Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 143 Berkumpul kembali


__ADS_3

Keluarga Suma seperti tak percaya saat mendengar perkataan Pedang Langit, apa lagi di situ ada Su Ki mengaku, bahwa Su Fang adalah keponakannya.


Sedangkan Han Ciu tersenyum kepada Zhain Li Er, “kenapa adik Zhain seperti yang tidak suka terhadap Fang Ji ?” tanya Han Ciu.


"Karna sewaktu kak Han terkubur di bukit terkutuk itu, dia meninggalkan kakak Han Ciu seorang diri." ucap Zhain Li Er.


“Kau salah sangka, malah kalian yang meninggalkan aku, sedangkan Fang Ji selalu menungguku di sisi lain bukit," Han Ciu berkata sambil tersenyum.


Zhain Li Er langsung diam mendengar perkataan Han Ciu.


"Sudahlah malu di lihat para tamu," Han Ciu berbisik kepada Li Er.


Karna Zhain Li Er sedang memeluknya.


“Aku tak peduli,” ucap Zhain Li Er.


"Adik, apa perlu jatahmu nanti kami kurangi, Sa Sie Hwa berkata sambil melotot ke arah Zhain Li Er


Zhain Li Er cemberut, lalu melepaskan pelukannya terhadap Han Ciu, ketika mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


“Sahabat apa maksudnya ini !" apa benar Su Fang adalah ketua Selaksa pedang ?” Tanya Suma Han kepada Pedang langit.


“Su Fang” Pedang langit berkata.


“Siapa Su Fang ?" aku tidak kenal”


Saat keduanya bercakap cakap, Han Ciu sedang di tanyai oleh Zhain Li Er serta selir yang lain, sehingga tak mengetahui percakapan antara Suma Han dengan Pedang Langit.


"Su Fang adalah keponakan Su Ki, sedangkan Su Ki adalah penanggung jawab penginapan bunga naga cabang kota Langye." Suma Han berkata kepada Pedang Langit.


"Su Fang, Su Ki" Pedang langit berkata sambil tersenyum, "aku tak tahu siapa mereka, yang aku tahu, pemuda yang tadi bersama kalian, itu bernama Han Ciu alias si Naga Hitam, Cengcu selaksa pedang, sekaligus pemilik semua penginapan bunga naga yang tersebar di berbagai kota."


Suma Han hanya bisa mengangguk anggukan kepala sambil ia sendiri tak mengerti.


Lalu Suma Han memanggil Su Ki.


Han Ciu melihat saat Suma Han memanggil Su Ki, setelah bicara kepada para selirnya, Han Ciu menghampiri Suma Han Serta Su Ki yang di situ terdapat pedang langit.


"Maaf kan saya yang telah memperalat keluarga Suma untuk masuk ke telaga barat, juga maaf kepada Paman Su Ki yang sudah merepotkan," Han Ciu berkata kepada mereka berdua.


Sa Sie Hwa kemudian menghampiri mereka.


“Su Ki, kau bertemu dengan ketua dimana ?" Mendengar perkataan Sa Sie Hwa yang selama ini di ketahui sebagai pemilik penginapan bunga naga.


Tubuh Su Ki langsung gemetar, lalu memberi hormat.


“Maafkan hamba ketua, hamba tidak tahu bahwa ketua adalah pemilik sebenarnya dari penginapan bunga naga,” Su Ki berkata sambil membungkuk memberi hormat kepada Han Ciu.


“Jadi....jadi benar dia bukan ponakanmu ?” tanya Suma Han.

__ADS_1


"Maaf tuan Suma, ketua sendiri yang menyuruh Hamba untuk mengakui, bahwa ketua adalah keponakan Hamba, agar bisa ikut menumpang kapal menuju telaga barat." ucap Su Ki.


Ha Ha Ha


Suma tertawa mendengar perkataan Su Ki


Kemudian memberi hormat kepada Han Ciu di ikuti oleh anggota keluarga Suma yang lain.


“Kenapa ketua tidak bicara langsung kepadaku, kalau waktu itu ketua bicara, kami akan menjamu ketua dan ketua tidak tidur di luar.” Ucap Suma Han.


"Sudahlah tuan Suma, aku hanya bisa berterima kasih kepada keluarga Suma karna telah di beri tumpangan sampai kesini, aku memang berniat seperti itu sambil mengamati situasi.


Dan melihat lihat jika saja ada yang berniat jahat terhadap perguruan selaksa pedang yang akan kami resmikan besok." ucap Han Ciu sambil tersenyum.


Suma Han mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.


“Paman Su Ki mana barang yang aku titipkan kepada paman ?” Han Ciu berkata.


“Maaf ketua, masih ada di kamar perahu milik keluarga Suma, sebentar akan Hamba ambil.


Lalu Su Ki pergi, dan tak lama kemudian Su ki kembali sambil membawa bungkusan panjang.


Han Ciu tersenyum menerima bungkusan dari Su Ki lalu mengeluarkan Golok api.


"Mustika yang hebat," ucap Suma Han sambil berdecak kagum setelah melihat golok api.


Sedangkan Bu Heng matanya berkilat melihat golok api.


Han Ciu tersenyum lalu memutar golok api, hawa panas langsung terasa di sekitar tempat Han Ciu.


Wajah Bu Heng semakin cemberut setelah merasakan golok yang ada di tangan Han Ciu adalah pusaka yang langka.


"Paman sekalian silahkan istirahat di kamar yang telah di sediakan." Han Ciu berkata.


Suma Han bersama yang lain kemudian pamit undur diri, hanya Suma Lan yang sesekali melirik ke arah Han Ciu dengan tatapan sedih, gadis itu merasa seperti ada yang hilang dari dirinya, tapi akhirnya ia sadar, setelah melihat dan tahu bahwa ke empat gadis yang cantik jelita dan memakai pakaian serba putih adalah selir pemuda yang telah mencuri hatinya.


“Kakak Han kau terlihat lebih dewasa sekarang,” Ahn Nio berkata.


“Dan rambutmu, apa yang terjadi dengan rambutmu ?” Ahn Nio berkata, mereka baru sadar setelah Ahn Nio menanyakan soal rambut yang berubah warna menjadi kuning ke emasan.


Han Ciu lalu menceritakan tentang pengalamannya berada di dalam perut bumi di bawah bukit Serigala.


"Kami semua selama 30 hari terus menggali bukit serigala untuk menemukanmu, Sin Ko membawa puluhan para pekerja dari kota Liaoxi untuk membantu, tapi tetap tak bisa menemukan kau," ucap Iblis biru.


"Biarpun paman dan seisi kota menggali tetap tak akan bisa menemukanku karna aku jatuh ke bawah, ke dalam perut bumi, tapi keberuntungan masih berpihak padaku dan di perut bumi aku menemukan apa yang aku cari."


Pedang Langit mengangguk mengerti apa maksud dari ucapan ketuanya, apalagi setelah melihat sepasang pedang bergagang putih yang berada di punggung sang ketua.


“Oh ya paman, bagaimana dengan persiapan yang telah di lakukan untuk acara hari esok ?” tanya Han Ciu.

__ADS_1


"Ketua tidak usah khawatir, semua sudah beres, kita hanya tinggal menunggu tamu undangan yang datang, dan melakukan acara perubahan dari perkampungan menjadi perguruan." Pedang langit memberi penjelasan.


"Kita juga bertambah beberapa jago pedang, seperti pedang api dan kakak seperguruan nya." lanjut perkataan Pedang Langit.


Mendengar perkataan Pedang Langit tentang kakak seperguruan dari Pedang Api, Han Ciu baru teringat kepada Tongki.


"Kemana kakek itu ?" Han Ciu bertanya tanya.


Tapi Han Ciu tak bercerita kepada yang lain bahwa ia sudah bertemu dengan Tongki.


Tapi pemuda itu teringat kepada Bu Heng dan mempunyai rencana yang bagus untuk mengundang ketua perguruan Naga Api, Bu Ban Liong.


“Paman, ada yang terlupa, tolong panggilkan semua keluarga Suma kemari, ada yang ingin ku katakan, ingat paman !” “semua,” ucap Han Ciu menegaskan.


“Pedang langit kemudian pergi,” Pedang Langit tak tahu apa maksud dari Han Ciu memanggil kembali keluarga Suma yang telah di perintahkan untuk istirahat di kamar yang telah di sediakan.


Tetapi ia tak membantah perkataan sang ketua, karna ia tahu, ketuanya pasti punya alasan untuk memanggil kembali keluarga Suma.


Setelah Pedang langit pergi, Sa Sie Hwa melirik ke arah kantong yang sedikit besar di pinggang Han Ciu.


“Apa itu ?” tanya Sa Sie Hwa.


“Kau selalu tahu akan barang berharga, sana kalian pilih masing – masing mana yang kalian suka, ini oleh – oleh dari perut bumi yang aku bawa untuk ke empat selirku yang cantik,” ucap Han Ciu sambil memberikan kantong kepada Sa Sie Hwa.


Sa Sie Hwa membuka kantong yang di berikan oleh Han Ciu.


Setelah melihat isi dari kantong itu, mata Sa Sie Hwa langsung bercahaya, kemudian Sa Sie Hwa lari ke dalam, Ahn Nio, Zhain Li Er serta Racun Cilik yang penasaran kemudian memburu ke arah Sa Sie Hwa, mereka ingin tahu apa yang ada di dalam kantong yang di berikan oleh Han Ciu.


Kini yang berada di ruangan hanya Han Ciu bersama dengan lblis biru serta Pedang Api.


Dari kejauhan tampak seorang kakek berpakaian hitam masuk sambil tersenyum.


Kakek yang tak lain adalah Tongki, ketika datang dan melihat Han Ciu berada di sana, ia mengerutkan keningnya.


Sambil bertolak pinggang Tongki melotot ke arah Han Ciu.


“Sedang apa kau disini ?”


Pedang Api terkejut mendengar perkataan kakak seperguruan nya, lalu menghampiri Tongki, dan berbisik di telinga kakak seperguruannya.


Setelah mendengar bisikan Pedang Api,


Wajah Tongki langsung berubah.


Kemudian Tongki berbalik arah hendak pergi, Han Ciu mengerutkan keningnya ketika melihat Tongki hendak pergi dan bertanya.


“Mau kemana ?”


Tongki menjawab

__ADS_1


"Perutku mendadak mules, ingin ke belakang."


__ADS_2