"Silahkan nona Ahn !" Pedang langit mempersilahkan Ahn nio yamg sekarang di anggap ketua penginapan bunga naga untuk memberi kata sambutan.
Ahn nio yang masih memakai pakaian berkabung berdiri dan berjalan ke arah Pedang langit, memberi hormat kepada pelindung penginapan bunga naga, kemudian memberi hormat kepada para tamu.
"Tuan tuan dan nyonya sekalian yang kami hormati, dalam suasana berkabung kami memaksakan diri untuk meresmikan berdirinya penginapan bunga naga,"
Kata sambutan mengalir dari mulut Ahn nio, tentang fasilitas dari penginapan bunga naga, dan potongan harga bagi mereka yang berlangganan, dan banyak yang di tawarkan selain menginap.
Para tamu bertepuk tangan mendengarkan kata sambutan dari Ahn nio, tapi perhatian sebagian besar dari mereka adalah Xiang yu dan Liu bang yang datang ke penginapan bunga naga, karna para tamu yang hadir tahu salah satu dari kedua orang itu yang akan memimpin negri, setelah keduanya bahu membahu berhasil menumbangkan kerajaan Qin.
Ketika Ahn nio sedang memberi sambutan terakhir.
Whuuut !
Seorang wanita paruh baya yang berwajah cantik, dan terlihat genit dengan gincu merah memakai pakaian hijau melesat dan telah berdiri di hadapan Ahn nio.
Ahn nio mengerutkan kening dan menatap dingin melihat wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya.
"Maaf !" kata sambutan belum selesai, silahkan nyonya kembali ke tempat duduk."
"Terlalu lama kau bicara."
"Kembalikan A nian, dan aku akan menyudahi urusan ini."
"Rupanya dari lembah seribu bunga !"
"Apa Ahn nio sedang berhadapan dengan Kokcu lembah seribu bunga ?"
"Jika kau sudah tahu siapa aku, cepat lepaskan A nian, jika tidak."
"Jika tidak, kenapa ?" Ahn nio memotong perkataan Kokcu lembah seribu bunga.
"Jika tidak maka penginapan bunga naga akan menerima akibatnya hari ini."
"Phuuuih !"
"Kau pikir gampang !" mungkin kau yang akan pulang tanpa nyawa." ucap Ahn nio dingin.
__ADS_1
Whuuut, plaak !
Siluman lembah bunga melesat menyerang Ahn nio.
Ahn nio menangkis tamparan ke arah pipi yang di lakukan oleh siluman lembah bunga.
Ahn nio mundur selangkah, akibat kedua tangan mereka beradu.
Siluman lembah bunga terseyum mengejek Ahn nio, "boleh juga kau perawan cilik."
"Biar tenaga dalammu lebih tinggi, kau pikir aku takut, nenek tua !"
"Kurang ajar, ku hancurkan mulutmu,"
Siluman lembah bunga melesat dan menyerang Ahn nio.
Ahn nio mengeluarkan suling yang berada di pinggang dan bersiap.
Siluman lembah bunga sambil melesat melemparkan selendang ke arah Ahn nio.
Sreeet !
Melihat selendang melesat ke arahnya, Ahn nio bergerak ke samping, lalu seruling di tangan kanan menyabet selendang siluman lembah bunga.
Siluman lembah bunga menggerakan tangan, selendang bergoyang turun naik, menghindari sabetan suling Ahn nio.
Setelah berhasil menghindari serangan suling, Selendang di tarik lalu tangan kiri siluman lembah bunga menyabet ke arah dada Ahn nio.
Plaaak !
Kedua telapak beradu ketika Ahn nio menangkis serangan Siluman lembah bunga.
Ahn nio mundur dua langkah, akibat beradu pukulan dan tenaga dalam.
Dadanya terasa sakit, tapi Ahn nio coba bertahan dan menahan darah yang hendak keluar dari mulutnya.
Hi hi hi.
"Lagakmu saja yang besar !"
"Berikan penginapan bunga naga pada lembah seribu bunga dan aku menyudahi perkara ini."
Siluman lembah bunga berkata.
Para tamu mendengar ucapan Kokcu lembah seribu bunga menjadi riuh, banyak sumpah serapah keluar menyaksikan dan mendengar perkataan Kokcu lembah seribu bunga.
Han ciu menatap tajam ke arah Siluman lembah bunga, tangannya sudah terkepal menahan marah, ketika hendak bergerak, Han ciu melihat Pedang langit melesat dan telah berdiri di samping Ahn nio.
"Kau memang berniat mengacau rupanya ?"
Pedang langit menatap tajam ke arah siluman lembah bunga.
"Jika kau ingin mengacau, kupastikan kau pulang dengan tubuh terpotong potong."
Pedang langit berkata dingin sambil menatap Siluman lembah bunga.
Siluman lembah bunga melihat Pedang langit, nyali wanita genit itu gentar, Pedang langit adalah tokoh tua yang di takuti dan terkenal dengan ilmu pedangnya.
Apalagi jika orang orang perkampungan selaksa pedang semua turun tangan, maka habislah lembah seribu bunga.
Siluman lembah bunga melirik ke arah Xiang yu.
Tak lama setelah mendapat isyarat mata dari Siluman lembah bunga, dari bangku rombongan Xiang yu sebuah bayangan melesat dan berdiri di samping siluman lembah bunga.
Seorang kakek berpakaian abu abu layaknya seorang tosu dengan memutar tombak pendeknya menatap ke arah Pedang langit.
"Apa kau tak malu menggertak wanita yang tingkatannya jauh di bawahmu ?"
Hmm !
"Dewa tombak mau apa datang kesini ?"
"Aku tidak suka melihat angkatan tua menindas yang muda." Dewa tombak berkata menjawab perkataan Pedang langit.
Ha ha ha.
"Rupanya begini sifat tokoh sesepuh golongan putih yang bergelar Dewa tombak." Pedang langit setelah tertawa berkata dan ucapannya mengejek Dewa tombak.
Kwe an, Kwe hu, begitu pula bangsawan Kwe hun ti, dari pertama melihat kedatangan guru mereka bersama dengan Xiang yu merasa aneh.
Apalagi setelah guru mereka mengirimkan suara jarak jauh, agar kedua muridnya untuk tidak menyapa, dan mereka semakin terkejut melihat guru mereka membantu siluman lembah bunga, yang merupakan salah satu tokoh golongan hitam
"Dan kau golongan abu abu, memang sangat memusingkan, dari dulu aku sudah sangat ingin berkenalan dengan Cengcu perkampungan selaksa pedang."
"Menurut kabar yang kudengar, perkampungan selaksa pedang adalah tempatnya para jago pedang di dunia persilatan."
"Tombak pendekku ingin berkenalan dengan Cengcu perkampungan selaksa pedang."
Dewa tombak berkata dingin.
Han ciu sudah tak bisa menahan kemarahannya melihat musuh sudah berada di depan mata, ia tak peduli dengan penyamaran, di hatinya hanya ada marah dan dendam melihat Dewa tombak dan siluman lembah bunga.
"Whuuuuut !"
Han ciu melesat dengan ilmu raja angin dan berdiri di depang Pedang langit, berhadapan dengan Dewa tombak dan Siluman lembah bunga.
Han ciu lalu mengeluarkan sepasang pedang naga hitam, sepasang pedang pendek berwarna hitam berputar di kedua tangannya.
Han ciu menatap tajam Dewa tombak.
__ADS_1
"Aku terima tantangan mu"