Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 161 Akhirnya bertemu paman guru


__ADS_3

Hantu Malam berambut putih terkejut melihat ujung pedangnya putus sewaktu menangkis pedang yang digunakan oleh pemuda di depannya.


“Adik, kau harus berhati hati !” pedang pemuda itu adalah pusaka yang sangat langka, golok merah milik kakek itu sepertinya juga bukan tandingan pedang yang di pakai pemuda yang mereka sebut ketua,” Hantu Malam berambut putih berbisik kepada adiknya, Hantu Malam berambut hitam.


Sang adik mengangguk mendengar bisikan dari sang kakak.


Keduanya lalu bersiap dengan sepasang pedang di tangan sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.


Han Ciu yang tahu bahwa sepasang pendekar yang wajahnya hitam itu bukan pendekar sembarangan dan agaknya kepandaian mereka berada di atas Tongkat Naga, Sin Liong.


“Bersiaplah orang tua, ucap Han Ciu.


Setelah berkata, Han Ciu memutar sepasang pedang tulang naga, lalu kaki kanan maju lalu dan menatap ke arah sepasang Hantu Malam.


Tanpa basa basi, Han Ciu melesat menyerang ke arah sepasang Hantu Malam.


Whuut !


Pedang menyambar ke arah kepala Hantu Malam berambut putih.


Orang tua berambut putih yang melihat kepalanya di serang, serta hawa pedang yang sangat dingin terlebih dahulu menyambar kepala, langsung mundur menjauh, sementara sang adik, melihat kakaknya di serang menebas ke arah pinggang Han Ciu.


Han Ciu melihat musuh mundur menjauh serta pinggangnya di serang, kemudian melentingkan tubuhnya sambil bersalto, kemudian dari atas pedang tulang naga yang berada di tangan kiri mengibas ke arah Hantu Malam berambut hitam.


Sreet....Blaar !


Kibasan pedang tulang naga yang berhawa dingin menyambar tanah saat Hantu malam berambut hitam mundur sambil bersalto.


Tak ada debu yang berhamburan saat, kibasan pedang menghantam, hanya terlihat tanah yang berlubang dan terdapat butiran es di sekeliling lubang bekas hantaman hawa pedang Han Ciu.


Melihat lubang bekas hantaman hawa pedang pemuda di hadapannya, sepasang Hantu Malam saling pandang, kemudian langsung pasang kuda – kuda dan bersiap.


“Adik, langsung serang dengan gabungan pedang hantu yang kita miliki, ucap Hantu Malam berambut putih.


Sang adik mengangguk mendengar perkataan kakaknya.


Iblis Biru mengangguk melihat serangan Han Ciu, sementara Tongki yang kini berada di samping Zhain Li Er bicara dengan mengajak gadis itu bicara.


Semalam bertempur dengan kami berdua mereka banyak bicara, sekarang mereka bertempur dengan ketua, hanya diam saja.


Zhain Li Er yang mendengar perkataan Tongki tanpa menoleh ke arah kakek itu berkata.


"Beda kelas."


Cis !


“Pantas di sebut gadis kampret oleh si biru, dasar gadis tak ada sopan santun,” Tongki mendesis pelan.


Kali ini Zhain Li Er menoleh ke arah Tongki.


“Kau bilang apa ?” tanya Zhain Li Er sambil menatap tajam ke arah Tongki.


Tanpa menoleh, seakan membalas Zhain Li Er, Tongki berkata.


"Lagi malas bicara, ingin melihat pertandingan."


Zhain Li Er mendengus mendengar perkataan Tongki, lalu menatap kembali ke arah pertempuran antara Han Ciu dengan sepasang Hantu malam berambut panjang.


Setelah di beri pengarahan oleh sang kakak, Hantu Malam berambut hitam melesat sambil menyabet ke arah pinggang Han Ciu.


Han Ciu bergerak ke arah kanan, tapi gerakannya seperti sudah, di duga oleh Hantu Malam berambut putih.


Langsung menyambar ke arah kepala Han Ciu.


Han Ciu langsung menunduk, melihat pedang buntung Hantu Malam berambut putih menyambar ke arah kepala.


Shing !


Han Ciu kemudian menyambar kaki Hantu Malam berambut putih sambil menundukkan kepala.


Melihat pedang berwarna putih seperti tulang yang mengeluarkan hawa dingin menyambar, Hantu Malam berambut putih kemudian loncat, kemudian dari atas pendangnya menusuk kepala Han Ciu.


Han Ciu mundur sambil pedangnya mengibas menangkis pedang buntung milik Hantu malam rambut putih.


Dan saat mundur, Hantu malam rambut hitam menyerang Han Ciu dengan melihat arah mana ia akan menghindar.


Sambil menyabetkan pedang ke arah bahu kiri Han Ciu.


Han Ciu mendengus lalu menarik serangannya terhadap Hantu Malam rambut putih.


Karna jika memaksakan kehendaknya menyerang, bahunya bisa putus terkena sabetan pedang Hantu malam rambut hitam.


Kemudian dengan jurus selaksa pedang, Han Ciu balik menusuk dada Hantu Malam rambut hitam

__ADS_1


Melihat pedang yang berjumlah puluhan banyaknya menyerang dada, wajah pria tua berwajah hitam itu pucat, kemudian memutar pedang di depan dada, berusaha menangkis serangan dari depan.


Sedangkan sang kakak melihat adiknya sekali serang terdesak, lalu menyerang Han Ciu dari samping dengan tujuan menebas pinggang orang yang menyerang sang adik.


Han Ciu seperti tak peduli dengan sabetan pedang Hantu malam rambut putih, ia hanya mengerahkan tenaga dalam jubah emas ke arah pinggang, sambil terus menyerang dada Hantu Malam rambut hitam.


Trang !


Ujung pedang tulang naga menghantam badan pedang Hantu Malam rambu hitam, pedang Hantu Malam rambut hitam langsung loncat mundur menjauh.


tapi keduanya tersenyum karna pedang dari Hantu Malam rambut putih berhasil menebas pinggang Han Ciu.


Sreeet !


“Sobek pinggangmu anak muda, teriak Hantu Malam rambut putih ketika pedangnya mengenai pinggang Han Ciu.


Baju di pinggang Han Ciu Robek besar, terkena sabetan pedang Hantu malam rambut putih.


Hmm !


Han Ciu mendengus sambil menatap tajam, ke arah sepasang Hantu Malam wajah pemuda itu sangat kelam, apalagi setelah mendengar perkataan musuh yang berhasil menebas pinggangnya.


Tapi dengan ilmu jubah emas tahap ketiga yaitu Tubuh Emas, pedang Hantu Malam rambut putih tak bisa merobek pinggang Han Ciu.


Kau pikir mudah untuk melukai tubuhku, Han Ciu berkata dingin sambil menatap tajam sepasang Hantu malam.


Sepasang Hantu malam terkejut, apalagi Hantu Malam rambut putih yang jelas – jelas pedangnya menyabet pinggang Han Ciu, tetapi setelah menunggu tak ada darah yang keluar dari pinggang yang terkena sabetan pedang.


“Ternyata permainan pedang mereka saling isi, jika hanya menyerang satu sisi, akan susah bagiku untuk mengalahkan mereka, satu satunya jalan adalah, ilmu putaran Pedang Dewa di gabung dengan ilmu 10 Langkah Naga Langit.” Pikir Han Ciu.


Setelah merasa pemikirannya tepat, Han Ciu kemudian bersiap.


Kedua tangan kanan dan kiri berputar, dan putaran sepasang pedang tulang naga yang di keluarkan dengan tenaga dalam hasil dari mutiara naga es menggunakan jurus putaran pedang dewa mengeluarkan hawa yang sangat dingin.


Mereka yang berada di sekitar Han Ciu mundur merasakan hawa yang sangat dingin akibat putaran 2 pedang.


Sepasang Hantu Malam mundur satu langkah melihat uap dingin keluar dari putaran sepasang pedang yang berada di tangan pemuda yang menjadi musuh mereka, keduanya saling tatap dan ada perasaan jeri terpancar dari raut wajah mereka berdua.


“Berdoalah kalian berdua dari sekarang,” ucap Han Ciu dengan nada dingin.


Kemudian Han Ciu melesat ke arah sepasang Hantu Malam dengan ilmu 10 Langkah Naga Langit, tubuhnya bergerak ke arah Hantu Malam rambut putih, tapi sebelum sampai, tubuhnya dengan cepat malah berbalik dan menyerang Hantu Malam rambut Hitam yang hendak menyerang Han Ciu.


Hantu malam rambut putih yang sudah mundur untuk menghindari serangan Han Ciu langsung pucat dan teriak kencang.


Wajah Hantu Malam rambut Hitam pucat, saat putaran pedang menyambar ke arah leher.


Hantu Malam rambut hitam langsung menjatuhkan diri sambil berguling menjauh dari Han Ciu.


Sang kakak yang melihat adiknya dalam bahaya langsung menerjang ke arah Han Ciu, tetapi kemudian mundur menjauh setelah Han Ciu berbalik sambil melesat, pedang tulang naga yang berputar menebas dada Hantu Malam rambut putih.


Sreet !


Hantu Malam rambut putih sampai tiarap, ketika melihat hawa pedang yang seperti es tipis menebas ke arah dada.


Setelah berhasil menghindari serangan Han Ciu, Hantu Malam rambut putih langsung melesat ke arah sang adik, sambil pasang kuda – kuda bersiap menerima serangan.


Kali ini dari kedua wajah hitam itu tak terlihat ada senyum, hanya wajah yang terlihat pucat, dan merasa jeri melihat musuh yang mereka hadapi.


“Kakak pedangku sepertinya sekali tebas akan hancur, sewaktu menangkis pedang aneh milik pemuda itu, badan pedangku retak.” Ucap Hantu Malam rambut hitam


“Kita harus berpikir untuk melarikan diri dari sini, jika melawan pemuda itu sepertinya hanya mengantar nyawa,” ujar sang kakak.


“Kau pergi saja kak, biar aku yang menahan pemuda itu, tapi kakak harus membalaskan dendam guru kita jika selamat dari sini.” Sang adik berkata.


“Apa kalian sudah selesai bercakap cakap ?” Han Ciu berkata sambil menatap tajam ke arah sepasang Hantu Malam.


Mendengar perkataan Han Ciu, Hantu Malam rambut hitam menatap sang kakak, lalu anggukan kepala, sang kakak tampak sedih melihat adiknya, kemudian anggukan kepala.


Hantu Malam rambut hitam, sambil berteriak kencang melesat sambil menyerang leher Han Ciu.


Han Ciu juga melesat sambil pedangnya terangkat menahan serangan Hantu Malam rambut hitam.


Tapi mata Han Ciu menatap tajam ke arah Hantu Malam rambut putih yang berada di belakang sambil hendak melesat pergi.


Trang !


Pedang Hantu Malam rambut hitam, hancur, tapi pedang yang tersisa masih menyambar ke arah leher Han Ciu.


Han Ciu menunduk, saat pedang akan menebas leher, lalu dengan ilmu Raja Angin tubuhnya melesat menerjang ke arah Si Rambut putih yang hendak melarikan diri.


Han Ciu langsung menebas ke arah punggung Hantu Malam rambut putih.


Sang adik yang melihat kakaknya dalam bahaya berteriak kencang.

__ADS_1


“Kakak awas dibelakangmu ?!”


Hantu Malam rambut putih merasakan punggungnya dingin, kemudian bergerak kekanan, Han Ciu yang melihat musuh bergerak ke kanan langsung memburu, kemudian tubuhnya bergerak mendahului Hantu malam rambut putih, setelah berada di depan kakek itu, Han Ciu langsung menendang perut.


Buk !


Hantu Malam rambut putih terpental.


Han Ciu terus memburu musuhnya yang terpental, saat hendak menyabet ke arah Hantu Malam rambut putih, terdengar teriakan kencang.


Kak Han, jangan bunuh orang itu.


Han Ciu yang hendak menebas badan Hantu Malam rambut putih, menahan pedangnya begitu mendengar teriakan Sa Sie Hwa.


Han Ciu turun di samping Hantu Malam Rambut putih yang tergeletak di tanah.


Pedangnya langsung di taruh di depan dada orang tertua sepasang Hantu Malam.


Sang adik yang melihat kakaknya dalam bahaya, langsung melesat dan bersujud di depan Han Ciu, lalu berkata.


“Ketua, tolong jangan bunuh kakak hamba, kami menyerah, tapi tolong jangan bunuh kami,” ucap Hantu Malam rambut hitam.


Sa Sie Hwa melesat dan berdiri sambil memegang tangan Han Ciu.


“Kak Han tahan dulu, jangan di bunuh,” ucap Sa Si Hwa.


“Kami tidak akan membunuh kalian, tapi dengan satu syarat, apa kalian bisa memenuhi syarat itu ?” tanya Sa Sie Hwa


Hantu Malam rambut hitam, langsung menjawab.


“Apa syaratnya, katakan !” ucap Hantu Malam rambut hitam.


“Bantu kami membunuh Bu Ban Liong !” sepasang Hantu malam diam mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


Tak lama kemudian, Hantu Malam rambut hitam berkata.


“Kami sebenarnya baru bergabung dengan ketua Bu, karna kami butuh bantuannya untuk membunuh musuh kami, tapi bila kami bisa selamat serta membalas dendam guru kami yang di bunuh oleh murid murtad, kami bersedia membantu ketua.”


“Adik...! Sang kakak berkata sedih melihat adiknya.


Han Ciu merasa tertarik mendengar perkataan kakek berwajah hitam yang bersujud di depannya.


“Siapa gurumu dan siapa murid murtad yang kau maksudkan ?” tanya Han Ciu.


Guru kami di sebut kakek dari gunung hantu. Zhi Ang Fei


“Apa kau bilang ? Zhi Ang Fei,” lblis Biru melesat lalu menarik bahu Hantu Malam berambut hitam yang tengah bersujud.


Lalu tangan lblis Biru mencengkeram ke arah leher kakek yang sudah ia tarik dan kini berdiri di hadapannya.


“Kau jangan berbohong keparaat,” jika kau benar – benar murid Zhi Ang Fei kau pasti tahu, gurumu hanya mempunyai satu orang sahabat, katakan nama sahabatnya ?” jika salah, akan ku hancurkan batok kepalamu,” ucap Iblis Biru sambil matanya menyorot tajam.


Kami juga sebenarnya sedang mencari satu satunya sahabat guru kami, dan minta bantuan ketua Bu, tapi sampai sekarang anak murid perguruan Naga Api yang di sebar, belum menemukan sahabat guru kami itu.


Nama sahabat guru kami adalah Ming Mo


Mendengar perkataan Hantu Malam berambut hitam, lblis Biru langsung melepaskan cengkeramannya, mata biru sang kakek yang biasanya dingin kini tampak berkaca kaca.


Akulah Ming Mo orang yang kalian cari.


Mendengar perkataan Iblis Biru, Hantu malam berambut hitam serta sang kakak yang sudah terlepas dari ancaman pedang Han Ciu langsung bersujud di depan Iblis Biru.


“Salam hormat kami paman guru” ucap keduanya sambil bersujud.


Nama asliku hanya beberapa orang saja yang tahu, dan salah satunya adalah sahabat ku Zhi Ang Fei, aku percaya kalian adalah murid sahabatku si kakek penyendiri dari gunung hantu Zhi Ang Fei, tapi sekarang namaku sudah tersebar luas gara gara, penguasa daerah timur.


“Ketua ! Aku mohon tolong ampuni mereka berdua aku sendiri yang akan menjamin mereka, Iblis Biru berkata sambil membungkuk memberi hormat kepada Han Ciu.


Tongki yang masih berada di samping Zhain Li Er menatap ke arah Iblis Biru, karna baru kali ini ia melihat lblis Biru bersikap merendah seperti itu di depan Han Ciu.


Phuih !


Si pemarah itu bersikap sopan jika ada maunya, biasanya juga, Hmm...Hmm ! Sambil mulutnya menirukan gaya lblis Biru.


Zhain Li Er yang berada di sisi Tongki mendengus lalu bertanya.


“Apa semua gigimu masih ada ?”


Tongki yang mendengar pertanyaan Zhain Li Er mengerutkan kening.


“Masih” jawab Tongki


Tanpa melihat ke arah Tongki, Zhain Li Er berkata dengan nada dingin

__ADS_1


“Jika kau masih saja bicara, kupastikan akan berkurang tiga buah,”


__ADS_2