Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 201 ketetapan hati sepasang suami istri


__ADS_3

Setelah berhasil menghabisi Tangan Baja serta anak buahnya yang berada di dalam perkampungan.


Han Ciu serta rombongan menggeledah perkampungan tersebut, dan di temukan catatan bahwa mereka adalah pasukan pendam ( rahasia ) yang memang sengaja di siapkan untuk membantu serta membokong pertahanan kota Xianyang.


Jumlah mereka akan di tambah seiring dengan dekatnya waktu penyerangan sambil terus berlatih di pimpin oleh perwira tinggi pasukan bintang timur, sebuah pasukan yang di bentuk khusus untuk menyerang tempat penting dan strategis musuh.


“Jadi mereka membentuk pasukan khusus yang bernama pasukan bintang timur,” batin Han Ciu.


“Walaupun hanya di pimpin oleh seorang perwira menengah dengan dua pengawal pribadinya, tapi ia sanggup melukai bahu Tongki, serta anak buah yang cukup disiplin. itu artinya pasukan bintang timur dipimpin oleh pendekar yang kepandaiannya jauh diatas Tangan Baja, serta mempunyai wibawa yang tinggi, siapa pendekar itu ? Lanjut pemikiran Han Ciu.


Setelah tak ada lagi yang di dapat dari perkampungan tersebut, Han Ciu kemudian memerintahkan untuk membakar perkampungan yang di pakai pasukan Bintang timur untuk menyerang kota Xianyang.


Setelah perkampungan tersebut habis di lalap api, Sepasang siluman hutan Hanzhong mengantarkan Han Ciu ke dekat kota Xianyang.


Setelah melihat kota Xianyang dari kejauhan, Han Ciu memberi hormat kepada Sepasang Siluman hutan Hanzhong.


“Paman Tan Kui ! sebenarnya aku senang bila paman mau bergabung dengan kami, tapi kami tak mau memaksakan kehendak,


karena manusia bebas memilih apa yang di kehendaki,” ucap Han Ciu.


Tan Kui menarik nafas mendengar perkataan Han Ciu, kemudian berkata.


“Tuan Muda ! Maafkan kami yang belum bisa menerima tawaran tuan muda, kami berdua hanya ingin hidup tenang, kami sudah muak karena sering melihat kepalsuan manusia, memang tidak semua manusia jahat, tapi biarlah kami hidup dengan jalan kami sendiri,” Tan Kui membalas perkataan Han Ciu.


Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Tan Kui.


Han Ciu senang dengan kejujuran Tan Kui yang mengatakan apa yang menjadi pilihan hidupnya, tanpa harus berbasa basi dan bermanis muka.


Setelah berjabat tangan dan saling memberi salam kepada Han Ciu dan rombongannya, Sepasang Siluman hutan Hanzhong kembali ke hutan, tempat dimana mereka hidup dan menjalani kehidupan mereka.


Han Ciu dan rombongan hanya menatap kepergian sepasang Siluman hutan Hanzhong.


“Walau kenal tidak lama, tapi keduanya membawa kesan baik,” ucap Dewi kipas yang di balas oleh anggukan kepala orang yang mendengar.


“Apa luka saudara Tongki sudah kering ? Tanya Dewi kipas.

__ADS_1


“Berkat perhatian Dewi, luka ini tidak ada artinya buatku,” jawab Tongki, wajahnya merah sewaktu berkata.


Cis !


“Hanya luka keserempet tombak, tak ada artinya buat kita – kita yang mempunyai tenaga dalam,” ucap Zhain Li Er dengan nada ketus.


“Bukan masalah luka kecilnya nyonya, tapi takut senjata mereka di bubuhi racun,” Tongki membalas perkataan Zhain Li Er.


“Buat apa adik Zee memberi obat pemusnah racun, kau saja yang manja dan ingin di perhatikan oleh bibi Dewi,” Zhain Li Er membalas perkataan Tongki.


“Benar tidak ucapanku ? Lanjut perkataan Zhain Li Er.


“Kalau....kalau itu ! Tongki tak melanjuti perkataan Zhain Li Er.


“Kalau itu benar, kenapa tidak kau katakan saja, biasanya kau lancar bicara,”


“Dasar gadis kampret, buka kartu bikin malu aku di depan Dewi, awas kau nanti, suatu saat ku balas perbuatanmu padaku,” Tongki berkata dalam hati.


Han Ciu memberi isyarat mereka untuk diam dan melanjutkan perjalanan menuju kota Xianyang.


Tak lama kemudian seorang pria setengah baya datang dengan mengendarai kuda, di iringi beberapa pengawal, setelah berada di depan Han Ciu serta rombongan, komandan tersebut memberi hormat.


“Kai Ko, memberi hormat kepada utusan yang mulia penguasa barat,” komandan kota Xianyang yang bernama Kai Ko berkata sambil memberi hormat kepada Dewi Kipas.


“Jangan beri hormat padaku ! tapi pada ketua Han, karna aku seorang bawahan, ketua Han lah pimpinan kami, dan beliau juga keponakan dari yang mulia penguasa barat, tuan Liu Bang,” ucap Dewi Kipas.


Kai Ko terkejut, kemudian memberi hormat kepada Han Ciu.


“Maafkan kebodohan Kai Ko yang tidak mengenali Ketua Han,” ucap Kai Ko sambil membungkukkan badan di depan Han Ciu.


“Sudahlah tuan komandan, tak usah banyak peradaban, kita adalah kawan sendiri,” ucap Han Ciu sambil tersenyum melihat sikap Kai Ko.


Kai Ko yang melihat sikap simpatik Han Ciu semakin hormat, kemudian memimpin Han Ciu serta rombongan ke kediaman gubernur kota Xianyang.


Gubernur Xianyang yang bernama Cia Kun menyambut hangat kedatangan Han Ciu.

__ADS_1


Apalagi setelah Kai Ko memberitahu bahwa Han Ciu adalah keponakan Liu Bang,


Cia Kun langsung mengadakan pesta perjamuan terhadap Han Ciu serta rombongannya.


Setelah menyantap hidangan, lalu santai sambil minum arak, Han Ciu bercakap cakap dengan gubernur Cia.


“Tuan gubernur ! Apa ada yang aneh dengan kota Xianyang dalam beberapa waktu ini ? Tanya Han Ciu.


Gubernur Cia mengerutkan keningnya mendengar perkataan Han Ciu.


“Apa maksud perkataan dari tuan muda Han ? Tanya gubernur Cia.


Hmm !


“Jadi gubernur Cia serta komandan Kai Ko masih belum tahu bahaya yang sedang mengancam kota ini ? Tanya Han Ciu sambil menatap kedua pemimpin kita Xianyang itu.


Gubernur Cia serta Kai Ko tampak bingung mendengar perkataan Han Ciu, mereka berdua menatap Han Ciu dengan wajah minta penjelasan.


“Bahaya apa yang mengancam kota Xianyang ? Tanya gubernur Cia Kun.


Wajah Han Ciu langsung berubah serius sambil memandang bergantian ke arah gubernur Cia Kun dan Komandan Kai Ko.


“Kota Xianyang menjadi target pertama serangan pasukan penguasa timur,” ucap Han Ciu.


Komandan Kai Ko terkejut mendengar perkataan Han Ciu, apalagi gubernur Cia Kun yang hampir terjatuh dari kursi yang ia duduki saking terkejut mendengar perkataan Han Ciu.


“Be....benarkah ucapan ke....ketua ? Ucap gubernur Cia Kun gugup, seperti tak percaya dengan ucapan Han Ciu.


Hmm !


“Saat ini penguasa timur dan barat sudah mengumumkan perang terbuka, tapi kalian berdua sangat santai menanggapi situasi yang ada,” ucap Han Ciu dingin, sambil menatap bergantian kepada gubernur Cia Kun Serta Kai Ko.


“Ma....Maafkan kami tuan muda, bukannya kami tidak tahu dengan keadaan saat ini, tapi kami tidak menyangka kota Xianyang adalah kota pertama yang mereka incar,” gubernur Cia Kun dengan wajah pucat.


Kembali Han Ciu menatap tajam kepada kedua penguasa kota Xianyang.

__ADS_1


“Setelah mendengar ceritaku, lalu apa tindakan kalian ?


__ADS_2