
Iblis biru mendengus, mendengar perkataan Han Ciu, yang sama aja mengatakan bahwa ia tak mampu mengalahkan Siluman gagak.
“Jadi kau pikir aku tak mampu mengalahkan siluman burung itu ?” ucap lblis biru dengan nada kesal.
Han Ciu yang mendengar perkataan lblis biru mendengus.
“Mundur kataku," ucap Han Ciu dingin, ketika mendengar perkataan lblis biru.
Mendengar suara dingin dari Han Ciu Hati lblis biru menjadi agak gentar, walau merasa kesal, tapi kali ini ia tak berani membantah perkataan pemuda yang berdiri di depannya, lalu perlahan menuruti apa perkataan dari Han Ciu.
Iblis biru mundur, kemudian berdiri di dekat Zhain Li Er serta Racun Cilik.
“Mari !” senjata lawan senjata, jangan beraninya dengan orang yang bertangan kosong,” Han Ciu berkata.
Siluman gagak serta pedang api menatap tajam Han Ciu, mereka juga mengamati golok yang di pakai oleh pemuda yang berada di hadapannya.
Golok mustika desis Pedang api setelah melihat senjata yang di pegang oleh Han Ciu.
Siluman gagak yang kesal karena senjata sabitnya patah oleh sabetan golok mendengus, wajahnya berubah kelam dan sangat gusar.
Sedangkan Pedang api sorot matanya menatap tajam ke arah pemuda yang berada di hadapannya, sebagai pendekar pedang, ia tahu yang digunakan oleh Han Ciu adalah jurus pedang tingkat tinggi, tapi yang membuatnya heran adalah, kenapa pemuda itu menggunakan golok.
Siluman gagak yang sudah geram, kemudian menyerang Han Ciu, sementara Pedang api masih tetap menunggu sambil melihat jurus pedang yang di gunakan oleh Han Ciu, ia ingin tahu dari aliran mana jurus pedang yang di gunakan oleh pemuda itu dan siapa guru pemuda itu, karna hampir semua jago pedang tersohor di jamannya pedang api kenal dan bersahabat.
Sabit yang sekarang hanya tersisa satu bergerak menyambar leher Han Ciu, Han Ciu memutar golok api dengan jurus putaran Dewa pedang.
Melihat golok yang lumayan besar berputar kencang dan menimbulkan angin yang sangat panas, menyambar pinggang siluman gagak yang terkejut lalu bergerak menghindar.
Sabit yang menyerang leher Han Ciu di tarik kembali, melihat perutnya terancam oleh golok yang lebih panjang, tubuhnya melesat ke atas, lalu dengan jurus gagak mengincar mangsa, Siluman gagak menyerang Han Ciu dari atas seperti apa yang telah ia lakukan terhadap Iblis biru.
Han Ciu dengan jurus langkah raja angin, menghindari serangan siluman gagak yang menyambar kepala.
Kemudian golok api menebas kearah badan siluman gagak.
Whuuut !
Siluman gagak menutup rapat kedua tangan sambil melentingkan tubuhnya.
Kakek berwajah hitam itu bergerak cepat menghindari serangan Han Ciu, setelah berada di atas, kedua tangannya terbentang dan tubuhnya seperti mengambang di atas langit, sambil menatap ke arah Han Ciu.
Lalu dari atas, mulut Siluman gagak ber kaok – kaok seperti burung gagak, puluhan gagak yang bertengger di sekitar bukit di sekeliling mereka tampak bergerak mendengar suara majikan mereka, puluhan burung gagak terbang menghampiri ke arah Siluman gagak, setelah berkumpul bersama, kakek berwajah hitam itu kembali ber kaok – kaok, puluhan burung gagak seperti mendapat perintah, kemudian menyerang Han Ciu dari berbagai arah.
Hmm !
Han Ciu mendengus, “keparaat !”
Han Ciu memutar golok api sambil mengeluarkan jurus pedang hampa, puluhan bayangan golok berwarna merah mengambang sebentar di udara, lalu melesat ke arah burung gagak yang menyerang ke arahnya.
Shing .. Shing .. Shing.
Beberapa ekor gagak tewas terkena sambaran bayangan golok yang berasal dari jurus pedang hampa, sementara sisanya berusaha menghindari serangan, angin panah yang keluar dari bayangan golok membuat sebagian burung gagak peliharaan siluman gagak ketakutan, sedangkan yang terkena bayangan golok, jatuh dan tubuh gagak itu hangus seperti di panggang api.
__ADS_1
Pedang api wajahnya berubah dan terkejut melihat jurus pedang yang di keluarkan Han Ciu.
Siapa anak muda itu, jelas itu adalah ilmu pedang bukan golok, dan jurus jurusnya sangat asing dan sungguh hebat.” Ucap Pedang api dalam hati.
Siluman gagak semakin kencang berkaok kaok, burung gagak itu seperti ragu mendengar perintah majikannya untuk menyerang Han Ciu.
Beberapa ekor burung memaksa menyerang, tetapi akhirnya hancur terkena hantaman pedang hampa, burung gagak yang lain melihat kawanan mereka tewas, walaupun mendengar suara Siluman gagak tak peduli, lalu bertengger di bukit sekitar tempat mereka bertarung.
“Sahabat, apa kau hanya diam saja melihatku bertarung, bukankah kita ada perjanjian ?” Siluman gagak berkata kepada pedang api yang masih terus mengamati Han Ciu.
Mendengar perkataan Siluman gagak, Pedang api mencabut pedangnya yang juga berwarna merah lalu menatap ke arah Han Ciu, lalu berkata.
“Anak muda, ilmu pedang mu boleh juga !” mari kita bermain main sebentar biar saling kenal,” ucap Pedang api.
Han Ciu mendengus mendengar perkataan Pedang api.
Kenapa tidak sekalian saja paman dengan siluman muka hitam itu melawanku untuk menghemat waktu.
Keparaat, sombong sekali mulutmu, siluman gagak berkata, saat hendak menyerang Han Ciu, Pedang api memberi isyarat tangan bahwa ia sendiri yang akan melawan pemuda itu.
Sementara itu Iblis biru yang tadi melihat dan memperhatikan siluman gagak sewaktu bertarung dengan Han Ciu sedikit banyak sudah mempelajari gaya bertarung kakek bermuka hitam yang telah membuatnya kesal.
“Hay muka gagak, kau lawanku, mari kita lanjutkan pertarungan yang tadi terhenti.” Ucap iblis biru.
Keduanya lalu bersiap.
Sementara Pedang api memasang kuda – kuda bersiap menghadapi Han Ciu.
Pedang panjang berwarna merah tegak lurus di depan dada, kaki kiri pedang api perlahan berputar lalu di tarik mundur.
Lalu Han Ciu dengan golok yang berputar kencang melesat menerjang Pedang api.
Pendekar tua yang berpakaian merah, melihat serangan serta hawa panas yang keluar dari golok mustika yang dipakai musuh.
Dengan posisi kaki kiri berada di belakang serta pedang merah tegak lurus berteriak kencang untuk memompa semangat tempurnya.
Hiaaaaat !
Putaran golok di sambut pedang berwarna merah yang menyambut serangan golok yang berputar putar.
Trang .. Trang
Benturan terjadi antara dua senjata mustika, yang menimbulkan bercak api, Keduanya lalu bertempur sengit, hawa panas menyelimuti daerah sekitar tempat mereka bertempur, anak buah siluman gagak yang melihat pertempuran, mulai menjauhi pertempuran antara Han Ciu dan Pedang api, karna hawa panas yang mereka timbulkan.
Begitu pula dengan Iblis biru melawan Siluman gagak, hanya dengan satu sabit serta ilmu yang sudah di pelajari kelebihan serta kekurangannya oleh iblis biru membuat keduanya menjadi seimbang.
Dua pertarungan dahsyat di tengah lapang yang di kelilingi bukit, menjadi tontonan menarik ratusan anak buah sekte gagak hitam.
Sementara itu Fang ji dengan matanya yang tajam terus mengawasi goa goa yang ada di sekitar tempat itu, entah kenapa serigala itu seperti tak asing dengan tempat ini.
Trang .. Trang
__ADS_1
Suara benturan kembali terjadi tapi setelah terjadi beberapa kali benturan. Dorongan terhadap pedang merah, baru terasa oleh Pedang api, senjatanya terpental lebih jauh walaupun tenaga dalam mereka berimbang, tetapi berat dan besarnya kedua mustika berbeda.
Pedang api mulai merasakan itu, saat pedang yang ia pakai jika berbenturan dengan golok lawan, pedang merahnya terpental agak jauh.
Han Ciu terus menekan dengan, jurus selaksa dewa pedang ia keluarkan, golok api yang semakin lama semakin menimbulkan hawa panas, menjadi berjumlah puluhan menyerang berbagai macam bagian tubuh Pedang api.
Mata pedang api melotot, melihat puluhan mata golok menyambar tubuhnya, pedang merah berputar di depan dada sambil melompat mundur menjauh.
Sementara di tempat lain lblis biru mulai bisa mendesak Siluman gagak, ketika kakek berwajah hitam itu masih berada di udara, lblis biru tak mau menyerang, ia hanya berdiam diri menunggu serangan.
Walaupun Siluman gagak bisa bertahan lama berada di udara, tapi tanpa di pakai menyerang atau bertahan, hal itu akan menjadi percuma, dan tubuhnya yang berada di atas lama – lama akan turun dengan sendirinya, saat Siluman gagak turun baru lblis biru bergerak menyerang.
Taktik bertarung yang di gunakan iblis biru, membuat kesal siluman gagak, tenaga dalamnya sewaktu tengah berada di atas jadi terbuang percuma karna tidak di pakai, sementara bila ia memaksa menyerang, lblis biru bukan balik menyerang tapi lompat menjauh.
Suasana hati yang kesal dari siluman gagak apalagi setelah melihat Zhain Li Er serta Racun cilik yang tengah asyik menonton pertarungan antara Han Ciu dengan Pedang api.
Siluman gagak lompat mundur, kemudian memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menyerang Zhain Li Er serta Racun cilik, Siluman gagak berharap dengan di serangnya kedua gadis itu akan memecah konsentrasi Han Ciu yang tengah bertarung dengan Pedang api.
“Seraaang .. Seraaang ! gadis itu.”
Han Ciu terkejut mendengar perkataan dari Siluman gagak.
Jika ratusan anggota sekte gagak hitam menyerang, bukan Zhain Li Er yang ia Khawatirkan tapi Racun cilik, jika racun gadis itu habis terpakai, akan repot buatnya mempertahankan diri jika Zhain Li Er sibuk melawan musuh mereka dan tak bisa melindungi Racun cilik.
Ratusan orang mulai bergerak, sementara Pedang api tak memberi kesempatan Han Ciu untuk menolong 2 orang gadisnya, begitu pula dengan lblis biru yang sibuk saling serang dengan Siluman gagak.
Zhain Li Er mencabut pedang angin, sementara Racun cilik menyambitkan senjata rahasianya ke arah para penyerang.
Zhain Li Er mengamuk dengan pedang anginnya, tapi gadis itu seolah di bawa menjauh dari Racun Cilik.
Jarum Racun cilik mulai habis, sementara bubuk racun yang di tebarkan juga mulai berkurang, sedangkan anak buah sekte gagak hitam mulai merangsek terus mendekati selir termuda Han Ciu.
Shing .. Shing .. jleb .. Creep
Panah – panah menyambar dari atas tebing, menembusi tubuh anggota sekte gagak hitam yang di lesatkan oleh Talaba, pemuda itu memilih musuh yang benar – benar membahayakan Istri ketuanya.
Dari atas tebing Talaba mulai cemas karna anak panahnya mulai hampir habis.
Di saat kritis buat Racun Cilik.
Terdengar geraman dari Fang Ji, wajah serigala itu tampak buas, gigi taringnya keluar matanya menyorot tajam ke arah anggota sekte gagak hitam.
Tiba – tiba Fang ji melolong panjang.
Auuuuung ... Auuuuung .. Auuuuung
Setelah Fang ji melolong kencang.
Terdengar lolongan serigala saling bersahutan dari sekitar bukit dan goa di sekitar mereka.
Auuuung .. Auuuuung .. Auuuuung
__ADS_1
Dua ekor serigala besar yang tubuh dan warnanya hampir sama dengan Fang Ji keluar dari dalam goa memimpin puluhan Serigala, dan terus bertambah banyak, hingga jumlahnya menjadi ratusan ekor. Ratusan ekor serigala dengan lidah terjulur dan suara geraman dan sebagian melolong, menatap ganas ke arah anggota sekte gagak hitam
Auuuung .. Auuuuung ...Auuuuung