
Hmm !
"Adik Sa !" kawal mereka, biar aku yang akan membuka jalan."
"Kau kawal ketua Cen untuk menggagalkan rencana pengangkatan Xiao Ti, aku akan menahan mereka."
"Cengcu !" lebih baik kita bersama," biar tenaga dalam hanya ada setengah, tetapi untuk melindungi diri sendiri kami masih mampu." ucap ketua Cen mendengar perkataan Han Ciu.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Ketua Cen.
"Kami akan melihat acara"
Han Ciu menjawab pertanyaan Siluman hitam.
Phuuih !
"Tak usah banyak alasan, kalian sudah kami tunggu sejak tadi."
"Jangan sampai ada yang lolos, bunuh mereka semua."
30 orang yang di pimpin siluman hitam dan putih, mengepung dan mengelilingi Han Ciu.
"Ketua Cen, sepertinya mereka tak mengenalmu."
"Mereka bukan dari perguruan api suci," ucap ketua Cen.
Siluman belang, mari sini.
Han Ciu memberi isyarat untuk merapat.
Bambu hitam keci diberikan kepada Pangcu Pengemis tongkat hitam.
Han Ciu memasang kuda kuda.
Tenaga dalam jiwa emas ia kerahkan bersama dengan pedang hampa, cahaya kuning ke emasan berbentuk pedang mengarah kepada Siluman hitam dan Siluman putih.
Puluhan pedang hampa seperti tergantung dan siap melesat mengarah Siluman hitam dan Siluman putih.
Hmm !
"Adik kau harus hati hati, aku punya firasat buruk dengan bayangan pedang berwana kuning ke emasan."
Siluman putih mengangguk mendengar perkataan kakaknya.
Silumah hitam bersiap, mereka berdua juga bersenjata pedang.
"Bunuh mereka semua, jangan kasih ampun."
"Coba saja kalau bisa !" Han Ciu membalas perkataan Siluman hitam.
Salah seorang anak buah Siluman hitam melesat, dan menyabet ke arah Pangcu pengemis
Whuut !
Tangan kiri Han Ciu mengibas.
Sebuah pedang hampa melesat ke arah anak buah siluman hitam.
Creeep !
Pria berbaju hitam terpental, dadanya bolong tertembus pedang hampa yang terus melesat menembus punggung.
Siluman hitam dan Putih terkejut kemudian pasang kuda kuda sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.
Kedua tangan Han Ciu mulai berputar, begitu pula pedang Hampa yang jumlahnya sudah menjadi puluhan mengarah Siluman hitam dan Siluman putih.
Whut .. whuut ..Sreet !
Perlahan tangan Han Ciu berhenti berputar, lalu mendorong kedepan sambil mengerahkan tenaga dalam jubah emas.
Puluhan Pedang hampa melesat kearah Siluman hitam dan siluman putih serta orang orang yang berada di sekitar mereka.
Siluman hitam dan putih menyabetkan pedangnya kearah pedang hampa yang menyerang mereka.
Pedang hampa berbelok arah menyerang anak buah kedua siluman, Kedua Siluman menyerang Han ciu, mereka berusaha menekan dari jarak dekat agar Han Ciu tak bisa menyerang dengan Pedang hampa.
Han Ciu setiap bergerak, pedang hampa juga ikut bergerak.
Siluman hitam dan putih menyerang dari arah manapun akan selalu di tahan oleh pedang hampa yang selalu berputar di sekitar tubuh Han Ciu.
Pedang besar dan kecil terkadang melesat menyambar Siluman putih yang kepandaiannya masih di bawah Sang kakak.
Siluman hitam yang lebih berpengalaman, berteriak memberitahu adiknya, "coba tambah tenaga dalammu, jangan sampai kalah oleh bayangan pedang miliknya."
Siluman putih menuruti perkataan kakaknya, setiap menangkis pedang hampa, dengan mengerahkan tenaga dalam yang besar, pedang hampa langsung tertebas dan hilang.
Siluman putih tersenyum lebar, ia semakin semangat menangkis pedang hampa Han Ciu.
__ADS_1
Tapi lama kelamaan pedang hampa terus menyerang, keringat mulai keluar dari wajah Siluman putih, Siluman hitam dan putih sadar bahwa perkiraan mereka salah.
Siluman putih yang di incar oleh pedang hampa Han Ciu tenaganya mulai terkuras.
Siluman Hitam menerjang dari arah samping, menebas pedang hampa Han Ciu.
Sedangkan Siluman putih sudah kehabisan tenaga, ia hanya bisa pasrah tapi akhirnya selamat karna di tolong oleh kakaknya Siluman hitam.
"Adik, bagaimana keadaanmu ?" bangsaat, bocah itu sengaja menguras tenagaku, bayangan pedangnya menyerang tanpa henti."
"Kak, jangan menangkis, lebih baik menghindar supaya tidak menguras tenaga dalam yang kita keluarkan."
"Baik, aku mengerti maksudmu."
Tapak api Xiao cen menangkis pedang berusaha melindungi anaknya ketika di serang oleh anak buah kedua siluman.
Plak, blaar !
Seorang anak buah siluman hitam terpental akibat di hantam oleh tapak api Xiao Cen.
Dada menghitam bagian dalam tubuhnya hangus, pria itu tewas dan terpental kebelakang.
Pangcu pengemis tongkat hitam dengan bambu kecil pemberian Han Ciu di pakai sebagai senjata, memecut pinggang pria yang menyabet dengan pedang.
Ctaaar,.auuuggghhh !
Pinggang pria anak buah siluman putih, di hantam oleh bambu kecil sebesar ibu jari pemberian Han Ciu oleh Kai Sek.
Pria itu merintih kesakitan, sambil memegangi pinggangnya yang sakit.
"Seraaang semuaa !" teriak siluman hitam, memerintahkan anak buahnya yang lain menyerang rombongan Han Ciu dan ketua Cen.
Berbagai senjata di pakai oleh anak buah kedua siluman bersaudara, kedua tangan Han Ciu sibuk mengeluarkan pedang hampa berukuran kecil, menyerang kedua siluman dan anak buah mereka yang mencoba menganggu rombongan ketua Cen.
Han Ciu melihat matahari mulai naik, sebentar lagi pasti acara pengangkatan, "adik Sa, percepat !" Sa Sie Hwa menyambitkan pecahan perak kemudian Sa Sie Hwa bergerak ke samping dan merobek perut salah seorang anak buah Siluman hitam dengan pedang pendeknya.
Tubuh Sa Sie Hwa bergerak diantara anak buah siluman hitam dan putih, pedang pendek Sa Sie Hwa menyabet apa saja yang berhasil tersentuh.
Pertarungan jarak dekat, perlahan pedang hampa lenyap.
Kedua tangan Han ciu seperti di selimuti hawa perak, lalu mulai melancarkan serangan dengan jurus putaran dewa pedang di selingi dengan ilmu selaksa pedang, dan hasilnya sangat dasyat, Siluman hitam, terkejut, sinar perak di sekeliling tangan Han Ciu sangat tajam, layaknya sebuah pedang bermata dua, menyambar tangan Siluman hitam lalu tangan kiri ke arah perut siluman putih.
Banyak anak buah Siluman hitam dan putih yang tewas oleh ketua Cen dan kawan kawan, Xiao er selalu di lindungi oleh Han Ciu dengan pedang hampa sehingga gadis itu sering melirik ke arah pemuda yang telah mencuri hatinya.
Serangan serangan anak buah Siluman hitam dan putih mulai mengendur membuat posisi ketua Cen lebih leluasa.
Siluman hitam pucat, lengan bajunya sobek.
Tapi adiknya selamat, karna sempat mundur saat tangan Han Ciu menyabet perut siluman putih.
Han Ciu berputar, kedua tangan masuk menyerang kedua siluman saat mereka lengah
Tangan Han Ciu bergerak cepat, menyambar, menusuk dan menebas Siluman hitam yang terus mundur sambil berusaha melindungi diri sendiri.
Kedua Siluman hanya memikirkan diri sendiri, ketika di serang Han Ciu, karna serangan serangan pemuda itu bisa berbalik menyerang lebih ganas tanpa dapat di duga ke arah mana akan menyerang, hingga mereka berdua kosentrasi dan siap menerima serangan Serangan Han Ciu.
Han Ciu, berbali ke arah siluman putih, saat Siluman hitam mundur.
Wajah kakek berbaju putih pucat, tangan Han Ciu tegak lurus, pedang Siluman putih berusaha menangkis, tangan kiri Han Ciu menyabet pinggang dari arah samping kiri.
Whuut ..sreeet !
Baju, serta kulit perut siluman putih tersayat oleh tangan kiri Han Ciu, yang menggunakan Jiwa pedang.
Siluman putih mundur dua langkah, tangan kanannya meraba perut, tak lama kemudian darah mulai keluar menetes dari perutnya.
Matahari mulai naik, Han Ciu tak mau menunggu lama.
Han Ciu menatap tajam Siluman putih.
"Kakak lindungi aku !" teriak macan putih, wajahnya pucat, tampak gelisah.
Han Ciu melesat, kali ini tenaga dalam jubah emas, di alirkan ke kedua tangan yang sedang menggunakan ilmu jiwa pedang,
Perlahan sinar perak berubah menjadi kuning emas
Siluman hitam langsung selangkah menjauh dari adiknya Siluman putih saat melihat tangan Han Ciu berubah warna menjadi kuning emas.
Siluman putih terkejut.
Kakak !
Han Ciu melesat, tangan kiri menusuk dada
Siluman putih lalu menebas tangan kiri Han Ciu.
Trang !
__ADS_1
Han Ciu membiarkan tangan kirinya di tebas, dengan tenaga dalam tubuh emas, pedang Siluman putih malah memantul dan berbalik ke arah mukanya sendiri
Siluman putih terkejut, lalu berusaha menahan tenaga pantulan pedang, dengan menahan sekuat tenaga, lalu tangan kiri Han Ciu yang di tebas menepak tangan siluman putih yang sedang memegang pedang.
Plaaak .. Craaks !
Siluman putih menggeser kepalanya, pedang lalu menancap di bahu
Aaaggrrh !
Siluman putih setelah teriak lalu menarik pedang, darah muncrat keluar dari bahu.
Sebelum Siluman putih siap, tangan kanan Han Ciu menebas ke arah leher.
Craash !
Siluman putih tak bisa mengelak, saat tangan kanan Han Ciu menebas ke arah leher.
Kepala siluman putih menggelinding, tak lama kemudian badannya ambruk jatuh ke tanah.
Siluman Hitam tak mau menunggu, ia berusaha mencari kesempatan melarikan diri, nyali Siluman hitam sudah pecah.
Melihat adikny tewas tanpa kepala.
Sebelum Siluman hitam bergerak, Han Ciu sudah lebih dahulu berada di depannya.
Jurus selaksa pedang, menyambar kearah dada Siluman hitam.
Siluman hitam terkejut, melihat di depan dadanya puluhan tangan seperti pedang menyambar, Siluman hitam memutar pedang nya berusaha menangkis puluhan tangan diselimuti hawa kuning emas, tapi putaran pedangnya tak menangkis apa apa, tiba tiba, tangannya menjadi lemas.
tuk !
Han Ciu menotok Siku dari Siluman hitam.
Siluman hitam tak menyangka bahwa Han Ciu akan menotok siku tangannya
Tangan kanan Siluman hitam langsung lemas.
Han Ciu menyeringai, lalu tangan kiri menusuk ke arah perut Siluman hitam.
Siluman hitam berusaha menahan dengan tangan kiri dan memegang tangan Han Ciu yang akan menusuk perutnya, tapi tenaga dalam Siluman hitam masih di bawah Han Ciu.
Perlahan tapi pasti Han Ciu terus menusuk, perut Siluman hitam.
Siluman hitam mendengus, tangan kirinya tak kuat menahan tangan Han Ciu, yang menusuk ke arah perut.
Bleeees !
Siluman hitam melotot, dari bibirnya meleleh keluar darah segar..
Han Ciu lalu menarik tangannya dan menendang tubuh siluman hitam.
Bhuk !
Siluman hitam tewas dan tubuhnya, jatuh ketanah beberapa langkah dari hadapan Han Ciu.
Anak buah Siluman hitam dan putih melihat kedua pemimpin mereka tewas, sangat ketakutan, apalagi kawan mereka sudah banyak yang tewas,
Hanya kurang dari sepuluh orang, mereka melesat meningalkan kawan dan melarikan diri, Han Ciu memberi isyarat jangan mengejar, karna ada urusan yang lebih penting lagi, yaitu menggagalkan pengangkatan Xiao Ti menjadi ketua perguruan api suci.
Ketua Cen lalu memimpin melesat menuju gedung utama perguruan api suci, suasana tampak ramai, Para pengemis sedang berhadapan dengan pihak perguruan api suci.
Han Ciu dan ketua Cen masuk dan berbaur dengan para penonton, Xiao Ti tampak bersitegang dengan Hu pangcu perkumpulan pengemis tongkat hitam.
Hu pangcu sewaktu Xiao Ti akan diangkat menjadi ketua perguruan api suci.
Masuk dan meminta Xiao Ti membebaskan Pangcu pengemis tongkat hitam terlebih dahulu sebelum upacara pengangkatan.
Xiao ti sangat marah, karna Hu pangcu telah mengganggu acara pengangkatan dirinya.
"Anggota pengemis tongkat hitam, akan ku basmi semua."
"Sekarang aku adalah ketua perguruan api suci, perkumpulan kalian tak ada artinya bagiku.
Xiao Ti terkejut saat mendengar teriakan dari arah penonton.
"Langkahi dulu mayatku !" Xiao Cen berjalan bersama Han ciu Keluar dari kerumunan para penonton.
Keduanya menatap tajam Xiao Ti yang perlahan mundur.
Sedangkan Mao San Wajahnya berubah ketika melihat Han Ciu datang bersama Xiao Cen, tetua bagian hukum perguruan api suci sewaktu Xiao Cen memimpin, ia memakai jubah hitam dan baju merah.
Sorot matanya tajam dan dingin sekali menatap Han Ciu.
Aura pembunuh perlahan keluar dari tubuh Mao San.
Tatapan Mao San, tak pernah lepas dari Han Ciu.
__ADS_1
"Han Bu Ci, anakmu hebat juga."