
Satu kapal telah hancur dan sebagian besar tewas bersama pemimpin mereka Singa rambut api.
Iblis mata satu hanya bisa mendengus mengetahui kapal Singa rambut api hancur.
Goloknya semakin ganas menyambar ke arah Han Ciu di bantu oleh Dewi racun.
Sementara di sisi lain, Ming Mo mengamuk melawan Mayat hidup lembah hantu.
Ming Mo terus di serang dan di kepung oleh anak buah Mayat hidup lembah hantu.
Tombak dan pedang berseliweran di sekitar tubuh Iblis biru.
Gerakan Iblis biru sangat gesit, terkadang ia merebut pedang atau tombak untuk menangkis serangan anak buah Mayat hidup.
Kakek berwajah seram serta bertubuh kurus, kuku jari Mayat hidup tampak hitam karena mengandung racun hawa mayat.
Tongki bersama Huang Zilin memakai perahu kecil melesat memutari kapal iblis mata satu, untuk membantu sahabat mereka, si Iblis biru.
Setelah dekat keduanya melesat, Tongki langsung menebas seorang anak buah kapal.
Crash!
Bahu anak buah kapal yang naas itu hampir terbelah terkena bacokan Tongki.
Sedangkan Huang Zilin melesat, saat tombak menusuk ke arah tubuhnya, Huang Zilin menendang tombak, kemudian tangannya menyambar ke arah leher si penyerang.
Krek!
Huang Zilin meremas leher anak buah Mayat hidup, lalu melemparkannya ke arah sungai.
Byur!
“Lama sekali kalian,” ucap Iblis biru melihat kedua sahabatnya datang.
“Sudah! Kau hadapi saja si papan kuburan, biar anak buahnya kami yang habisi,” ucap Tongki sambil menendang seorang anak buah Mayat hidup yang mendekat.
Buk!
Iblis biru berbalik dan menatap Mayat hidup lembah hantu.
He He He
“Sekarang sudah tidak ada yang mengganggu kita,” Iblis biru berkata sambil tertawa pelan.
Hmm!
“Biar cepat mampus,” batin Mayat hidup, perlahan kedua tangan sebatas telapak sampai pergelangan berubah menjadi hitam dan mengeluarkan asap tipis yang berbau busuk.
Pukulan hawa mayat sudah siap.
Kedua tangan Iblis biru tampak pucat dan mulai agak kebiruan, hawa dingin menyelimuti di sekitar kedua tangan Iblis biru.
Keduanya sama – sama melesat, sambil menghantamkan kedua pukulan jarak jauh.
Asap tipis berbau busuk menyembur keluar dari tangan kanan Mayat hidup lembah hantu, menyerang ke arah Ming Mo.
Sedangkan Ming Mo, menghantamkan tangan kanan dengan jurus angin es ke arah Mayat hidup lembah hantu.
Blam!
Perahu berguncang ketika kedua pukulan jarak jauh bertemu.
Tangan kiri Mayat hidup menyambar ke arah leher Ming Mo.
Ming Mo menarik kepalanya, sambil satu kaki melangkah mundur, kemudian telapak kirinya dengan jurus titik beku menghantam ke arah pinggang Mayat hidup.
Tangan kiri Mayat hidup langsung menangkis.
Plak!
Serangan tangan kiri Ming Mo melenceng setelah berhasil di tangkis.
Kaki kanan Ming Mo langsung menyambar,
Ke arah pinggang Mayat hidup.
Mayat hidup melesat ke atas, tubuhnya seperti melayang, kemudian jari tangannya yang hitam menyambar ke arah kepala Ming Mo.
__ADS_1
Whut!
Tangan kanan Ming Mo menangkis serangan yang menuju ke arah kepala.
Plak!
Asap hitam berbau busuk mengebul keluar semakin banyak ketika kedua tangan mereka bertemu, begitu pula dengan tangan Ming Mo yang juga semakin dingin.
Mayat hidup lembah hantu tersenyum, melihat tangannya yang mengandung racun hawa mayat menempel dengan tangan Ming Mo.
“Sebentar lagi tanganmu akan terasa gatal, begitu racun masuk ke dalam tubuh, daging² di dalam tubuhmu akan membusuk, dan tewas,” batin Mayat hidup lembah hantu.
Ming Mo hanya menyeringai ketika tangannya menempel.
Saat tangan kiri Mayat hidup menghantam, tangan kiri Ming Mo langsung menyambutnya.
Plak!
Kedua telapak saling beradu.
Senyum di wajah Mayat hidup lembah hantu semakin berkembang, saat kedua telapak mereka bertemu.
“Dengan cara seperti ini racunku akan lebih cepat masuk,” batin Mayat hidup lembah hantu.
Ming Mo yang melihat musuhnya tersenyum, langsung menghentakan tenaga dalamnya ke arah kedua tangan.
Blam!
Ming Mo serta Mayat hidup lembah hantu mundur dua langkah.
Ha Ha Ha
“Tugasku sebentar lagi selesai, tinggal dua kawanmu aku bereskan,” Mayat hidup lembah hantu berkata sambil tertawa.
Ming Mo mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mayat hidup.
“Kau pikir gampang mengalahkan aku? Tanya Iblis biru dengan wajah heran.
“Tanganmu sudah terkena racun hawa mayatku, sebentar lagi tanganmu akan gatal dan racun akan menyebar, kemudian dagingmu akan membusuk dari dalam,” ucap Mayat hidup dengan bangga.
“Oh jadi begitu,” ucap Ming Mo sambil bolak balik melihat ke arah kedua tangannya.
Ha Ha Ha
Tongki yang mendengar perkataan Mayat hidup juga ikut tertawa, begitu pula Huang Zilin yang berada di sebelah Tongki.
Tongki mengerutkan keningnya melihat Huang Zilin tertawa.
“Kenapa kau tertawa? Tanya Tongki sambil menatap Huang Zilin dengan wajah bingung.
“Aku melihat kalian tertawa, tentu saja harus ikut tertawa, masa aku harus diam saja! Ucap Huang Zilin
Phuih!
“Kau tahu, kenapa aku tertawa? Tanya Tongki.
“Tidak! Jawab Huang Zilin.
“Papan kuburan itu sangat yakin sudah berhasil meracuni si muka sirop, tetapi dia tidak tahu! Bahwa si muka sirop kebal terhadap racun, bukankah hal ini sangat mengelikkan? Tongki berkata memberi penjelasan kepada Huang Zilin.
Huang Zilin langsung tertawa mendengar perkataan Tongki.
“Kenapa kau tertawa? Tongki kembali bertanya.
“Sekarang aku sudah mengerti,” jawab Huang Zilin
Ha Ha Ha.
Tongki dan Huang Zilin langsung tertawa terbahak bahak.
Hmm!
“Bangat! Kawan macam apak kalian, bukannya membantu malah tertawa,” Ming Mo berkata.
“Muka sirop, aku yakin kau pasti bisa mengalahkannya, semua anak buah papan kuburan itu sudah kami bereskan,” ucap Tongki.
Ming Mo menatap tajam ke arah Mayat hidup sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
“Asal kau tahu! Aku sudah makan mutiara racun, racun apapun tidak akan mempan padaku,” setelah berkata, Iblis biru melesat menghantam dengan pukulan titik beku salah satu pukulan andalannya.
Wajah Mayat hidup berubah semakin pucat.
Tangannya menangkis, pukulan titik beku.
Plak!
Kedua tangan kembali bertemu, dan kini Mayat hidup lembah hantu percaya, musuhnya kebal terhadap racun.
Karena sudah menunggu, tapi Ming Mo tampak baik – baik saja.
Beberapa kali kedua tangan mereka beradu, karena memang keduanya pendekar yang tak pernah menggunakan senjata sebagai andalan.
Plak....Plak!
Karena sering beradu tangan Mayat hidup tampak bergetar, rasa dingin mulai terasa oleh Mayat hidup.
“Keparat! Ilmu racun hawa mayat membutuhkan tenaga dalam besar, tapi kakek keparat ini malah kebal terhadap racun, belum lagi kedua tanganku mulai terasa dingin,” batin Mayat hidup.
Keringat tampak menetes dari wajahnya, padahal cuaca di sekitar tempat mereka bertempur sangat dingin, akibat hawa tenaga dalam inti es yang di miliki oleh Ming Mo.
Ming Mo mulai kesal, karena masih belum berhasil mendesak lawannya, kedua tangannya berputar, lalu mendorong ke depan.
Pukulan angin es melesat ke arah Mayat hidup.
Mayat hidup menarik nafas panjang sambil menyedot tenaga dalam dari perutnya yang tampak mengempis.
Lalu dengan kedua tangannya mendorong, menggunakan pukulan hawa mayat dengan sekuat tenaga.
Blam!
Kedua pukulan bertemu, Ming Mo mundur selangkah, tetapi Mayat hidup lembah hantu kedua kaki sebatas betis berubah menjadi putih.
Kedua kaki Mayat hidup lembah hantu membeku, karena tak kuat menahan pukulan angin es yang dikeluarkan oleh Ming Mo dengan tenaga dalam penuh.
Ming Mo langsung melesat ketika melihat musuhnya tak bisa bergerak.
Tangan kanannya menebas ke arah kepala Mayat hidup.
Mayat hidup lembah hantu, menangkis serangan tangan Ming Mo.
Plak!
Tangan Mayat hidup berputar, kemudian berusaha mencengkeram tangan Ming Mo.
Ming Mo yang melihat tangannya terancam, sambil menyeringai, kakinya menghantam ke arah kaki Mayat hidup lembah hantu yang tidak terjaga.
Krak....Krak!
Kedua kaki Mayat hidup hancur terkena tendangan keras Ming Mo.
Hancuran daging dan tulang beku terlihat.
Mayat hidup lembah hantu berteriak kencang, merasakan sakit saat kedua kakinya hancur.
Aaaaarrrghh!
Tubuhnya langsung ambruk.
Ming Mo tak mau memberi kesempatan kepada musuhnya untuk bergerak,
Ketika tubuh Mayat hidup jatuh, Ming Mo menjatuhkan dirinya, dengan dengkul menghantam ke arah kepala Mayat hidup lembah hantu.
Krak!
Mayat hidup lembah hantu tewas dengan kepala pecah.
Orang² yang berada di kapal Sin Ko serta kapal anak buah yang mengepung langsung bersorak, ketika melihat Iblis biru berhasil membunuh musuhnya.
Sementara iblis mata satu, mundur setelah pukulannya di tahan oleh Han Ciu.
Iblis mata satu mendengus mendengar sorak sorai kapal musuh dan mengetahui Mayat hidup lembah hantu tewas.
Wajah Dewi racun berubah pucat pasi melihat tatapan mata Han Ciu yang terlihat menyeramkan.
Sambil tersenyum dingin, Han Ciu menunjuk Iblis mata satu dan Dewi Racun dengan pedangnya.
__ADS_1
“Selanjutnya kalian berdua.”