Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 48 Gadis lembah Seribu bunga


__ADS_3

Lan mo ci dan Lan kim langsung menoleh ketika mendengar perkataan dari Lan an.


Lan an langsung menunduk, ketika merasa perkataannya menjadi pusat perhatian orang orang yang sedang bicara.


Maaf adik An, aku harus cepat kembali ke kota Nan, karna ada satu hal yang harus di pastikan.


Tanpa basa basi lagi, Han ciu berkata.


"Paman Kim ho mau ikut sekarang atau tinggal dulu di sini ?" aku ikut Cengcu," ucap Kim ho.


Setelah berpamitan, Han ciu dan Kim ho di beri 2 ekor kuda jempolan oleh keluarga Lan dan bekal untuk melanjutkan perjalanan, sementara Lan an hanya bisa menatap dan tak bisa menahan kepergian Han ciu, matanya berkaca kaca melihat kepergian Han ciu.


Lan mo ci mengusap kepala cucunya sambil berkata.


Kakek tau kau suka pada Cengcu, dan kakek sangat setuju dengan pilihanmu, tapi kau juga harus mengerti, jodoh sudah ada yang menentukan dan kau harus sabar dan lapang dada.


Cengcu sepertinya tidak menyukai aku kek, Lan an berkata, nada suaranya terdengar sangat kecewa dan sedih.


Sudahlah kau jangan bersedih, jika Cengcu jodohmu, suatu saat dia akan kembali kesini, kakek dan ayahmu akan selalu mendukungmu.


Lan an langsung memeluk Lan mo ci yang sangat ia sayang, tapi Lan an tahu, Han ciu tak ada hati dengannya, karna sikapnya berbeda jika orang suka.


Tapi aku akan berusaha untuk mendapatkan cintanya, Lan an berkata dalam hati, sambil melihat ke arah kepergian Han ciu.


Ketika mereka bertiga berkuda, Han ciu menoleh ke arah Hek kay.


"Kau mau ikut denganku ke kota Nan ?" ucap Han ciu.


"Tidak, nanti di depan sana ada jalan bercabang, kekanan ke arah Nan, sedangkan aku ke kiri.


"Aku akan memberitahukan tentang perkampungan selaksa pedang kepada guru," Hek kay berkata.


Han ciu mengangguk mendengar perkataan sahabat barunya.


"Tapi kau harus ingat, aku tidak mau namaku menyebar di dunia persilatan untuk saat ini,"


"Kau tenang saja, aku akan menjaga rahasia" Hek kay menjawab perkataan Han ciu.


Dan ketika jalan bercabang terlihat, Han ciu berbelok ke arah kanan, sementara Hek kay ke arah kiri, dan mereka berpisah.


Han ciu dan Kim ho memecut kuda mereka untuk segera sampai ke kota Nan.


Ketika mereka berpacu mengikuti jalan yang biasa di gunakan, Han ciu dan Kim ho melihat sebuah sungai besar dan beberapa kapal bersandar di sebuah dermaga kecil yang berada di pinggir sungai.


Han ciu jadi teringat ketika pertama kali ke kota Nan ia pernah naik perahu hingga bisa berkenalan dengan Ahn nio dari surga malam.


"Paman mari berhenti !" kita tanya apakah ada kapal yang menuju kota Nan," Kim ho mengangguk mendengar perkataan sang Cengcu, kemudian kedua kuda mereka berjalan perlahan kearah dermaga kecil yang berada di tepi sungai besar.


Han ciu mengerutkan kening ketika melihat lelaki gemuk sedang berdiri di sisi tangga yang menghubungkan dari dermaga ke perahu besar.

__ADS_1


Wajahnya tersenyum ketika melihat wajah pria gemuk itu dan berkata kepada Kim ho.


"Agaknya untuk menghemat tenaga kita lebih baik ikut kapal ke kota Nan paman," Han ciu berkata.


"Apa Cengcu yakin kapal ini akan kekota Nan ?" "kita tanya saja kepada pemilik perahu," Han ciu berkata menjawab pertanyaan Kim ho.


Han ciu dan Kim ho lalu berjalan ke arah dermaga, ketika sampai di depan pemilik perahu, Han ciu tersenyum dan berkata.


"Hai gendut !" apa kapalmu akan ke kota Nan ?"


Pria gemuk yang di panggil gendut wajahnya cemberut sambil melihat ke arah Han ciu.


Hmm !


"Aku sepertinya mengenal wajah tengikmu itu, tapi dimana ya ?" ucap pria gemuk itu sambil mengusap usap dagu.


Ha ha ha.


"Coba kau ingat ingat lagi, dimana kita pernah bertemu." ucap Han ciu setelah tertawa.


"Ah..."Aku ingat sekarang, kau bocah kurang ajar yang pernah membuat kembang surga malam mandi di sungai bukan," ucap pria gemuk itu sambil tersenyum.


"Ternyata kau masih ingat padaku gendut."


Phuuih !


"Bahasa mu tak berubah juga, sopanlah kau sedikit pada orang yang lebih tua," pria pemilik kapal itu berkata.


Hmm !


"Kalau sebut paman ya paman saja, tak usah kau sebut sebut gendut segala." pria pemilik kapal itu berkata sambil menatap ke arah Han ciu.


Han ciu tersenyum mendengar perkataan pemilik kapal yang ternyata masih mengingatnya.


"Apa kapal ini akan ke kota Nan ?" Kau sudah tahu pake tanya segala.


Jarak dari sini ke kota Nan lebih jauh, ongkos perahu jadi 30 tail perak per orang, kau dan bapakmu berdua jadi 60 puluh tail perak.


Pria gemuk itu berkata sambil melirik kearah Kim ho.


Hmm !


Kim ho mendengus ketika mendengar ia di sebut bapak Han ciu.


"Tak sopan"


Kim ho berkata, Han ciu memberi isyarat Kim ho untuk tenang.


"Kalau bukan bapak kau pasti pamanya, kenapa tak sopan segala." Kim ho setelah mendapat isyarat Han ciu tak berkata.

__ADS_1


Han ciu lalu memberikan Seratus tail perak dalam bentuk uang kertas, pemberian dari Keluarga Lan sebagai bekal perjalanannya menuju kota Nan.


Setelah menerima uang kertas, pria gemuk itu berkata, "aku tau kau pasti akan bilang, ambil kembaliannya."


Phuuih !


"Bocah tengik, aku sudah tahu akal bulusmu."


Han ciu tersenyum mendengar perkataan pria pemilik kapal.


Karna kapal lumayan besar dan ada tempat untuk menyimpan hewan, dengan menambah ongkos 10 tail perak, kedua kuda masuk kedalam perahu.


Setelah persiapan selesai, sebelum sore kapal melepaskan tali dan mulai berlayar mengikuti sungai menuju kota Nan.


Han ciu seperti dulu berdiri di depan, sambil menatap sungai dan hutan yang berada di kiri dan kanan sungai.


Tapi kali ini ia tak sendiri, karna ada Kim ho yang selalu mengawalnya.


Matahari senja terlihat sangat indah.


Han ciu yang berdiri di depan memandang ke arah sekeliling, dan menarik nafas dalam dalam, sambil menikmati udara segar di senja hari.


Han ciu melihat pemilik perahu menghampiri dirinya.


Setelah sampai di dekat Han ciu, pria gemuk itu berkata.


"Kau darimana bocah tengik, kenapa bisa ada di Hengshan ?"


"Aku ini seorang busu paman gendut !" dimana di butuhkan, ya di situ aku berada." Han ciu berkata


Phuuih !


"Busu tengik sepertimu mana ada orang yang mau dan minta kau kawal." ucap pemilik kapal.


Ketika Han ciu dan pemilik kapal sedang bercakap cakap.


Terdengar tawa mengoda, dari beberapa orang gadis yang berada di dalam kapal.


Han ciu lalu melihat ke arah gadis gadis yang berjumlah 5 orang sedang bersenda gurau, sambil tertawa centil dan menggoda telinga orang yang mendengarnya.


Pemilik kapal melirik ke arah Han ciu yang tengah menatap ke lima orang gadis itu.


"Mereka sangat cantik bukan ?" pemilik kapal berkata pelan.


"Tapi aku nasehati kau untuk tidak medekati gadis gadis itu,"


"Memangnya ada apa dengan mereka paman ?" Han ciu berkata.


"Mereka gadis gadis dari lembah seribu bunga, dan rata rata lembah seribu bunga, gadis gadis nya beracun."

__ADS_1


Tapi wajah Han ciu berubah ketika mendengar pria gemuk itu berkata, bahwa lembah seribu bunga di pimpin oleh seorang kokcu yang bernama.


"Siluman Lembah bunga."


__ADS_2