Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 94 Berbagi Tugas


__ADS_3

Sam Ci terkejut ketika mendengar Li Er menggebrak meja.


"Apa apaan kau ini ?" ucap Han Ciu sambil menatap Li Er.


Ketiga putri Sam Ci menatap tajam ke arah Li Er dan tak suka dengan cara Li Er, yang mereka anggap tak sopan di hadapan orang orang yang lebih tua.


"Jika enci Sa ikut, aku juga ikut."


Hmm !


"Adik Li Er, kami kan menjalankan misi untuk menyelamatkan Ketua Cen, bukan untuk bersenang senang," ucap Sa Sie Hwa.


"Lalu kenapa enci Sa senyum senyum sendiri."


Sa Sie Hwa diam tak menjawab perkataan Li Er.


Tapi tak lama kemudian, Sa Sie Hwa berkata kembali.


"Aku senyum senyum sendiri, karna aku berpikir di sana banyak harta yang bisa kita ambil, buat memperluas cabang penginapan bunga naga."


Zhain Li Er lalu tersenyum mendengar perkataan Sa Sie Hwa, dan berkata.


"Aku tak percaya pada enci Sa Sie Hwa."


Han Ciu yang melihat situasi mulai panas, lalu minta ijin pada Sam Ci untuk pamit undur diri ke penginapan, dan minta jika Sam Ci mempunyai lokasi tempat rumah yang memiliki jalan rahasia di bawah tanah, yang di perkirakan menjadi tempat ketua Cen dan ketua Kai Sek di tawan.


Setelah Sam Ci menyanggupi, lalu Han Ciu meninggalkan tempat petinggi partai pengemis, dana kembali kepenginapan.


Sesampainya di penginapan, Han Ciu marah marah dan menyuruh Li er kembali kepada ibunya, Dewi Angin.


Zhain Li Er langsung diam, tak berani menatap pemuda itu.


Han Ciu lalu menyuruh Sa Sie Hwa membawa Racun Cilik keluar dari kamar, karna ada yang ingin di bicarakan dengan Li Er.


Han Ciu lalu duduk di sebelah Li Er sambil memegang tangan gadis itu.


Tampak tarikan nafas Han ciu terdengar oleh Li Er sebelum Han Ciu bicara.


"Adik, kenapa kau selalu marah pada enci Sa mu ?"


Li Er diam, tak menjawab perkataan Han Ciu.


Han Ciu lalu mengusap usap kepala gadis itu.


Zhain Li Er merasakan hatinya tenang ketika tangan Han Ciu mengusap kepalanya.


Li er kemudian menyadarkan kepalanya di bahu Han Ciu.


"Muka ayam, aku takut kehilanganmu !" desis Li er pelan.


Han Ciu merasa terharu mendengar perkataan Zhain Li er, biar bagaimanapun sifat dan keadaan dari gadis itu, tapi Li er sudah banyak membantu dan menolongnya, dan itu sudah cukup bagi Han Ciu untuk mengasihi gadis, yang terkadang amarahnya susah untuk di kendalikan.


Han Ciu mengecup kepala Zhain Li Er, lalu berbisik di telinga Li Er.


"Adik Zhain, Kakak Han suka padamu."


Zhain Li Er lalu mendorong Han Ciu, "aku tak suka siapapun, aku hanya suka Muka Ayam." ucap Li Er sambil tersenyum malu.


Hmm !

__ADS_1


Han Ciu lalu meraba pinggang Li Er, dan jari jarinya mulai bermain dan meraba raba tubuh gadis itu.


Zhain Li Er, menggeliat manja, suara lirih terdengar dari mulut gadis itu, ketika merasakan tangan Han Ciu mulai menjalar ke bagian tubuh yang sensitive dan membuat perasaanya seperti terbang ke awang awang.


Han Ciu mendengar suara desahan Li Er birahinya mulai naik, lalu ia membopong Zhain Li Er yang sudah pasrah ke tempat tidur.


Ketika Han ciu hendak naik ke tempat tidur, tiba tiba pintu kamar terbuka, Han Ciu sampai loncat saking terkejut, ketika menoleh ia melihat Sa Sie Hwa dan Racun cilik masuk dengan muka cemberut.


"Apa yang kak Han lakukan di tempat tidur ?" tanya Sa Sie Hwa, melihat Zhain Li Er yang bajunya sedikit terbuka dan Han Ciu yang hendak naik ke tempat tidur.


"Aku .. Aku tidak melakukan apa apa ?" Han Ciu menjawab pertanyaan Sa Sie Hwa, wajahnya merah karna jengah.


Lalu Han Ciu mengirimkan suara jarak jauh, yang hanya bisa di dengar oleh Zhain Li er.


"Kau pura pura tidur !" jangan jawab apapun perkataan encimu."


"Bohong !" ucap Sa Sie Hwa.


"Benar, aku tidak bohong !" karna adik Li tertidur di kursi, aku tak tega melihatnya, lalu kupindahkan ke tempat tidur.


Hmm !


"Lalu kenapa bajunya terbuka ?" tanya Sa Sie Hwa, sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.


"Aku tak tahu, mungkin memang sudah seperti itu !"


"Begini saja biar adil !" ucap Sa Sie Hwa.


Kau sudah meniduri adik Zee dan adik Li Er, sekarang giliranku, ayo kita ke kamar sebelah !" Sa Sie Hwa berkata sambil melirik ke arah Zhain Li Er.


Zhain Li Er yang tengah berbaring sambil memejamkan mata tiba tiba melesat dan langsung berdiri di depan Sa Sie Hwa.


"Siapa yang telah di tiduri oleh Muka Ayam ?" kami baru mau, lalu kalian datang mengacau."


Wajah Han Ciu pucat, malu, marah, kesal dan segala perasaan campur aduk, ketika Zhain Li Er terkena pancing omongan Sa Sie Hwa.


Han Ciu duduk, lalu minum arak yang sudah tersedia di cawan, Racun cilik tak berkata apa apa, hanya menuangkan arak kedalam Cawan Han Ciu.


Sa Sie Hwa terus beradu omong dengan Li Er.


Wajah Han Ciu mulai merah akibat arak yang ia minum


Braaak !


Meja yang ada di hadapan Han Ciu hancur terkena hantaman tangan pemuda itu, wajah Racun Cilik pucat pasi tak berani berkata.


Sa Sie Hwa dan Zhain Li Er langsung diam tak bicara.


Dengan wajah dingin, muka membesi menahan marah, Han Ciu menatap kedua gadis itu.


"Jika kalian berdua masih saja tak bisa diam, nanti akan kupatahkan tangan kalian.


"sekali lagi kutegaskan pada kalian !" jika nanti kedepannya aku liat lagi kalian berdua bertengkar, jangan salahkan aku, jika kalian berdua ku usir."


"Sekarang kalian bertiga keluar !" dan renungkan ucapanku tadi.


"Racun Cilik, kau awasi mereka, jika masih saja bertengkar, beritahu aku."


Racun Cilik lalu mengajak Sa Sie Hwa yang matanya merah,

__ADS_1


Zhain Li Er cemberut, "ini gara gara Ka Sa, coba tadi bilang mau tidur bersama, kan Muka Ayam tidak akan marah.


Hmm !


"keluar kataku, keluaaaar ?!" teriak Han Ciu sambil menunjuk ke arah pintu kamar.


Sa Sie Hwa langsung menarik tangan Li Er dan membawanya keluar dari kamar Han Ciu.


Sejak kejadian Han Ciu mengamuk, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er dan Racun Cilik, tak berani datang ke kamar Han Ciu tanpa di panggil.


Besok adalah hari pengangkatan Xiao Ti.


Han Ciu mondar mandir di dalam kamar sambil berpikir, apa ia harus mencari sendiri tempat Ketua Cen di tawan, di perguruan api suci.


Ketika tengah berpikir, terdengar pintu kamar di ketuk.


Tok Tok


Masuk !


Sa Sie hwa, Zhain Li Er dan Racun Cilik, masuk ke kamar.


"Ada apa kalian kemari ?"


"Han Ciu Koko, aku mewakili adik Li bersama Adik Zee berjanji tak akan membuat masalah lagi.


"ini ada titipan dari tetua Sam, sepertinya ini adalah peta tempat ketua Cen di tawan."


Han Ciu yang mendengar perkataan Sa Sie Hwa lalu, mengambil peta yang di sodorkan oleh gadis itu.


Lalu meletakan peta diatas meja dan membukanya.


Hmm !


Jadi posisi rumah tawanan itu di tengah, ada jalan menuju ruang bawah tanah, ucap Han ciu sambil mempelajari peta di atas meja.


Han Ciu lalu melipat peta itu lalu memasukannya kedalam saku baju.


Adik Zee, berikan kami penawar racun pelemas tulang penyumbat tenaga, dan obat yang bisa menawarkan racun, untuk meng antisipasi jika ada Ci kung di tempat tawanan.


Racun Cilik mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.


"Kau Li Er !" bersama adik Zee bergabung dengan tetua Sam, menghadiri upacara pengangkatan Xiao Ti, jika bertemu rombongan Paman pedang langit atau ibumu, bergabung dengan mereka, lalu beritahu mereka,


"Jika aku belum datang buatlah sedikit kekacauan untuk memperlambat waktu pengangkatan.


Zhain Li Er dan Racun Cilik mengangguk mendengar perintah Han Ciu.


Adik Sa ikut denganku, Aku butuh keahlian adik Sa untuk membuka kunci, mencari tempat tempat tersembunyi, karna aku yakin murid dari Maling Sakti tak akan sulit membantuku mencari dan membebaskan ketua Cen yang di tawan," Sa Sie Hwa mengangguk mendengar perkataan Han Ciu


Han Ciu setelah berkata, lalu menatap ke arah ketiga gadis itu.


"Kalian mengerti apa yang kukatakan ?"


"Kami mengerti" jawab ketiga gadis itu


"Baik, !" mari kita laksanakan tugas masing masing."


"Jika kita berhasil, aku janji pada kalian di kota Nan.

__ADS_1


"Kita pesta bersama sama"


__ADS_2