
Han Ciu, Zhain Li Er, Racun cilik Serta Sin Ko, berangkat menaiki kapal yang akan berangkat menuju pinggiran kota Donghai, lalu akan melanjutkan perjalanan darat menuju kota Laoxi.
Wajah Zhain Li Er dan Racun cilik tampak sangat gembira karna melakukan perjalanan jauh bersama dengan Han Ciu tanpa di ganggu oleh Sa Sie Hwa.
Sedangkan Sin Ko antara senang dan tidak ikut dengan Han Ciu, karna ia merasa ikut bersama ke kota Laoxi akan sering melakukan perjalanan darat, sementara perjalanan darat kurang disukai oleh Sin Ko, tapi ia tak bisa menolak karna Sin Ko memang sudah pengalaman dan jalan ke kota kota sebelum kota Laoxi pernah ia jalani sewaktu muda.
Sin Ko masih ingat sewaktu masih di telaga barat Han Ciu berkata bahwa ia harus bertindak sebagai paman dari Zhain Li Er dan Racun Cilik.
selama dalam perjalanan, sementara Han Ciu bertindak sebagai busu dari Sin Ko, yang menyamar sebagai pedagang kecil dan sedang melakukan perjalanan.
Han Ciu memakai pakaian hitam dari bahan kasar layaknya seorang busu, sementara Li er memakai pakaian merah, Racun cilik memakai pakaian hijau.
Bekal uang ribuan tail perak di bawa oleh Sin Ko dan dia yang mengatur keuangan selama dalam perjalanan.
Sudah 3 hari mereka dalam perjalanan menuju kota Donghai, menurut keterangan Sin Ko, kota Donghai sudah tidak terlalu jauh, mereka akan sampai siang hari di kota Donghai.
Han Ciu tersenyum melihat Li Er dan Racun cilik tampak tertawa tawa walau terkadang jika malam, mereka selalu ribut untuk jatah tidur bersamanya.
Siang hari Rombongan Han Ciu sampai dermaga di luar kota Donghai.
Sin Ko membeli 4 ekor kuda untuk mereka pakai agar cepat sampai di kota Donghai.
Sesampainya di kota Donghai setelah penjaga memeriksa tanda pengenal, mereka kemudian di perbolehkan masuk kota Donghai.
Donghai merupakan kota besar yang berada di dekat laut, sehingga kota Donghai sangat maju, banyak pedagang pedagang dari daerah luar Donghai bahkan dari luar kerajaan Qin banyak yang datang untuk berdagang di kota Donghai.
Setelah memesan penginapan di pusat kota Donghai, Han Ciu memutuskan untuk istirahat sambil melihat lihat situasi kota Donghai karna ia sudah berjanji pada paman Liu Bang untuk memperhatikan kantong kantong wilayah yang di punyai oleh Xiang Yu, jika bisa ia akan merebut dan menjadikan daerah itu milik Liu Bang.
Han Ciu tertarik ketika melihat seorang pengemis tua yang berdiri di depan penginapan yang ia tempati.
Ketika melewati pengemis itu, Han Ciu memberi pengemis itu uang 5 tail perak.
Kakek pengemis tongkat hitam menatap sejenak ke arah Han Ciu lalu membungkuk sambil mengucapkan terima kasih.
"Aku ingin bertemu dengan tongcu kalian !" bisik Han Ciu sambil masuk ke dalam penginapan.
Wajah kakek pengemis berubah ketika mendengar perkataan Han Ciu, tak lama kemudian pengemis itu pergi meninggalkan penginapan.
Sin Ko memesan 1 kamar besar untuk Han Ciu dan satu kamar sedang untuknya.
Ketika malam itu mereka sedang berkumpul, makanan yang mereka pesan datang, pelayan setelah menyiapkan hidangan lalu pergi.
Ketika hendak menyantap hidangan, dibawah tempat makanan tampak sebuah kertas kecil.
Han Ciu lalu mengambil kertas itu kemudian membaca isinya.
Kuil sebelah barat kota
Sin Ko, Li Er serta Racun cilik mengerutkan kening, setelah membaca surat yang ada di tangan Han Ciu.
"Apa maksud surat ini kakak Han ?" tanya Li Er.
"Agaknya kita di undang oleh perkumpulan pengemis tongkat hitam yang ada di kota Dong hai." ucap Han ciu.
"Apa pengemis yang tadi berada di depan penginapan ?" tanya Sin Ko.
"Benar paman !" tadi aku bisiki pengemis itu, ingin bertemu dengan ketua mereka.
"Kalian tunggu saja disini, biar aku yang mencari kuil yang mereka maksudkan."
"Aku ikut !" ucap Li Er.
"Kau tunggu di sini !" siapa tahu ini hanya jebakan, adik Zee memang hebat dalam soal racun, tapi soal ilmu kepandaian, kau yang bisa diandalkan."
Li Er diam mendengar perkataan Han Ciu.
Setelah menyantap makanan dan membawa obat anti racun yang di berikan oleh Racun cilik, Han Ciu kemudian keluar dari penginapan.
Malam belum larut, suasana kota Donghai masih terlihat ramai, setelah menentukan arah barat kota, Han Ciu kemudian berjalan mencari kuil yang di maksud dalam surat.
Setelah mencari cari, akhirnya Han Ciu menemukan kuil yang di maksud.
Han Ciu mengerutkan kening, ketika merasakan banyak orang yang bersembunyi di balik semak belukar yang ada di sekitar kuil.
"Apa mereka akan menyerangku ?" Han Ciu berkata dalam hati.
Han Ciu sampai di depan kuil.
"Apa kawan yang tadi mengundangku datang, berasal dari kuil ini ?"
Setelah Han Ciu berkata, dari dalam kuil keluar dua orang kakek yang membawa tongkat bambu hitam, dan salah seorang kakek itu adalah kakek yang berdiri di depan penginapan tempat ia menginap.
__ADS_1
"Bukankah tadi tuan yang ingin bertemu dengan ketua cabang kota Donghai ?" kakek pengemis yang bertemu dengan Han Ciu berkata.
"Benar !" aku ingin bertemu dengan ketua pengemis tongkat hitam kota Donghai." Han Ciu menjawab.
"Akulah ketua perkumpulan pengemis kota Donghai, apa maksud tuan ingin bertemu denganku ?"
Hmm !
Han Ciu mendengus.
"Begini cara kalian menyambut tamu, dengan mengepungku ? ucap Han Ciu sambil menatap tajam kearah ketua pengemis perkumpulan tongkat hitam kota Donghai.
Ha ha ha
"Anak muda, matamu sungguh tajam !" ketua pengemis kota Donghai mengangkat tangan, setelah mendapat isyarat, puluhan orang keluar dari tempat persembunyian, kemudian mengepung Han Ciu.
Han Ciu mengambil sesuatu kedalam saku bajunya kemudian melemparkan kearah ketua pengemis kota Donghai.
Whuuut !
Ketua pengemis tongkat hitam cabang Donghai menangkap benda yang di lempar oleh Han Ciu.
Ketika melihat benda yang ia genggam, wajah ketua pengemis tongkat hitam kota Donghai pucat, kemudian kakek itu membungkuk memberi hormat di ikuti oleh anggota perkumpulan pengemis yang ada di kota Donghai.
"Kay kun, ketua pengemis tongkat hitam kota Donghai memberi hormat kepada pelindung partai pengemis tongkat hitam."
Lalu kakek tua itu menghampiri Han Ciu sambil membungkuk, memberi plakat bambu tipis yang tadi di lemparkan oleh Han Ciu.
"Maaf kan kami pelindung, Hamba bersalah !" tolong hukum hamba yang buta dan tuli, karna tidak mengetahui keberadaan pelindung kehormatan perkumpulan pengemis tongkat hitam.
"Sudahlah ketua Kun, kalian tak bersalah, aku malah salut terhadap kalian yang bertindak hati hati, tapi aku malah semakin curiga ada yang tak beres dengan kota Donghai," ucap Han Ciu.
"Mari kita bicara di dalam tuan pelindung," ucap Kay Kun.
Han Ciu lalu masuk ke dalam kuil, bersama Kay Kun
Setelah berada di dalam kuil.
Han Ciu menayakan kepada Kay Kun situasi kota Donghai, dan kenapa Kay Kun mencurigainya.
Kay Kun menghela napas sebelum bercerita.
Gubernur Ziang Hay ji adalah sahabat dari tuan Liu Bang.
Tapi beberapa hari terkahir kami mendapat kabar, bahwa kota Donghai akan di serang dan diambil oleh orang orang dari Xiang Yu.
Kami lalu memberi perintah kepada anggota pertai pengemis tongkat hitam untuk memperhatikan orang orang baru, yang masuk ke kota Donghai.
Lalu tuan pelindung datang yang membuat anggota perkumpulan pengemis kami curiga.
Han Ciu mengerti perkataan Kay kun dan kecurigaan terhadapnya.
Lalu bertanya kepada Kay Kun.
"Apa gubernur Ziang Hay Ji tahu akan persoalan ini ?"
"Gubernur Ziang Hay Ji tahu tuan, la juga cemas, tapi mereka bingung untuk mencari bantuan, karna waktu mereka mencari bantuan sangat terbatas, Sedangkan kami mendapatkan kabar bahwa tuan Liu Bang sedang berada di kota Nanyang dan tidak dapat membantu, itu yang membuat gubernur Ziang Hay Ji cemas dan khawatir kota ini di ambil alih oleh Xiang Yu.
Han Ciu termenung ia teringat akan perkataan pamannya tentang Xiang yu, yang memperluas kekuasaannya.
"Bagaimana menurut pelindung, apa yang harus kami lakukan ?" tetap seperti biasa ketua Kun, ucap Han Ciu.
"Tapi aku besok ingin bertemu dengan gubernur Ziang Hay Ji, apa ketua Kun bisa mempertemukan kami ?"
Wajah Kay kun tampak ceria mendengar perkataan dari Han Ciu.
"Akan kay kun usahakan tuan."
Setelah bercakap cakap sebentar, lalu Han Ciu pamit undur diri.
Setelah sampai penginapan, Han Ciu lalu memberitahukan Zhain Li Er, Racun cilik dan Sin Ko perihal pertemuannya dengan ketua perkumpulan pengemis tongkat hitam kota Donghai.
Ke esokan hari sebelum siang, diantar oleh Kay Kun sendiri mereka menemui gubernur Ziang Hay Ji di rumah kediaman gubernur.
Gubernur Ziang Hay Ji sudah menunggu kedatangan Han Ciu, setelah mendapat keterangan dari anak buahnya, bahwa ada pendekar yang merupakan pelindung dari perkumpulan pengemis tongkat hitam akan membantu kota Donghai.
Tapi wajah Ziang Hay Ji serta pengawalnya berubah setelah melihat yang di sebut pelindung perkumpulan pengemis tongkat hitam datang bersama Kay kun, ketua pengemis tongkat Hitam kota Donghai.
Seorang lelaki paruh baya bertubuh gemuk, seorang pemuda berpakaian hitam, serta dua orang gadis muda.
Ziang Hay Ji walau ragu, tapi tetap menghargai bantuan dari perkumpulan pengemis tongkat hitam.
__ADS_1
Gubernur kota Donghai kemudian menjabat tangan Sin Ko yang berjalan bersama dengan Kay Kun.
Lalu mengajak mereka masuk kedalam, untuk lebih leluasa bercakap cakap.
Setelah semua duduk di kursi yang telah di sediakan, Ziang Hay Ji membuka percakapan.
Terima kasih tuan pelindung mau membantu kota Donghai yang sedang bingung menghadapi musuh.
Sebelum pergi ke kediaman gubernur kota Donghai, Han Ciu sudah memberitahu Kay kun agar jangan memberitahu bahwa ia pelindung partai, Han Ciu membisiki Kay kun agar Ziang Hay Ji mengira Sin Ko lah pelindung perguruan dan ia adalah pengawal Sin Ko, untuk melihat situasi dan mencermati orang seperti apakah Ziang Hay Ji.
Aku hanya kebetulan lewat sini gubernur Ziang, setelah bicara dengan kawan Kay Kun dari kaypang tongkat hitam, baru aku tahu mengenai keadaan Donghai yang terancam.
Ziang Hay Ji menarik napas panjang sebelum bercerita.
Kami menerima kabar sudah 5 hari yang lalu tuan pendekar, tadinya kami tak terlalu memperdulikan kabar itu, tapi ketika kami mendengar bahwa kota Xue yang merupakan kota sekutu kami sudah mereka ambil alih, baru kami percaya akan kabar itu.
kami juga mendengar mereka sudah bergerak kemari setelah berhasil menalukkan kota Xue.
"Kami memang mempunyai uang untuk menyewa pendekar pendekar bayaran yang hebat, tapi waktu yang terbatas membuat uang yang kami miliki tiada artinya."
"Rupanya begitu," ucap Sin Ko sambil menganggukan kepala.
"Kami sebenarnya tidak ada keperluan dengan kota Donghai, tapi kami akan membantu tuan gubernur, jika !" ucap Sin Ko.
Han Ciu, Kay kun mengerutkan kening ketika mendengar perkataan Sin Ko.
"Apa maksud tuan pendekar ?" tanya Ziang Hay Ji.
"Kami akan membantu tuan mengusir atau bisa juga membunuh orang yang akan menghancurkan kota Donghai, tapi ada harga yang harus tuan bayar," ucap Sin Ko.
Hmm !
Han Ciu mendengus mendengar perkataan Sin Ko, tapi pria bertubuh gemuk itu seperti acuh mendengar dengusan Han Ciu dan tak memperdulikannya.
"kami akan melanjutkan perjalanan jauh, serta membutuhkan biaya, pasti gubernur Ziang mengerti apa yang kumaksud !"
Ha ha ha.
"Kami mengerti tuan, kami sangat mengerti !" tuan pendekar jangan Khawatir, kami akan membayar dengan harga yang pantas sesuai dengan musuh yang menyerang kota Donghai." ucap Ziang Hay Ji.
Sin Ko mengangguk mendengar perkataan Ziang Hay Ji.
"Satu lagi tuan gubernur, kami susah bertempur jika perut kosong," Sin Ko berkata malu malu.
Ha Ha Ha
"Maaf maaf, kami sampai lupa menyuguhkan para tamu, silahkan tuan pendekar tunggu sebentar.
Ziang Hay Ji lalu memanggil pelayan untuk meyiapkan makanan.
Mereka lalu bersantap bersama sama.
"Tuan gubernur !" kota Donghai termasuk kota besar yang maju, tetapi kenapa tak mempunyai pendekar tangguh yang menjaga kota ini ?" tanya Sin Ko.
"Kami sebenarnya di bawah lindungan tuan Liu Bang, tapi sekarang tuan Liu Bang sedang berada jauh dari tempat ini, serta kami sama sekali tak menyangka bahwa mereka menargetkan kota Donghai untuk mereka rebut." ucap gubernur Ziang Hay Ji.
Ketika mereka tengah asik minum arak dan bercakap cakap.
Terdengar suara suara teriakan dan beradunya senjata tajam, Han Ciu, Li Er dan Racun cilik seperti tak peduli dengan suara itu, dan terus menyantap makanan ringan dan arak yang tersedia.
Gubernur Ziang Hay Ji, Sin Ko serta Kay Kun keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Di depan halaman rumah gubernur Ziang Hay Ji tengah terjadi pertempuran antara pengawal gubernur melawan beberapa orang gadis cantik.
Xi xi xi
"Gubernur Ziang, jika ingin selamat cepat kau tinggalkan tempat ini !" aku kasih kesempatan kau untuk berkemas, tapi hanya pakaian yang boleh kau bawa.
Seorang wanita cantik paruh baya yang genit berkata, sambil menatap gubernur Ziang Hay Ji.
disamping wanita genit itu ada seorang lelaki yang juga paruh baya, membawa sepasang pedang di punggungnya, wajah pria itu walau berusia paruh baya masih terlihat garis ketampanan dari pria itu.
Di Baju lelaki itu terlihat gambar sekuntum bunga di dadanya.
"Siapa kau ?" ucap Ziang Hay Ji
Wanita itu tersenyum genit, "ini adalah kekasihku, sepasang pedang bunga,"
sedangkan aku di sebut orang dengan panggilan.
Siluman lembah bunga.
__ADS_1