Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 61 Bidadari Gila


__ADS_3

Han ciu yang mendengar teriakan gadis yang di sebut bidadari gila, menoleh sambil menatap tajam gadis itu.


Tapi akhirnya rasa lapar mengalahkan penasaran, Han ciu melanjutkan makan sambil sesekali melirik ke arah bidadari gila yang tengah menenggak arak yang baru saja datang.


Setelah hidangan habis, Han ciu minum arak untuk menyegarkan pikiran.


Sa sie hwa sudah sampai ke kota Nan atau belum, itu yang sedang Han ciu pikirkan.


Saat Han ciu sedang termenung, masuk 2 orang kakek bermuka hijau.


Kedua kakek melihat ke arah tamu rumah makan, setelah kakek itu melihat Bidadari gila, wajah keduanya langsung merah dan menghampiri ke meja bidadari gila.


Hmm !


"Hei gadis gila !" apa benar kau yang membunuh murid kami ?"


Bidadari gila, seperti tak mendengar perkataan salah seorang kakek bermuka hijau, dan masih terus asik minum arak sambil satu kakinya naik di kursi.


"Hei gila !" kau dengar tidak omonganku ?"


Ketika kedua kakek bermuka hijau bertanya kembali.


Bidadari gila, menarik penutup mata yang terbuat dari kulit, ke atas kemudian di taruh di kening lalu sepasang matanya yang bening melihat ke arah sekeliling, kedua kakek bermuka hijau yang berada di depan gadis itu seperti tak terlihat oleh sang gadis, dan terus menatap ke arah sekeliling rumah makan.


Arak yang di minum Han ciu hampir muncrat keluar karna ingin tertawa, ketika melihat kelakuan gadis yang di sebut bidadari gila.


"Kupikir sebelah matanya buta, ternyata tidak, lalu untuk apa sebelah matanya di tutup pakai kulit segala !" ucap Han ciu dalam hati, sambil geleng geleng kepala.


"Hai muka ayam !" ucap gadis itu.


"Haaaai muka ayam !"


Han ciu yang mendengar teriakan keras gadis itu lalu ingin melihat, siapa yang di panggil oleh Bidadari gila.


Tapi ketika pandangan mereka bertemu, kembali gadis itu berteriak.


"Hai muka ayam !?"


Han ciu menengok kiri dan kanan kemudian kebelakang.


Bidadari gila yang melihat tingkah Han ciu, menuruti pemuda itu dan melihat ke kiri dan ke kanan kemudian kebelakang, lalu pandangannya kembali menatap Han ciu.


"Muka ayam apa kau buta, tidak melihatku ?"


"Eh !" kau bicara denganku ?" ucap Han ciu sambil menatap gadis itu, sedangkan tangannya menunjuk diri sendiri.


"Kau yang tadi bertanya padaku ?"


Han ciu mengerutkan kening mendengar perkataan Bidadari gila.


"Perasaan aku dari tadi diam tak bicara, kenapa dia bilang aku bertanya, bukankah yang bertanya adalah kedua kakek yang bermuka hijau yang ada di depannya, apa dia tak melihat ?" benar benar parah otaknya, pantas di sebut Bidadari gila," ucap Han ciu dalam hati.

__ADS_1


"Nona, kedua kakek yang didepanmu yang tadi bertanya !"


Hmm !


"Gadis gila, bisa bisanya kau malah mempermainkan kami, apa salah murid kami, si ular hitam sehingga kau membunuhnya ?" apa kau ingin main main dengan kami orang orang dari perguruan selaksa racun ?" ucap salah seorang dari kedua kakek itu.


Kedua kakek itu adalah sepasang ular hijau, tongcu perguruan selaksa racun.


Han ciu yang mendengar kedua kakek itu menyebut mereka dari perguruan selaksa racun, wajahnya berubah dingin dan menyeramkan.


"Kadal hijau, kadal hijau," Bidadari gila berkata sambil menunjuk nunjuk kepada kedua kakek bermuka hijau.


Murid mereka yang bernama ular hitam tewas di bunuh dan menurut kabar, orang yang membunuhnya adalah gadis belia yang otaknya tidak waras.


kedua Tongcu mendengar murid mereka tewas, kemudian pergi mencari pembunuh muridnya itu, dan pilihan mereka jatuh kepada seorang pendekar muda yang baru muncul dan bergelar Bidadari gila.


Dan memang benar tebakan sepasang ular hijau, bahwa yang membunuh ular hitam adalah Bidadari gila, ular hitam tergila gila melihat kecantikan bidadari gila, dan berusaha memperkosa Bidadari gila yang disangkanya tidak punya kepandaian, tapi sayang sebelum niatnya terlaksana, ular hitam tewas mengenaskan, kedua tangan dan kaki ular hitam putus dan kepala hancur.


Sepasang ular hijau kemudian terus mencari Bidadari gila sampai akhirnya bertemu di rumah makan ini.


"Paman lebih baik cari tahu dulu kebenarannya, apa benar gadis ini yang telah membunuh murid paman, jangan asal tuduh."


"Kau lebih baik tak usah ikut campur anak muda,"


"Apa kau tak malu membela orang gila ?" lebih baik kau membela kami yang waras, ucap salah seorang kakek muka hijau kepada Han ciu.


"Atau kau tergila gila oleh si gila ini."


Kedua kakek itu berkata mengolok olok Han ciu.


"Aku lebih baik berteman dengan orang gila daripada dengan orang orang beracun macam kalian," ucap Han ciu.


"Rupanya kau sudah bosan hidup anak muda,"


"Woooi !"


"Gila gila, memangnya diantara kalian siapa yang gila ?" Han ciu dan sepasang ular hijau mendengar perkataan Bidadari gila, tanpa ragu langsung menunjuk sambil bersama sama berkata.


"Kau"


Mendengar ketiganya menyebut "Kau" sambil menunjuk.


Bidadari gila langsung berdiri, kemudian mengambil guci di meja, lalu minum langsung dari guci. setelah puas minum, gadis itu membanting guci.


"Braaaak !"


"Kalian yang gila kenapa menunjuk aku, rupanya kalian cari mati."


Bidadari gila tanpa basa basi, langsung menyerang, dan yang di serang adalah Han ciu.


"Whuut,..plak !"

__ADS_1


Han ciu terkejut ketika di serang, dan menangkis tangan mungil yang menyerang kepala Han ciu.


"Rasa kejut Han ciu bertambah, sewaktu kedua tangan bertemu, mereka berdua sama sama mundur selangkah."


"Gila" tenaga dalamku sudah tinggi, tapi masih bisa di buat mundur oleh gadis gila ini," ucap Han ciu dalam hati.


Melihat rumah makan yang ramai, Han ciu melesat keluar dari rumah makan, menuju tempat yang lebih luas, Bidadari gila terus mengejar Han ciu, begitu pula dengan sepasang ular hijau.


Sesampainya di lapang agak luas dekat sungai dan dermaga kecil, Han ciu berhenti berlari kemudian berbalik dan menatap tajam kearah Bidadari gila.


"Mau lari kemana kau muka ayam ?"


"Hmm !"


"Aku membantunya, malah aku yang di serang." ucap Han ciu sambil menarik nafas, sementara itu sepasang ular hijau, berpikir bahwa tenaga dalam kedua muda mudi itu sama rendah hingga keduanya mundur, dan mereka memutuskan untuk membunuh Han ciu dan Bidadari gila.


Ha ha ha


Salah seorang dari ular hijau tertawa ketika melihat Han ciu dan bidadari gila berhadapan.


Memang seru jika melihat 2 orang gila bertempur, belum sempat Ular hijau menutup mulut, sebuah tangan tiba tiba mampir di pipi kakek itu.


Plaaak,...aaaarrrgh !


Bidadari gila yang hendak menyerang Han ciu mendengar kata gila langsung berbalik dan menampar si ular hijau, hingga 2 giginya rontok.


Jeritan keras terdengar dari mulut ular hijau yang berusia lebih muda, ketika merasakan mulutnya seperti di hantam balok kayu.


Han ciu terbelalak begitu juga dengan Ular hijau yang melihat kecepatan bidadari gila menyerang adik seperguruannya.


"Rupanya sewaktu di hutan bukan tenagaku yang terkuras sewaktu di tampar oleh gadis itu, tetapi memang ilmu meringankan tubuhnya sangat menakjubkan sehingga aku kena tampar," ucap Han ciu dalam hati.


Di dekat dermaga ada beberapa perahu kecil, dan disebuah perahu kecil sepasang kakek dan nenek tengah menyaksikan Bidadari gila, Han ciu dan sepasang ular hijau berhadapan.


"Kau lihat kelakuan cucumu, begitu akibat kalau terlalu di manja."


Si kakek berkata kepada pasangannya.


Xi xi xi.


"Siapa yang berani menyebut cucuku gila, ya itu akibatnya." jawab si nenek.


"Tapi kau beritahu Zhain li er, jangan main tampar seenaknya."


"Masa aku kakek sekaligus gurunya di tampar juga,"


Jika sepasang ular hijau tahu siapa sepasang kakek dan nenek itu, mereka pasti akan lari terbirit birit, karna mereka berdua adalah tokoh aneh yang telah lama menghilang dari dunia persilatan dan masih satu angkatan dengan Dewa gila Kim tay han.


Si kakek dikenal dengan nama Iblis seribu wajah


dan si nenek adalah istrinya yang bergelar Dewi angin.

__ADS_1


__ADS_2