Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 137 Pusaka Naga Es


__ADS_3

Setelah serigala penghuni bukit serigala memberi jalan kepada Han Ciu.


Han Ciu bersama Fang Ji masuk ke dalam goa.


Iblis Biru, Pedang Api, Zhain Li Er, Racun Cilik serta Talaba kembali ke goa tempat mereka berkumpul.


Sebelum masuk goa Han Ciu memberitahu, supaya mereka berdiam di goa tempat mereka berkumpul, nanti Fang Ji yang akan menjadi penghubung antara Han Ciu dengan mereka yang berada di di luar goa.


Han Ciu terus masuk menyusuri goa yang ternyata panjang.


Banyak tikungan serta goa – goa kecil yang bisa menyesatkan, jika masuk ke dalam goa bukit serigala.


Fang Ji sebagai penunjuk jalan Han Ciu, dengan penciumannya yang tajam dan ingatannya sewaktu kecil sering bermain main di dalam goa, membuat Fang Ji seperti sedang menuntun Han Ciu masuk lebih dalam lagi.


Semakin masuk ke dalam perut bukit serigala, udara semakin lama semakin dingin.


Fang Ji terus melangkah, walau terdapat beberapa persimpangan, tapi Fang Ji tanpa ragu berbelok, menuju ke arah lebih dalam.


Han Ciu merasa jalan di dalam perut bukit Semakin lama semakin menurun dan semakin lama semakin dingin, tapi Fang Ji seperti tak merasakan hal itu.


Serigala itu masih terus melangkah menyusuri bebatuan, semakin lama lantai goa semakin rata serta licin, Fang Ji serta Han Ciu beberapa kali hampir terpeleset akibat lantai goa yang licin serta di beberapa tempat di lantai goa terdapat lumut.


Han Ciu mulai menyalurkan tenaga dalam jubah emas tingkat empat jiwa emas, untuk melindungi seluruh tubuh, dari serangan hawa dingin yang semakin lama semakin membuat tubuh menggigil.


Fang Ji akhirnya menyerah, bulunya yang tebal tetap tak bisa melawan hawa dingin yang menusuk tulang.


Setelah memberi tanda dengan mengeluskan kepala ke kaki Han Ciu.


Han Ciu menyuruh Fang Ji untuk berjaga di tempat ia berhenti, sedangkan Han Ciu terus melangkah ke depan.


Akhirnya Han Ciu sampai di ruangan yang agak besar, di dalam ruangan itu ada sebuah pintu, dari dalam asap mengebul berwarna putih dari pintu yang ia lihat.


Dinding batu di sekitar pintu berwarna putih, seperti di lapisi es.


Apa benar ini tempatnya, Han Ciu berkata dalam hati, sambil membuka peta pemberian Pedang langit setelah melihat peta dan mempelajarinya, memang tempat yang di maksud adalah bukit serigala.


“Hawa dingin yang merasuk tulang, jika perjalanan menuju tempat pusaka masih jauh, apa aku sanggup bertahan,” ucap Han Ciu dalam hati.


Dengan mengerahkan semua tenaga dalam jiwa emas, Han Ciu membulatkan tekad masuk ke dalam pintu batu.


Di rambut Han Ciu mulai muncul bunga – bunga es.


Han Ciu terus melangkah ke dalam ruangan yang sangat dingin


Setelah masuk, ternyata ruangan goa itu cukup besar, seorang kakek dengan rambut panjang berwarna putih serta jenggot panjang sampai dada juga berwarna putih duduk bersila dengan kepala tertunduk, di samping kakek itu ada seekor serigala besar, yang mirip dengan Fang Ji tapi memiliki tubuh yang lebih besar.


Han Ciu memberi hormat dengan bersujud di depan tubuh kakek itu.


“Maaf sudah mengganggu ketenangan kakek.” Ucap Han Ciu sambil bersujud.


Saat bersujud di depan tubuh kakek, tanpa sengaja Han Ciu melihat sebuah tulisan kecil, di tempat ia bersujud.


Hanya yang bisa membaca tulisan ini, yang berjodoh dengan pusaka Naga es.


Anggukan kepala tanda hormat kepada sesepuh Liong Bun, penjaga Naga es.


Han Ciu setelah membaca tulisan yang terdapat di lantai goa kemudian membentur kan keningnya ke lantai goa sebanyak tiga kali.


Wajah Han Ciu pucat, ketika lantai goa tempatnya bersujud terbuka, tubuh Han Ciu langsung meluncur turun dengan sangat cepat, lantai goa menutup kembali, lalu suara gemuruh terdengar sangat kencang.


Alat – alat rahasia bergerak aktif secara otomatis saat Han Ciu terjatuh, dinding goa mulai pecah batu berhamburan.


Pintu goa yang di masuki Han Ciu langsung tertimbun batu – batu besar dan kecil yang runtuh dan jatuh dari langit – langit goa.


Fang Ji yang mendengar suara gemuruh dari tempat Han Ciu, kemudian berlari, melihat pintu goa yang sudah tertutup batu besar dan kecil.


Fang Ji menggarukan kedua kakinya ke batu yang menutupi pintu goa, tapi usahanya tak berhasil karna batu – batu besar serta kecil yang menutupi pintu goa sangat keras.


Setelah tak berhasil, suara gemuruh di dalam goa bukit serigala semakin lama semakin kencang.


Insting Fang Ji merasakan bahwa bahaya besar tengah mengancam, serigala itu kemudian berlari keluar.


Setelah sampai di luar goa bukit serigala.


Serigala – serigala yang berada di dalam goa sudah menyadari bahaya, mereka semua keluar lalu melihat ke arah bukit Serigala sambil melolong panjang saling bersahutan.


Zhain Li Er, Racun Cilik, lblis Biru serta Talaba juga sudah berdiri bersama para Serigala.


Melihat Fang Ji keluar dari dalam goa, Zhain Li Er, Racun Cilik serta yang lain memburu ke arah Fang Ji.

__ADS_1


Fang Ji langsung menggigit baju Zhain Li Er, lalu menarik baju gadis itu berusaha mengajaknya masuk ke dalam goa.


Li Er mengerti maksud Fang Ji, gadis itu lalu mengusap kepala Fang Ji, setelah gigitan pada bajunya terlepas, Zhain Li Er melesat hendak masuk ke dalam goa.


Tapi suara gemuruh semakin kencang. Bayangan biru melesat, lalu menarik tangan Zhain Li Er yang hendak masuk.


“Lepaskan aku paman busuk !” teriak Zhain Li Er, air mata gadis itu bercucuran sambil menatap ke pintu goa yang mulai tertimbun batu – batu besar.


Racun Cilik berlari menghampiri dengan air mata bercucuran.


“Cici, tenang dulu, jangan bertindak bodoh, setelah suara gemuruh berhenti mari kita cari kakak Han,” Racun Cilik berkata.


Zhain Li Er tak menjawab perkataan Racun Cilik, gadis itu lemas dan langsung terduduk, sementara Talaba, Iblis Biru serta Pedang Api matanya berkaca kaca melihat ke arah goa serta kedua gadis yang tengah menangis sambil berpelukan, Fang Ji menghampiri serta menjilati Zhain Li Er.


“Pergi....Pergi kau, majikanmu kau tinggalkan dan kau pergi menyelamatkan diri sendiri.


“Pergi kau ?! Teriak Zhain Li Er sambil tangannya mendorong kepala Fang Ji supaya menjauh dari tubuhnya.


Raja dan Ratu serigala melihat anaknya di perlakukan seperti itu menggeram, keduanya bergerak menghampiri Zhain Li Er, di ikuti oleh ratusan serigala anak buah mereka.


Gggrrrrr....Gggrrrrr.


Iblis Biru terkejut, melihat mereka di kepung oleh ratusan Serigala.


“Gadis kampret, kau ingin membunuh kami semua ?” apa kau tahu kejadian di dalam seperti apa, sehingga Fang Ji bisa keluar.” lblis Biru berkata.


Aku tak mau tahu, yang aku tahu dia tidak setia terhadap majikannya.


Lebih baik ku bunuh saja mereka semua yang ada di sini, sebelum Zhain Li Er mencabut pedang angin, mendadak tubuhnya lemas, bau harum tercium oleh Li Er, lalu gadis itu mendorong Racun Cilik


Sambil menunjuk, “kau....Kau sama saja dengan mereka.” Tak lama kemudian Zhain Li Er pingsan dalam pelukan Racun Cilik.


Racun Cilik memberi racun Bunga tidur melihat Li Er emosinya mulai tak terkendali.


“Talaba !” bawa nyonya ke goa tempat kita berkumpul, setelah aman kita periksa goa. Fang Ji lebih baik jangan dulu terlihat oleh cici Li Er, karna emosi cici Li Er terkadang tidak terkendali.


Iblis Biru serta pedang api mengangguk mendengar perkataan Racun Cilik, mereka merasa bahwa memang putusan itu yang paling tepat untuk saat ini.


Sementara Han Ciu sewaktu tempat di bawahnya terbuka, tubuhnya langsung meluncur deras, Han Ciu hanya bisa menyalurkan, ilmu jubah emas tingkat tiga, tubuh emas agar tidak terluka sewaktu meluncur ke bawah.


Byuuur !


Han Ciu langsung menjerit sewaktu, tubuhnya masuk ke dalam air telaga.


Aaaagggrrr !


Air yang sangat dingin membuat semua tulang serta darah di tubuh Han Ciu membeku.


Han Ciu langsung loncat keluar dari dalam tenaga, lalu duduk bersila sambil mengeluarkan semua tenaga dalamnya menggunakan ilmu jubah emas tahap ke empat, Jiwa emas ke seluruh aliran darah agar tidak beku akibat dinginnya air telaga.


Akibat seluruh tenaga dalam di kerahkan, tubuh Han Ciu di tutupi cahaya berwarna kuning ke emasan, tubuhnya mulai terasa hangat.


Han Ciu menarik nafas, setelah berhasil mengatasi bahaya.


Lalu matanya memandang ke sekeliling tempat ia jatuh, wajahnya terbelalak melihat ruangan goa yang sangat besar.


Dan yang membuat pemuda itu lebih terkejut lagi, ketika melihat kerangka kepala seperti ular besar yang tengah ternganga, moncongnya menghadap ke telaga, dua taring kiri kanan sebesar lengan tampak terpotong lalu sebuah benda kecil tampak bersinar dilalui tetesan air yang masuk ke dalam telaga,


Sedangkan tulang belulang yang masih menyatu dari ular besar itu seakan melingkari goa tempat Han Ciu berada saat ini.


“Apa ini kerangka Naga yang pernah di ceritakan oleh paman pedang langit,” Han Ciu berkata dalam hati melihat besar dan panjangnya tulang kerangka yang ia lihat.


Di bawah tulang kerangka perut, Han Ciu melihat ada cahaya putih keluar dari dalam goa.


Han ciu lalu berjalan ke arah goa, setelah masuk ke dalam goa, tampak beberapa mutiara sebesar telur yang menempel di dinding goa mengeluarkan cahaya putih, membuat di dalam goa itu terang benderang.


Han Ciu melihat sekeliling goa yang tampak bersih, ada sebuah meja, kursi serta sebuah ranjang dari batu yang berwarna hijau.


Diatas meja, tampak sebuah peti kecil sedangkan di samping meja terdapat sebuah peti yang agak besar dan panjang.


Han Ciu langsung menghampiri meja, ia sudah tak peduli walau ada jebakan, tanpa ragu Han Ciu kemudian membuka peti kecil yang ada diatas meja.


Di dalam peti tampak sebuah kitab yang sudah lusuh.


Han Ciu mengambil kitab itu, lalu membaca tulisan yang berada di sampul kitab.


Kitab Naga Es


Lalu Han ciu membuka kitab Naga es tersebut.

__ADS_1


Di halaman pertama yang ia buka, Han Ciu melihat sebuah tulisan, lalu membacanya.


Generasi ke 130 penjaga goa Naga es.


Menurut nenek moyangku, kerangka yang berada di luar adalah kerangka Naga Es, binatang terkutuk yang di penjara di dalam goa perut bumi, cerita ini kami dapat dari mulut ke mulut para penjaga goa yang berasal dari keluarga Liong Bun


Walau sebenarnya aku sangsi apakah benar bahwa ini kerangka seekor naga.


Naga es setelah tewas, hawa tenaganya terkumpul dalam sebuah mutiara kecil yang terdapat di dalam kerangka kepala Naga.


Kitab Naga Es adalah kita warisan keluarga kami, sebelum mempelajari kitab ini, ambil mutiara naga es telan dan leburkan, lalu satukan tenaga dalam untuk menghancurkan mutiara Naga es, kemudian berlatih mengendalikan tenaga berhawa dingin, diatas batu Giok es ribuan tahun, Hanya orang yang berjodoh yang bisa mempelajari ilmu peninggalan Naga Es.


Sebelum membuka lebih lanjut kitab Naga es, Han Ciu kemudian memeriksa peti besar yang ada di samping meja, setelah membuka peti, tampak sepasang pedang dengan sarung yang indah.


Ketika memegang gagang pedang, tubuh Han Ciu menggigil kedinginan.


Han Ciu terkejut, lalu tak berani mencabut sepasang pedang yang terlihat di dalam peti, pemuda itu lalu menutup kembali peti.


Kembali Han Ciu membuka kitab Naga es yang ada di meja.


Pukulan Naga es



Pukulan air mata naga.


Pukulan Dewa Naga



Aura Naga Es


Jurus sepasang pedang naga es.


10 langkah Naga langit


Han Ciu terus mempelajari petunjuk – petunjuk yang ada di kitab Naga es.


Semua ilmu yang di gunakan menggunakan tenaga dalam berhawa dingin, dan pedang itu berasal dari taring naga es, dalam keterangan di dalam kitab ini, jika tenaga dalam yang berhawa dingin belum tinggi, maka sepasang pedang naga es bisa membekukan pemiliknya, dan tak bisa mempelajari kitab naga es ini.


Jadi satu satunya jalan adalah menelan mutiara naga es, benda kecil yang terdapat diantara 2 taring yang telah putus itu


“Air yang melewati mutiara naga es lalu masuk ke dalam telaga sangat dingin, apalagi jika aku menelan mutiara itu,” pikir Han Ciu.


Sambil mempelajari kitab naga es ini, aku harus mencari jalan keluar dari goa, Li Er serta adik Zee pasti khawatir denganku.


Han Ciu tidak mengetahui bahwa setelah ia terjatuh, alat rahasia di dalam bukit serigala yang telah di buat oleh keturunan keluarga Liong Bun, telah menghancurkan goa yang berada di atas bukit.


Setelah menggurat sebuah garis di tembok, lalu memperkirakan waktu Ia terjatuh.


Han Ciu keluar dari goa, menuju telaga.


Setelah membulatkan tekad di hati, kemudian Han Ciu mengambil mutiara naga es, lalu memakannya, setelah terlebih dahulu, menyalurkan jiwa Emas ke seluruh tubuh untuk berjaga jaga, bila mutiara naga es membekukan seluruh isi bagian dalam tubuhnya.


Han Ciu setelah menelan mutiara naga es.


Perlahan turun, lalu kembali ke dalam goa. Lalu duduk di batu Giok es yang ada di ruangan dalam goa.


Tubuhnya perlahan mulai terasa dingin.


Han ciu kemudian duduk bersila, lalu konsentrasi untuk menghancurkan mutiara Naga es yang berusaha ia minum.


Perlahan rasa dingin semakin lama semakin menyiksa tubuh Han Ciu, wajah pemuda itu mulai membiru akibat hawa dingin yang merasuk dari dalam tubuh, seluruh anggota tubuh Han Ciu seperti beku tak bisa di gerakan.


Sambil menahan rasa dingin, Han Ciu terus menyalurkan tenaga dalam tahap ke 4 jiwa emas ke dalam tubuh.


Tapi rasa dingin yang di timbulkan akibat sedikit demi sedikit mutiara naga es yang di telan hancur dan menyatu dengan tenaga dalam miliknya, Han Ciu tak sadarkan diri, karna tak kuat menahan hawa dingin yang merasuk tulang.


Sementara itu di bukit Serigala, Zhain Li Er setelah sadar, kemudian berembuk dengan iblis biru serta pedang api, bagaimana cara masuk ke dalam goa yang tertutup oleh batu – batu besar.


Iblis biru lalu menyuruh Talaba agar memanggil Sin Ko yang berada di kota Liaoxi untuk menyewa orang dan membawa peralatan membongkar goa agar mereka bisa masuk ke dalam bukit serigala untuk mencari Han Ciu.


Talaba lalu pergi ke kota Liaoxi seperti yang di perintahkan, sementara itu serigala – serigala penunggu bukit, seperti yang sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi pada bukit serigala,


Rombongan para serigala kemudian pergi ke arah hutan yang berada di sebelah utara bukit serigala.


Fang Ji sebelum pergi mengikuti rombongan menekuk kedua kaki depannya di depan goa memberi penghormatan di depan goa bukit Serigala


lalu melolong

__ADS_1


Auuuung .. Auuuung .. Auuuung


__ADS_2