
"Bukit serigala ?” ucap Han Ciu sambil menatap ke arah Talaba.
"Benar ketua bukit serigala, hamba juga hanya mendengar saja cerita penduduk kota Liaoxi sewaktu membeli kebutuhan untuk suku utara." ucap Talaba.
Han Ciu mengangguk mendengar penjelasan dari Talaba.
“Apa kau berniat akan ke bukit itu ?” tanya lblis biru.
“Benar, aku jadi penasaran seperti apa bukit Serigala itu.” Ucap Han Ciu.
“Jadi kapan kau akan ke sana ?” lblis biru bertanya.
“Talaba !” apa kau tahu tempat yang aku maksud bila aku akan berkunjung ke sana ?” Han Ciu berkata sambil menatap Talaba.
"Bukit itu setengah hari perjalanan dari sini ketua, jalan ke sana juga gampang, tapi memang jarang orang yang pergi kesana karena banyak bahaya yang mengancam dari serigala serigala yang menjaga bukit serigala." ucap Talaba.
Hmm !
"Itu tandanya kita tidak perlu lagi bertanya kepada penduduk, jadi besok kita bisa berangkat ke bukit serigala."
"Paman Sin, kau beli perbekalan buat besok kita berkunjung ke bukit serigala, " Han Ciu
Sin Ko mengangguk, “ketua jika hamba menunggu saja di kota Liaoxi bagaimana, sebab hamba takut terhadap serigala,” ucap Sin Ko.
Cis !
“Alasan saja, bilang saja kau tak mau ikut repot jika pergi dengan kami,” Zhain Li Er berkata sambil mencibir.
“Nyonya jangan seperti itu, aku kan nanti juga akan merepotkan kalau ikut, ketua jika butuh apa - apa tinggal kirim Fang Ji ke sini sambil memberi surat, hamba akan langsung menyiapkan segala sesuatu yang di butuh kan.” Ucap Sin Ko
“Tadi kau bilang takut dengan serigala, lalu kenapa kau suruh Fang Ji jadi kurirmu” ucap Zhain Li Er ketus.
Fang ji anggukan kepala.
Fang ji anggukan kepalanya sekali mendengar perkataan Zhain Li Er.
Sin Ko yang sudah terlanjur salah bicara, langsung diam mendengar perkataan Zhain Li Er.
Han Ciu tersenyum mendengar perkataan kedua orang yang ada di hadapannya.
"Tapi setelah di pikir kembali, memang benar apa yang di katakan Sin Ko, jika ia ikut belum tentu membantu, toh jarak dari kota Liaoxi ke bukit serigala menurut Talaba hanya setengah hari perjalanan." ucap Han Ciu dslam hati
“Baiklah, paman Sin menunggu di kota Liaoxi !” jika kami perlu sesuatu kami akan mengirimkan kabar melalui Fang Ji.
“Tapi paman juga harus ingat !” jangan hanya berdiam diri saja, paman harus melihat lihat situasi serta orang - orang yang di curigai, sebab rombongan kita juga sedang ada masalah dengan sekte gagak hitam, mereka tidak akan tinggal diam, pasti mencari jalan untuk menyerang rombongan kita,” ucap Han Ciu.
Sin Ko langsung tersenyum mendengar perkataan Han Ciu.
“Tuan boleh percayakan urusan ini kepada Sin Ko.” Ucap pria bertubuh gemuk itu.
"Paman lblis biru, jika paman tidak mencampuri urusanku, paman boleh ikut, tapi jika paman akan mengganggu aku nantinya, lebih baik paman di sini bersama paman Sin Ko." Han Ciu berkata.
Phuuih !
“Jika kau tak membuatku kesal, dan mencampuri urusan Xiang Yu, aku juga tak ingin ikut campur urusanmu,” ucap iblis biru.
“Baik, aku percaya dengan perkataan paman,” Han Ciu berkata.
“Baiklah kita sudah berbagi tugas dan kesepakatan, besok pagi pagi kita berangkat, paman tolong siapkan kuda buat kami berangkat ke bukit serigala,” Han Ciu berkata.
Semua mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Lalu Han Ciu kembali ke tempatnya masing – masing.
Sementara, Sin Ko membeli apa yang di butuh kan oleh Han Ciu serta yang lain untuk pergi ke bukit serigala.
Keesokan harinya, 5 ekor kuda pagi – pagi keluar dari kota Liaoxi menuju ke arah utara.
Jalan yang lumayan besar dan bagus membuat perjalanan mereka dengan mengendarai kuda lumayan cepat.
Tapi semakin mereka mendekati barisan bukit yang mulai terlihat dari kejauhan semakin jalan menjadi sempit dan berbatu.
Kuda – kuda mulai melambat, jalan pun mulai perlahan menanjak untuk mencapai bukit.
Tapi wajah Han Ciu berubah, saat melihat jalan mulai turun kembali.
"Talaba apa kau tahu jalan menuju bukit serigala seperti ini." tanya Han Ciu
“Maaf ketua, hamba tidak tahu bahwa ada bukit dan bukit saling berhadapan seperti ini.” Ucap Talaba.
“Aku tahu Talaba, aku berpikir jika turun apa tidak ada jebakan di sana.
__ADS_1
"Sebab jika kita sudah di bawah jika ada musuh kita bisa terjebak, memang bukit ini tidak terlalu tinggi, tetapi tetap saja berbahaya, buat keselamatan kita,” ucap Han Ciu.
"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua ?” Talaba bertanya.
Han Ciu belum menjawab pertanyaan Talaba, tapi ia mengamati keadaan di sekitar tempat mereka.
Han Ciu lalu turun dari kuda, di ikuti oleh yang lain, pemuda itu lalu menepak pantaat kuda, lalu kuda berlari di ikuti kuda yang lain kembali ke jalan yang tadi mereka lewati.
“Bagaimana menurut paman ?” Han Ciu bertanya kepada lblis biru.
“Apa yang harus kita takutkan,” setelah berkata seperti itu, Iblis biru lalu bergerak turun menuju jalan yang berada di antara dua bukit.
“Talaba, aku lihat di tengah bukit ini, jika jalan menuju ke penghujung bukit, masih bisa di pakai berjalan, walaupun tak secepat yang di bawah.
“Kau siapkan panahmu berjalan di tengah jangan sampai turun, biar kami berempat yang turun, setelah sampai di penghujung bukit yang merupakan bukit serigala kau boleh bergabung dengan kami, tapi kau harus waspada, jika ada musuh yang menjebak kami dari bukit seberang, kau perhatikan dulu, jika kau benar – benar harus bertindak, lakukan apa yang menurutmu terbaik, jika tak sanggup kau boleh bergabung turun dengan kami di bawah.
“Baik ketua, hamba mengerti apa maksud ketua,” ucap Talaba, kemudian ia berjalan menyusuri jalan kecil di lereng bukit, sambil terkadang bersembunyi, sementara Han Ciu bersama dengan kedua selirnya turun menyusul Iblis biru turun ke bawah.
Han Ciu lalu turun dan melesat ke arah lblis biru.
Mereka lalu berjalan bersama sama ke arah penghabisan bukit untuk menuju ke arah bukit serigala yang terlihat ada di depan.
Ketika sudah mulai jauh berjalan dan jalan yang di jepit dua buah bukit makin mengecil, beberapa batu kecil jatuh dari atas bukit.
Ketika Han Ciu melihat ke arah batu yang jatuh dari atas, suara desingan panah terdengar melesat bercampur dengan batu – batu besar dan kecil, jatuh berhamburan ke arah mereka.
Han Ciu mengibaskan tangan sambil melindungi Racun cilik, begitu pula dengan Iblis biru, Zhain Li Er mengeluarkan pedang angin lalu menyabetkannya ke arah batu – batu yang mendekat.
Blaar .. Blaar
Batu – batu hancur serta panah yang melesat, menghantam panah.
Mereka berempat kemudian melesat menghindari batu – batu yang hancur akibat pukulan yang mereka keluarkan.
Han Ciu melihat ke arah bukit, satu dua kepala terlihat oleh matanya, mereka hendak melemparkan batu lagi ke arah rombongan Han Ciu.
“Paman !” aku sudah lihat teriak lblis biru memutus perkataan Han Ciu.
“Kau lindungi aku dari batu yang mereka lempar !” biar aku habisi mereka,” teriak Iblis biru.
Han Ciu mengangguk, “kau berlindung di dekat Li Er, aku akan melindungi paman,”
Han Ciu kemudian memutar kedua tangan sambil mengerahkan pedang hampa, saat batu – batu besar mulai berhamburan, mengarah lblis bumi yang bergerak cepat, berusaha naik ke atas bukit.
Puluhan pedang hampa melesat ketika batu berhamburan, terdengar seruan kaget ketika melihat batu batu yang mereka lemparkan hancur terkena hantaman pedang hampa.
Iblis biru yang sedang naik, wajahnya terlihat gusar, saat batu – batu kecil yang hancur banyak yang mengenai tubuh serta kepalanya, belum lagi debu yang berasal dari hancuran batu.
Hmm !
Keparaat, rambutku penuh debu dan batu, kurang ajar, kalian bikin aku kesal saja.
Suara dengusan keluar dari mulut lblis biru, kedua tangan berubah agak kebiruan.
Kedua tangan langsung mencengkeram dinding bukit, lalu tubuh lblis biru melesat cepat ke atas, dua kali cengkeraman serta dua lesatan tubuhnya, lblis biru sampai di atas bukit.
Orang – orang yang melempar batu terkejut melihat orang yang tadi mereka lempari telah berada di atas, mereka kemudian mencabut pedang lalu menyerang lblis biru.
Iblis biru yang tengah menepak nepak baju akibat debu yang banyak menempel.
Menundukkan kepala lalu tepakkannya pindah ke arah celana, tapi itu malah membuat serangan pedang orang yang menebas hanya mengenai tempat kosong.
Orang yang berpakaian hitam kesal karna merasa di permainkan karna lblis biru, menghindari serangan tanpa melihat ke arahnya.
Lalu menusuk punggung lblis biru, sementara puluhan orang bergerak sambil membawa pedang menyerang iblis biru.
Merasakan sambaran angin ke arah punggung, lblis biru bergerak memutar menghindari serangan sambil mendekati orang yang menyerang, setelah sampai, kemudian lblis biru mencekal baju sang penyerang, kemudian melemparkan orang itu ke bawah.
Han Ciu yang melihat seorang melayang menuju ke arahnya lalu mengibaskan tangannya dengan pukulan dewa angin, orang yang tengah melayang kemudian terlempar dan menghantam batu, taka ada suara teriakan, hanya tubuhnya yang terus jatuh ke bawah, tewas dengan sebagian tulang remuk.
Talaba yang berada di lereng bukit melihat lblis biru sudah mulai melakukan aksinya diatas bukit, kemudian pemuda itu mengamati suasana di daerah sekeliling yang bisa terlihat oleh matanya.
“Sepertinya memang tak ada lagi, orang mereka di sekitar sini, hanya yang berada di atas bukit, yang bertugas melempar batu atau memanah.”
Hmm !
“Mereka semuanya berpakaian hitam, apa mereka berasal dari sekte gagak hitam ?” ucap Talaba dalam hati sambil terus melihat kearah sekelilingnya.
Mata Talaba menyipit saat melihat sebuah titik hitam yang perlahan membesar lalu hinggap di sebuah ranting kering di lereng bukit yang berada di depannya, setelah hinggap baru terlihat jelas bahwa titik hitam itu adalah seekor burung gagak.
Rupanya mata – musuh seperti yang pernah dikatakan oleh ketua dan tuan lblis biru ucapnya dalam hati, saat Talaba melihat burung gagak itu seperti tengah mengamati Han Ciu yang berada sedang berada di bawah.
__ADS_1
Perlahan Talaba menarik sebuah anak panah, kemudian memasang anak panah lalu membidik ke arah burung gagak yang sedang bertengger.
Talaba tersenyum saat mendengar dan melihat Fang Ji menggonggong ke arah burung gagak yang sedang bertengger.
Setelah membidik, Talaba kemudian melepaskan anak panahnya.
Panah melesat dengan sangat cepat ke arah burung gagak itu.
Shiing .. Creep !
Anak panah Talaba menancap di paha burung gagak yang langsung jatuh dari ranting.
Tapi burung gagak yang sepertinya terlatih setelah pahanya terkena panah, jatuh mengepakkan sayapnya berusaha naik ke atas.
Tapi dari arah depan, Fang Ji yang melihat burung gagak terkena panah jatuh lalu hendak terbang kembali ke atas berlari sambil loncat kemudian mulutnya terbuka kemudian menggigit tubuh gagak hitam.
Gagak hitam berusaha meronta, tapi tak lama kemudian diam, Fang ji kemudian membawa mayat gagak itu kepada Han Ciu.
Hmm !
Gagak hitam, ucap Han Ciu dalam hati.
Sementara itu di atas bukit, lblis biru setelah melempar musuhnya dan melihat puluhan orang berpakaian hitam bergerak dengan pedang terhunus ke arahnya.
Bagus majulah kalian semua, biar kekesalan ku sewaktu naik kesini terobati.
Iblis biru sebelum mereka menyerang dengan pedangnya, ia mendahului bergerak, para penyerang yang berpakaian hitam terkejut melihat kakek yang berada di depannya seolah lenyap, kemudian dua orang yang berada paling depan terpental, terkena hantaman pukulan titik beku, keduanya langsung tewas, dengan darah menjadi beku.
Melihat dua orang kawan mereka tewas terkena masing – masing satu pukulan lalu tewas tanpa mengeluarkan suara.
Orang – orang berpakaian hitam yang hendak menyerang berhenti, kemudian mereka saling pandang dengan kawan mereka satu sama lain.
Mereka ragu melihat keganasan pukulan lblis biru.
Tetapi setelah berpikir tak ada jalan lain, salah seorang penyerang berteriak.
Seraaaang !
Puluhan orang kemudian menyerang lblis biru setelah mendengar teriakan kawan mereka.
Iblis biru tanpa ragu kemudian melesat, menghantam seorang penyerang yang berada paling depan, sambil menghindari tebasan salah seorang penyerangnya, tubuh lblis biru melenting ke atas.
Lalu turun sambil tangannya mengarah kepala salah seorang penyerang.
Creep !
Penyerang berpakaian hitam, matanya langsung melotot saat tangan lblis biru mencengkeram kepalanya, uap putih langsung mengepul keluar dari kepala orang itu, tubuh orang itu langsung roboh dan jatuh tewas seketika, ketika lblis biru melepaskan cengkeraman pada kepalanya.
Iblis biru tak mau berlama – lama, tubuhnya dengan gesit lalu balas menyerang, pukulan titik beku serta angin es, langsung di gunakan untuk mempersingkat waktu.
Satu persatu para penyerang berpakaian hitam tewas terkena pukulan lblis biru, ada juga yang terhantam dan jatuh ke bawah langsung di sambar oleh pedang hampa milik Han Ciu.
Ketika tersisa satu orang yang hendak melarikan diri, lblis biru menghantam punggung penyerang yang hendak melarikan diri, penyerang itu tersungkur.
Iblis biru dengan cepat lalu menginjak punggung penyerang itu sambil mendengus.
“Katakan padaku, siapa kalian ?” tanya lblis biru sambil menekan kakinya yang menginjak punggung.
Jangan bunuh tuan, ampuni hamba, ka .. kami dari sekte gagak hitam, orang berpakaian hitam itu berkata.
“Lagi – lagi kalian, keparaat !” selalu saja membuatku kesal.
“Cepat katakan, siapa pemimpin dari sekte gagak hitam ?” tanya lblis biru sambil menekan kakinya yang menginjak punggung sehingga terdengar suara berderak dari tulang punggung orang yang berpakaian hitam.
“Ke .. Ketua kami adalah siluman gagak tuan.” Ucap orang itu sambil menahan sakit akibat injakan Iblis biru.
“Sudah kuduga !”
“Dimana ketuamu sekarang berada ?” tanya lblis biru.
“Ketua berada di dekat bukit serigala tuan, ketua menunggu kabar dari kami.”
Mendengar perkataan orang itu.
Iblis biru mendengus.
Lalu menendang orang yang mengaku dari sekte gagak hitam, hingga terpental jauh.
Bhuuk !
“Kau kabari sana”
__ADS_1