Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 176 Sebuah Pertaruhan


__ADS_3

Huang Zilin mengerutkan kening mendengar perkataan Han Ciu yang mengatakan bagaimana jika tantangannya minum racun.


"Kalau hanya main dadu atau tebak tempat, itu permainan untuk anak kecil.


"Pikirkan saja dulu, jika sekiranya tuan tak sanggup menerima tantangan ini, sebaiknya tinggalkan kota Hengshan dan lebih baik bertapa di gunung dan jangan kembali lagi ke dunia luar." ucap Han Ciu sambil tersenyum


Phuih !


“Kau pikir aku takut, aku terima tantanganmu, Huang Zilin berkata.


“Apa kau sendiri yang akan beradu minum racun dengan ku ?” tanya Huang Zilin.


“Aku masih muda paman, masa paman tidak malu bertaruh denganku,” Jawab Han Ciu.


“Jika Paman Ming Mo kalah, maka aku akan menjadi pelayan paman, tapi jika paman kalah, maka akan sebaliknya, bagaimana ?” Han Ciu balik bertanya.


“Mana yang namanya Ming Mo ?” Huang Zilin menatap orang yang berada di rombongan Han Ciu.


Ketika melihat Iblis Biru, matanya menatap tajam.


“Apa kau yang namanya Ming Mo ?” tanya Huang Zilin.


“Benar, aku Ming Mo.” Ucap lblis Biru.


“Aku akan mewakili ketua untuk bertaruh denganmu,” Ming Mo berkata dengan nada dingin.


“Jiang Sun ! kau cari racun yang paling kuat,” dan bawa kesini, terserah kau saja, racun apapun yang kau bawa akan ku minum,” Huang Zilin berkata.


Sementara itu, Hek kay bertanya pelan kepada Han Ciu.


“Adik ! Apa kau benar serius dengan Huang Zilin ? Tanya Hek Kay.


“Aku serius,” Han Ciu membalas perkataan Hek Kay.


“Tapi....tapi, bagaimana dengan lblis Biru, apa nanti dia tak akan celaka oleh racun ?” Hek Kay masih khawatir terhadap usulan Han Ciu.


Jiang Sun yang membeli racun telah datang kembali sambil membawa sebotol racun.


“Ini racun yang paling ganas menurut penjual obat di kota, tuan Huang.” Jiang Sun berkata.


“Bawa sini ! dan ambilkan arak terbaik,” seru Huang Zilin.


Jiang Sun masuk ke dalam rumah, lalu keluar sambil membawa seguci kecil arak terbaik.


He He He


“Anak muda ! sebenarnya aku heran dengan mu, masih muda tapi kau bisa memimpin orang – orang tua ini, kau pasti seorang anak bangsawan yang kaya raya.


“Hai muka pucat, sini kau ! lihat racun yang akan kau minum.” Huang Zilin berkata kepada lblis Biru.


Huang Zilin membuka tutup botol racun, bau menyengat langsung keluar dari dalam botol.


“Mau berapa banyak racun yang akan kau taruh di guci arak ini ?” tanya Huang Zilin.


“Taruh saja semua,” lblis Biru berkata, tanpa melihat ke arah Huang Zilin.


Phuih !


“Sombong sekali kau, apa tenaga dalammu sudah tinggi ?” tanya Huang Zilin.


“Cemaskan saja dirimu, jangan kau cemaskan musuh yang akan bertaruh denganmu,” jawab Ming Mo.


Hmm !


“Kau sendiri saja yang menuangkan racun ke dalam arak ! jika kau mati, yang hadir di sini nanti tak akan menyalahkan aku, karna kau sendiri yang telah menaruh racunnya.” Ucap Huang Zilin.


Hmm !


Iblis Biru mengambil guci arak serta botol racun dari tangan Huang Zilin.


Tanpa banyak bicara, lblis Biru menuangkan semua isi yang ada di dalam botol kecil yang berisi racun ke dalam guci


Lalu lblis Biru mengaduk guci arak, yang sudah tercampur racun di depan Huang Zilin, sambil menatap mata si lblis petaruh.


Iblis Biru langsung menenggak arak bercampur racun yang berada di guci.


Gluk....Gluk.....Gluk !


Tiga kali tegukan, setelah minum lblis Biru mengusap janggutnya yang terkena arak beracun.

__ADS_1


“Giliranmu,” ucap Iblis Biru, sambil menyerahkan guci arak kepada Huang Zilin.


Hmm !


“Hebat juga tenaga dalammu,” Huang Zilin berkata sambil menenggak arak yang di berikan oleh lblis Biru.


Tidak seperti lblis Biru, Huang Zilin wajahnya langsung pucat setelah menenggak arak yang sudah di campur racun, dari pucat perlahan wajahnya berubah kemerahan.


Huang Zilin langsung mengerakkan kedua tangannya, kemudian menarik napas panjang.


“Gila,” racun yang dahsyat, untung aku sudah menyiapkan tenaga dalam agar racun tidak menyebar.


Tongki serta Dewi kipas yang memang belum tahu ke istimewaan dari lblis Biru hanya bisa terpana, melihat lblis biru meminum arak yang telah di campur dengan racun.


“Gila, ternyata si tua bangka itu hebat juga, sampai – sampai racun satu botol tak ada pengaruh terhadap tubuhnya.” Ucap Tongki.


“Kau benar, sungguh hebat Ming Mo, aku baru lihat, inilah yang di sebut kepandaian sejati,” Dewi kipas berkata menimpali perkataan Tongki.


Phuih !


“Jangan memuji dia, nanti orangnya bisa besar kepala,” suara gerutu Tongki terdengar oleh Dewi kipas.


Mendengar perkataan Tongki, Dewi mengerutkan dahinya dan melihat ke arah Tongki, “kenapa kau ini ?” tanya Dewi kipas.


"Aku tidak apa – apa, lebih baik kita taruhan saja, biar lihatnya lebih seru.


“Aku pegang lblis Biru dalam pertandingan adu racun ini, bagaimana ?” Tongki bertanya kepada Dewi Kipas.


Cis !


“Kau pikir aku tolol, tentu saja pemenangnya sudah di tentukan, apa kau tidak lihat ? Huang Zilin berusaha menggunakan tenaga dalamnya menekan racun, sementara lblis Biru hanya diam saja karena racun tak berpengaruh terhadap tubuhnya.” Dewi Kipas berkata.


“Kau saja yang bertaruh untuk Huang Zilin, sedangkan aku bertaruh untuk lblis Biru.” Lanjut perkataan Dewi Kipas.


“Mana bisa seperti itu, aku kan teman lblis Biru, masa aku bertaruh untuk Huang Zilin,” Tongki membalas perkataan Dewi Kipas.


“Lantas kau pikir aku teman si lblis petaruh itu ?” Dewi Kipas berkata dengan nada kesal.


“Ya sudah jika tak mau, kenapa harus marah,” ucap Tongki mendengar nada Dewi Kipas yang kesal ketika ia ajak bertaruh.


Keduanya lalu kembali menatap ke arah kedua orang yang sedang bertaruh, khususnya mereka melihat ke arah Huang Zilin yang berusaha menekan racun, dan sebagian mengeluarkan racun yang ia minum dengan tenaga dalamnya.


Racun beserta arak keluar dari mulut Huang Zilin, tanah yang terkena semburan racun dari mulut lblis petaruh itu langsung hitam dan mengepulkan asap yang berbau anyir.


Setelah mengeluarkan racun dari mulutnya, Huang Zilin menatap tajam ke arah lblis Biru, kemudian berkata.


“Kau menang," Huang Zilin berkata sambil menatap lblis Biru.


“Aku sudah tahu,” lblis Biru membalas perkataan Huang Zilin.


Phuih !


“Ini tidak adil, ketuamu pasti sudah memberikan kau obat penawar atau semacam benda pusaka, sehingga kau kebal terhadap racun.” Huang Zilin berkata dengan kesal, karna ia merasa kekalahan ini telah di rencanakan oleh Han Ciu.


“Apa paman mau mengingkari janji yang telah kita sepakati bersama ?” tanya Han Ciu sambil tersenyum penuh kemenangan.


Lanjut perkataannya.


"Paman menerima taruhan ini, dan menyetujui semua yang telah kita sepakati bersama, semua yang hadir melihat dan anak buahku hanya minum arak, tanpa minum obat penawar apapun.


“Lantas apa yang paman kesalkan ?”


“Baik ! aku terima kekalahan ini, tapi tadi semua sarat dan usul dari pertaruhan ini, kau yang ajukan.


“Sekarang giliranku yang ingin mengajukan pertaruhan, biar adil, masing – masing dari kita mengajukan satu buah permintaan.


Soal syarat yang menang menjadi tuan dan yang kalah harus mau menjadi pelayan, itu tetap tak berubah.


“Jika kau tak bersedia, aku anggap pertandingan tadi batal, bagaimana ! apa tuan muda setuju dengan permintaanku ?” Huang Zilin berkata sambil menatap ke arah Han Ciu.


Phuih !


Curang....kau curang !” sudah kalah tak mau mengakui kekalahanmu.” Seru Tongki yang melihat Huang Zilin ingin berkelit dari kekalahannya.


“Diam kau ! Aku tak bicara denganmu tapi dengan ketuamu, kau tak ada hak untuk bicara.” Huang Zilin berkata dengan nada kesal ke arah Tongki.


Tongki langsung diam mendengar perkataan Huang Zilin, apalagi setelah melihat Zhain Li Er juga tengah menatapnya dengan sorot mata tajam.


“Pertandingan apa yang paman inginkan ?” Han Ciu bertanya.

__ADS_1


“Sebelum aku bicara mengenai pertandingan, aku ingin memberitahu aturannya terlebih dahulu.” Huang Zilin berkata.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Huang Zilin, “katakan saja paman”


“Jika aku kalah lagi dalam pertandingan dan pertaruhan untuk yang kedua kali, aku akan mengabdi dan menjadi pelayanmu.


“Tapi jika kali ini aku menang, maka kita impas, aku akan mengampuni nyawamu serta rombongan yang kau bawa, dan kalian cepat pergi dari kota Hengshan, aku tak mau melihat muka kalian di sini.” Huang Zilin berkata.


“Aku ingin tahu, pertaruhan apa yang paman inginkan ?” tanya Han Ciu.


“Aku ingin bertanding adu ilmu kepandaian dengan salah seorang dari kalian,” Huang Zilin menjawab pertanyaan Han Ciu.


Mendengar perkataan Huang Zilin, Han Ciu ragu, “jika lblis itu memilih Xiao Er, bukankah sama saja dengan menyerah kalah.” Pikir Han Ciu dalam hati.


“Kenapa lama sekali kau menjawabnya, apa kau takut ?” Huang Zilin berkata sambil tersenyum mengejek ke arah Han Ciu.


Hmm !


“Baik paman boleh pilih, tapi wanita dalam rombonganku tidak masuk pilihan,” ucap Han Ciu.


Phuih !


“Buat apa bertanding dengan wanita, bikin malu saja,”


Mendengar perkataan Huang Zilin, Zhain Li Er mendengus, dan hendak melesat ke arah Huang Zilin, tapi melihat Han Ciu memberi isyarat, Zhain Li Er tak berani bergerak.


“Tak usah banyak cakap, cepat kau pilih, siapa yang ingin kau hadapi,” Han Ciu berkata.


Huang Zilin yang memang sudah merasa kesal karna berpikir Han Ciu telah menipunya, serta melihat pakaian Han Ciu yang berwarna hitam dengan sutra halus, dengan dua orang gadis cantik yang selalu menempel di samping pemuda itu.


Menganggap Han Ciu adalah seorang putra bangsawan atau putra saudagar kaya yang mampu membayar pengawal hebat dengan uangnya, dan ia ingin membalas dendam dengan mempermalukan pemuda itu, seperti tadi ia telah di permalukan di depan orang – orang karna kalah adu minum racun.


“Aku pilih kau saja,” Huang Zilin berkata sambil senyum mengejek ke arah Han Ciu.


Han Ciu tersenyum mendengar ia yang di pilih oleh Huang Zilin.


“Apa benar paman ingin bertanding denganku, tidak dengan yang Lain ?” tanya Han Ciu.


Ha Ha Ha


“Jika kau takut ! sekarang juga kau boleh pergi dari kota Hengshan ini anak muda;” Huang Zilin berkata.


“Tolool...dasar tolool, Kupikir dia orang pintar, ternyata tolool,” Tongki berkata.


“Kenapa kau sebut dia tolol ?” tanya Dewi Kipas.


“Coba kau pikir, di sini kan ada lelaki yang paling lemah, kenapa dia malah pilih ketua, bukankah itu tolol.” Ucap Tongki.


“Mendengar perkataan Tongki, Dewi kipas dan lblis Biru yang kini berada di dekat mereka sama – sama melihat ke arah Tongki.


“Coba kau jelaskan, aku masih kurang paham ?” Dewi kipas berkata.


“Huang Zilin bilang, lelaki dalam rombongan ketua, dan ketua bilang silahkan kau pilih, benar tidak ucapanku ?”


Dewi kipas serta lblis Biru mengangguk mendengar perkataan Tongki.


“Lalu siapa lelaki terlemah yang berada di rombongan kita ?” Tanya Dewi kipas.


Tongki langsung menunjuk ke arah belakang Zhain Li Er.


“Jadi Talaba maksudmu ?” Dewi kipas bertanya.


“Bukan Talaba, tapi yang di sampingnya.” Ucap Tongki.


Iblis Biru yang mendengar perkataan Tongki mendengus.


Setelah mengetahui siapa yang di maksud oleh Tongki.


Saking kesalnya lblis Biru langsung menarik tangan Dewi kipas, dan mengajaknya meninggalkan Tongki.


“Mari kita pergi ! jangan dengarkan perkataan orang yang pikirannya tak waras” ucap lblis Biru.


Dewi kipas langsung mengangguk mendengar perkataan lblis Biru, hatinya juga kesal mendengar perkataan Tongki.


“Hai....Hai tunggu , tunggu aku !” Seru Tongki.


“Memangnya aku salah ?" tanya Tongki dalam hati, sambil mengikuti mereka berdua.


Bukankah Fang Ji juga berjenis kelamiin laki – laki,”

__ADS_1


__ADS_2