
Mereka yang berada di dalam kamar merayakan atas kehamilan Zee ln Biauw, selir termuda itu tampak malu, tapi hati Zee ln Biauw bahagia, karna ia merasa sudah menjadi seorang wanita yang sempurna, karna bisa memberikan keturunan kepada orang yang ia cintai.
Mereka minum arak, saat Racun Cilik hendak minum, cangkir arak langsung di sambar oleh Han Ciu, “adik Zee tidak boleh minum dulu, karna nanti bisa berpengaruh terhadap Han Kecil,” ucap Han Ciu.
Zee ln Biauw mengangguk sambil tertunduk malu ketika suaminya menyebut Han Kecil.
Semua tertawa mendengar Han Ciu berkata Han Kecil, sedangkan Racun Cilik wajahnya merah semakin jengah karna terus becandai oleh para Nci.
“Setelah adik Zee, selanjutnya siapa lagi yang akan mengandung ya ?” Sa Sie Hwa berkata sambil menatap ke arah para selir yang lain.
“Kalau Xiao Er belum masuk hitungan, jangan marah ya adik Er !” soalnya adik Er kan belum nganu,” yang lain tertawa mendengar perkataan Sa Sie Hwa, Xiao Er kali ini wajahnya merah karna malu.
Sa Sie Hwa kemudian melirik ke arah Zhain Li Er.
“Adik kapan menyusul, masa kalah sama adik Zee ?”
Adik Zee curang, karna dia pasti punya ramuan obat supaya cepat punya anak, kan cici semua tahu adik Zee adalah seorang ahli racun juga ahli obat, tentu saja kita kalah sama dia.
Mendengar perkataan Zhain Li Er, semua gadis langsung menoleh ke arah Selir termuda yang di sebut Racun Cilik, lalu tanpa di perintah semua gadis langsung memburu Zee ln Biauw, untuk bertanya tanya tentang kebenaran obat yang di maksud oleh Zhain Li Er.
Han Ciu tak mengerti apa maksud Zhain Li Er kemudian bertanya kepada gadis itu.
“Apa benar yang kau katakan,” tanya Han Ciu.
“Kak Han kan tau, adik Zee adalah ahli racun sekaligus ahli dalam obat obatan, tentu saja ia menggunakannya.” Ucap Zhain Li Er, sambil memeluk suaminya.
"Tapi aku juga penasaran masa seh tidak hamil, kak Han, harus coba berusaha sekarang," Zhain Li Er berkata sambil menatap manja ke arah Han Ciu.
Sementara yang lain bertanya, Zhain Li Er malah merayu Han Ciu dan duduk sambil memeluk serta menciumi suaminya, tangan gadis itu sudah berkeliaran kebawah, nafasnya memburu, seperti sudah tak bisa mengendalikan Nafsu birahi yang menggelora.
Mereka yang bertanya kepada Racun Cilik dan tidak mendapat jawaban memuaskan kemudian melihat Zhain Li Er sedang berusaha bercumbu dengan Han Ciu balik memburu, Sa Sie Hwa menarik tubuh Zhain Li Er, sementara Ahn Nio menarik tubuh Han Ciu.
“Curang kau curang adik Li,” Sa Sie Hwa berkata, sambil melemparkan bantal ke arah Zhain Li Er.
“Xiao Er tak kuat menahan tawa melihat tingkah dan kelakuan selir – selir Han Ciu.”
Xiao Er berpikir, walaupun mereka terlihat sering beradu pendapat, tetapi hanya di mulut saja, sedangkan hati mereka saling berbagi dan melindungi.
Dan Xiao Er terharu saat melihat mereka tidur bersama sama, tanpa ada permusuhan, senyum tersungging di bibir masing masing istri Han Ciu
Hmm !
"Memang benar, sebuah kebersamaan bisa tercipta, jika ada saling pengertian diantara kita," Xiao Er berkata dalam hati
Xiao Er pun ikut tidur bersama dengan mereka, tapi dengan posisi agak jauh dengan Han Ciu.
Ke esokkan harinya persiapan di lakukan oleh Sin Ko, karna ia yang di tugaskan menjadi komandan kapal, Sin Ko terlebih dahulu mengirim kapal – kapal kecil untuk mengetahui dan mempelajari medan daerah sungai yang akan di lewati oleh mereka, supaya penyerangan bisa berhasil dan sukses.
Perguruan Naga api memang bukan perguruan yang menguasai sungai besar, tetapi sewaktu perguruan Naga Air hendak ke telaga barat, mereka di hadang oleh dua kapal besar milik perguruan Naga Api, itu yang di antisipasi oleh Sin Ko, berapa banyak lagi kapal yang di miliki oleh perguruan Naga Api sehingga jika mereka bertempur melalui air, perguruan selaksa pedang bisa mengerahkan persiapan kapal untuk menghancurkan armada perguruan Naga Api.
Ke esokkan harinya persiapan di lakukan oleh Sin Ko, karna ia yang di tugaskan menjadi komandan kapal, Sin Ko terlebih dahulu mengirim kapal – kapal kecil untuk mengetahui dan mempelajari medan daerah sungai yang akan di lewati oleh mereka, untuk mengantisipasi musuh, juga supaya penyerangan bisa berhasil dan sukses.
Perguruan Naga api memang bukan perguruan yang menguasai sungai besar, tetapi sewaktu perguruan Naga Air hendak ke telaga barat, mereka di hadang oleh dua kapal besar milik perguruan Naga Api, itu yang di antisipasi oleh Sin Ko.
Berapa banyak lagi kapal yang di miliki oleh perguruan Naga Api sehingga jika mereka bertempur melalui air, perguruan selaksa pedang bisa mengerahkan persiapan kapal untuk menghancurkan armada perguruan Naga Api.
Karna menggunakan kapal kecil untuk memeriksa, akhirnya mereka mendapat kabar dari para pedagang yang lewat menggunakan jalur air, memang perguruan Naga Api mau membangun armada sungai, tetapi kapal yang mereka punya belum banyak dan tidak membuat khawatir Sin Ko jika menyerang lewat sungai, tetapi inti kekuatan perguruan Naga Api tetap di darat, di pusat markas mereka di Sishui.
Setelah malamnya Han ciu berembuk dan memutuskan bahwa mereka akan membagi 2 kelompok, sebagian siaga di jalur sungai mengantisipasi serangan lewat air dan menunggu di pertigaan sungai, menghadang dan menghancurkan anggota perguruan Naga Api yang hendak melarikan diri melalui sungai.
Sementara Han Ciu akan menyerang dari darat dengan kekuatan penuh.
Akhirnya di putuskan, Racun Cilik serta Xiao Er yang ingin ikut harus menurut dan tinggal di telaga barat, sementara Ahn Nio, Sa Sie Hwa serta Zhain Li Er yang di ijin kan ikut, Pedang langit, ketua Cen, iblis seribu wajah serta Dewi angin menunggu di telaga barat sambil mempersiapkan acara pernikahan antara Han Ciu dengan Xiao Er.
Pagi pas di hari kedua, tiga buah kapal besar di kawal beberapa kapal pemburu yang tak begitu besar bergerak keluar dari arah telaga barat menuju ke arah Donghai.
Kapal berbendera Naga Air yang memang sengaja di gunakan untuk memancing armada Naga Api melaju dengan cepat.
2 kapal besar dan beberapa kapal pemburu, milik perguruan Selaksa Pedang bergerak mengawal kapal Naga Air, melaju dengan cepat di sungai besar.
Beberapa kapal pedagang yang melihat rombongan kapal ber bendera Naga Air menyingkir, melihat iring iringan kapal yang melaju menuju ke arah Donghai.
Tidak ada hambatan selama dua hari perjalanan.
Kapal terus melaju dengan kecepatan penuh, angin juga mendukung gerak kapal menjadi semakin cepat.
Saat kapal mendekati pertigaan arah sungai besar, yang mendekati jalan raya menuju kota Sishui, dua buah kapal seperti kapal pemburu yang di bawa Sin Ko melesat berusaha mendahului kapal besar.
Sin Ko mendengus melihat kedua kapal itu, kemudian memberi tanda kepada dua buah kapal pemburu agar mengejar kedua kapal itu.
__ADS_1
“Apa itu kapal milik Naga Api ?” tanya Han Ciu.
“Hamba belum bisa memastikannya ketua, sebab tak ada ciri atau bendera yang menunjukkan bahwa kapal itu adalah milik perguruan Naga Api.”
"Tapi Hamba yakin mereka adalah mata mata dari Perguruan Naga Api," ucap Sin Ko
“Hancurkan saja,” ucap Tongki yang baru saja datang menghampiri.
“Mereka jelas meledek kita,”
lanjut perkataan Tongki, “Kenapa mereka belak belok di depan kita, jika tidak meledek.”
Han Ciu yang mendengar perkataan Tongki mengangguk.
“Bagaimana menurut paman Sin ?” tanya Han Ciu.
Kapal mereka sedikit lebih kecil dari kapal pemburu milik kita, jadi mereka lebih gesit dan cepat, jika jalan gerak mereka tidak di potong, akan susah bagi kita untuk menangkapnya.” Ucap Sin Ko.
“Lalu apa yang harus kita lakukan ?” tanya Han Ciu.
“Di depan, ada sebuah tempat yang agak luas semacam dermaga kecil untuk kapal bersandar, jika mereka berhenti turun di sana dan berlari ke arah jalan besar yang menuju Sishui, dipastikan mereka dari perguruan Naga Api, dan kita harus menangkap mereka sebelum mereka membocorkan perjalanan kita ketua.
“Tapi kapal besar tidak bisa ke sana karna telaga kecil itu dangkal, hanya kapal pemburu yang bisa sampai di telaga kecil itu,” ucap Sin Ko.
“Baik, aku sekalian turun sambil mengejar, sisanya yang lain menyusul, kita sergap mereka.
Lalu Han Ciu menatap Tongki.
Tongki yang di tatap oleh Han Ciu langsung menunduk, karna ia merasa malu sudah sering mengerjai ketuanya yang masih berusia muda itu.
“Paman, kau bergelar Pedang neraka tapi aku tak melihat pedangmu ?” tanya Han Ciu kepada Tongki.
“Pedang ku hancur sewaktu terakhir melawan musuh ketua,” ucap Tongki.
Hmm !
“Adik Sa, tolong ambil senjata di kamar,” Sa Sie Hwa kemudian mengangguk, lalu masuk ke dalam ruangan kapal besar,”
Tak lama kemudian Sa Sie Hwa keluar membawa golok Api.
Han Ciu menerima golok Api, dari tangan Sa Sie Hwa
Tongki kemudian menerima golok api dan memutar mutar golok api, dengan ilmu hawa neraka yang ia miliki pasti sangat cocok dengan golok api, pikir Tongki
“Kalian bertiga tunggu di sini !" nanti aku tunggu di jalan raya menuju Sishui, setelah aku membekuk mereka kalian boleh menyusul Fang Ji pasti akan menemukanku,” ucap Han Ciu kepada ketiga selirnya
Sin Ko dan paman pedang Api berjaga di air, jika mengetahui ada kapal Naga Api, sikat saja !” sisanya ikut melalui jalan darat, kita gempur perguruan Naga api dari berbagai sisi.
“Paman Suma Han bersamaku, mari”
Han Ciu kemudian melesat ke arah salah satu kapal pemburu, di ikuti oleh Suma Han serta Talaba.
Sementara Tongki serta Iblis biru melesat ke salah satu kapal pemburu lain.
Mereka kemudian mengejar kapal musuh yang memang lebih cepat, karna ukuran perahu mereka yang lebih kecil.
Dan benar apa yang di katakan oleh Sin Ko, sebelum ada pertigaan di sungai besar, ada sebuah cabang sungai tidak terlalu besar, kedua kapal itu masuk ke jalur sungai yang kecil, kapal yang di tumpangi oleh Han Ciu serta Tongki terus memburu kapal tersebut.
Ke dua kapal itu mulai panik, apalagi setelah melihat kapal yang memburu mereka semakin dekat.
Suma Han membantu menggunakan tenaga dalamnya untuk mempercepat kapal yang ia tumpangi, begitu pula dengan lblis biru.
Keduanya semakin mendekati kapal – kapal musuh yang mereka kejar.
Setelah mendekati pinggiran sungai, masing – masing 5 orang dari kapal musuh loncat berusaha kabur ke sebuah jalan besar, dermaga kecil yang terdapat beberapa rumah penduduk, rumah makan dan sebuah penginapan kecil, mereka yang berada di sana terkejut melihat 10 orang berlarian seperti di kejar setan.
Apalagi setelah tahu yang berlari adalah anggota perguruan Naga Api penguasa kota Sishui.
Han Ciu tak mau buruan mereka lepas, sebelum kapal bersandar melesat keluar, dengan ilmu meringankan tubuh Raja Angin, pemuda itu bergerak laksana sebuah burung.
Whuut !
Plak....plak !
Dua kali menggenjot dengan ilmu Raja Angin, Han Ciu telah berada di depan mereka yang keluar berhamburan dari kapal, 2 orang terdepan terpental saat, terkena tamparan Han Ciu, keduanya langsung tersungkur.
Shing....Shing !
Dua batang panah Talaba melesat dan dua orang musuh langsung tersungkur ketika punggung mereka tertembus panah.
__ADS_1
Sisa satu orang yang langsung berhenti berlari kemudian melihat ke arah kawan mereka yang tewas.
Sementara Tongki yang berada di sisi lain juga mengerahkan ilmu meringankan tubuhnya, lalu melesat mengejar musuh mereka yang turun terlebih dahulu.
Kelima orang itu mengambil jalur berbeda dengan yang di kejar oleh Han Ciu, mereka lebih memilih hendak masuk ke hutan yang tak jauh dari tempat itu.
Tongki yang tak ingin buruannya masuk hutan kemudian melemparkan golok api pemberian Han Ciu.
Shing...krek...krek...Bum !
Iblis Biru yang mengejar tadinya kesal melihat Tongki seperti asal melempar golok api.
Tapi setelah melihat bahwa golok api yang besar dan melesat cepat di sertai tenaga dalam tinggi, menebas pohon besar yang berada di depan musuh, pohon besar itu tumbang ke arah jalan ketik sebagian batangnya terhantam golok api.
Iblis Biru tersenyum, “Tumben akalnya jalan” lblis biru berkata dalam hati
Kelima orang yang berlari langsung berhenti dan mundur melihat sebuah pohon besar yang batangnya tertancap sebuah golok yang berwarna merah tumbang dan hendak menimpa mereka.
Tapi itu sudah cukup, saat kelima orang itu berhenti dan loncat mundur, Tongki dan Iblis Biru sudah melesat mendahului mereka.
Keduanya bergerak cepat, kelas kurcaci seperti mereka tak lama untuk meringkusnya, 3 orang tewas dengan tubuh beku sementara yang dua orang kakinya patah di tendang oleh Tongki.
Kedua orang yang kakinya patah, meringis dan mengaduh di tanah, akibat rasa sakit di kaki mereka.
Tanpa rasa iba, kedua tangan lblis biru menjambak rambut mereka, kemudian menyeret mereka menuju ke arah Han Ciu.
Sedangkan Tongki mengambil golok api, yang masih menancap di batang pohon besar yang tumbang.
Tongki setelah mencabut golok, kemudian menatap golok api.
“Senjata yang hebat, tapi julukanku adalah pendekar Pedang Neraka, tapi kenapa aku di kasih golok ?” Tongki bertanya tanya dalam hati.
Dari sepuluh orang yang melarikan diri 3 orang musuh berhasil di bekuk oleh mereka, sisanya tewas
Kalian rupanya sudah menunggu kami, Han Ciu menatap bengis ke arah ketiga orang itu, kedua orang yang kakinya patah langsung menunduk.
Sementara yang satu lagi menatap ke arah Han Ciu dengan pandangan mata yang penuh kebencian.
lblis Biru yang memang benci terhadap orang – orang yang banyak tingkah kemudian menghantam kepala orang itu.
Prak !
Kepala orang itu pecah langsung tewas seketika, kedua orang yang kakinya patah langsung pucat, butiran keringat keluar dari wajah mereka yang terlihat sangat ketakutan.
“Kenapa kau bunuh dia ?” Tongki bertanya.
Iblis Biru mendengus, mendengar perkataan Tongki.
“Wajahnya bikin aku kesal”
“Baru jadi tawanan sudah sombong”
‐-----------------------------------------------‐---------------------------
**Maaf jika akhir akhir ini suka terlambat update,
karna pekerjaan dan lagi, ada satu hal yang membuat kosentrasi saya agak berkurang.
Ada sebuah kabar dari adik bungsu saya beberapa hari yang lalu.
"Brother gua kena" ( positive covid ) sebagai kakak tentu saja sedih mendengar kabar seperti itu.
Saya cuma bisa bilang, "ya udah Sis, loe yang sabar ya, semua udah ada jalannya, kita manusia hanya bisa berusaha dan menjaga, tapi yang diatas lagi kasih loe cobaan,"
Adik saya sekarang sudah masuk ruang isolasi.
Minta doa aja dari kawan² buat kesembuhan adik saya.
Dan semoga kawan kawan juga selalu berhati hati dan selalu menjaga kesehatan.
Jangan lupa pakai masker dan menjaga jarak serta Cuci tangan, karna kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita kedepannya.
( Adik saya positive covid "katanya" terkena dari teman kerja, yang sudah lebih dulu terpapar virus yang meresahkan itu )
Dan saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kawan dan sahabat yang telah membantu mensuport adik saya, memberi masukan serta bimbingan juga pengarahan, supaya bisa sembuh dari penyakit yang meresahkan itu.
Saya hanya mampu mengucapkan terima kasih kepada kawan, sahabat yang telah membantu. dan saya hanya bisa berdoa, agar yang Maha Kuasa yang membalas semua kebaikan yang telah diberikan oleh kawan dan sahabat sekalian
Semoga kita dan kawan kawan semua terhindar dari penyakit yang meresahkan itu.
__ADS_1
Amin**