Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 157 Menyelamatkan Rombongan Ahn Nio


__ADS_3

Pertempuran terhenti saat melihat pendekar Tongkat Naga yang bernama Sin Liong kepalanya hancur oleh hantaman tongkatnya sendiri.


Iblis Biru tersenyum setelah melihat kawannya mampu membunuh pemimpin rombongan penyergap, si Tongkat Naga.


Tanpa menunggu waktu lama, rombongan penyergap satu persatu di habisi oleh rombongan Han Ciu.


Akhirnya tersisa 5 orang dan sisanya hampir semua penyergap tewas.


Sementara rombongan Han Ciu, 7 orang tewas, dan hampir kurang lebih sepuluh orang terluka berat dan ringan.


Han Ciu menyuruh yang terluka untuk segera mengobati luka mereka, kemudian menghampiri tawanan yang hanya tersisa 5 orang.


Kalian yang dari benteng ada berapa yang hendak menyergap anggota perguruan.


Mereka saling lihat tak berani bicara.


Walau kalian bungkam setidaknya aku sudah tahu.


“Kalian berjumlah 200 orang, di sini hanya ada seratus yang di pimpin oleh tongkat naga, kemana sisa yang seratus lagi ?” Han Ciu bertanya kepada kelima orang yang menjadi tawanan.


Mereka diam, tapi seorang pria paruh baya yang berada di sisi dekat dengan lblis Biru serta Tongki di sisi lain.


Mereka selalu melihat ke arah pria itu.


Han Ciu mendengus ketika kelima orang itu masih diam.


Iblis Biru kemudian tangannya menepak belakang kepala pria paruh baya itu.


Plak !


Kepala pria paruh baya sampai tertunduk oleh tepakkan tangan lblis Biru.


“Hayo katakan,” Iblis biru berkata kepada pria yang ia tepak kepalanya.


“Kesana tuan,” orang itu berkata sambil menunjuk ke arah jalan raya yang terlihat dari kejauhan.


“Kesana....Kesana,” yang jelas katakan?” lblis Biru berkata kepada lelaki itu sambil kembali menepak kepalanya.


Plak !


“Ampun tuan !” ada bukit di depan dekat jalan raya yang akan menuju Sishui, mereka akan menyergap dari bukit itu.


100 orang yang di pimpin oleh murid Ketua Sin Liong.


Pendekar tongkat langit dan bumi.


“Setelah berhasil menyergap mereka akan memberi kabar, lalu rombongan ketua akan menyergap dari lain arah.”


“Sepertinya sebentar lagi rombongan adik, Ahn Nio serta Zhain akan di serang.” Ucap Han Ciu setelah mendengar keterangan orang itu.


“Fang Ji, cepat cari jejak !” yang luka tunggu di sini, dan ikat dulu kelima orang itu, jika mencoba kabur bunuh saja mereka.”


Fang Ji kemudian berlari menuruni bukit, di ikuti oleh Han Ciu serta anak buah yang lain.


Setelah mengikat, tawanan yang berjumlah lima orang, mereka kemudian menyusul Han Ciu yang berlari mengikuti Fang Ji.


Mereka terus berlari, karna bukit yang mereka lihat tampak kecil, yang artinya bukit itu masih jauh dari sini.


Han Ciu terus berlari, tak lama kemudian berhenti seperti mendengarkan sesuatu.


“Suara benturan pedang,” Han Ciu berkata


“Mari semuanya bergerak cepat, sepertinya kawan – kawan kita sudah di sergap oleh mereka.”


Tanpa menoleh, Han Ciu melesat dengan cepat meninggalkan rombongan yang ada di belakangnya.


Sa Sie Hwa serta rombongan lain menyusul di belakang Han Ciu.


Han Ciu sangat mengkhawatirkan Ahn Nio karna, Ahn Nio kemampuan silatnya masih di bawah yang lain.


Suara benturan pedang makin terdengar, kali ini Han Ciu sudah melewati, Fang Ji dan terus berlari ke arah asal suara.


Wajah Han Ciu langsung berubah menyeramkan, melihat rombongan yang di pimpin oleh Suma Han serta Ahn Nio sedang di serang oleh para penyergap. Pimpinan tongkat bumi dan langit, murid tongkat naga.


Han Ciu langsung menerjang ke arah rombongan para penyergap.


Kali ini kedua pedang tulang naga keluar dari kerangka, bergerak menyerang dan menebas para penyergap.


Sret...Crash...Crash !


Dua kepala terpisah, tertebas sepasang pedang tulang naga.


Sepasang Tongkat langit dan bumi terkejut ketika merasakan hawa dingin mendekat.


Sedangkan Ahn Nio serta Zhain Li Er melihat siapa yang datang langsung tersenyum, sambil mendekat ke arah Han Ciu.


Awas hati – hati, teriak Han Ciu melihat panah melesat menyerang ke arah mereka.


Han Ciu dengan ilmu pedang hampa yang menggunakan sepasang pedang tulang naga mengibas ke arah panah – panah yang menyerang ke arah mereka.


Puluhan pedang hampa yang sangat dingin melesat ke arah, panah – panah yang menyerang ke arah mereka.

__ADS_1


Tring....Tring....Tring


Anak panah rontok ketika bertemu dengan pedang hampa yang di keluarkan Han Ciu.


Sepasang tongkat Bumi dan Langit terkejut melihat pedang hampa yang di keluarkan oleh Han Ciu.


Sepasang tongkat Bumi dan Langit terkejut melihat pedang hampa yang di keluarkan oleh Han Ciu.


Apalagi setelah melihat puluhan orang bergerak menerjang ke arah para pemanah yang sudah ia siapkan, keduanya terkejut.


Kini posisi mereka ada di tengah dan terjepit di antara 2 kepungan.


“Suheng !” kita harus mundur dan bergerak ke arah tempat guru Sin berkumpul, jika kita memaksa terus menyerang, kita semua akan tewas di tempat ini,” Tongkat bumi berkata kepada tongkat langit, kakak seperguruannya.


“Benar apa yang Sute katakan,” ucap Tongkat Langit, kemudian keduanya menyerang Suma Han sambil memberi Perintah kepada anak buahnya untuk mundur.


Keduanya lalu mundur setelah Suma Han di sibuk kan oleh anak buah perguruan Naga Api, untuk memberi jalan sepasang Tongkat Langit dan Bumi.


Iblis Biru yang melihat keduanya melesat, langsung mengejar dan mencoba menghadang murid dari Tongkat Naga, yang berusaha masuk ke dalam hutan kecil yang berada tak jauh dari mereka.


Sebuah pukulan Telapak Es dikeluarkan oleh lblis biru.


“Awas Sute !” teriak Tongkat Langit melihat pukulan Iblis Biru, lalu keduanya menghindar ke kiri dan ke kanan, menghindari pukulan lblis Biru yang lewat di tengah mereka dan menghantam batang pohon.


Whut....Blaar !


Pohon yang terkena hantaman, langsung berubah, batang kayu, ranting serta daun perlahan mulai di selimuti Es.


Kedua murid Tongkat Naga terkejut melihat pukulan yang di keluarkan oleh lblis Biru.


Saat keduanya berhenti sejenak, tak lama kemudian lblis biru telah menghadang di depan mereka sambil tersenyum dingin.


“Mau kemana kalian ?” tanya Iblis Biru sambil menatap keduanya.


Sepasang Tongkat Langit dan Bumi, tak menjawab perkataan dari lblis Biru, keduanya lalu memasang kuda – kuda bersiap untuk menghadapi lblis Biru yang menghadang langkah mereka.


“Minggir kakek tua, jika kau tak ingin terkena gebukan kedua tongkat kami !” Tongkat Langit berkata.


“Kau menyuruhku minggir.”


memangnya kau pikir kau ini siapa ?”


Iblis Biru menatap ke arah Tongkat Langit yang tadi bicara.


“Kau ingin mundur dan bergabung, dengan gurumu, lalu rombongan gurumu si Tongkat Naga akan membantu kalian, kalian mimpi.”


He He He


Sepasang Tongkat Langit dan Bumi terkejut mendengar perkataan, Iblis Biru.


“Apa maksud mu ?” tanya Tongkat Bumi.


“Apa maksudku !” Hay bocah tolol, apa kau tidak mengerti yang di maksud dengan hilang ?”


“Baik aku jelaskan pada dua orang tolool, apa yang di maksud hilang !” itu rombongan gurumu telah hilang, begitu pun dengan gurumu, kepalanya juga sudah hilang, paham tidak ?”


“Apa....apa kau bilang, guru...guru sudah !”


“Tak usah banyak tanya, nanti juga kalian akan bertemu.”


Setelah berkata, lblis Biru langsung menyerang Tongkat Langit dengan pukulan telapak Es.


Tongkat langit menghindari serangan, Iblis Biru, sementara sang Sute Tongkat Bumi, menghantamkan tongkatnya ke arah kepala Iblis Biru.


Iblis Biru menangkis serangan Tongkat Bumi, dengan pukulan telapak es miliknya dengan tangan kanan sambil mendorongkan tangan kiri ke arah Tongkat Langit dengan ilmu Angin Es.


Plak... Whuut !


Tongkat Bumi bergetar, sementara Tongkat Langit, menghindari serangan yang di lakukan oleh lblis Biru.


Kedua murid dari Tongkat Naga, tidak memakai tongkat baja seperti guru mereka, tetapi bahan kayu yang lentur.


Keduanya lalu menyerang lblis biru, dari dua sisi yang berbeda.


Keunggulan tongkat kayu adalah kelenturan, serta tongkat yang ringan.


Iblis Biru jika melawan orang yang memakai senjata panjang agak repot, karna ia memang tak terbiasa memakai senjata.


Tongki yang merasa musuh sudah mulai terdesak membiarkan yang lain menyerang anak buah sepasang murid Tongkat Naga, ia kemudian menyaksikan sahabatnya bertempur.


Iblis Biru, menyerang ke arah tongkat Langit, tapi Tongkat Bumi juga menyerang untuk membantu kakak seperguruannya, kerja sama keduanya terjalin, karna mereka berdua hampir setiap hari berlatih bersama


“Perlu bantuan tidak ?” teriak Tongki kepada kawannya itu.


Phuih !


“Jangan ikut campur urusanku !” teriak Iblis Biru.


“Kau butuh senjata tidak ?” kembali Tongki berkata.


Iblis Biru mulai kesal, mendengar perkataan – perkataan Tongki.

__ADS_1


“Jangan banyak omong kau, keparaat !” apa tidak liat aku sedang sibuk ?” perkataan Iblis Biru mulai kasar, karna terus di ajak bicara oleh Tongki.


Tongki melihat Tombak di dekatnya, ketika melihat Tongkat Bumi menyerang pinggang sahabatnya.


Tongki langsung menendang tombak yang ada di dekatnya.


“Pakai ini !” Tongki berkata.


Whuut !


Tombak melesat ke arah Iblis Biru, tetapi terlebih dahulu menyerang ke arah Tongkat Bumi.


Iblis Biru mendengus melihat tombak melesat ke arahnya.


Lalu menangkap tombak yang di berikan oleh Tongki.


Kemudian dengan tombak yang ia pegang, lblis Biru menyerang ke arah Sepasang Tongkat Langit dan Bumi.


Karna memang tak biasa memakai senjata, tombak di pegang di bagian tengah oleh Iblis Biru.


Tongki terpingkal pingkal melihat lblis Biru menyerang memakai tombak secara serabutan.


Memutar serta menusuk di lakukan asal saja oleh Iblis Biru, malah terlihat lebih sering memukul daripada menusuk.


Tapi setelah memegang Tombak, kedua pemuda yang menjadi lawan Iblis biru menjadi repot, karna tombak yang di aliri tenaga dalam mengeluarkan hawa dingin.


Apalagi jika tongkat bertemu tombak, seperti ada hawa dingin yang menyerang ke arah tangan mereka.


Tongki semakin terpingkal pingkal melihat pertempuran mereka.


Iblis biru yang darahnya mulai naik ke kepala melihat Tongki terus menertawakan dirinya.


Saking kesalnya, Tombak yang ia pegang lalu ia lemparkan ke arah Tongki.


Whut !


Tongki yang sedang tertawa langsung merebahkan diri, melihat tombak menuju ke arah kepala, tombak pun lewat di atas tubuhnya.


Sambil berteriak kencang karna kesal.


Iblis biru, kemudian melesat dengan cepat ke arah Tongkat langit.


Tongkat Langit menghantamkan tongkatnya ke arah kepala, lblis Biru menghindar dengan bergerak ke kanan, lalu menangkap badan Tongkat dan menarik dengan kencang.


Tongkat Langit terkejut, tak menyangka lblis Biru akan melakukan hal seperti itu.


Wajahnya terlihat pucat saat tubuhnya mendekat dan tangan lblis Biru menghantam ke arah kepala.


Prak...Buk !


Tanpa ada suara jeritan Tongkat Langit tewas dengan kepala pecah.


Sedangkan Tongkat Bumi wajahnya pucat, tadi ia menyerang dan menghantam ke arah pinggang kakek bermata Biru itu, tongkatnya berhasil memukul pinggang, tapi sepertinya tak artinya bagi kakek itu.


Iblis Biru melotot, sambil berteriak kepada Tongkat Bumi.


Bangsaat, keparaaat !


“Kau berani memukulku....kau berani sekali memukulku !”


Iblis Biru lalu melesat, sambil menghindari dengan memiringkan kepala, serangan tongkat yang menghantam ke arah kepala.


Lalu sebuah sinar biru keluar dari mata Iblis Biru, Tongkat Bumi yang tak menyangka kakek itu menjadi kalap, tak bisa menghindar, tubuhnya langsung terpaku, karna sebagian otaknya beku akibat tatapan mata Iblis es.


Kemudian Tongkat Bumi yang sudah tak bisa bergerak, kepalanya di hantam oleh Iblis Biru hingga hancur.


Prak !


Setelah berhasil menghabisi kedua musuhnya, lblis Biru matanya berkeliling mencari Tongki.


Tapi Tongki sudah tak terlihat.


Tongki memang, sudah pergi meninggalkan tempat tadi ia melihat sahabatnya bertempur.


Setelah melihat kawannya menggunakan, ilmu tatapan lblis Es, sambil teriak – teriak.


Kakek itu langsung pergi ke tempat Han Ciu.


Tongki hanya tahu, jika Iblis biru sudah sangat kesal, bahaya jika ia tak segera menyingkir.


Iblis Biru mendengus sambil teriak ketika melihat Tongki bersama Han Ciu.


“Sini kau !”


Han Ciu mengerutkan keningnya mendengar perkataan lblis Biru.


"Ada apa paman ?" tanya Han Ciu.


lblis Biru sambil mendengus, menjawab perkataan Han Ciu.


"Aku ada urusan sama si keparaaat itu !"

__ADS_1


__ADS_2