Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 125 Candaan Zhain Li Er


__ADS_3

"Cepat tunjukan jalan. Kami ingin bertemu Khan” Iblis biru meginjak dada Ta er dengan menggunakan sedikit tenaga dalamnya, sehingga mau tidak mau Ta er membawa mereka ke tempat singa gurun.


Han Ciu hanya tertawa kecil melihat Ta er yang pada akhirnya meyerah dan mau mengantar mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan dengan Ta er memimpin di depan di dampingi Ergun, serta iblis biru, Sedangkan Han Ciu dan Zhain Li er berjalan di belakang dengan pikiran mereka sendiri.


"Apa masih Jauh ?" tanya Ergun setelah mereka berjalan, "di balik bukit batu kecil itu tenda Khan berada, dan kau Ergun, hati hati mungkin kau serta orang orang dari sukumu akan di habisi jika tak mau ikut bergabung dengan pasukan Singa gurun, Ta Er berkata kepada Ergun


Kau tak usah banyak bacoot, tunjukan saja jalannya," ucap Iblis biru sambil mendengus.


Plak ... !


Tiba-tiba Zhain Li er menepuk pundak Hanciu yang seperti merasakan kekuatan besar di jalan itu.


“Apa?” Han Ciu ingin memukul balik Zhain Li er tapi ditahannya karena teringat tamparan selirnya yang agak gila itu.


“Ada yang sedang mengawasi kita dari atas bukit.” Zhain Li Er berbisik di telinga Han Ciu. Dia bahkan sampai berjinjit untuk bisa mencapai telinga Han Ciu yang lebih tinggi darinya.


“Aku tahu.” Han Ciu menjawab seolah tak ada yang perlu dia khawatirkan.


Plak ... !


Pukulan tangan kecil Zhain Li er mendarat sekali lagi di pundak Han Ciu.


"Heh ...kau ini !"


Ingin rasanya Han Ciu memukul dan membalas Zhain Li er.


“Mukamu biasa aja dong. Dasar muka ayam.” Zhain Li er mendesis pelan, tapi menggunakan suara jarak jauh yang hanya bisa didengar oleh orang yang diinginkannya.


“Kamu mau mukaku yang seperti apa? Memang seperti ini mukaku,” sahut Han Ciu tak terima.


Mendengar jawaban Hanciu, Zhain Li er tertawa. Artinya Hanciu menerima mukanya dikata muka ayam. Hahahaha ... Zhain Li er tertawa.


Karena asyik berdebat, mereka tak sadar bahwa rombongan, Ta Er, lblis biru serta Ergun di depannya sudah tak ada, mereka telah melewati bukit.


“Gara-gara kamu kita jadi ketinggalan oleh mereka” Zhain Li er menunjuk Han Ciu dengan mulutnya dia majukan beberapa centi ke depan.


Hmm !


"Perasaan kau terus dari tadi yang menggoda aku." ucap Han Ciu dalam hati.


Tak ingin semakin jauh tertinggal, Han Ciu tak menanggapi ucapan Zhain Li er. Tapi saat dia akan melangkah, seorang lelaki tambun dengan lengannya yang dipenuhi bulu menghadangnya.


“Haha .... Akhirnya aku mendapatkan mangsa enak hari ini.” Manusia bertubuh mirip batu dengan kepala botak tubuh besar dan perut buncit, serta memiliki gigi seperti taring itu berkata, sambil mulutnya meneteskan air liur seperti melihat makanan enak berada di depannya.


Han Ciu tertawa mendengar ucapan makhluk jelek itu.

__ADS_1


“Hei makhluk jelek. Kamu tak pantas menyentuh kulit kami.” Zhain Li er mengucapkannya dengan memandangi kukunya yang hitam dan panjang karna tak pernah di potong.


Han Ciu mencoba menggunakan jurus làngkah Raja angin untuk meringankan tubuhnya, tapi entah kenapa tiba-tiba saja kekuatannya menghilang saat itu.


Bahkan dia mencoba mengeluarkan semua jurus-jurusnya. Han Ciu sampai jungkir balik tapi kekuatannya raib, hanya kepulan asap putih yang keluar saat Han Ciu mencoba mengeluarkan jurus-jurusnya.


Zhain Li Er tertawa diam-diam,


Xi xi xi


"Rasakan kau, tadi tepakan di pundakmu sekaligus menutup tenaga dalam yang kau miliki supaya tidak berjalan lancar." Ucap Zhain Li Er dalam hati.


Makhluk jelek yang menghadang mereka menertawakan Hanciu yang terlihat seperti orang gila, bergerak kesana kemari.


"Hai manusia gila, sedang apa kau ?"


setelah berkata, manusia berkepala botak langsung menyerang Han Ciu yang telah kehilangan kekuatannya.


Tapi Han Ciu yang lincah ternyata masih bisa mengimbangi gerakan orang yang mereka sebut mahluk aneh.


Han Ciu tak bisa membalas serangan manusia aneh, tapi pemuda itu masih lincah untuk menghindar serangan.


Zhain Li er pun menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan menangkis serangan setan alas yang hampir mengenai dada Han Ciu.


“Ayo lawan aku. Sudah lama sekali aku tidak bermain dengan makhluk jelek seperti kamu.” Zhain Li er melayang di udara.


He he he


"Daging kalian pasti empuk, biasanya aku makan burung, kadal dan ular, sekarang ada 2 anak manusia muda, daging kalian pasti empuk" manusia botak itu berkata.


“Bagaimana jika kamu yang kalah setan botak?” Kali ini Zhain Li er bersidekap dengan memancing manusia botak agar saat makhluk jelek itu kalah, dia bisa memanfaatkannya suatu saat nanti.


“Aku tidak akan kalah. Berdoalah agar saat aku memakanmu, dagingmu enak. Jadi aku tidak akan membuangmu.” Setan botak berucap dengan tertawa.


“Sombong!”


Zhain Li er kembali menggunakan ilmu meringankan tubuhnya saat Setan botak menyerangnya dengan jurus pemecah batu.


Blaaar !


Bekas dari kekuatan setan alas yang mengenai tanah kosong seketika membuat lubang yang lumayan besar.


Zhain Li er mengakui kekuatan Setan botak setelah melihat hasil pukulannya, tapi dia jauh lebih cerdik untuk bisa memenangkan pertarungan.


Dia menyerang balik setan botak dengan ilmu Bidadari angin. Saat ilmu itu dikeluarkan Zhain Li er, tubuhnya melesat sambil berputar mendekat, Zhain Li Er mencabut pedang angin.


Sinar putih keperakan dari pedang angin mmenyerang ke arah Setan botak

__ADS_1


Pedang angin sudah dialiri kekuatan tenaga dalam menusuk, salah satu satu tangan setan botak terkena tusukan.


Setelah sebelah lengannya sudah terluka, itu tak setan boak tak leluasa mengeluarkan jurus jurusnya, sehingga dengan geram, Setan botak menggunakan sebelah tangannya lagi untuk menyerang Zhain Li er.


Sedangkan Hanciu hanya menyaksikan pertarungan itu dengan pikirannya sendiri yang tak mengerti kenapa kekuatannya tiba-tiba hilang dan tak bisa digunakan.


Zhain Li er kembali menyerang. Tubuhnya melesat ke kiri ke kanan membuat setan alas itu memegangi kepalanya karena pusing sebab kecepatan Zhain Li er.


“Masih mau lanjut?” Zhain Li er berhenti tepat di depan muka setan alas yang tampak semakin geram dan bingung


Setan botak berusaha mendorong tubuh Zhain Li er dengan tangannya yang belum terluka, tapi dengan cepat Li er menggunakan ilmu langkah angin bergerak menghindar.


“Masih mau main-main sama aku?” Zhain Li er duduk menyilangkan kakinya di samping Hanciu yang sejak tadi hanya menonton pertarungan mereka.


“Cepat selesaikan. Aku ingin mengembalikan kekuatanku.” Han Ciu tampak tak bersemangat karena kekuatannya tiba-tiba hilang.


“Hahah ... Gampang. Tenang saja. Aku pasti akan membantumu.” Zhain Li er melesat dan menggunakan jurus bidadari angin, lalu menyabetkan pedang tepat di leher makhluk jelek itu.


Setan botak meraung karna saking cepatnya Li Er bergerak, Setan botak tak bisa menghindari serangan Li Er, leher mahluk aneh itu putus, dan tubuhnya ambruk di tanah.


Setelah berhasil mengalahkan Setan Botak, Zhain Li Er menghampiri Han Ciu.


“Kekuatanmu lima menit lagi pasti kembali.” Zhain Li er berjalan mendahului Han Ciu yang masih duduk tak bersemangat di atas batu.


“Maksud kamu?” Han Ciu benar-benar tak habis pikir dengan Li er, bidadari gila ini benar-benar seenaknya kalau bicara.


“Aku menggunakan jurus totokan kapas, yang bisa melemahkan kekuatan lawan saat mereka tak menyadari. Aku hanya mencobanya tadi padamu,” ucapnya dengan tertawa senang.


Hmm !


"Bukan hanya bicaranya yang seenaknya, tapi tindakannya juga membuat sakit kepala. Semoga aku tidak ikutan gila," pikir Han Ciu.


Rupanya, saat tadi Zhain Li er menepak pundak, gadis itu menotok Jalan darah Han ciu.


"Lain kali jika bercanda kau harus lihat situasi, untung saja musuh hanya 1 dan seperti orang tolol, jika saja pendekar hebat, kita bakal repot" Han Ciu berkata sambil wajahnya cemberut.


Zhain Li Er mendekati Han Ciu lalu mencium pipi pemuda itu sambil berkata, maaf kakak Han.


Mereka berdua lalu berjalan memuatari bukit batu, tak lama kemudian terlihat dari kejauhan tenda tenda.


Han ciu yang tenaga dalamnya telah pulih lalu melesat bersama Zhain Li Er.


Setelah melihat lblis biru berdiri di depan sebuah tenda yang besar, Han ciu menghampiri.


Iblis biru mendengus.


Hmm !

__ADS_1


"Situasi genting masih sempat sempatnya kalian bermesraan !"


__ADS_2